Claim Missing Document
Check
Articles

Found 26 Documents
Search

Pengaruh Model Pembelajaran Problem Posing Terhadap Kemampuan Pemecahan Masalah Matematika Peserta Didik pada Materi Lingkaran di Kelas VIII SMP Negeri 1 Besitang nicomse nicomse; Teresia Br Pakpahan
Sepren 2022: Special Issue for NICoMSE 2022 Universitas HKBP Nommensen
Publisher : Prodi Pendidikan Matematika FKIP Universitas HKBP Nommensen

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36655/sepren.v4i0.836

Abstract

Penelitian ini merupakan jenis penelitian quasi eksperimen yang bertujuan untuk mengetahui apakah ada pengaruh model pembelajaran problem posing terhadap kemampuan pemecahan masalah matematika peserta didik pada materi lingkaran di Kelas VIII SMP Negeri 1 Besitang. Populasi penelitian ini adalah seluruh siswa kelas VIII dan pengambilan sampel secara simple random sampling dengan 2 kelas yaitu kelas eksperimen (VIII-1) dan kelas kontrol (VIII-3). Instrumen yang digunakan adalah tes dan observasi. Berdasarkan hasil hitungan pada kemampuan pemecahan masalah matematika menunjukkan bahwa nilai (sig.) 0,000 < 0,05 pada taraf signifikansi 5%. Berdasarkan perhitungan kelas eksperimen pada kemampuan pemecahan masalah memiliki nilai rata-rata . Pada kelas kontrol kemampuan pemecahan masalahnya memiliki nilai rata-rata . Nilai ini akan dibandingkan dengan nilai (sig.) lalu ditarik kesimpulan bahwa ada pengaruh model pembelajaran problem posing terhadap kemampuan pemecahan masalah matematika peserta didik pada materi lingkaran di Kelas VIII SMP Negeri 1 Besitang. Berdasarkan nilai rata-rata kemampuan pemecahan masalah matematika peserta didik antar kelas dapat disimpulkan model pembelajaran problem posing memberi pengaruh lebih tinggi dari pada model pembelajaran konvensional terhadap kemapuan pemecahan masalah matematika peserta didik pada materi lingkaran di Kelas VIII SMP Negeri 1 Besitang.
The Mathematics and Science Learning in Independent Curriculum for Scholastic Tests in Society 5.0 nicomse nicomse; Efron Manik
Sepren 2022: Special Issue for NICoMSE 2022 Universitas HKBP Nommensen
Publisher : Prodi Pendidikan Matematika FKIP Universitas HKBP Nommensen

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36655/sepren.v4i0.838

Abstract

Studi ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana guru matematika dan sains mengajar siswa sehingga sesuai dengan kurikulum merdeka, asesmen nasional, dan ujian skolastik untuk masuk perguruan tinggi sehingga mereka mampu bersaing dalam masyarakat 5.0. Metode yang digunakan adalah studi literatur. Ada beberapa kesimpulan diperoleh. Asesmen nasional yang digunakan dalam kurikulum merdeka, terutama asesmen kompetensi minimum yang mengukur literasi membaca dan numerasi sebagai hasil belajar kognitif, bersesuaian dengan tes skolastik. Tes skolastik yang akan digunakan dalam ujian masuk perguaruan tinggi tahun 2023 hampir sama dengan tes masuk perguruan tinggi yang sudah lama digunakan di Amerika Serikat. Tes ini mampu memprediksi keberhasilan seseorang setelah dia diterima di perguruan tinggi. Model Discovery/ Inquiry Learning, Problem-based Learning, dan Project-based Learning dianjurkan dalam kurikulum merdeka dan sangat cocok meningkatkan kemapuan penalaran peserta didik yang dibutuhkan untuk mempersiapkan siswa mengikuti tes skolastik, sebagai ujian masuk perguruan tinggi tahun 2023. Penggunaan data untuk memutuskan sesuatu akan membiasakan siswa dengan cara teknologi Artificial Intelligence memutuskan sesuatu sehingga peserta didik akan siap menghadapi masyarakat 5.0.
PENGUATAN LITERASI DAN NUMERASI UNTUK MENDUKUNG PROFIL PELAJAR PANCASILA SEBAGAI INOVASI PEMBELAJARAN MATEMATIKA nicomse nicomse; Tutiarny Naibaho
Sepren 2022: Special Issue for NICoMSE 2022 Universitas HKBP Nommensen
Publisher : Prodi Pendidikan Matematika FKIP Universitas HKBP Nommensen

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36655/sepren.v4i0.841

Abstract

Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional menyatakan bahwa setiap warga negara mempunyai hak yang sama untuk memperoleh pendidikan yang bermutu. Untuk peningkatan mutu pendidikan nasional, Pemerintah Pusat menentukan kebijakan nasional dan standar nasional pendidikan yaitu kriteria minimal tentang sistem pendidikan di seluruh wilayah hukum Negara Kesatuan Republik Indonesia. Untuk meningkatkan mutu pendidikan dan memajukan kebudayaan, Kemendikbud mendukung Visi dan Misi Presiden untuk mewujudkan Indonesia Maju yang berdaulat, mandiri, dan berkepribadian melalui terciptanya Pelajar Pancasila yang bernalar kritis, kreatif, mandiri, beriman, bertakwa kepada Tuhan YME, dan berakhlak mulia, bergotong royong, dan berkebinekaan global (Permendikbud No 22 Tahun 2020). Untuk menjalankan kebijakan tersebut pemerintah telah menetapkan Standar Nasional Pendidikan sebagaimana tertuang dalam PP nomer 4 tahun 2022 (perubahan atas Peraturan Pemerintah Nomor 57 Tahun 2021 Tentang Standar Nasional Pendidikan) yang menyatakan bahwa Standar kompetensi lulusan pada Satuan Pendidikan Jenjang Pendidikan dasar, menengah, dan menengah kejuruan difokuskan persiapan Peserta Didik menjadi anggota masyarakat yang beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa serta berakhlak mulia; serta penanaman karakter yang sesuai dengan nilai-nilai Pancasila. Khusus untuk peserta didik jenjang pendidikan dasar juga difokuskan pada penumbuhan kompetensi literasi dan numerasi Peserta Didik untuk mengikuti Pendidikan lebih lanjut (Permendikbudristek No 5 tahun 2022). Literasi yang dimaksud dalam PP maupun permendikbudristek ini adalah literasi bahasa, dan numerasi yang dimaksud adalah literasi matematika
Pembelajaran dengan Model Contextual Teaching and Learning (CTL) Terhadap Pemahaman Matematis dan Kemampuan Komunikasi Siswa pada Materi Segitiga nicomse nicomse; Dian Nopitasari Purba
Sepren 2022: Special Issue for NICoMSE 2022 Universitas HKBP Nommensen
Publisher : Prodi Pendidikan Matematika FKIP Universitas HKBP Nommensen

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36655/sepren.v4i0.842

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah ada pengaruh Contextual Teaching and Learning (CTL) terhadap pemahaman matematis dan kemampuan komunikasi siswa. Adapun Populasi penelitian ini adalah siswa Kelas VII SMP Adhyaksa Medan dengan sampel yang terdiri dari 26 orang yaitu siswa kelas VII B sebagai kelas eksperimen. Penelitian ini menggunakan instrumen berupa tes uraian yang telah dilakukan uji validitasi instrument serta respon angket siswa. Dari hasil analisisndapat dinyatakan bahwa (1) ada pengaruh Contextual Teaching and Learning (CTL) terhadap pemahaman matematis siswa (2) besar pengaruh Contextual Teaching and Learning (CTL) terhadap pemahaman matematis siswa sebesar 94,59% (3) ada pengaruh Contextual Teaching and Learning (CTL) terhadap kemampuan komunikasi (4) besar pengaruh Contextual Teaching and Learning (CTL) terhadap kemampuan komunikasi sebesar 68,34%.
Pengaruh Model Pembelajaran Numbered Head Together (NHT) terhadap Kemampuan Komunikasi Matematis Siswa Pada Materi Kesebangunan Di SMP Negeri 3 Sorkam Barat nicomse nicomse; Safitri M. Manalu
Sepren 2022: Special Issue for NICoMSE 2022 Universitas HKBP Nommensen
Publisher : Prodi Pendidikan Matematika FKIP Universitas HKBP Nommensen

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36655/sepren.v4i0.843

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk melihat pengaruh model pembelajaran Numbered Head Together (NHT) terhadap kemampuan komunikasi matematis siswa pada materi kesebangunan di SMP Negeri 3 Sorkam Barat tepatnya di kelas IX, jenis penelitian yang digunakan adalah Quasi Eksperiment, metode kuantitatif. kelas eksperimen pada peneilitian ini adalah kelas IX-1 dan sebagai kelas kontrol adalah kelas IX-2. Instrumen penelitian yang digunakan adalah tes dan observasi, berdasarkan hasil penelitaian yang dilakukan maka di dapat data hasil nilai posttest kemampuan komunikasi matematis siswa kelas eksperimen dan kelas kontrol menunjukkan bahwa nilai asymp.sig.(2-tailed) 0,006 pada tarafsignifikan 5%. Maka dari data yang diperoleh dapat disimpulkan ada pengaruh yang signifikan lebih tinggi dengan model pembelajaran Numbered Head Together (NHT) terhadap kemampuan komunikasi matematis siswa pada materi kesebangunan di SMP Negeri 3 Sorkam Barat dibandingkan dengan model pembelajaran konvensional.
Efektivitas Model Problem Based Learning (PBL) Terhadap Kemampuan Berpikir Kreatif Matematis Peserta Didik Pada Pola Bilangan di Kelas VIII SMP Negeri 10 Medan nicomse nicomse; Sugita Sonya Simanjuntak
Sepren 2022: Special Issue for NICoMSE 2022 Universitas HKBP Nommensen
Publisher : Prodi Pendidikan Matematika FKIP Universitas HKBP Nommensen

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36655/sepren.v4i0.844

Abstract

Di SMP Negeri 10 Medan, dilakukan penelitian eksperimen semu tentang evektivitas problem based learning model terhadap keterampilan berpikir kreatif matematis siswa dilakukan kepada sampel siswa kelas delapan belas dari dua kelas yang dipilih secara acak. Lembar observasi siswa dan esai berpikir kreatif merupakan instrumen yang digunakan dalam penelitian ini untuk mengevaluasi kemampuan berpikir kreatif siswa. Hal ini menunjukkan bahwa data memiliki distribusi normal. Berdasarkan perhitungan kelas eksperimen pada test mempunyai nilai average = 85,3, sedangkan pada kelas kontrol mempunyai nilai average = 49,6. dengan memperhatikan nilai (sig). Oleh karena itu, dapat disimpulkan bahwa kemampuan berpikir kreatif matematis siswa dalam pola bilangan di Kelas VIII SMP Negeri 10 Medan dipengaruhi oleh problem based learning model. Dapat disimpulkan bahwasanya problem based learning model lebih efektif dibandingkan model konvensional untuk keterampilan berpikir kreatif siswa dalam pola bilangan di Kelas VIII SMP Negeri 10 Medan berdasarkan nilai average keterampilan tersebut.