Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

PEMBUATAN AKUAPONIK BUDIKDAMBER IKAN LELE DI DESA AMBULU KABUPATEN PROBOLINGGO Taufikurrahman Taufikurrahman; Gde Oka Warmana; Arief Budiman; M Sabilal Ali Efendi; Nabilatul Karimah; Eunike Elisa Beth Nasarani; Siti Maslikhatun Aliyah; Gita Kharisma Effendhi; Silvia Rahmayanti; Driyaningrum Hayu Pinasthi
Jurnal Penyuluhan dan Pemberdayaan Masyarakat Vol. 1 No. 3 (2022): Jurnal Penyuluhan dan Pemberdayaan Masyarakat
Publisher : CV. Era Digital Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59066/jppm.v1i3.92

Abstract

Mayoritas penduduk di Desa Ambulu memiliki mata pencaharian sebagai petani dan peternak. Keterbatasan lahan setiap penduduk mengakibatkan masyarakat kesulitan dalam menambah mata pencaharian yang sesuai dengan potensi desa. Penerapan budikdamber sebagai pengembangan dari sistem Akuaponik diharapkan mampu menumbuhkan minat masyarakat Desa Ambulu dalam melakukan budidaya ikan dan sayuran dalam satu tempat. Sehingga hasil panen yang didapatkan berlimpah serta mencukupi kebutuhan gizi yang berasal dari ikan dan sayuran. Salah satu upaya untuk menumbuhkan minat masyarakat dalam budidaya ikan dan sayuran dalam satu tempat dengan cara melakukan sosialisasi dan praktik budikdamber yang dilakukan di salah satu rumah perangkat desa. Sosialisasi dilakukan dengan cara menyampaikan materi tentang hidroponik dan fungsi serta manfaat budikdamber yang diikuti oleh masyarakat Desa Ambulu dengan tujuan agar dapat mengisi waktu luang dan memanfaatkan keterbatasan lahan sempit menjadi efisien dan menguntungkan. Sosialisasi dilakukan dengan cara demonstrasi mengenai budikdamber. Hasil yang didapatkan dari program ini adalah adanya peningkatan pengetahuan dan keterampilan masyarakat tentang budidaya ikan dalam ember (Budikdamber) serta adanya peningkatan penghasilan keluarga dengan memanfaatkan pekarangan rumah melalui budidaya ikan dan sayuran dalam satu tempat.
Female Masculinity in the BoBoiBoy Animated Series Silvia Rahmayanti; Sumardjijati
Jurnal Dakwah dan Komunikasi Vol. 11 No. 2 (2026): In Progress
Publisher : Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Curup

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29240/jdk.v11i2.16941

Abstract

Purpose − The persistence of the gender gap today is caused by the lack of gender education during childhood. Gender compartmentalization leads to stereotypes that limit children's development, especially for girls. In this context, an understanding of female masculinity provides space for girls to grow into assertive and independent individuals, empowering them to explore their potential without the hindrance of stereotypes. Animated series are a medium that can serve as a means of education for children due to the high intensity of media exposure in their daily lives. One of the most popular animations in Indonesia is BoBoiBoy. This research aims to uncover the representation of female masculinity in the characters Yaya and Ying within the BoBoiBoy animated series Method − Using a qualitative method with Roland Barthes' semiotic analysis, this study dissects the denotative, connotative, and mythical meanings of 22 scenes taken from the BoBoiBoy Classic and BoBoiBoy Galaxy series. Findings − The results show that female masculinity is represented through attributes of courage, physical toughness, rationality, and leadership authority usually attached to male figures. Semiotically, this is visible through the use of functional costumes, dominant body gestures on the battlefield, and instructive dialogues that demonstrate high independence and self-confidence. The presence of Yaya and Ying as sovereign subjects effectively deconstructs traditional myths regarding female vulnerability, while simultaneously offering a superhero concept capable of harmonizing masculine and feminine attributes without having to abandon their gender identity.