Claim Missing Document
Check
Articles

Found 26 Documents
Search

ANALISIS STRATEGI PENGAJARAN PENDIDIKAN MULTIKULTURAL DI SEKOLAH MENENGAH ATAS Dony Saputra; Isrina Siregar; Budi Purnomo
Krinok: Jurnal Pendidikan Sejarah dan Sejarah Vol. 3 No. 1 (2024): Kesejarahan Nasional, Lokal dan Pembelajaran Sejarah
Publisher : Pendidikan Sejarah FKIP Universitas JAMBI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22437/krinok.v3i1.25685

Abstract

Tujuan Penelitian ini adalah untuk Mengetahui Tentang strategi mengajar multikultural di Sekolah Menengah Atas (SMA),  metode penelitian yang digunakan dalam melakukan penelitian ini adalah tinjauan pustakan dan studi literatur yang berisi mentahan materi yang sudah  diolah sehingga menjadi sumber yang valid dan terpercaya seperti, buku, artikel, jurnal, dan sumber bacaan lainya. Hasil dari penelitian ini antara lain :  Pertama Rancangan  strategi mengajar multikulturalisme yang efektif di SMA memerlukan kerangka konseptual atau teoritis yang kokoh sebagai dasar, Kerangka konseptual atau teoritis ini dapat membantu pendidik dalam mengarahkan pendekatan, metode, dan aktivitas pengajaran yang sesuai dengan prinsip-prinsip multikulturalisme,  Kedua Pengaruh strategi mengajar multikulturalisme di SMA terhadap pemahaman, sikap, dan keterampilan siswa terkait multikulturalisme dapat sangat signifikan. ketiga Penerapan strategi pembelajaran berbasis multikultural pada Mata Pelajaran Sejarah melalui Study eksplorasi diri dan lingkungan yaitu siswa ditugaskan untuk membuat rangkuman tentang kebudayaan dari masing-masing suku yang mereka ketahui dan masih dilaksanakan di daerahnya tersebut.
FILOSOFIS PADA BATIK INCUNG KERINCI DALAM PERSPEKTIF SEJARAH Tiara Cahaya Rizki; Isrina Siregar; Budi Purnomo
Krinok: Jurnal Pendidikan Sejarah dan Sejarah Vol. 2 No. 3 (2023): Sejarah Lokal dan Pendidikan Sejarah
Publisher : Pendidikan Sejarah FKIP Universitas JAMBI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22437/krinok.v2i3.25872

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui makna simbolis dari batik incung. Studi ini melibatkan teknik otentik dalam mengumpulkan informasi melalui studi tulisan dan wawancara, memilih dan menganalisis informasi secara mendasar untuk menciptakan realitas yang dapat diverifikasi yang sesuai di lapangan. Metode analisis data penelitian ini menggunakan model interaktif. Menurut temuan penelitian, batik incung di Kerinci merupakan salah satu batik yang lahir dari peraturan pemerintah tahun 1995. Aksara incung atau dikenal juga dengan aksara Kerinci kuno merupakan motif utama batik incung yang menggabungkan unsur budaya dan flora. unsur fauna. di Kerinci sebagai alasan lain. Batik ini memiliki arti penting dalam setiap tema.
PERKEMBANGAN KEBUDAYAAN MASYARAKAT ETNIS TIONGHOA DI JAMBI Tiara Mulandari; Budi Purnomo; Isrina Siregar
Krinok: Jurnal Pendidikan Sejarah dan Sejarah Vol. 3 No. 1 (2024): Kesejarahan Nasional, Lokal dan Pembelajaran Sejarah
Publisher : Pendidikan Sejarah FKIP Universitas JAMBI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22437/krinok.v3i1.25873

Abstract

Perkembangan kebudayaan masyarakat etnis Tionghoa di Jambi telah menjadi cerminan dari integrasi budaya yang harmonis antara masyarakat Tionghoa dan masyarakat Jambi secara keseluruhan. Artikel ini membahas bagaimana masyarakat etnis Tionghoa di Jambi berhasil menjaga dan melestarikan kebudayaan mereka sambil tetap berkontribusi pada pembangunan daerah dan juga membahas pengaruh masyarakat Tionghoa dalam bidang ekonomi dan sosial serta tantangan yang dihadapi dalam mempertahankan dan mengembangkan kebudayaan Tionghoa di tengah perubahan zaman. Artikel ini menggunakan metode penelitian deskriptif dengan menggunakan data sekunder dari berbagai sumber seperti jurnal ilmiah, artikel, dan sumber online yang relevan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa masyarakat etnis Tionghoa di Jambi telah berhasil menjaga keberagaman budaya, bahasa, agama, dan tradisi Tionghoa, yang menjadi bagian yang tak terpisahkan dari kekayaan budaya Jambi secara keseluruhan. Masyarakat Tionghoa juga memberikan kontribusi yang signifikan dalam bidang ekonomi dan sosial di Jambi melalui usaha perdagangan, industri, dan partisipasi dalam kegiatan sosial.
TRADE NETWORKS AND MARITIME COMMODITIES IN THE SAMUDERA PASAI SULTANATE 13TH TO 15TH CENTURIES Siregar, Isrina
Candrasangkala: Jurnal Pendidikan dan Sejarah Vol 9, No 2 (2023)
Publisher : Universitas Sultan Ageng Tirtayasa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30870/candrasangkala.v9i2.21604

Abstract

This article is research on one of the sultanates in the Archipelago, the Sultanate of Samudera Pasai. This research aims to discover the brief history of the Sultanate of Samudera Pasai, the trade network of Samudera Pasai with other nations, and the maritime commodities in the Sultanate of Samudera Pasai. The author in this paper uses literature or library research methods and historical research methods. Based on the research results, Samudera Pasai was located in the strategic Malacca Strait, which made Samudera Pasai the center of maritime trade between nations. Samudera Pasai was also known as a place of spice trade because it produced and sold much pepper. Pasai's strategic location in the Strait of Malacca established trade networks with other nations, especially the Indians and Chinese. The number of traders from various nations made all commodities or trade goods from all over the world can be found at the port of Samudera Pasai. The types of commodity goods that came from outside the Sultanate of Samudera Pasai were tombstones and ceramics. Meanwhile, the types of commodities that came from Samudera Pasai or locally were pepper and pottery.
Tradisi Mandi Balimau sebagai Wujud Akulturasi Kebudayaan Islam di Kabupaten Kerinci Dira Alndari; Yessi Uspa Pratama; Isrina Siregar
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 9 No. 3 (2025): Desember
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Mandi Balimau merupakan suatu tradisi yang berkembang di Semurup Kabupaten Kerinci. Tradisi Mandi Balimau merupakan suatu tradisi dalam menyambut bulan suci Ramadhan yang dilakukan setiap satu tahun sekali yang bertujuan sebagai bentuk penyucian diri secara lahir dan batin. Di Kerinci, mandi balimau juga termasuk dalam rangkaian kenduri sko dan memiliki tujuan yang sama yaitu menyucikan diri dari hal-hal ghaib dan untuk menghindari dari wabah penyakit. Tradisi Mandi Balimau ini juga merupakan bentuk dari akulturasi kebudayaan Hindu dengan kebudayaan Islam. Tujuan artikel ini adalah untuk mengetahui apa yang dimaksud dengan Mandi Balimau serta fungsinya bagi masyarakat, dengan menggunakan metode penelitian kualitatif dengan pendekatan studi pustaka. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa tradisi mandi balimau ini sangat berkembang pada masyarakat Kerinci mulai dari tatacara pelaksanaannya sampai dengan proses akulturasi didalam tradisi ini, yang mana sampai saat ini masyarakat Kerinci masih melakukan tradisi mandi balimau.
Perkembangan Islam di Sumatera sebagai Gerbang Islamisasi Nusantara Dicko Aditya; M Haikal Parwansyah; Isrina Siregar
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 9 No. 3 (2025): Desember
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Artikel ini bertujuan menganalisis perkembangan Islam di Sumatra serta perannya sebagai gerbang Islamisasi Nusantara. Posisi geografis Sumatra yang strategis di jalur perdagangan internasional menjadikannya wilayah awal interaksi antara masyarakat lokal dan komunitas Muslim. Islam berkembang di Sumatra melalui jalur perdagangan, dakwah, dan interaksi sosial secara bertahap dan damai. Peran kerajaan-kerajaan Islam, terutama Samudra Pasai dan Kesultanan Aceh Darussalam, memperkuat proses Islamisasi melalui jaringan politik, ekonomi, dan keilmuan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan teknik studi kepustakaan dan analisis historis terhadap sumber-sumber sejarah dan kajian akademik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Sumatra tidak hanya menjadi wilayah awal penerimaan Islam, tetapi juga berfungsi sebagai pusat penyebaran dan pembentukan tradisi Islam di Nusantara. Dengan demikian, Sumatra memiliki kontribusi strategis dalam membentuk perkembangan Islam di Indonesia.