Claim Missing Document
Check
Articles

Found 23 Documents
Search

SUKU MANDAR : MENGENAL KEBUDAYAAN MARITIM DARI PROVINSI SULAWESI BARAT Irma Dwi Jayanti; Isrina Siregar; Budi Purnomo
Krinok: Jurnal Pendidikan Sejarah dan Sejarah Vol. 2 No. 1 (2023): Pendidikan Sejarah dan Kesejarahan Indonesia
Publisher : Pendidikan Sejarah FKIP Universitas JAMBI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22437/krinok.v2i1.24130

Abstract

Penelitian ini merupakan salah satu bentuk kepedulian terhadap kebudayaan-kebudayaan maritim yang dimiliki oleh Indonesia. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahuhi budaya- budaya maritim yang diciptakan oleh Suku Mandar. Metode yang dgunakan dalam penelitian ini adalah metode Study Literatur, yang dimana penelitiannya dimulai dengan mencari-berbagai sumber lalu difahami sebelum diambil yang sekiranya sesuai dengan tujua penelitian ini. Adapun berdasarkan penelitian ini, terdapat sebuah fakta bahwa Suku Mandar merupakan suku yang berbudaya maritin dan berada di sekitar Segitiga Emas Nusantara. Budaya-budaya maritim yang dihasilkan adalah budaya yang berkaitan dengan teknologi perikanan. Adapun budaya-budayanya adalah Perahu Sandeq yang artinya runcing, Festival Sandeq race yang merupakan bentuk upaya unutk melestarikan kapal Sandeq  yang mulai tergantikan oleh perahu bertenaga mesin, dan yang terakhir adalah Rumpon. Rumpon merupakan alat penangkapan ikan khas Suku Mandar.
MENILIK BUDAYA MARITIM DARI MASYARAKAT PESISIR SEKITAR PULAU JAWA TAHUN 1920 Melisa Cefcuty Nainggolan; Naomi Naomi; Isrina Siregar; Budi Purnomo
Krinok: Jurnal Pendidikan Sejarah dan Sejarah Vol. 2 No. 1 (2023): Pendidikan Sejarah dan Kesejarahan Indonesia
Publisher : Pendidikan Sejarah FKIP Universitas JAMBI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22437/krinok.v2i1.24261

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji budaya-budaya maritim dari masyarakat yang tinggal di wilayah pesisir sekitar Pulau Jawa. Arti masyarakat pesisir lebih luas. Tidak sekadar merujuk ke sekelompok orang yang tinggal pada perbatasan antara daratan dan perairan terutama lautan. Namun, mereka memiliki sistem atau pola- pola hidup tertentu. Kolektivitas masyarakat berikutnya melahirkan identitas budaya mereka sebagai masyarakat pesisir. Adapun, metode penelitian yang digunakan, yaitu pendekatan kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui studi literatur. Hasil penelitian menunjukkan bahwa faktor lingkungan menjadi salah satu pembentuk kebudayaan. Hal-hal yang diterapkan oleh masyarakat pesisir kebanyakan diperoleh melalui pewarisan dan telah melekat dalam diri mereka semacam kemampuan menangkap ikan, membaca arah angin, serta membangun kapal. Faktor historis turut berperan memberikan warna bagi Jawa, sehingga wujud budaya maritim meliputi bahasa, kepercayaan, seni, pengetahuan, organisasi sosial, teknologi dan ekonomi. Kebanyakan masyarakat pesisir pula masih berpegang teguh pada tradisi dan budaya-budaya mereka.
PENGARUH ISLAMISASI TERHADAP KEHIDUPAN SOSIAL BUDAYA MASYARAKAT BANTEN Dinda Sintya; Isrina Siregar
Krinok: Jurnal Pendidikan Sejarah dan Sejarah Vol. 2 No. 1 (2023): Pendidikan Sejarah dan Kesejarahan Indonesia
Publisher : Pendidikan Sejarah FKIP Universitas JAMBI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22437/krinok.v2i1.24297

Abstract

Proses islamisasi yang terjadi di Banten menjadi titik awal terbentuknya sejarah peradaban islam disana. Artikel ini menjelaskan pengaruh terhadap kehidupan sosial dan budaya yang terjadi pada masyarakat Banten. Metode yang akan digunakan dalam penelitian ini adalah metode penelitian sejarah yang terbagi menjadi empat bagian yaitu Heuristik, Kritik Sumber, Interpretasi dan Histiografi. Masuknya pengaruh islamisasi pada kehidupan masyarakat Banten dibawa oleh para pedagang islam yang berdagang hingga kiprah dari Syaikh Syarif Hidayatullah atau yang dikenal Sunan Gunung Jati hingga diturunkan ke putranya Maulana Hasanuddin. Sehingga mayoritas masyarakat Banten mendalami kehidupan sosial dan budaya dengan berdasar pada agama islam. Semasa pemerintahan Sultan Ageng Tirtayasa kehidupan sosial maupun budaya masyarakat Banten dapat dikatakan cukup baik dan meningkat pesat. Semua kehidupan masyarakat berlandaskan pada ajaran agama islam.
PENGARUH DERMAGA BOOM BATU DI JAMBI PADA TAHUN 1926-1942 Wifi Mahrufi Saputra; Siti Muntamah; Isrina Siregar; Budi Purnomo
Krinok: Jurnal Pendidikan Sejarah dan Sejarah Vol. 2 No. 2 (2023): Kajian Sejarah dan Pembelajaran Sejarah
Publisher : Pendidikan Sejarah FKIP Universitas JAMBI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22437/krinok.v2i2.24416

Abstract

Dermaga Boom Batu Jambi adalah salah satu dermaga penting di Provinsi Jambi, Indonesia. Dermaga ini terletak di tepi Sungai Batanghari dan memiliki peran strategis dalam pengembangan perekonomian di daerah tersebut. Selain berfungsi sebagai titik penting dalam pengangkutan barang dan orang, pelabuhan ini juga menjadi tujuan wisata yang populer di Jambi. Namun, seperti dermaga-dermaga di Indonesia lainnya, pelabuhan Boom Batu Jambi juga menghadapi berbagai tantangan dalam pengembangan dan pengelolaannya. Peran dermaga ini sangat penting dalam memajukan sektor ekonomi dan pariwisata di Jambi, sehingga perlu adanya perhatian dan upaya untuk meningkatkan kualitas dan pemanfaatan dermaga ini. Riset ini bertujuan untuk mengetahui adanya pengaruh dermaga boom batu dalam daerah angso duo pada tahun 1926 – 1942 sebagai sarana transportasi keluar masuk kapal, barang, dan pusat ekonomi. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode sejarah yang terdiri dari empat tahapan yaitu heuristik, kritik sumber, interpretasi dan historiografi. Riset ini menujukkan bahwa dermaga boom batu memiliki peranan yang signifikan dalam memajukan sector ekonomi dan pariwisata di Jambi.
MENGUNGKAP KEJAYAAN SEJARAH MARITIM INDONESIA Al Fadhli Darmawansyah; Anggia Faradina; Isrina Siregar; Budi Purnomo
Krinok: Jurnal Pendidikan Sejarah dan Sejarah Vol. 2 No. 3 (2023): Sejarah Lokal dan Pendidikan Sejarah
Publisher : Pendidikan Sejarah FKIP Universitas JAMBI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22437/krinok.v2i3.24445

Abstract

Penelitian ini bertujuan menganalisis banyak studi akademik, termasuk dalam disiplin ilmu ekonomi, sosiologi, antropologi, dan sejarah, belum menyoroti pentingnya kelautan sebagai titik fokus.Metode penelitian yang digunakan Heuristik, kritik sumber, interpretasi, dan historiografi adalah empat langkah metode sejarah yang menjadi pendekatan dalam karya ini. Peta, artikel jurnal, dan novel adalah beberapa sumber yang digunakan. Kejadian kelautan memiliki hubungan langsung dengan sejarah maritim. Hal ini sesuai dengan perspektif seascape dalam pemikiran kelautan, yang menjadikan laut sebagai objek kajian utama. Selain itu, insiden yang terjadi di perairan seringkali merupakan insiden signifikan dengan efek yang meluas. Namun Indonesia telah berhasil dengan kekayaan alamnya yang sangat besar, tidak hanya laut tetapi juga rempah-rempah dan sumber daya alam lainnya yang sangat bermanfaat bagi masyarakat dan sekitarnya dengan iklim yang sesuai dengan perkembangannya.
JALUR PERDAGANGAN LADA SEBAGAI TIANG EKONOMI DAERAH KEMARITIMAN PADA KESULTANAN BANTEN Nurlidianti Nurlidianti; Isrina Siregar; Budi Purnomo
Krinok: Jurnal Pendidikan Sejarah dan Sejarah Vol. 2 No. 1 (2023): Pendidikan Sejarah dan Kesejarahan Indonesia
Publisher : Pendidikan Sejarah FKIP Universitas JAMBI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22437/krinok.v2i1.24531

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui jalur perdagangan lada dari lampung ke Banten yang mana sebagai pemasok ekonomi Kerajaan Banten. Lada merupakan salah satu rempah yang diperebutkan oleh negara yang pernah menjajah Nusantara. Pada saat itu, lampung menjadi pemasok lada terbesar di Nusantara hingga akhirnya Kerajaan Banten merebut wilayah tersebut. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan pendekatan historis. Hasil peenelitian menjelaskan bahwa Lampung makin menjalin hubungan baik dengan Kerajaaan Banten karena usahanya dalam memperluas lahan perkebunan lada disana. Antara Lampung dan Banten saling memiliki kesepakatan yang baik, yaitu penandatanganan sebuah piagam dengan didalamnya memuat keuntungan yang didapat oleh kedua pihak.
PELABUHAN BULELENG SEBAGAI PUSAT PELAYARAN DAN JALUR PERDAGANGAN PADA MASA PEMERINTAHAN HINDIA-BELANDA 1846-1939 Muhamad Aldian Roni; Dinda Sintya; Isrina Siregar; Budi Purnomo
Krinok: Jurnal Pendidikan Sejarah dan Sejarah Vol. 2 No. 1 (2023): Pendidikan Sejarah dan Kesejarahan Indonesia
Publisher : Pendidikan Sejarah FKIP Universitas JAMBI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22437/krinok.v2i1.24561

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui besaran dan potensi partisipasi angkatan kerja dalam angkatan kerja secara keseluruhan, serta partisipasi angkatan kerja dalam angkatan kerja tahun 1846 hingga 1939, serta faktor-faktor yang berkontribusi terhadap partisipasi angkatan kerja. dalam partisipasi angkatan kerja total dan partisipasi angkatan kerja. rute. Hindia Belanda diperintah oleh Buleleng, yang merupakan pusat kaum tani dan perdagangan budak dari tahun 1846 hingga 1939. Penulis menggunakan berbagai teknik penelitian sejarah, termasuk studi sastra, studi literatur, dan langkah-langkah penulisan sejarah, serta heuristik, kritik sumber, interpretasi, dan historiografi berupa sumber tertulis dan lisan, atas dasar penelitian sejarah ini. diperoleh dari buku-buku Bali abad ke-19, kronik provinsi tahun 1920-an, dan dokumen perbatasan tahun 1850-an. Analisis, historiografi, dan keaslian dibahas. Sejarah pembangunan pelabuhan Buleleng kolonial Belanda dan lokasinya dapat dipetik dari informasi yang telah dianalisis. Selain itu, menentukan apakah faktor Buleleng sebanding dengan faktor populasi, lokasi, politik, dan umur panjang. Hasilnya, pelabuhan Buleleng menangani perdagangan domestik dan internasional, pertumbuhan bisnis, dan barang-barang dari ekspor dan impor Bali Utara.
SELAT SUNDA : KEPENTINGAN STRATEGIS INDONESIA DALAM KETERHUBUNGAN LAUT ASIA SELATAN Rani Juwita; Zahara Zahara; Isrina Siregar; Budi Purnomo
Krinok: Jurnal Pendidikan Sejarah dan Sejarah Vol. 2 No. 1 (2023): Pendidikan Sejarah dan Kesejarahan Indonesia
Publisher : Pendidikan Sejarah FKIP Universitas JAMBI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22437/krinok.v2i1.24673

Abstract

Pulau Jawa dan Sumatera di Indonesia dihubungkan oleh Selat Sunda, yang juga menghubungkan Laut Jawa dengan Samudera Hindia. Samudera Hindia terhubung dengan wilayah laut Asia Selatan juga. Tujuan tulisan ini adalah untuk mengetahui kepentingan strategis Indonesia dalam konektivitas laut Asia Selatan dengan menggunakan pendekatan literature review dan metode sejarah. Selat Sunda di Indonesia merupakan salah satu dari empat titik strategis di Indonesia yang dilalui 40% kapal dagang asing, menurut data yang dianalisis. Samudera Hindia di ujung terluar Indonesia dan Laut Jawa di pedalaman Laut Indonesia diyakini berperan penting dalam mentransmisikan sinyal-sinyal dinamika laut yang terjadi di perbatasan hubungan Asia Tenggara dan Asia Selatan. Kerja sama antara Indonesia dan negara-negara Asia Selatan telah terjalin sejak sebelum era reformasi, di kedua kawasan yang terdiri dari negara-negara yang tidak sosialis, terindustrialisasi, atau maju.
ANALISIS KONSEP DAN IMPLEMENTASI PENDIDIKAN MULTIKULTURAL DALAM PEMBELAJARAN DI INDONESIA Reni Oktia; Nur Intan Komala Sari; Isrina Siregar; Budi Purnomo
Krinok: Jurnal Pendidikan Sejarah dan Sejarah Vol. 2 No. 3 (2023): Sejarah Lokal dan Pendidikan Sejarah
Publisher : Pendidikan Sejarah FKIP Universitas JAMBI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22437/krinok.v2i3.25607

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui konsep dan implementasi pendidikan multikultural dalam pembelajaran di Indonesia. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah studi literatur dengan melakukan pengumpulan sumber yang berisi bahan-bahan asli yang telah digarap sebelumnya serta relevan seperti artikel, buku teks, majalah, jurnal ilmiah dan berbagai sumber lain sebagai penunjang. Hasil dari penelitian ini antara lain; Pertama Indonesia merupakan salah satu negara multikultural terbedar di dunia yang dibuktikan dengan keadaan geografis maupun sosio kultural yang luas dan beragam. Kedua pendidikan multikultural merupakan sebuah usaha untuk menanamkan sikap simpati, apresiasi, empati dan respek terhadap keberagaman atau perbedaan yang ada, serta memberi kesempatan setara kepada seluruh siswa tanpa melihat latar belakangnya, sehingga siswa tersebut dapat meningkatkan kemampuan yang mereka punya secara optimal. Ketiga, dalam mengimplementasikan pendidikan multikultural di pembelajaran bukan hanya dengan membuat mata pelajaran khusus dan masuk kedalam kurikulum, melainkan juga melalui tindakan yang nyata sesuai dengan prinsip-prinsip dasar multikultural yang telah ditentukan.
KEBIJAKAN PELAYARAN DAN PERDAGANGAN KERAJAAN SRIWIJAYA Melani Putri; Khoironi; Isrina Siregar; Budi Purnomo
Krinok: Jurnal Pendidikan Sejarah dan Sejarah Vol. 2 No. 3 (2023): Sejarah Lokal dan Pendidikan Sejarah
Publisher : Pendidikan Sejarah FKIP Universitas JAMBI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22437/krinok.v2i3.25626

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kebijakan yang diterapakan dalam pelayaran dan perdagangan yang digunakan oleh kerajaan Nusantara khusunya kerajaan Sriwijaya. Penelitian ini menggunakan penelitian deskriptif kualitatif dengan menggunakan studi pustaka sebagai sumber untuk memperoleh informasi dari berbagai buku, jurnal yang terkait dengan tema penelitian. Hasilnya, bahwa kerajaan Sriwijaya sebagai kerajaan maritim yang besar tentunya sangat mengoptimalkan wilayah kekuasaan maritimnya untuk menumbukan perekonomiannya. Banyaknya aktivitas perdagangan dan pelayaran yang melintasi wilayah perairan kerajaan sriwijaya membuat kerajaan tersebut membuat beberapa kebijakan yang beguna untuk menjaga keuutuhan wilayah kekuasannya.. Dengan banyaknya kapal-kapal asing yang datang, kerajaan sriwijaya membuat ketetapan mengenai upeti yang diberikan kepada para pedagang asing yang datang, ketetapan lainnya juga mengenai paksaan menimbun barang yang mana kerajaan sriwijaya memaksa para pelayar dan para pedagang untuk singgah di wilayah Pelabuhan sriwijaya, terakhir dengan banyaknya perompak atau bajak laut yang sering merampas hasil atau barang bawaan pedagang asing, maka pemerintah kerajaan sriwijaya membuat kesepakatan dengan para bajak laut untuk berada dibawah kekuasanannya.