Mikraj
Sekolah Tinggi Ilmu Adminitrasi ( STIA) Iskandar Thani Banda Aceh

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Dampak Pembiayaan Murabahah Terhadap Perkembangan Usaha Anggota Pada Koperasi Syariah Mandiri Darussalam Mikraj
Jurnal Manajemen, Ekonomi, Keuangan dan Akuntansi Vol. 3 No. 2 (2022): November 2022
Publisher : Politeknik Kutaraja

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Murabahah merupakan salah satu jenis kontrak (akad) yang paling umum diterapkan dalam aktivitas pembiayaan perbankan syariah atau koperasi syariah. Murabahah diterapkan melalui mekanisme jual beli barang dengan penambahan margin sebagai keuntungan yang akan diperoleh Bank atau Koperasi. Koperasi Syariah Mandiri Darussalam merupakan koperasi yang menerapkan syistem Syariah dan telah menjalankan aktifitas Syariah kepada anggotanya seperti bentuk akad pembiayaan murabahah. Yang menjadi permasalahan belum sepenuhnya anggota paham tentang akad murabahah sehingga berdampak pada perkembangan usaha anggota. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif, artinya peneliti turun langsung ke lapangan untuk mengumpulkan data obyektif yang merupakan data primer. Berdasarkan penelitian dapat diketahui sistem yang digunakan Koperasi Syariah Mandiri Darussalam dalam mengelola pembiayaan Murabahah terhadap anggota salah satunya dengan melakukan kegiatan sosialisasi kembali guna memberikan pemahaman system atau mekanisme yang digunakan pihak Koperasi Syariah Mandiri Darussalam. Hasil dari dari penelitian ini adalah dampak pembiayaan Murabahah yang dikelola Koperasi Syariah Mandiri Darussalam terhadap anggotanya sudah bagus dengan menggunakan mekanisme dan pedoman yang ada serta menjabarkan mekanisme tersebut saat dilakukan sosialisasi serta meningkatkan pemahaman anggota agar pembiayaan murabahah dapat meningkatkan usaha anggota dan terhindar dari riba dan lainnya.
Pemberdayaan Penyandang Disabilitas Melalui Kelompok Swadaya Masyarakat ( KSM) Di Aceh Besar Mikraj
Jurnal Manajemen, Ekonomi, Keuangan dan Akuntansi Vol. 3 No. 2 (2022): November 2022
Publisher : Politeknik Kutaraja

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Keberadaan Penyandang Disabilitas di dalam keluarga membuat keluarga sulit memahami kearah mana mengarahkan anaknya atau keluarganya untuk berkerja ataupun sekolah, karena keterbatasan baik dari segi akses lingkungan dan akses ketersediaan guru yang mampu memenuhi kebutuhan disabilitas dalam berkomunikasi maupun dalam pendengaran serta dalam motoriknya. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui isu sosial yang dialami Kelompok Disabilitas di Aceh Besar yang di dampingi oleh FBA serta peran Kelompok Swadaya Masyarakat ( KSM) dalam melakukan pemberdayaan terhadap Kelompok Disabilitas di Aceh Besar. Metode pendekatan penelitian yang digunakan adalah penelitian kualitatif deskriptif dengan jenis penelitian lapangan (field research), data diperoleh dari wawancara yang dilakukan terhadap pengurus Staf FBA , KSM dan disabilitas. Hasil penelitian menunjukkan bahwa disabilitas di Aceh Besar memiliki persoalan-persoalan stigma, diskriminasi. keberagaman disabilitas dan Keterbatasannya ini masih sering dianggap sebagai kaum yang lemah, tidak berdaya, tidak bisa bekerja bahkan dikatakan hanya menyusahkan orang lain. Dengan adanya anggapan tersebut muncul penilaian negatif yang mengakibatkan sebagian penyandang disabilitas ini merasa minder dan kurang percaya diri. Padahal sebenarnya mereka mempunyai keterampilan yang jika dikembangkan akan memberikan dampak yang positif bagi mereka misalnya untuk memenuhi kebutuhan hidupnya. Salah satu upaya untuk meningkatkan kesejahteraan ekonomi penyandang disabilitas ini adalah pemberdayaan melalui Kelompok Swadaya Masyarakat ( KSM ) yang ada di beberapa kecamatan Aceh Besar. Dengan adanya KSM hadir dengan motif ekonomi dan sosial, tentunya akan sedikit membantu penyandang disabilitas tersebut untuk memenuhi kebutuhan hidupnya baik untuk ekonomi maupun sosial. Dan Penyandang disabilitas anggota KSM ini , mereka bisa belajar berinteraksi dengan lingkungan dan orang orang Non Disabilitas. Sehingga orang orang non disabilitaspun bisa mengamati dan memahami bahwa disabilitas sebenarnya mampu berinteraksi dan mampu bersosialisasi serta mampu mempunyai skill apa bila di berikan kesempatan yang sama dengan mereka , karena sebagai mana kita ketahui bahwa tidak semua keluarga memiliki anak disabilitas, sehingga tidak semua orang memahami akan kemampuan dan kebutuhan disabilitas. Saai ini Forum bangun Aceh adalah salah satu Lembaga yang fokus berkerja di bidang pemberdayaan masyarakat dan disabilitas, guna memberikan pemahaman kepada masayarakat dan aparatur desa akan hak hak disabilitas dalam masyarakat untuk meningkatkan taraf hidup disabiliatas serta diberikan pelatihan secara khusus untuk meningkatkan taraf hidup disabilitas baik dari segi ekonomi dan sosial.