Taufikurrahman Taufikurrahman
Universitas Pembangunan Nasional “Veteran” Jatim

Published : 6 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 6 Documents
Search

IMPLEMENTASI PENDIDIKAN KARAKTER DALAM MENINGKATKAN KEPEDULIAN SOSIAL SISWA DI SMA DARUL KAROMAH Taufikurrahman Taufikurrahman; Al Amin Nur Rofiq
Ulumuna: Jurnal Studi Keilsman Vol 6 No 2 (2020)
Publisher : LP2M IAI Miftahul Ulum Pamekasan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36420/ju.v6i2.4112

Abstract

Moral decadence has been rampant in world education so that it has become a blurry portrait in the world of education. The dire situation and condition of the nation's character has prompted the government to take the initiative to prioritize national character development. The cheapest in the 2005-2025 National Long-Term Development Plan, namely "the realization of a nation that is tough, competitive, has noble character, and morals based on Pancasila, which is characterized by the character and behavior of people and Indonesian society that are diverse, faithful and devoted to Almighty God. one, virtuous, tolerant, cooperative, potriotic, dynamic development, and oriented in science and technology. Therefore, the role of schools is very important in shaping the character of students. Through both intra and extra activities. Darul Karomah High School strives for character education in the process of this activity, the emphasis is so that students form character in increasing social awareness. This research uses a qualitative approach with the type of case study research. The research was conducted at Darul Karomah High School. The conclusion of this study states that: First, the implementation of character education in increasing students' social awareness is carried out through: moral knowledge such as Islamic education, sociology and Civics. Moral feeling through activities: Please help, clean together. Second, the strategy for implementing character education, through: curriculum, learning and habituation. Third, the implications of character education in increasing student awareness, among others. Attitude: Creating a good attitude. Behavior: Create good morals to both parents, teachers, friends and the community.
Internalisasi Nilai-Nilai Akhlak Dalam Kitab Ta’limul Muta’alim Untuk Meningkatkan Kedisiplinan Belajar Di Pondok Pesantren Nasruddin Suhaimi Fajrin; Taufikurrahman Taufikurrahman
KABILAH : Journal of Social Community Vol. 6 No. 2 (2021): Desember
Publisher : LP2M IAI Nazhatut Thullab Sampang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Sejak akhir tahun 1990 globalisasi industri media mulai masuk ketanah air yang menghadirkan wajah baru dan menawarkan berbagai tatanan kehidupan bagi masyarakat Indonesia, masyarakat dihadapkan dengan ruang publik yang padat akan pengetahuan (knowledge), canggihnya teknologi, gaya hidup transnasional, serta percepatan dalam berinteraksi dan bersosial. Dampak globalisasi tersebut telah dirasakan dalam sektor pendidikan, kompetisi global telah memaksa terhadap dunia pendidikan untuk berbenah dan terlibat dalam kompetisi ini. Khususnya lembaga pendidikan pondok pesantren yang tidak bisa dilepaskan dari dampak globalisasi, untuk merespon perubahan tersebut pondok pesantren harus memperkuat nilai-nilai akhlak untuk meningkatkan kedisiplinan santri dalam hal belajar dan beribadah dengan berbagai bentuk, demi tercapainya keberhasilan dalam proses belajar mengajar. Dalam konsep nilai-nilai akhlak untuk memupuk kedisiplinan belajar yang menjadi panutan di Pondok Pesantren khususnya Pondok Pesantren Nasruddin ialah sosok intelektual muslim Syekh Burhanuddin Az-Zarnuzi dengan karya monumentalnya Ta’limul Muta’lim. Implikasi dari nilai akhlak dalam Kitab Ta’limul Muta’lim yang di implementasikan Pondok Pesantren Nasruddin akan mampu memberi bekal kepada para santri saat belajar sehingga tidak akan mudah terpengaruh oleh arus globalisasi dalam sisi negatifnya dan juga dikehidupannya kelak akan mampu mengaktualisasikan apa yang ia sudah pelajari sesuai dengan aturan dan norma-norma Agama Islam. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif-diskriptif dengan pendekatan studi kasus, penelitian ini dilakukan dipondok pesantren Nasruddin. Kesimpulan riset menyatakan bahwa internalisasi nilai akhlak dalam kitab Ta’limul Muta’allim untuk meningkatkan kedisiplinan belajar dilakukan melalui: Pertama. Nilai akhlak kepada Allah, santri meluruskan niat belajar, mempelajari ilmu bersifat fardhu ain, mempunyai sifat tawakal, Kedua. Nilai akhlak kepada dirinya sendiri, santri sungguh-sungguh dan tekun dalam belajar, mengetahui tahapan belajar, memiliki sikap wara’, Ketiga. Nilai akhlak santri kepada makhluk sesama, menghormati ilmu dan ahli ilmu, memilih guru dan memilih teman, memiliki sifat kasih sayang. Kata Kunci: Internalisasi, Nilai-Nilai Akhlak, Disiplin Belajar
Bela Negara Dalam Perspektif Islam Taufikurrahman Taufikurrahman; Megawati Fajrin
KABILAH : Journal of Social Community Vol. 6 No. 2 (2021): Desember
Publisher : LP2M IAI Nazhatut Thullab Sampang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak: Bela Negara merupakan tekad bersama untuk menjaga, merawat Negara kesatuan hingga melawan koloniasme dari bentuk apapun, dari perang fisik sampai ideologis, dengan ditetapkan pancasila dan UUD 45 sebagai pilar ideologis Negara Indonesia, bertujuan untuk membentengi dari transformasi ideology luar masuk pada prinsip konsepsi Pancasala, karena Pilar-pilar tersebut sudah final dari para leluhur untuk dijadikan pedoman ketika mengalami tantangan dari perubahan zaman. Adapun rumusan masalah pada penelitian ini yaitu: pertama, bagaimana konsepsi bela Negara menurut Islam? Kedua, bagaimana menerapkan bela Negara dalam Negara Kesatuan Republik Indonesia? Sedangkan metode yang dipakai menggunakan pendekatan Content analysis Semiotic dengan menggunakan ayat-ayat Al-Quran sebagai data primer dalam menjelaskan variable-variable. Setelah dilakukan kajian secara mendalam ditemukan bahwa Bela Negara sepaham dengan perspektif Al-Quran, dengan adanya Pancasila yang luhur dan dirumuskan oleh Soekarno dengan persetujuan para Ulama di masa dulu, terlebih di masa Nabi Saw. Ada piagam Madinah sebagai tauladan kemaslahatan warga Negara. disamping itu bela Negara di Indonesia sudah sesuai dengan nilai-nilai yang diusung oleh islam, dari sistem musyawarah, keadilan, dan kebebasan dengan kode etik yang harus dipatuhi, tapi kemudian yang menjadi masalah adalah seringkali di lapangan tidak se ideal konsepsi teoritis, masih banyak penyimpangan atas nama bela Negara, perlu adanya pendekatan persuasive dalam ranah pendidikan, politik dan kebudayaan untuk tetap menjunjung nilai yang mendukung terhadap kesucian bela Negara. Kata-kata kunci: Bela Negara, Konsep islam dan NKRI
KETERAMPILAN MENGAJAR MEMBACA BERBASIS TEKNOLOGI INFORMASI M Mansyur; Taufikurrahman Taufikurrahman
AL -ALLAM Vol. 3 No. 1 (2022): JANUARI
Publisher : LP2M Institut Agama Islam Nazhatut Thullab Sampang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (178.386 KB)

Abstract

Pemanfaatan tekhnologi terhadap pembelajaran membaca memiliki efek yang sangat besar dan lebih terasa pada saat ini, dimana situasi pendidikan terhenti secara konvensional disebabkan pandemi covid-19. Sesuai dengan aturan pemerintah melalui kementerian pendidikan dan kebudayaan diberlakukan pengawasan ketat terhadap proses pembelajaran dengan tidak diperkenankan menyelenggarakan pendidikan melalui tatap muka. Artinya, pelaksanaan pembelajaran lebih memanfaatkan tekhnologi informasi (Daring). Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan sumber data meliputi kepala sekolah, guru bahasa arab dan siswa di SMA Al-Miftah Panyeppen Pamekasan. Tekhnik pengumpulan data meliputi wawancara semi structural, observasi non partisipan dan analisis dokumentasi. Analisis data yang digunakan mengguanakan reduksi data display data dan penarikan kesimpulan. Hasil dari penelitian ini meliputi: Pertama, latar belakang peningkatan keterampilan mengajar membaca berbasis tekhnologi informasi dilakukan karena SDM dan SDA guru kurang memadai, maka perlu ditingkatkan keterampilan mengajar membaca berbasis tekhnologi informasi. Kedua, upaya yang dilakukan untuk meningkatkan keterampilan mengajar membaca berbasis tekhnologi informasi berbentuk fisik dan non fisik. Ketiga, hambatan yang dirasakan dalam peningkatan keterampilan mengajar membaca berbasis tekhnologi informasi bersumber dari pihak internal dan eksternal. Keempat, hasil dari peningkatan keterampilan mengajar membaca berbasis tekhnologi informasi berbentuk softskill dan hardskill.
Hak Asasi Manusia Dalam Perspektif Islam Muhammad Iqbal Ilmiawan; Taufikurrahman Taufikurrahman
AL -ALLAM Vol. 3 No. 1 (2022): JANUARI
Publisher : LP2M Institut Agama Islam Nazhatut Thullab Sampang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (349.305 KB)

Abstract

Hak asasi manusia, adalah hak yang unik dan universal bagi manusia sejak dilahirkan. Hak asasi manusia dalam Islam berarti hak-hak unik manusia. Ini merupakan kewajiban yang fitrah dan mendasar yang diberikan oleh Allah SWT. Dari sudut pandang Islam, hak asasi manusia berkaitan dengan konsep kesetaraan. Ini adalah Q.S. Al Hujjarat ayat 13. Artikel ini menggunakan metode penelitian dengan pendekatan kualitatif dan tinjauan pustaka dengan mengumpulkan beberapa informasi terkait penelitian kepustakaan sebagai sumber data. Beberapa kajian teoretis berurusan dengan pemahaman hak asasi manusia, hak dan kewajiban manusia, dan kesetaraan dan status hukum dari perspektif Islam. Kesimpulan dari artikel penulis adalah bahwa dari sudut pandang Islam, hak asasi manusia lahir langsung dari Tuhan Yang Maha Esa dan tidak dapat dicabut atau dicabut, sehingga sudah ada jauh sebelum menjadi hak dasar yang melekat pada diri individu.. Oleh karena itu, nilai-nilai hak asasi manusia beserta prinsip-prinsip universalnya merupakan bagian dari semangat dan nilai-nilai hukum Syariah.
Pendidikan Karakter dan Dekadensi Moral Kaum Milenial Taufikurrahman Taufikurrahman
AL -ALLAM Vol. 3 No. 1 (2022): JANUARI
Publisher : LP2M Institut Agama Islam Nazhatut Thullab Sampang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (397.919 KB)

Abstract

Banyak budaya, gaya hidup yang sudah tidak etis, cenderung bergerak bebas, bertentangan dengan kehidupan masyarakat di Indonesia. Oleh karena itu, budaya dan gaya hidup berdampak buruk pada karakter masyarakat Indonesia. Selain itu, orang Indonesia cenderung cepat meniru budaya asing karena menganggapnya sebagai budaya yang menarik dan menganggap budayanya sudah ketinggalan zaman dan tidak menarik namun disisi lain juga diikuti dengan kemorosatan moral atau biasa disebut Dekadensi Moral. Dekadensi moral tidak hanya melanda kalangan dewasa saja melainkan juga kalangan generasi muda penerus bangsa. . Dalam artikel ini menggunakan metode penelitian deskriptif atau dikenal dengan library research (penelitian kepustakaan) yaitu berdasarkan literatur yang berupa buku, catatan, hingga laporan hasil penelitian. Pendidikan karakter sangat penting untuk dijalankan di masa globalisasi seperti saat ini. Dengan pendidikan karakter generasi yang akan datang akan memiliki karakter yang kuat untuk menghadapi kerasnya perkembangan jaman.Dengan pendidikan karakter diharapkan generasi yang akan datang akan tumbuh sebagai generasi yang tanggug dengan tetap berpegang teguh dengan ajaran agama. Dekadensi atau kemerosotan moral generasi muda saat ini disebabkan oleh perkembangan arus globalisasi yang terus berkembang dengan pesat sehingga dengan seiring waktu moral yang dibawa oleh generasi muda di masa kini juga akan hilang dan mengancam masa depan bangsa. Untuk menghadapi era kemajuan teknologi saat ini Karakter generasi milenial diharuskan punya daya saing tinggi.Meskipun ditekankan agar generasi milenial memiliki daya saing tinggi namun juga tidak mengesampingkan etika dan moral.Alasan utama yang mendasari pernyataan di atas adalah karena alasan utama pendidikan karakter dalam islam bertujuan untuk menyeimbangkan antara kebutuan materi dan rohani