Articles
Mendiagnosa Penyakit Psittacosis Dengan Menggunakan Metode Teorema Bayes
Romasta Lumbantoruan;
Nurcahyo Budi Nugroho;
Afdal Alhafiz
Jurnal Sistem Informasi Triguna Dharma (JURSI TGD) Vol 1, No 5 (2022): EDISI SEPTEMBER 2022
Publisher : STMIK Triguna Dharma
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.53513/jursi.v1i5.5340
Penyakit burung beo salah satunya yaitu penyakit psittakosis. Psittacosis merupakan sebuah penyakit gangguan pernapasan yang disebabkan oleh jamur Chlamydia. Penyakit pada ini bersifat zoonosis dapat menular kepada peternak unggas, pekerja kandang dan mereka yang sering kontak dengan burung tersebut. Dengan masalah tersebut maka di buatlah sistem pakar mendiagnosa penyakit penyakit pada burung gracula religiosa atau burung beo dengan tujuan untuk membantu dalam mendiagnosa pada penyakit psittacosis. Sistem pakar merupakan sebuah sistem aplikasi yang memiliki kemampuan layaknya seperti berpikir seorang pakar dalam menyelesaikan masalah terkait penyakit psittacosis sehingga dapat menghasilkan sebuah kesimpulan atau solusi. Hasil dari penelitian ini mendapatkan suatu keluaran berupa penyakit yang dialami oleh burung gracula religiosa serta solusi penanganan pada penyakit yang dialami dengan menggunakan metode teorema bayes.
Stunting Sistem Cerdas Mendiagnosa Stunting pada Anak Menggunakan Mesin Inferensi
Tugiono;
Afdal Alhafiz;
Hafizah
Jurnal Informasi dan Teknologi 2022, Vol. 4, No. 4
Publisher : SEULANGA SYSTEM PUBLISHER
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.37034/jidt.v4i4.237
Stunting is an unresolved nutritional problem in Indonesia. Stunting is a physical growth disorder characterized by a decrease in growth speed and is the impact of nutritional imbalances. Stunting will cause long-term impacts, namely disruption of physical, mental, intellectual, and cognitive development. Children who are stunted until the age of 5 years will be difficult to repair so that it will continue into adulthood and can increase the risk of offspring with low birth weight. Low economic factors cause people to think twice about consulting on stunting with doctors or nutritionists. In addition, the reluctance to come to the Puskesmas is an indicator of the low level of public awareness of children's health. Whereas the Puskesmas is a place that provides information about the problem of stunting. This is one of the causes of the delay in reducing the prevalence of stunting. An expert system is a system that seeks to adopt human abilities or knowledge into computers, so that computers can work in solving a problem like an expert or someone who has knowledge in a particular field. Utilization of expert systems with certainty factor methods and forward chaining inference engines will greatly help facilitate the community in making an early diagnosis of stunting in children, so that people can take initial treatment if their child is diagnosed with stunting. With this facility, of course, the risk of increasing stunting in children can be reduced and even prevention is carried out.
Sistem Pendukung Keputusan Menganalisa Kepuasan Penyewa Indekos Dengan Metode Fuzzy Assosiative Memory
Adi Lintong Sihombing;
Rico Imanta Ginting;
Afdal Alhafiz
Jurnal Sistem Informasi Triguna Dharma (JURSI TGD) Vol. 2 No. 1 (2023): EDISI JANUARI 2023
Publisher : STMIK Triguna Dharma
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.53513/jursi.v2i1.5636
AbstrakRumah Kos Amanda memberikan fasilitas gratis, seperti jasa kebersihan dengan sistem pembayaran harian atau bulanan dengan jenis kamar yang disewakan adalah kamar kos Standar dan Ekonomi. Dimana permasalahan Rumah Kos Amanda ialah menurunnya penyewa indekos ditambah lagi dengan pemilik kos kesulitan untuk mengetahui kepuasan pelanggan. Karena pemilik kos berdomisili di luar kota dan dalam menilai tingkat kepuasan penyewa masih menggunakan cara manual, yaitu dengan wawancara secara langsung kepada setiap penyewa. Hal ini tentunya kurang efektif dikarenakan wawancara langsung tidak terdata keseluruhan. Permasalahan tersebut membutuhkan sebuah sistem yang dapat mengukur tingkat kepuasan pelanggan yaitu Sistem Pendukung Keputusan. Dengan adanya SPK maka mengambil keputusan dapat dilakukan dengan cepat dan tepat. Banyak metode yang dapat digunakan oleh SPK salah satunya adalah metode Fuzzy Associative Memory (FAM). Hasil penelitian ini bermanfaat bagi perusahaan dan penentuan tingkat kepuassan dapat mempermudah pengambil keputusan secara akurat, cepat dan akuntabel. Kata Kunci: Tingkat Kepuasan, FAM, Sistem Pendukung Keputusan.Â
Sistem Pakar Mendiagnosa Radang Usus Pada Pencernaan Manusia Dengan Metode Dempster Shafer
Trisna Lerisa Br.Sembiring;
Afdal Alhafiz;
Trinanda Syahputra
Jurnal Sistem Informasi Triguna Dharma (JURSI TGD) Vol. 2 No. 3 (2023): EDISI MEI 2023
Publisher : STMIK Triguna Dharma
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.53513/jursi.v2i3.5611
Radang usus adalah peradangan pada saluran pencernaan yang ditandai dengan adanya iritasi hingga luka. Radang usus dapat menimbulkan gejala berupa diare, nyeri perut, dan berat badan turun. Banyak orang yang tidak memperhatikan kesehatan karena terlalu sibuk dengan aktivitasnya sehingga malas untuk pergi ke dokter, bahkan pada saat rumah sakit sedang banyak pengunjung ada juga yang merasa banyak membuang waktu untuk mengantri karena ingin mendapat giliran untuk diperiksa dan banyak biaya yang harus dikeluarkan. Berdasarkan kemajuan dalam bidang komputer dan informatika, sehingga kerumitan dan kesulitan dapat ditanggulangi dengan pemanfaatan teknologi informasi dengan membuat aplikasi yang dapat mendeteksi penyakit usus, yaitu bidang keilmuan sistem pakar dan landasan data dari Rumah Sakit Umum Sylvani dengan menggunakan metode dempster shafer. Hasil penelitian ini dapat mendiagnosa penyakit radang usus menggunakan sistem yang dibangun berbasis desktop yang diambil dari pengetahuan pakar secara cepat dan efisien, dan diharapkan juga perangkat lunak yang dirancang dapat membantu masyarakat dan pengguna khususnya dalam memprediksi penyakit radang usus.
Implementasi Algoritma K-Means Dalam Pengclusteran Penerima Dana Bantuan Langsung Tunai (BLT) Di Desa Mulyoharjo
Ahmad Raynaldi;
Puji Sari Ramadhan;
Afdal Alhafiz
Jurnal Sistem Informasi Triguna Dharma (JURSI TGD) Vol. 5 No. 3 (2026): EDISI MEI 2026
Publisher : STMIK Triguna Dharma
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.53513/jursi.v5i3.10345
Bantuan langsung tunai adalah program bantuan pemerintah berjenis pemberian uang tunai atau beragam bantuan lainnya, baik bersyarat (conditional cash transfer) maupun tak bersyarat (unconditional cash transfer) untuk masyarakat miskin. Dari hasil observasi yang telah di lakukan melalui salah satu kepala desa di desa Mulyoharjo yang berada di suatu daerah pedalaman tepatnya di sulawesi tengah kabupaten banggai, terkait dengan penyaluran Bantuan Langsung tunai terungkap bahwa pemerintah desa merasa kesulitan dalam mengelompokan dan memilih keluarga yang menerima bantuan, di karnakan kurangnya sistem, akibatnya, dirasakan bahwa masih terdapat keluarga yang membutuhkan bantuan namun belum mendapat perhatian.Maka salah satu upaya dalam pengolahan bantuan data tersebut dapat dilakukan dengan menggunakan metode Data Mining dengan Algoritma K-Means Clustering. Dari hasil klasterisasi pada data yang di hasilkan pengelompokan data masyarakat desa Mulyoharjo kurang mampu dengan tiga cluster yaitu cluster kurang mampu, mampu, sangat mampu, dengan algoritma K-means clustering sebanyak 2 iterasi maka mendapatkan hasil pada cluster pertama sebanyak 32 kepala keluarga kurang mampu, pada cluster ke dua sebanyak 20 kepala keluarga mampu dan pada cluster ke tiga sebanyak 18 kepala keluarga sangat mampu. Dan terciptanya sebuah aplikasi data mining yang dapat digunakan untuk menetukan kelayakan penerima dana bantuan langsung tunai dengan menggunakan metode Algoritma K-Means
Sistem Pakar Mendiagnosa Penyakit Otitis Eksterna Menggunakan Metode Dempster Shafer
Fajar Mulia Sikumbang;
Milfa Yetri;
Afdal Alhafiz
Jurnal Sistem Informasi Triguna Dharma (JURSI TGD) Vol. 4 No. 6 (2025): EDISI NOVEMBER 2025
Publisher : STMIK Triguna Dharma
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.53513/jursi.v4i6.10303
Otitis Eksterna adalah suatu proses peradangan yang dapat disebabkan oleh berbagai hal, dan kebanyakan disebabkan oleh infeksi pada kanalis auditorius eksternal atau daun telinga). Namun, permasalahan yang terjadi pada Rumah Sakit Umum Daerah Pandan adalah ketersediaan dokter spesialis THT tidak selalu ada sepanjang waktu dan memiliki jadwal tertentu dalam kurun waktu satu minggu. Hal tersebut dapat menimbulkan masalah yaitu adanya pasien yang lambat untuk ditangani ketika dokter sedang tidak tersedia di rumah sakit dan tidak memiliki jadwal sehingga pasien akan disuruh kembali datang pada jadwal yang telah ditentukan. Oleh karena itu maka dibutuhkan sebuah Sistem Pakar yang akan digunakan oleh asisten dokter ataupun staff untuk melakukan diagnosa penyakit Otitis Eksterna dengan Metode Dempster Shafer. Dempster Shafer merupakan metode yang mampu mendiagnosa penyakit berdasarkan fungsi kepercayaan dan pemikiran yang masuk akal sesorang ahli atau pakar. Dalam masalah yang dibahas pada penelitian ini akan di rancang sebuah perangkat lunak yang diharapkan menjadi solusi pemecahan masalah. Hasil yang diperoleh adalah terciptanya sebuah sistem yang dapat mendiagnosa penyakit Otitis Eksterna secara cepat, tepat dan akurat berdasarkan gejala yang telah diinputkan sebelumnya.
Rancang Bangun Sistem Pengendalian Suhu Pada Ruang Produksi Roti Menggunakan Metode Fuzzy Logic Berbasis Mikrokontroller
Nursarina Siagian;
Afdal Alhafiz;
Yopi Hendro Syahputra
Jurnal Sistem Komputer Triguna Dharma (JURSIK TGD) Vol. 4 No. 4 (2025): JURSIK TGD EDISI JULI
Publisher : STMIK Triguna Dharma
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.53513/jursik.v4i4.11607
Produksi roti sangat bergantung pada kestabilan suhu dan kelembapan untuk menghasilkan produk yang berkualitas. Suhu yang terlalu rendah akan memperlambat fermentasi ragi, sedangkan suhu yang terlalu tinggi dapat merusaknya. Begitu pula kelembapan yang tidak sesuai akan memengaruhi tekstur dan elastisitas adonan. Untuk mengatasi hal tersebut, penelitian ini merancang sistem pengendalian suhu dan kelembapan secara otomatis menggunakan metode Fuzzy Logic berbasis mikrokontroler Arduino Uno. Sistem ini menggunakan sensor DHT11 untuk membaca suhu dan kelembapan ruangan. Data yang diperoleh diproses melalui algoritma fuzzy yang mengkategorikan input menjadi kondisi seperti “dingin”, “normal”, dan “panas”. Hasil pengujian menunjukkan bahwa sistem mampu menjaga suhu dalam rentang 27°C–45°C dan kelembapan antara 70%–90. Berdasarkan hasil inferensi, sistem akan mengaktifkan aktuator berupa kipas DC (pelan, sedang, cepat) dan heater (lampu pijar) akan menunjukkan respon menyala atau padam agar tetap menjaga suhu dalam rentang optimal. Output pengendalian ditampilkan secara real-time melalui LCD 16x2, sehingga operator dapat memantau kondisi suhu dan kelembaban pada ruang produksi roti secara langsung.
Rancang Bangun Prototype Kontrol Suhu pada Box Pengering Biji Jagung Berbasis Arduino dengan Menggunakan Metode Fuzzy Logic
Rajoli Barus;
Afdal Alhafiz;
Rico Imanta Ginting
Jurnal Sistem Komputer Triguna Dharma (JURSIK TGD) Vol. 5 No. 2 (2026): JURSIK TGD EDISI MARET
Publisher : STMIK Triguna Dharma
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.53513/jursik.v5i2.10259
Pengeringan biji jagung biasanya di lakukan di bawah terik matahari semakin terik matahari maka akan smakin bagus tetapi jika kebalikkannya cuaca mendung atau hujan pengeringan tidak akan bisa di lakukan. Dan bukan hanya itu cuaca yang tidak menentu juga akan menjadi masalah bagi pengeringan jemuran ini. Masalahnya adalah ketika menjemur panas dan tiba tiba mendung dan hujan. Maka dari itu penelitian ini memberikan solusi untuk pengering jagung ini maka di angkatlah penelitian kontrol suhu pada box pengering jagung menggunakan metode fazzy logic yang dimana sistem menggunakan mikrokontroler arduino uno yang berfungsi sebagai otak dari sistem ini dan pemanas buatan yaitu menggunaka heater dan di bantu putaran motor dc untuk memutar rak untuk meratakan pengeringan. Dan sistem ini sudah di lengkapi sensor suhu untuk mengatur suhu dan kelembaban pada box yaitu DHT 11. Dan sistem ini juga sudah di lengakapi pengatur kecepatan untuk memutar rak pada pengering jagung yaitu berupa mosfet. Pada penelitian ini sudah berhasil dilakukan dalam mambangun prototype pengatur suhu pada box pengering jagung yang dapat membantu petani dalam mengeringkan jagung tanpa terkendala cuaca lagi karena sistem ini bisa di letakkan di dalam ruangan. Sistem ini telah berhasil membuat pengering jagung berdasarkan sushu dan kelembaban pada box pongering. Semakin kecil kelembabanya berarti semakin kering biji jagung dan semakin panas suhu di dalam box akan mempercepat pengeringganya.
Sistem Kendali Otomatisasi Pemanggilan Apel Pagi Dan Waktu Pulang Berbasis IOT
Marco Adi Putra Pardosi;
Afdal Alhafiz;
Hafizah
Jurnal Sistem Komputer Triguna Dharma (JURSIK TGD) Vol. 5 No. 1 (2026): JURSIK TGD EDISI JANUARI
Publisher : STMIK Triguna Dharma
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.53513/jursik.v5i1.10361
Dalam lingkungan kantor Camat Medan Tuntungan, proses pemanggilan apel pagi dan waktu pulang masih dilakukan secara manual melalui penggunaan suara yang diumumkan melalui pengeras suara, menyebabkan keterlambatan dan ketidakefisienan. Metode manual tersebut seringkali tidak dapat diandalkan dan tidak memberikan konsistensi yang memadai bagi karyawan. Untuk mengatasi permasalahan ini, diimplementasikan sistem otomatisasi pemanggilan apel pagi dan waktu pulang berbasis IOT dengan menggunakan DFPlayer Mini sebagai pemutar suara pemberitahuan di kantor. Sistem ini juga menggunakan Real Time Clock (RTC) untuk memastikan waktu yang akurat, yakni apel pagi pada pukul 8.00 dan waktu pulang pada pukul 16.30. DFPlayer Mini digunakan sebagai pengganti metode manual untuk memutar file suara yang sesuai. Implementasi sistem ini bertujuan untuk meningkatkan efisiensi dan ketepatan waktu dalam proses pemanggilan, menciptakan yang lebih konsisten, dan mengurangi keterlambatan serta ketidakpastian terkait waktu apel pagi dan waktu pulang karyawan di kantor Camat Medan Tuntungan
Implementasi Teknik PWM Pada Alat Penyiraman Tanaman Cabai Berbasis Mikrokontroller Arduino Uno
Selly Nurika Putri;
Afdal Alhafiz;
Fifin Sonata
Jurnal Sistem Komputer Triguna Dharma (JURSIK TGD) Vol. 4 No. 1 (2025): JURSIK TGD EDISI JANUARI
Publisher : STMIK Triguna Dharma
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.53513/jursik.v4i1.6945
Tanaman cabai merupakan tanaman yang harus terpenuhi kebutuhan nutrisi dengan kadar air yang cocok untuk tanaman sebab kebutuhan air juga sangat penting selama pertumbuhan dan perkembangan tanaman, karena tanaman cabai juga sangat membutuhkan air yang cukup. Jika tanaman kekurangan nutrisi atau air tidak cukup maka tanaman cabai tidak bisa berkembang dengan bagus dan akan mati. Permasalahan yang biasanya terjadi ialah pada proses penyiraman tanaman cabai yang masih dilakukan para petani secara manual di setiap waktu. Berdasarkan latar belakang permasalahan yang ada diatas maka dibuatlah sebuah rancangan bangun alat penyiraman otomatis pada tanaman cabai dengan menggunakan metode PWM (pulse width modulation) berbasis mikrokontroller arduino uno. Yang bertujuan untuk membantu para petani dalam proses penyiraman pada tanaman cabai agar tanaman cabai dapat terpenuhi nutrisi dari air agar cabai menghasilkan buah yang berkualitas baik dan bermutu. Hasil dari penelitian ini sistem yang dirancang dengan menggunakan sensor soil moisture yl69 dapat bekerja sesuai dengan fungsinya. Ketika sensor yl69 mendeteksi kondisi tanah pertama tanah kering1 dimana selang akan mengeluarkan air dengan kekuatan besar atau deras, setelah memasukkin kondisi tanah kedua Tanah kering2maka selang akan mengeluarkan air dengan kekuatan sedang sesuai dengan kondisi tanah dan nilai kelembaban dan yang terakhir jika masuk pada kondisi ketiga Tanah basah maka selang secara otomatis tidak mengeluarkan air atau proses penyiraman tidak ada