Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

PENDAMPINGAN PROSES INTENSIFIKASI USAHA PEMELIHARAAN ITIK MELALUI IMPLEMENTASI TEKNOLOGI BUDIDAYA INTENSIF DI PETERNAK ITIK LOKAL BOYOLALI, JAWA TENGAH Wara Pratitis Sabar Suprayogi; Novi Akhirini; Rendi Fathoni Hadi; Wahyu Setyono; Agung Irawan
SELAPARANG Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 4, No 3 (2021): Agustus
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (389.571 KB) | DOI: 10.31764/jpmb.v4i3.4831

Abstract

ABSTRAKProfit yang dihasilkan dari usaha budidaya itik dipengaruhi oleh manajemen budidaya yang diterapkan oleh peternak. Melalui proses identifikasi masalah dengan observasi dan Focus Group Discussion (FGD), pendampingan proses intensifikasi budidaya dilakukan untuk membekali peternak itik lokal dalam melakukan program budidaya itik yang lebih baik. Tujuan pendampingan usaha budidaya yaitu untuk meningkatkan pengetahuan peternak itik terkait dengan operasional usaha budidaya secara intensif sehingga peternak dapat meningkatkan keuntungan dan keberlangsungan usaha. Metode yang dilakukan adalah melalui pendampingan usaha intensifikasi yang meliputi pelatihan manajemen pemeliharaan itik, sanitasi dan biosecurity, manajemen kandang, pembuatan ransum, manajemen kesehatan, serta proses pemasaran ketika itik pedaging dipanen. Proses pendampingan dilakukan dengan pemeliharaan 300 ekor itik lokal Boyolali selama 45 hari dalam dua siklus produksi. Output yang diperoleh dari proses intensifikasi usaha budidaya ini antara lain adanya perbaikan standar sanitasi dan litter kandang. Selain itu, hasil panen yang diperoleh dapat ditingkatkan sesuai dengan standar performa itik lokal Boyolali, yaitu diperoleh rerata bobot panen sebesar 1,21 kg dengan nilai konversi pakan (feed conversion ratio, FCR) sebesar 3,28 dengan tingkat kematian sebesar 3,8%. Keuntungan yang diperoleh dari usaha budidaya itik intensif rata-rata adalah sebesar Rp. 1.783.500 dalam setiap periode. Disimpulkan, pemeliharaan itik intensif memberikan dampak pertumbuhan itik lebih lebih tinggi dengan masa pemeliharaan lebih singkat (45 hari) dan tingkat kematian rendah sehingga diperoleh profit yang lebih baik. Kata kunci: sistem budidaya intensif; itik lokal; peternak itik. ABSTRACTThe profit generated from the duck farming business is largely determined by management system. Following the problem identification through observation and Focus Group Discussions (FGD), facilitating intensification process in farming system was conducted to improve farmers knowledge in duck farming operation. This program amined to improve farmer knowledge on the intensive farming system thus farmer would gain more profit and sustainabile business. The mentorship program for iintensification process includes facilitation of intensive management system such sanitation and biosecurity processes, cages management, health management, and feed formulation as well as supervision on how to market the birds following harvest period. The mentoring process was carried out by raising 300 local Boyolali ducks for 45 days in two production cycles. The outputs obtained from the intensification program include improvements to sanitation standards and cage litter. In addition, the production obtained increased in accordance with the performance standards of local Boyolali ducks, as seen from the weight performance of 1.21 kg with a feed conversion ratio (FCR) of 3.28 and a mortality rate of 3.8%. The cost benefit obtained from intensive duck farming is Rp. 1,783,500 in each period. It was concluded that intensive duck rearing had a higher impact on duck growth performance with a shorter maintenance period (45 days) and a lower mortality rate so that better profits were obtained. Keywords: duck farmers; intensive farming system; local duck
Pendampingan Peternak Dalam Pengelolaan Ketersediaan Pakan di Kelompok Ternak Maju Tak Gentar Karanganyar, Jawa Tengah Wahyu Setyono; Wahyu Subagio Saputro; Muhammad Arif Darmawan; Aan Andri Yano; Novi Akhirini; Pramita Nindya Saraswati
UN PENMAS (Jurnal Pengabdian Masyarakat untuk Negeri) Vol 5 No 1 (2025): UN PENMAS Vol 5 No 1
Publisher : LPPM Universitas Narotama

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29138/un-penmas.v5i1.3005

Abstract

Ternak domba memiliki posisi yang strategis secara ekonomi untuk kehidupan sosial petani peternak di pedesaan. Strategi peningkatan produktifitas ternak sangat dipengaruhi kontinyuitas pakan secara kualitas dan kuantitas yang seimbang sesuai kebutuhan ternak. Secara umum kontinyuitas hijauan baik secara kualitas dan kuantitas menjadi masalah yang serius dihadapi oleh peternak, khususnya di wilayah Desa Plesungan, Karanganyar, Jawa Tengah. Pengabdian yang dilakukan bertujuan untuk memberi solusi penyediaan pakan yang murah dan kompetitif seperti pemanfaatan hijauan pakan lokal dengan pendekatan metode silase sebagai teknologi konservasi pakan ternak. Silase memiliki kelebihan sebagai pakan ternak yang dapat disimpan dalam waktu yang cukup lama. Oleh karena itu, jenis pakan tersebut dapat digunakan sebagai jaminan kontinyuitas ketersediaan pakan sepanjang waktu pemeliharaan ternak domba. Pelaksanaan kegiatan terdiri dari pengamatan kondisi awal kelompok, penyuluhan, pelatihan pembuatan silase dan pemanfaatan produk hasil pelatihan pada domba miliki kelompok. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan pengetahuan peternak tentang cara membuat silase, identifikasi keberhasilan produk silase, fungsional silase sebagai teknologi konservasi pakan dan aplikasi untuk ternak domba. Palatabilitas ternak domba terhadap silase adalah baik dengan indikasi ternak sangat responsif dengan silase yang diberikan. Sebagai kesimpulan, kegiatan pengabdian masyarakat ini meningkatakan pengetahuan peternak dalam melakukan konservasi pakan ternak untuk mendukung peternakan domba yang berlanjut.