Claim Missing Document
Check
Articles

Found 5 Documents
Search

Uji Aktivitas Peningkatan Sensitivitas Insulin Ekstrak Biji Jintan Hitam (Nigella sativa) melalui Pengukuran Konsentrasi Tirosin Terfosforilasi Insulin Reseptor Substrat-1 (terhadap Tikus Wistar Model Diabetes Mellitus Tipe 2) Panggabean, Fenny Kristanti; Triastuti, Efta; Yunita, Ema Pristi
Majalah Kesehatan FKUB Vol 1, No 1 (2014)
Publisher : Faculty of Medicine Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (194.544 KB)

Abstract

Biji jintan hitam (Nigella sativa) merupakan tanaman herbal untuk terapi dan pencegahan diabetes mellitus (DM tipe 2). Salah satu penyebab DM tipe 2 adalah penurunan konsentrasi tirosin terfosforilasi IRS (insulin receptor substrat)-1 yang berefek pada peningkatan resistensi insulin. Penelitian ini bertujuan untuk menguji aktivitas peningkatan sensitivitas insulin dari ekstrak biji jintan hitam (Nigella sativa) pada kondisi resistensi insulin melalui pengukuran konsentrasi tirosin terfosforilasi pada IRS-1 dan hubungannya dengan konsentrasi glukosa darah puasa. Desain penelitian yang digunakan adalah true experimental, dengan sampel tikus wistar jantan berjumlah 24 ekor dalam 5 kelompok perlakuan dan 1 kontrol normal. Kelompok perlakuan diinduksi DM dengan diet fruktosa sebanyak 16 g yang diberikan melalui larutan fruktosa untuk penyondean dan campuran pakan tikus. Kelompok Pp mendapatkan metformin, Pn tanpa pemberian ekstrak, P1, P2, P3 mendapatkan ekstrak jintan hitam 24 mg/kgBB, 48 mg/kgBB, dan 96 mg/kgBB. Induksi DM dilakukan dengan diet tinggi fruktosa selama 6 minggu dan terapi dilakukan setelah induksi DM2 selama 30 hari. Ekstrak biji jintan hitam secara statistik tidak memiliki efek peningkatan sensitivitas insulin melalui peningkatan konsentrasi tirosin terfosforilasi pada IRS-1 yang berbeda antar kelompok dengan nilai p > 0,05 (0,151) dan nilai korelasi yang bervariasi antar kelompok. Ekstrak biji jintan hitam tidak meningkatkan sensitivitas insulin melalui peningkatan konsentrasi tirosin terfosforilasi pada IRS-1. Hal ini mungkin disebabkan oleh kegagalan induksi fruktosa untuk mengkondisikan tikus menjadi tikus model DM tipe 2. Kata kunci : Diabetes Melitus tipe 2 (DM tipe 2), Ekstrak biji jintan hitam (Nigella sativa), Tirosin terfosforilasi IRS-1.
PENGARUH NANOPARTIKEL PLGA Nigella sativa DALAM MENURUNKAN RADIKAL BEBAS MALONDIALDEHIDA HEPAR TIKUS MODEL DM TIPE 2 Yunita, Ema Pristi; Pangestika, Rizta Widya; Triastuti, Efta
Majalah Kesehatan FKUB Vol 4, No 1 (2017): MAJALAH KESEHATAN FAKULTAS KEDOKTERAN
Publisher : Faculty of Medicine Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (317.174 KB) | DOI: 10.21776/ub.majalahkesehatan.2017.004.01.6

Abstract

Diabetes melitus (DM) dengan glukosa darah yang tidak terkontrol dapat memicu pembentukan radikal bebas yaitu produk malondialdehida (MDA) di hepar. Radikal bebas tersebut dapat diturunkan menggunakan senyawa antioksidan (timokuinon). Timokuinon terkandung dalam biji Nigella sativa. Produk herbal sering mengalami kegagalan efikasi akibat rendahnya bioavailabilitas. Oleh karena itu, dilakukan terobosan baru yaitu formulasi ekstrak biji Nigella sativa dengan sistem penghantaran nanopartikel PLGA. Penelitian ini dillakukan untuk mengetahui pengaruh nanopartikel PLGA dalam memperbaiki efektivitas ekstrak biji jintan hitam  dalam  menurunkan produk radikal bebas berupa malondialdehida (MDA) di hepar tikus model DM tipe 2. Desain penelitian adalah true experimental posttest-only controlled design. Sebanyak 24 tikus yang diinduksi DM tipe 2 menggunakan streptozocin, kemudian dibagi menjadi empat kelompok yaitu kelompok yang diberi akuades dan pakan normal tanpa terapi (Pn), glibenklamid 0,45 mg/kgBB (Pp), non-nanopartikel ekstrak biji Nigella sativa 48 mg/kgBB/hari (P1), dan nanopartikel PLGA ekstrak biji Nigella sativa 48 mg/kgBB/hari (P2) selama 26 hari. Data dianalisis menggunakan uji hipotesis Kruskal Wallis. Untuk mengetahui kadar MDA digunakan metode asam tiobarbiturat. Rerata kadar MDA dari yang terendah adalah P2 (0,3652±0,0363 ng/mL), P1 (0,3749±0,0242 ng/mL), Pn (0,4084±0,0719 ng/mL), dan Pp (0,4329±0,0588 ng/mL). Terdapat perbedaan kadar MDA hepar tikus model DM tipe 2 yang tidak berbeda bermakna pada semua kelompok perlakuan (Kruskal Wallis, p = 0,199). Hasil penelitian ini masih belum dapat menunjukkan kemampuan nanopartikel PLGA Nigella sativa dalam menurunkan radikal bebas MDA di hepar. Kata kunci: malondialdehida hepar, nanopartikel PLGA, Nigella sativa.
Pengaruh Mikrosfer Kitosan Minyak Kelapa Sawit pada Ginjal Mus musculus Diinduksi NTA Natalia, Maria Catur; Yunita, Ema Pristi; Triastuti, Efta
Pharmaceutical Journal of Indonesia Vol 2, No 2 (2017)
Publisher : Brawijaya University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

NTA (Nekrosis Tubular Akut) merupakan sindrom GGA (Gagal Ginjal Akut) intrinsik karena kondisi iskemia atau paparan agen nefrotoksik. Hal tersebut menyebabkan banyak sel tubulus mengalami kematian dan menurunkan fungsi tubulus sehingga berakibat GGA. Proses peroksidasi lipid dapat menyebabkan NTA dan dihasilkan radikal bebas malondialdehida (MDA) yang dapat merusak fungsi sel. Minyak kelapa sawit dengan kandungan senyawa antioksidan mampu memperbaiki kondisi NTA dengan menghambat proses peroksidasi lipid sehingga kadar MDA menurun. Minyak kelapa sawit dengan pembawa kitosan dalam bentuk mikrosfer memungkinkan peningkatan bioavaibilitas minyak kelapa sawit sehingga dapat menembus ginjal. Studi experimental post-test only controlled group design dilakukan pada 24 Mus musculus yang terbagi dalam 6 kelompok yaitu kontrol positif (KP), kontrol negatif (KN), kelompok mikrosfer kitosan minyak kelapa sawit dosis 0,072 mg/gBB (P1) dan dosis 0,107 mg/gBB (P2), serta kelompok minyak kelapa sawit dosis 0,14 mg/gBB (P3) dan dosis 0,21 mg/gBB (P4). Variabel yang diukur adalah kadar  MDA menggunakan metode spektrofotometri (Na-TBA). Hasil menunjukkan kadar MDA dari yang tertinggi sampai yang terendah berturut-turut adalah KP, P1, P2, P3, P4, dan KN. Kelompok KN, P2, P3, dan P4 memiliki perbedaan yang signifikan dengan KP (p < 0,001) sementara kelompok KP, P1, P2, P3, dan P4 memiliki perbedaan yang signifikan dengan KN (p < 0,001). Penelitian ini menunjukkan bahwa  mikrosfer kitosan minyak kelapa sawit dapat menurunkan kadar MDA Mus musculus yang mengalami NTA pada dosis mikrosfer minyak kelapa sawit sebesar 0,107 mg/gBB.Kata kunci: LMWC, Malondialdehida, Mikrosfer, Minyak Kelapa Sawit, Nekrosis Tubular Akut, Peroksidasi Lipid
Pengaruh Mikrosfer Kitosan Minyak Kelapa Sawit pada Ginjal Mus musculus Diinduksi NTA Natalia, Maria Catur; Yunita, Ema Pristi; Triastuti, Efta
Pharmaceutical Journal of Indonesia Vol 2, No 2 (2017)
Publisher : Brawijaya University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

NTA (Nekrosis Tubular Akut) merupakan sindrom GGA (Gagal Ginjal Akut) intrinsik karena kondisi iskemia atau paparan agen nefrotoksik. Hal tersebut menyebabkan banyak sel tubulus mengalami kematian dan menurunkan fungsi tubulus sehingga berakibat GGA. Proses peroksidasi lipid dapat menyebabkan NTA dan dihasilkan radikal bebas malondialdehida (MDA) yang dapat merusak fungsi sel. Minyak kelapa sawit dengan kandungan senyawa antioksidan mampu memperbaiki kondisi NTA dengan menghambat proses peroksidasi lipid sehingga kadar MDA menurun. Minyak kelapa sawit dengan pembawa kitosan dalam bentuk mikrosfer memungkinkan peningkatan bioavaibilitas minyak kelapa sawit sehingga dapat menembus ginjal. Studi experimental post-test only controlled group design dilakukan pada 24 Mus musculus yang terbagi dalam 6 kelompok yaitu kontrol positif (KP), kontrol negatif (KN), kelompok mikrosfer kitosan minyak kelapa sawit dosis 0,072 mg/gBB (P1) dan dosis 0,107 mg/gBB (P2), serta kelompok minyak kelapa sawit dosis 0,14 mg/gBB (P3) dan dosis 0,21 mg/gBB (P4). Variabel yang diukur adalah kadar  MDA menggunakan metode spektrofotometri (Na-TBA). Hasil menunjukkan kadar MDA dari yang tertinggi sampai yang terendah berturut-turut adalah KP, P1, P2, P3, P4, dan KN. Kelompok KN, P2, P3, dan P4 memiliki perbedaan yang signifikan dengan KP (p < 0,001) sementara kelompok KP, P1, P2, P3, dan P4 memiliki perbedaan yang signifikan dengan KN (p < 0,001). Penelitian ini menunjukkan bahwa  mikrosfer kitosan minyak kelapa sawit dapat menurunkan kadar MDA Mus musculus yang mengalami NTA pada dosis mikrosfer minyak kelapa sawit sebesar 0,107 mg/gBB.Kata kunci: LMWC, Malondialdehida, Mikrosfer, Minyak Kelapa Sawit, Nekrosis Tubular Akut, Peroksidasi Lipid
SMART BEAUTY EDUCATION: EDUKASI PEMILIHAN KOSMETIK PEMUTIH BAGI REMAJA PUTRI MELALUI BUKU CERITA INTERAKTIF Ebtavanny, Tamara Gusti; Firdaus, Favian Rafif; Yurina, Valentina; Triastuti, Efta; Pramestutie, Hananditia Rachma; Rossari, Mey Ritha Putri; Azzahra, Nabila Nashwa; Faadhillah, Mohammad Arfan Nur; Wahyudi, Rachmad Tri
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 10, No 1 (2026): Februari
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v10i1.36222

Abstract

Abstrak: Maraknya penggunaan krim pemutih ilegal di kalangan remaja putri menimbulkan risiko kesehatan akibat kandungan bahan berbahaya seperti merkuri dan hidrokuinon. Kegiatan pengabdian ini bertujuan meningkatkan pengetahuan dan kesadaran remaja SMA di Kota Malang mengenai kosmetik yang aman sesuai ketentuan BPOM melalui media buku cerita interaktif “Cantik dan Sehat dengan Apoteker Rexy.” Metode meliputi penyuluhan, diskusi kelompok, serta distribusi buku interaktif kepada 161 siswi dari 16 SMA/K. Evaluasi dilakukan menggunakan pre-test dan post-test dengan 20 butir pertanyaan terkait definisi, bahan aktif, keamanan, dan legalitas produk kosmetik. Hasil menunjukkan peningkatan skor pengetahuan dari 73,13 menjadi 78,17 (kenaikan 6,8%) dengan peningkatan kategori “Baik” dari 40% menjadi 55%. Uji Wilcoxon menghasilkan p=0,000 yang menunjukkan perbedaan signifikan. Program ini terbukti efektif meningkatkan literasi kosmetik remaja dan berpotensi direplikasi melalui pendekatan train-the-trainer untuk mencetak duta literasi kosmetik di sekolah.Abstract: The widespread use of illegal whitening creams among teenage girls poses serious health risks due to harmful ingredients such as mercury and hydroquinone. This community engagement aimed to improve cosmetic literacy among high school students in Malang through an interactive storybook titled “Beautiful and Healthy with Pharmacist Rexy.” The program included counseling, group discussions, and the distribution of the storybook to 161 female students from 16 schools. Evaluation was conducted using pre- and post-tests with 20 questions covering cosmetic definitions, active ingredients, safety, and legality. Results showed an increase in average knowledge scores from 73.13 to 78.17 (6.8% improvement) and a rise in the “Good” category from 40% to 55%. The Wilcoxon test revealed a statistically significant difference (p = 0.000). The intervention effectively enhanced students’ understanding of safe cosmetic use and has potential for replication using a train-the-trainer model to create cosmetic literacy ambassadors in schools.