Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

MORPHOLOGICAL CHARACTERISTICS OF AIR BACTERIA IN MANNITOL SALT AGAR MEDIUM Fuad abdilah; Kurniawan
Borneo Journal of Medical Laboratory Technology Vol. 5 No. 1 (2022): Borneo Journal of Medical Laboratory Technology
Publisher : Institute for Research and Community Services Universitas Muhammadiyah Palangkaraya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Udara merupakan salah satu unsur penting bagi kehidupan sehingga kualitas dan komponen yang terkandung didalamnya harus dikontrol, mengingat udara merupakan salah satu media penyebaran bakteri patogen. Kualitas udara yang baik sangat dibutuhkan oleh pasien di rumah sakit, tetapi faktanya banyak ditemukan bakteri patogen penyebab infeksi nosokomial di ruang rawat inap. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui karakteristik morfologi bakteri udara pada ruang rawat inap yang mampu tumbuh pada medium selektif Mannitol Salt Agar (MSA). Penelitian ini dilakukan menggunakan metode observasional dengan rancangan cross sectional. Pengambilan sampel dilakukan pada 6 ruang rawat inap yang berbeda. Hasil penelitian menunjukkan bahwa medium selektif MSA ternyata tidak hanya ditumbuhi oleh bakteri dari genus Staphylococcus saja, tetapi dapat pula ditumbuhi oleh beberapa jenis bakteri lainnya dengan karakter morfologi sel yang berbeda yaitu bakteri kokus Gram (+), kokus Gram (-) dan batang Gram (-) dengan bakteri yang dominan adalah bakteri kokus Gram (+). Bakteri tersebut diduga merupakan bakteri Planococcus halophilus dan Enterobacter sp yang memiliki kemampuan untuk memanfaatkan atau tidak kandungan manitol dan juga kemampuannya untuk hidup pada lingkungan dengan kadar garam (NaCl) tinggi (> 7,5%), dimana tekanan osmosisnya relatif tinggi. Kesimpulan yang dapat diambil dari penelitian ini adalah, bakteri udara di ruang rawat inap yang mampu tumbuh di medium MSA tidak hanya bakteri Staphylococcus (kokus Gram (+) saja, tetapi juga dapat ditumbuhi oleh bakteri kokus Gram (-) dan batang Gram (-).
Viability of Methicillin-Resistant Staphylococcus aureus (MRSA) Bacteria Preserved at Different Temperature and Time Sekar Karima Rachma; Kurniawan; Ikhsan Mujahid; Kurnia Ritma Dhanti
Quagga: Jurnal Pendidikan dan Biologi Vol 16 No 2 (2024): QUAGGA : Jurnal Pendidikan dan Biologi
Publisher : Program Studi Pendidikan Biologi, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Kuningan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25134/quagga.v16i2.60

Abstract

The bacteria Staphylococcus aureus, a normal component of human flora, is easily mutated and antibiotic-resistant, leading to the creation of Methicillin-Resistant Staphylococcus aureus (MRSA). This bacterium is a difficult-to-control nosocomial infection in healthcare settings, so it must be stored using specialized preservation agents, like DMSO, to investigate the nature and characteristics of these bacteria for prevention, control, and therapy. The purpose of this study was to evaluate the survival of MRSA bacteria that had been kept in a DMSO solution at various temperatures and periods. This study was carried out between July and October2022 using a one-shot study case research design, data analysis, and quantitative descriptive analysis. According to the findings, MRSA bacteria held in 15% DMSO solution lost viability over time and at various storage temperatures. Among various bacterial species held at various storage temperatures, MRSA bacteria had the lowest colony loss rate (-20 °C). Based on the findings of this study, it can be said that the preservation of MRSA bacteria at freezing temperature (-20 °C) and storage length of one month resulted in the greatest survivability of the bacteria when stored in 15% DMSO solution.