Deddy Saputra
Bagian Bedah Fakultas Kedokteran Universitas Andalas, RSUP Dr. M. Djamil, Padang 25163, Indonesia

Published : 5 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 5 Documents
Search

Human Papillomavirus Sebagai Faktor Risiko Kejadian Karsinoma Sel Basal Salsabilla Desy Kartikasari; Ennesta Asri; Deddy Saputra
Jurnal Ilmu Kesehatan Indonesia Vol 2 No 3 (2021): September 2021
Publisher : Fakultas Kedokteran, Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/jikesi.v2i3.461

Abstract

Latar Belakang: Karsinoma sel basal sering ditemukan pada bagian tubuh yang sering terpapar sinar matahari, dan paling sering terjadi pada bagian kepala dan leher, diikuti dengan tubuh, lengan, dan kaki. Human papillomavirus diyakini memiliki peran penting sebagai karsinogen di tubuh manusia, namun peran HPV dalam patogenesis KSB pada individu masih belum pasti. Metode: Studi literatur ini berjenis tinjauan pustaka naratif dengan desain penelitian observasional dan laporan kasus yang membahas mengenai peran HPV pada KSB. Hasil: Dari total 14 kepustakaan yang diulas, didapatkan hasil penelitian yang bervariasi. Kehadiran HPV pada pasien dengan KSB bergantung pada faktor risiko lain yang dapat memicu akumulasi dari HPV sendiri, seperti kerusakan aktinik dan perubahan fungsi barier kulit yang menurun seiring dengan penuaan. Keberadaan DNA HPV ditemukan dengan prevalensi lebih tinggi pada kulit yang terpapar matahari dibandingkan dengan yang tidak terpapar matahari. Kesimpulan: Human papillomavirus tidak berperan langsung dalam etiopatogenesis karsinoma sel basal. Beta-HPV merupakan jenis HPV yang paling sering ditemui dan memiliki korelasi signifikan antara serologi gabungan dan DNA HPV dengan KSB. Penggunaan vaksinasi pada pasien dengan keganasan kulit nonmelanoma dapat menurunkan rekurensi dari lesi tumor.
Effect of Human Bone Marrow Mesenchymal Stem Cells on Burn Healing in Granulation Tissue Formation in Diabetic Rats Gusti Revilla; Deddy Saputra; Dini Nurhasanah
Jurnal Kesehatan Andalas Vol 11, No 3 (2022): Online November 2022
Publisher : Fakultas Kedokteran, Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/jka.v11i3.2089

Abstract

Burns with diabetes mellitus can interfere with the wound-healing process. Mesenchymal stem cells have been studied to accelerate the healing of burns, one of which originates from the bone marrow. Objective: To determined the effect of human bone marrow mesenchymal stem cells (hBM-MSCs) on burn wound healing in granulation tissue formation in Diabetes Mellitus rats. Methods: This study was an experimental study with a post-test-only control group design, using 30 rats divided into two groups, the control group Phosphate Buffer Saline (PBS) and the treatment group (hBM-MSCs). Mice were induced by alloxan to cause hyperglycemia. Burns are made using a heated plate. Tissue collection was carried out after the termination of the experimental animals on the 3rd, 7th and 14th days and then histological preparations were made to assess the formation of granulation tissue. Data were analyzed using the two-way ANOVA test. Results: There was an increase in the number of macrophages, fibroblasts and new blood vessels after being given hBM-MSCs. On day 14 neutrophils and lymphocytes on day 3, there was no increase. Statistical analysis showed a significant increase in lymphocytes, macrophages, fibroblasts and new blood vessels. Conclusion: Human bone marrow mesenchymal stem cells can increase the formation of granulation tissue by increasing the number of macrophages, fibroblasts and new blood vessels in diabetic rats.Keywords: burn wound,  diabetic rat, human bone marrow mesenchymal stem cells, granulation tissue
Infeksi Luka Bakar, Mikrobioma dan Penggunaan Mikroorganisme Teraupetik dalam Pengendalian Infeksi Luka Bakar Deddy Saputra
Scientific Journal Vol. 4 No. 4 (2025): SCIENA Volume IV No 4, July 2025
Publisher : CV. AKBAR PUTRA MANDIRI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56260/sciena.v4i4.250

Abstract

Luka bakar menimbulkan risiko tinggi infeksi akibat kerusakan struktur pelindung kulit dan terjadinya disfungsi sistem imun. Terapi konvensional seperti eksisi eschar, perawatan luka dengan pemilihan terapi topikal dan antibiotik sistemik saat ini terbatas efektivitasnya karena resistensi antimikroba. Tujuan kajian literatur ini adalah untuk meninjau potensi probiotik dan terapi bakteriofag sebagai mikroorganisme terapeutik dalam pengendalian infeksi luka bakar. Analisis mencakup studi pra-klinis pada hewan dan uji klinis skala kecil. Hasil penelitian menunjukkan bahwa aplikasi topikal probiotik, misalnya Lactobacillus plantarum, Enterococcus mundtii dan bakteriofag dapat menurunkan jumlah bakteri, memperbaiki hasil akhir cangkok kulit, dan mempercepat penyembuhan luka pada model hewan. Probiotik dan bakteriofag menawarkan alternatif sebagai terapi adjuvan yang menjanjikan untuk infeksi luka bakar, terutama melawan patogen multiresisten. Diperlukan uji klinis terstandar berskala besar untuk memvalidasi keamanan, efektivitas, dan prosedur aplikasi sebelum integrasi ke praktik klinik.
Kontraktur Sendi pada Pasien Riwayat Luka Bakar Deddy Saputra
Scientific Journal Vol. 5 No. 3 (2026): SCIENA Volume V No 3, May 2026
Publisher : CV. AKBAR PUTRA MANDIRI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56260/sciena.v5i3.368

Abstract

Kontraktur sendi pasca luka bakar terjadi akibat pemendekan dan pengerasan jaringan parut selama proses penyembuhan, yang sering melibatkan fase inflamasi, proliferasi, kontraksi, dan remodeling. Di negara berkembang seperti Indonesia, keterbatasan akses rehabilitasi dan tindak lanjut yang kurang optimal meningkatkan risiko kontraktur permanen. Tulisan ini bertujuan mengkaji definisi, patofisiologi, klasifikasi, pencegahan, dan terapi kontraktur sendi pada pasien riwayat luka bakar untuk memperkuat dasar ilmiah dalam peningkatan pelayanan dan pencegahan kecacatan jangka panjang. Metode yang digunakan adalah tinjauan pustaka dari sumber primer dan sekunder terkini, termasuk pedoman WHO, jurnal bedah plastik rekonstruksi, serta studi lokal dan internasional tentang evaluasi dan manajemen kontraktur. Kontraktur dapat diklasifikasi menjadi ekstrinsik dan intrinsik, serta menurut jaringan penyebab (dermogen, tendogen, arthrogen). Penatalaksanaan meliputi pencegahan primer hingga tersier: pembidaian, posisi preventif, latihan rentang gerak, terapi tekanan, pijat, dan pelembap. Bila kontraktur sudah terbentuk, intervensi operatif seperti Z-plasty, skin graft, flap lokal atau free flap, serta ekspansi jaringan menjadi pilihan, didukung rehabilitasi multidisiplin. Pendekatan multidisiplin yang dimulai sejak fase akut luka bakar krusial untuk mencegah kontraktur. Intervensi pencegahan dan kuratif yang tepat waktu dapat meminimalkan disabilitas jangka panjang dan meningkatkan kualitas hidup pasien.
Relationship Between Perineal Wound Pain Degree and PRP Healing in Vaginal Birth Fatima Diyas Zahra; Bobby Indra Utama; Almurdi Almurdi; Roza Sri Yanti; Deddy Saputra; Nelmi Silvia
Andalas Obstetrics And Gynecology Journal Vol. 10 No. 2 (2026)
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/aoj.10.2.312-321.2026

Abstract

Introduction : This study aims to see the relationship between the level of perineal wound pain and healing using PRP (Platelet Rich Plasma) in Vaginal birth. Perineal wound pain causes fear of movement resulting in subinvolution, unsmooth release of the locea, bleeding, or infection. Method : This type of research is Experimental with chi-quadrath design . The intervention group received PRP injections on perineal wounds on day 1 after delivery, while the control group was the group that was not given PRP. On the 7th day, observation of the degree of pain of perineal wounds was carried out using the VAS scale (Visual Analog Scale) in both groups. Result : The results of the study obtained a value of p=0.016. Then the value of OR = 6.250 was also obtained. Conclusion : there is a significant relationship between the level of perineal wound pain and healing using PRP in Vaginal birth. From the OR score, it is known that patients who receive PRP have a 6.25 times chance of experiencing mild pain compared to patients who are not given PRP. Keywords : pain; perineal wound; PRP; Vaginal birth.