This Author published in this journals
All Journal Warta AKAB
Silvia Rachmy
Program Studi Pengolahan Limbah Industri, Politeknik AKA Bogor Jl. Pangeran Sogiri No.283, Tanah Baru, Bogor Utara, Kota Bogor, Jawa Barat 16154

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

PENGEMBANGAN DAN VALIDASI METODE PENETAPAN KADAR DIFOSFORUS PENTOKSIDA TOTAL DALAM PUPUK ORGANIK SECARA SPEKTROFOTOMETRI SINAR TAMPAK DI PT MITRA AGRO SERVINDO Henny Rochaeny; Candra Irawan; Silvia Rachmy; Amelia Apriani; Akmal Rakhmadi
Journal Warta AKAB Vol 43, No 2 (2019): Warta AKAB
Publisher : Politeknik AKA Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55075/wa.v43i2.121

Abstract

Pengembangan metode penetapan kadar difosforus Pentaoksida (P2O5) total dalam pupuk organik secara spektrofotometri sinar tampak mengacu pada Handbook of Reference Materials for Soil Testing telah dilakukan. Validasi   dilakukan karena pada  metode pengembangan menggunakan objek pupuk organik sedangkan pada metode baku digunakan tanah. Dari hasil penelitian, diperoleh  nilai koefisien korelasi (r) sebesar 0,9995;  limit deteksi metode sebesar 0,0276 dan limit kuantitasi sebesar 0,2761; presisi ripitabilitas dengan nilai % simpangan baku relative (% SBR) sebesar 1,81%;  presisi antara dengan nilai %SBR sebesar 1,83% dan 1,81%;  nilai persen perolehan kembali sebesar (100,98-109,71)%; serta uji ketangguhan memberikan uji F dan uji t antar analis yang tidak berbeda nyata dengan diperoleh nilai fhitung (1,00) ftabel (3,18) dan thitung (1,96) ttabel (2,10).   Pengembangan metode penetapan kadar difosforus Pentaoksidatotal dengan objek pupuk organik secara spektrofotometri sinar tampak,menghasilkan data yang valid. Kata kunci: Difosforus pentaoksida,  pupuk organik, % SBR.
PENGARUH HIPERTERMIA TERHADAP DENYUT JANTUNG EMBRIO AYAM (Gallus sp.) USIA 7 HARI Silvia Rachmy
Journal Warta AKAB Vol 43, No 2 (2019): Warta AKAB
Publisher : Politeknik AKA Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55075/wa.v43i2.126

Abstract

Suhu merupakan faktor penting dalam menentukan perkembangan embrio ayam. Hipertermia dapat menyebabkan kematian embrionik dan salah satu organ yang terpengaruh pada kondisi suhu adalah jantung. Sebanyak enam buah telur ayam dengan umur 7 hari diberikan tiga jenis perlakuan suhu inkubasi, 37 oC, 40 oC, dan 42 oC selama 24 jam.Selain penghitungan denyut jantung embrio, dilakukan juga pengamatan terhadap morfologi embrio. Perlakuan tidak diberikan lebih dari 24 jam karena hal tersebut dapat menyebabkan long-term stress response terhadap embrio ayam.Denyut jantung rata-rata embrio ayam kontrol, yakni ayam inkubasi 37 oC, adalah 63.97 bpm. Berbeda dengan ini, denyut jantung rata-rata ayam inkubasi 40 oC adalah 99 bpm, sedangkan denyut jantung rata-rata ayam inkubasi 42oC adalah 45.17 bpm. Secara keseluruhan, hipertermia dapat meningkatkan dan menurunkan denyut jantung embrio ayam. Kata kunci: Embrio ayam, hipertermia, denyut jantung