Claim Missing Document
Check
Articles

Found 6 Documents
Search

Peningkatan Pengetahuan dan Ketrampilan Perawat melalui Edukasi Pengukuran Spirometri Rahmaya Nova Handayani
Journal of Community Engagement and Empowerment Vol 4, No 2 (2022)
Publisher : Institut Ilmu Kesehatah Bhakti Wiyata Kediri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Asma adalah suatu kelainan berupa proses kronik saluran napas yang menyebabkan hiperaktivitas bronkus terhadap berbagai rangsangan. Spirometri adalah salah satu metode pemeriksaan untuk mengevaluasi fungsi paru dan mendiagnosis kondisi paru-paru dan merupakan gold standart untuk mengukur fungsi kapasitas paru. Berdasarkan pra survei bahwa 20 perawat yang ada di RS Ananda semuanya belum memahami cara mengukur dan menginterprestasikan hasil spirometri. Untuk itu perlu dilakukannya pelatihan spirometri. Tujuan dan manfaat pengabdian masyarakat ini adalah Tujuan dilakukannya kegiatan  ini adalah meningkatkan pengetahuan dan ketrampilan perawat dalam hal pengukuran dan interprestasi spirometri. Pelaksanaan kegiatan dilakukan dengan alokasi waktu 3 bulan dari perijinan sampai pelaksanaan di Rumah Sakit Umum Ananda terhadap 20 perawat. Metode pelaksanaan dilakukan dengan ceramah, diskusi dan simulasi serta pre dan post test. Hasil pre test 87% memperoleh hasil pengetahuan tentang pengukuran spirometri dan interprestasi hasil masih dalam kategori pengetahuan kurang dan 13% cukup. Hasil post test 89% pengetahuan baik dan 11% cukup. Kesimpulan bahwa terjadi peningkatan pengetahuan dan ketrampilan perawat dalam spirometri. 
Gambaran Faktor Risiko Kejadian Hipertensi di Wilayah Kerja Posbindu Karang Pucung Puskesmas Purwokerto Selatan Rizqiana Dwi Ambarwati; Rahmaya Nova Handayani; Tophan Heri Wibowo
Seminar Nasional Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat 2021: Prosiding Seminar Nasional Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (SNPPKM 2021)
Publisher : Universitas Harapan Bangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (164.01 KB)

Abstract

Penyakit hipertensi dianggap sebagai the silent killer dimana baru dirasakan jika seseorang sudah mengalami komplikasi. Peningkatan kejadian hipertensi tidak dapat terlepas dari faktor-faktor yang mempengaruhi terjadinya hipertensi, terdapat berbagai faktor yang dapat memicu risiko atau kecenderungan seseorang menderita penyakit hipertensi, diantaranya faktor yang tidak dapat dikontrol seperti usia, jenis kelamin, suku atau ras, faktor genetik serta faktor yang dapat dikontrol seperti obesitas, stres, konsumsi garam, merokok, konsumsi alkohol dan sebagainya. Tujuan penelitian untuk mengetahui faktor risiko kejadian hipertensi di Wilayah Kerja Puskesmas Purwokerto Selatan. Desain penelitian deskriptif retrospektif. Sampel dalam penelitian ini adalah anggota posbindu di Wilayah Kerja Puskesmas Purwokerto Selatan sebanyak 66 responden dengan teknikconsecutive sampling. Instrumen penelitian menggunakan lembar observasi dengan analisis data menggunakan distribusi frekuensi. Hasil penelitian menunjukkan tekanan darah pada responden sebagian besardalam kategori normal (57.6%). Faktor risiko kejadian hipertensi sebagian besarmemiliki usia kategori lansia akhir (56-65 tahun) (43.9%),jenis kelamin perempuan (89.4%)dan tidak mengalami obesitas (68.2%).
Karakteristik Pasien Diabetes Melitus Tipe 2 di Prolanis Puskesmas 1 Kemranjen Kabupaten Benyumas Risqi Febriyantika; Rahmaya Nova Handayani; Prasanti Adriani
Seminar Nasional Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat 2021: Prosiding Seminar Nasional Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (SNPPKM 2021)
Publisher : Universitas Harapan Bangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (457.955 KB)

Abstract

Diabetes melitus adalah penyakit kronis serius yang terjadi karena pankreas tidak menghasilkan cukup insulin (hormon yang mengatur gula darah atau glukosa), atau ketika tubuh tidak dapat secara efektif menggunakan insulin yang dihasilkannya. Tujuan untuk mengetahui karakteristik pasien diabetes melitus tipe 2 prolanis di Puskesmas 1 Kemranjen Kabupaten Banyumas. Desain penelitian kuantitatif dengan pendekatan cross sectional. Sampel dalam penelitian ini adalah pasien prolanis di Puskesmas 1 Kemranjen yaitu 64 responden dengan metode deskriptif. Instrumen penelitian menggunakan lembar mekanisme data yang diambil dari buku prolanis bulan Juni yang selanjutnya dimasukan ke dalam master tabel untuk mempermudah pengolahan data selanjutnya. Hasil penelitian dari 64 responden yaitu, karakteristik umur sebagian besar pra lansia sebanyak 45 orang (70,3%), sebagian besar perempuan sebanyak 53 orang (82,8%), sebagian besar berat badan beresiko dan obesitas 1 sebanyak 19 orang (29,7%)dan sebagian besar hiperglikemi sebanyak 50 orang (78,1%).
Gambaran Hambatan Mobilitas Fisik pada Ny. S dengan Stroke Non Hemoragik di Ruang Anggrek RSUD Dr. R. Goeteng Taroenadibrata Purbalingga Rahmatul Azizah; Tophan Heri Wibowo; Rahmaya Nova Handayani
Seminar Nasional Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat 2021: Prosiding Seminar Nasional Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (SNPPKM 2021)
Publisher : Universitas Harapan Bangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (189.957 KB)

Abstract

Stroke non hemoragik adalah suplai darah kebagian otak terganggu akibat arterosklerosis atau bekuan darah yang menyumbat pembuluh darah. Masalah hambatan mobilitas fisik yang terjadi pada pasien stroke dapat diatasi dengan memberikan intervensi berupa latihan Range of Motion (ROM). Tujuan untuk menggambarkan Asuhan Keperawatan Hambatan Mobilitas Fisik pada Ny. S dengan Stroke Non Hemoragik. Metode yang digunakan anamnesa, dokumentasi dan observasi. Didapatkan hasil dari pengkajian muncul diagnosa keperawatan yaitu hambatan mobilitas fisik berhubungan dengan gangguan neuromuscular (SNH). Dengan evaluasi yang dilakukan selama 3 hari ekstremitas kiri atas dan bawah dengan kekuatan otot 4 ekstremitas kanan atas dan bawah dengan kekuatan otot 5 tetapi tangan dan kaki sedikit lebih ringan untuk digerakkan, pasien nampak lebih nyaman setelah dilakukan mobilisasi.
Pengaruh Pemberian Terapi Murottal terhadap Penurunan Kecemasan Pasien Pre Operasi Open Reduction Internal Fixation (ORIF) di Ruang Instalasi Bedah Sentral Rumah Sakit Siaga Medika Banyumas Priyo Suparyadi; Rahmaya Nova Handayani; Tri Sumarni
Seminar Nasional Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat 2021: Prosiding Seminar Nasional Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (SNPPKM 2021)
Publisher : Universitas Harapan Bangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (587.373 KB)

Abstract

Open Reduction Internal Fixation (ORIF) merupakan salah satu tindakan medis dengan pembedahan. Pembedahan dapat memunculkan kecemasan saat akan menjalaninya. Kecemasan yang timbul bisa merugikan pasien sendiri karena berefek pada pelaksanaan operasi. Terapi komplementer saat ini mengalami peningkatan dalam proses penggunaannya dalam menurunkan kecemasan, salah satunya adalah terapi murottal. Tujuan penelitian untuk mengetahui pengaruh pemberian terapi murottal terhadap penurunan kecemasan operasi pasien Open Reduction Internal Fixation (ORIF) di Ruang Instalasi Bedah Sentral (IBS) Rumah Sakit Siaga Medika Banyumas. Desain penelitiannya quasy experiment dengan jenis pre-posttest control group design. Pasien operasi ORIF dijadikan sampel pada penelitian ini sebanyak 36 pasien yang terbagi menjadi 2 kelompok yaitu kelompok eksperimen (18 responden) dan kelompok kontrol (18 responden), pengambilan sampel dengan teknik consecutive sampling. Instrumen penelitian yang digunakan yaitu kuesioner The Amsterdam Preoperative Anxiety and Information Scale (APAIS) dengan analisis data menggunakan uji wilcoxon dan mann-whitney. Hasil penelitian memperlihatkan kecemasan pasien pre operasi sebelum diberikan perlakuan dalam tingkat sedang (44,4%) dan sesudah perlakuan dalam tingkat ringan (27,8%). Tingkat kecemasan sebelum dan sesudah diberikan terapi murottal terdapat perbedaan (p value: 0,001) dan tidak ada perbedaan tingkat kecemasan pada responden kelompok kontrol (p value: 1,000). Kesimpulan dalam penelitian ini adalah terapi murottal memiliki pengaruh terhadap kecemasan pasien pre operasi ORIF
Hubungan Perilaku Caring Penata Anestesi Dengan Patient Experience Pada Pasien Pasca Operasi Dengan Regional Anestesi Di Rumah Sakit Islam Fatimah Cilacap DAFFA 'AFIF SETIAWAN; Rahmaya Nova Handayani; Indri Heri Susanti
Journal of Nursing and Health Vol. 9 No. 2 (2024): Journal of Nursing and Health
Publisher : Yakpermas Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52488/jnh.v9i2.302

Abstract

Latar Belakang : Patient experience berpengaruh terhadap mutu pelayanan dalam institusi pelayanan kesehatan terutama rumah sakit. Patient experience dalam pelayanan anestesi dipengaruhi oleh beberapa dimensi salah satunya adalah perilaku caring penata anestesi. Perilaku caring penata anestesi berpengaruh besar dalam perawatan perioperative terutama pada pasca operasi. Tujuan : Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan perilaku caring penata anestesi dengan patient experience pada pasien pasca operasi dengan regional anestesi di Rumah Sakit Islam Fatimah Cilacap. Metode : Penelitian ini termasuk penelitian kuantiatif dengan jenis penelitian yang digunakan yakni observasional analitik. Rancangan penelitian yang digunakan yaitu rancangan survei dengan pendekatan cross sectional. Subjek atau sampel yang akan digunakan dalam penelitian ini adalah pasien pasca operasi dengan regional anestesi yang berjumlah 50 pasien. Penentuan subjek tersebut dilakukan dengan teknik convinience sampling. Pengumpulan data dilakukan dengan kuesioner. Kuesioner yang digunakan untuk perlaku caring penata anestesi ialah kuesioner CBI-24 dan patient experience menggunakan kuesioner PPE-15. Hasil : Berdasakan penelitian didapatkan hasil dari uji Spearmen Rank dengan nilai (p) 0,026 < 0,05. Hasil penelitian menunjukan terdapat hubungan yang bermakna antara perilaku caring penata anestesi dengan patient experinece pada pasien pasca operasi dengan regional anestesi di Rumah Sakit Islam Fatimah Cilacap Kata kunci : perilaku caring, patient experience, pasca operasi, regional anestesi