Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

DEPRESI PADA LANSIA PENDERITA DIABETES MELITUS TIPE 2 DI RUMAH SAKIT UMUM DAERAH DR. TENGKU MANSYUR TANJUNGBALAI TAHUN 2015 Nur Astari; OK Yulizal; Armon Rahimi; Herlina yani; Anita Rosari; Wika Hanida; Yensuari -
PRIMER (Prima Medical Journal) Vol. 7 No. 1 (2022): Edisi April
Publisher : Universitas Prima Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34012/pmj.v7i1.2788

Abstract

Hiperglikemik merupakan keadaan adanya defek pada sekresi atau kerja  insulin yang dapat berakibat diabetes melitus. Diabetes yang berlangsung lama memungkinkan pasien mengalami depresi  yang ditandai dengan mood tertekan, kehilangan kesenangan atau minat, perasaan bersalah atau harga diri rendah, gangguan makan atau tidur, kurang energi, dan konsentrasi yang rendah. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui ada atau tidaknya depresi pada penderita lansia dengan diabetes melitus tipe 2. Metode: Penelitian analitik dengan desain cross sectional study dan case control. Data diperoleh dengan menggunakan kuesioner yang dibagikan kepada lansia yang menderita DM dan non DM. Hasil: Subyek dalam penelitian ini berjumlah 176 orang lansia, terdiri dari 88 kelompok kasus (DM) dan 88 kelompok kontrol (non DM), didapatkan penderita DM yang paling banyak mengalami depresi berjenis kelamin laki-laki berjumlah 31 orang, non depresi terbanyak pada perempuan 22 orang. Mereka yang menderita DM 1,9 kali lebih beresiko untuk mengalami depresi dibanding non DM (OR = 1,9 (interval keyakinan 95%) 1,044 - 3,457, P = 0,036). Rerata lama penyakit pada subyek yang depresi antara DM dan non DM berbeda bermakna (5,51 ± 2,66 vs 3,54 ± 2,22, P = 0,000). Rerata KGD pada penderita DM yang depresi dibanding non depresi berbeda bermakna (310,31 ± 101,01 vs 262,89 ± 92,78, P = 0,029). Rerata lama penyakit untuk tingkatan depresi (ringan, sedang, berat) berbeda secara bermakna (3,00 ± 0,00 vs 4,97 ± 2,36 vs 7,06 ± 2,70, P = 0,000). Kesimpulan: Lansia penderita DM lebih beresiko mengalami depresi dibanding lansia non DM. Rerata lama penyakit pada subyek yang depresi antara DM dan non DM berbeda bermakna. Rerata KGD pada penderita DM yang depresi dibanding non depresi berbeda bermakna. Rerata lama penyakit untuk tingkatan depresi (ringan, sedang, berat) berbeda secara bermakna.
Analysis of Clinical and Demographic Predictors of Anxiety and Depression in Rheumatoid Arthritis Patients Herlina Yani
Indonesian Journal of Rheumatology Vol. 18 No. 1 (2026): IJR VOL 18 NO 1
Publisher : Indonesian Rheumatology Associantion

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.66446/IJR.v18i1.102

Abstract

Background: Rheumatoid arthritis (RA) is a chronic autoimmune disease with substantial physical and psychological impact. Anxiety and depression are common comorbidities that may affect disease outcomes, but their association with disease activity remains inconsistent, particularly in Indonesia. Objective: This study aimed to analyze clinical and demographic predictors of anxiety and depression in RA patients, with emphasis on their association with disease activity measured by DAS28-CRP. Methods: A cross-sectional study was conducted on 58 RA patients at Royal Prima Hospital, Medan. Demographic and clinical variables were recorded. Anxiety and depression were assessed using the Hospital Anxiety and Depression Scale (HADS), and disease activity was measured with DAS28-CRP. Associations were tested using logistic regression, and correlations were analyzed with Spearman’s rank test. Results: The mean age was 47.9 years, and 91.4% were female. Anxiety was identified in 19.0% and depression in 17.2% of participants. High DAS28-CRP was significantly associated with anxiety (OR 5.07; 95% CI 1.26–20.37; p=0.016). In multivariate analysis, DAS28-CRP remained the strongest predictor of anxiety (AOR 3.89; p=0.073), although not statistically significant. Depression was not associated with demographic or clinical characteristics. Spearman correlation showed a positive association between DAS28-CRP and anxiety scores (r=0.304; p=0.020), while the correlation with depression was weaker and not significant. Conclusion: Anxiety, but not depression, was associated with higher disease activity in RA patients. Routine psychological screening, particularly for anxiety, should be incorporated into RA management