Waisnawa, I Putu Gema Bujangga
Jurusan Teknik Lingkungan Fakultas Teknologi Mineral Universitas Pembangunan Nasional Veteran Yogyakarta

Published : 7 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 7 Documents
Search

Kajian Kualitas Air Terproduksi Minyak Bumi dan Dampaknya Terhadap Pencemaran Air Sungai Dong Rupit Di Kawasan Sumur Tua Minyak Bumi Desa Wonocolo, Bojonegoro, Jawa Timur agus bambang irawan; I Putu Gema Bujangga Waisnawa
Jurnal Ilmiah Lingkungan Kebumian Vol 4, No 2 (2022): March
Publisher : Jurusan Teknik Lingkungan, FTM, Universitas Pembangunan Nasional “Veteran” Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31315/jilk.v4i2.6871

Abstract

Kegiatan penambangan rakyat sumur tua minyak bumi di Desa Wonocolo, Kabupaten Bojonegoro Jawa Timur menghasilkan air terproduksi. Air terproduksi ini berasal dari sumur tua yang jumlahnya lebih dari 200 sumur. Dampak pembuangan air tersebut mengakibatkan pencemaran air Sungai Dong Rupit. Penelitian ini bertujuan mengkaji kualitas air terproduksi sumur tua minyak bumi di Desa Wonocolo dan dampaknya terhadap pencemaran Sungai Dong Rupit. Metode penelitian yang digunakan berupa observasi lapangan. Pengambilan sampel air terproduksi dilakukan berdasarkan lamanya sumur beroperasi, yaitu 2 jam/hari, 5 jam/hari dan 24 jam/hari. Sampel air sungai diambil 5 titik, yang mewakili hulu tengah dan hilir sungai. Hasil uji laboratorium air terproduksi pada ketiga sumur mengandung  unsur-unsur Fe, Cu, Zn, Cl, Br, Ca, Si dan parameter polutan TDS, minyak lemak dan COD tinggi. Sumur minyak bumi yang beroperasi 24 jam/hari mengandung nilai Fe, Br dan Zn tertinggi, dibandingkan dua sumur lainnya.  Kadar Cl, Ca, Cu, Si, COD, TDS, minyak dan lemak tertinggi bisa ditemukan dalam sumur minyak bumi yang beroperasi 5 jam/hari. Sungai Dong Rupit yang berada di sebelah utara kawasan sumur tua minyak bumi Desa Wonocolo tercemar polutan minyak dan lemak. Air Sungai Dong Rupit memiliki kadar TDS, COD, minyak lemak yang sangat tinggi dan telah melebihi baku mutu air kelas 3.
Analisis Kerentanan Kebakaran Hutan dan Lahan di Jalur Pendakian Gunung Merbabu, Sindoro dan Sumbing, Jawa Tengah. Novia Mawar Sari; I Putu Gema Bujangga Waisnawa
KURVATEK Vol 8 No 1 (2023): Energy Management and Sustainable Environment
Publisher : Institut Teknologi Nasional Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33579/krvtk.v8i1.4025

Abstract

Kebakaran hutan dan lahan merupakan bencana yang terjadi berulangkali di Indonesia yang dapat menyebabkan kerusakan hutan dan lahan. Faktor – faktor yang menyebabkan kebakaran hutan dan lahan yakni faktor kondisi alam seperti kondisi tutupan lahan, jenis tanah, dan kondisi iklim seperti fenomena El-Nino yang dapat menyebabkan kemarau panjang sehingga dapat memicu terjadinya kekeringan pada vegetasi dan berpotensi terbakar apabila terkena api. Faktor manusia seperti kelalaian dalam berkegiatan juga berpeluang menyebabkan kebakaran. Analisis kerentanan ini dilakukan secara spasial dengan menggabungkan semua komponen penyusun kerentanan, di mana masing – masing komponen kerentanan diperoleh sebagai hasil dari proses penggabungan beberapa parameter. Penelitian ini diarahkan untuk mengkaji kerentanan di daerah penelitian (jalur pendakian Gunung Merbabu, Sindoro dan Sumbing) dan memperoleh kesimpulan dalam hal Potensi Kerugian Ekonomi, Potensi Kerugian Lingkungan dan Kelas Kerentanan di daerah penelitian. Pentingnya upaya menjaga kelestarian lingkungan gunung-gunung tersebut menjadi tanggung jawab kita semua, terkhusus para penggiat alam agar alam pegunungan ini dapat diwariskan ke generasi berikutnya. Hal ini sejalan dengan salah satu tujuan Pembangunan Berkelanjutan Berwawasan Lingkungan atau Suistanable Development Goals (SDGs) Indonesia, yang pada tahun 2030, memiliki target bahwa semua orang sadar akan pembangunan berkelanjutan dan menjalankan gaya hidup berwawasan lingkungan.
Analisis Bahaya Kebakaran Hutan dan Lahan di Jalur Pendakian Gunung Merbabu, Gunung Sindoro dan Gunung Sumbing, Jawa Tengah Putu Gema Bujangga Waisnawa; Novia Mawar Sari; Agus Bambang Irawan
Jurnal Ilmiah Lingkungan Kebumian Vol 5, No 2 (2023): March
Publisher : Jurusan Teknik Lingkungan, FTM, Universitas Pembangunan Nasional “Veteran” Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31315/jilk.v5i2.9300

Abstract

Kebakaran hutan dan lahan adalah suatu kondisi bahaya yang terjadi, yang melibatkan unsur panas, bahan bakar dan udara / oksigen (lazim disebut segitiga api) yang bisa mengakibatkan kerusakan hutan dan atau hasil hutan yang menimbulkan kerugian ekonomis dan atau nilai lingkungan (Peraturan Menteri Kehutanan, 2009). Kebakaran hutan dan lahan secara garis besar disebabkan oleh 2 faktor yakni faktor alami dan faktor aktivitas manusia yang di luar kontrol dan tidak bertanggungjawab. Pengaruh iklim global El-Nino yang menyebabkan kemarau berkepanjangan membuat vegetasi menjadi kering dan gersang dan sangat gampang terbakar jika terkena percikan api. Di sisi lain, faktor manusia dan kegiatannya yang di luar kontrol terutama yang berkaitan dengan pembakaran sengaja untuk pembukaan lahan juga menjadi faktor penyebab kebakaran hutan dan lahan. Penelitian ini diarahkan untuk mengkaji bahaya (hazard) kebakaran hutan dan lahan dengan pendekatan analisis kuantitatif berupa pembobotan (scoring) dan penampalan (overlay), dengan hasil akhir berupa indeks bahaya kebakaran hutan dan lahan, luasan kelas bahaya administratif dan penyajian peta bahaya kebakaran hutan dan lahan untuk gunung Merbabu, Sindoro dan Sumbing. Pengecekan lapangan dilakukan sebagai upaya supervisi hasil analisis dan kajian agar tersaji kajian bahaya kebakaran hutan dan lahan yang akurat.
Synthesis of Synthetic Brine to Estimate Carbonate Scale Index in Oil Industry Nugraha, Fanata Yudha; Asmorowati, Dewi; Saputra, Ega Dimas; Astuti, Dian Indri; Tony, Brian; Waisnawa, I Putu Gema Bujangga
Journal of Petroleum and Geothermal Technology Vol. 5 No. 2 (2024): November
Publisher : Universitas Pembangunan Nasional "Veteran" Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31315/jpgt.v5i2.13636

Abstract

The decreased oil production due to scaling in production equipment results in costs. In oil wells, ions such as calcium, barium, carbonate, sulfate, magnesium, sodium, and chloride are commonly present in formation water. Excessive solubility of ions can trigger precipitation or what is often called scale. This study focuses on creating synthetic brine with a composition resembling field formation water as an alternative solution for rapid laboratory-scale measurement of the scale index. In this study focus on carbonate and bicarbonate scale. The stages of the research involves synthetic brine preparation, physical and chemical testing of the brine, comparison with formation water, and calculation of the Stability Index (SI) using Stiff & Davis method. The results indicate that synthetic brine can be prepared based on laboratory analysis of field samples by estimating the materials and masses present in formation water, thus allowing replication using natural or chemical materials in the laboratory while considering parameters such as pressure, temperature, and pH during the manufacturing process. The pH significantly impacts the risk of scale formation, where a slightly basic pH, around pH 8, supports higher concentrations of carbonate ions (CO32-) and bicarbonate ions (HCO3-), thereby increasing the risk of scale formation.
Perbandingan Status Mutu Air Sungai Bengawan Solo 2020-2022 dengan Metode STORET dan Metode Indeks Pencemaran Nuha Amiratul Afifah; Riska Aprilia Triyadi; Herwin Lukito; Aditya Pandu Wicaksono; I Putu Gema Bujangga Waisnawa; Asep Mulyana
Jurnal Ilmu Lingkungan Vol 23, No 3 (2025): May 2025
Publisher : School of Postgraduate Studies, Diponegoro Univer

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/jil.23.3.742-750

Abstract

Sungai Bengawan Solo merupakan salah satu sungai terpanjang di Pulau Jawa yang memiliki peran krusial bagi kehidupan masyarakat sekitarnya sebagai sumber air baku, irigasi, dan transportasi. Namun, sungai ini menghadapi masalah pencemaran yang serius, yang berasal dari limbah industri, pertanian, dan rumah tangga. Pencemaran air dapat memberikan dampak negatif pada kesehatan manusia dan lingkungan, serta mengancam keberlanjutan ekosistem sungai. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk membandingkan dua metode penetapan status mutu air, yaitu Metode STORET dan Metode Indeks Pencemaran, dalam mengevaluasi kualitas air Sungai Bengawan Solo. Metode penelitian ini menggunakan sampel air dari Sungai Bengawan Solo di pos pemantauan Juranggempal, Wonogiri, Jawa Tengah, dari tahun 2020 hingga 2022. Parameter kualitas air yang dianalisis mencakup pH, oksigen terlarut, BOD, COD, TSS, fosfat, nitrat, dan fecal Coliform, sesuai dengan Peraturan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan nomor 27 Tahun 2021. Hasil analisis menunjukkan bahwa kualitas air Sungai Bengawan Solo terburuk pada bulan Desember 2020, Mei, Oktober, dan November 2021, serta Januari dan Juni 2022, dengan beberapa parameter tidak memenuhi baku mutu. Berdasarkan analisis Metode STORET, status mutu air Sungai Bengawan Solo terkategori sebagai Cemar Sedang pada tahun 2020 dan Cemar Berat pada tahun 2021 dan 2022. Sedangkan, berdasarkan Metode Indeks Pencemaran, status mutu air terkategori sebagai Cemar Berat pada tahun 2020 dan 2022, serta Cemar Sedang pada tahun 2021. Perbedaan hasil analisis status mutu air Sungai Bengawan Solo disebabkan oleh perbedaan karakteristik dan sensitivitas antara kedua metode.
Penilaian Kegiatan Reklamasi Tahap Penatagunaan Lahan dan Revegetasi di Area Reklamasi Pit Utara PT. X, Sumatera Selatan Salsabilla Intan Maharastu; Johan Danu Prasetya; I Putu Gema Bujangga Waisnawa; Muammar Gomareuzzaman; Farida Afriani Astuti
Prosiding Seminar Nasional Teknik Lingkungan Kebumian SATU BUMI Vol 7 No 1 (2025): PROSIDING SEMINAR NASIONAL TEKNIK LINGKUNGAN KEBUMIAN (SATU BUMI) KE-VII
Publisher : UPN "Veteran" Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31315/psb.v7i1.16814

Abstract

Penelitian ini dilakukan pada area reklamasi Pit Utara PT. X di Kecamatan Rawas Ilir, Kabupaten Musi Rawas Utara, Sumatera Selatan, dengan tujuan untuk menilai pencapaian kegiatan reklamasi tahap penatagunaan lahan dan revegetasi berdasarkan Keputusan Menteri ESDM No. 1827 K/30/MEM/2018. Pengumpulan data dilakukan melalui survei dan pemetaan lapangan, pengukuran tanaman menggunakan simple random sampling pada petak berukuran 40 × 25 m, serta pengambilan sampel tanah secara purposive sampling untuk dianalisis di laboratorium. Kondisi kesehatan tanaman diukur dengan metode non-destruktif, sedangkan metode skoring digunakan untuk menilai pencapaian setiap parameter kegiatan reklamasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tahap penatagunaan lahan memperoleh nilai 57,75% dari bobot 60%, mengindikasikan bahwa penataan lahan telah berjalan baik meskipun masih ditemukan erosi alur dan saluran drainase yang belum berfungsi optimal. Tahap revegetasi memperoleh nilai 18,25% dari bobot 20%, dengan belum terealisasinya tanaman penutup dan rendahnya tingkat kesuburan tanah. Secara keseluruhan, kedua tahapan tersebut menghasilkan capaian 76% dari total 80%, yang termasuk kategori baik namun belum maksimal karena tahap penyelesaian akhir belum dapat dinilai.
Indeks Kekritisan Mata Air Clereng di Kalurahan Sendangsari, Kapanewon Pengasih, Kabupaten Kulon Progo, Daerah Istimewa Yogyakarta Stefani Dian Setyawati; Herwin Lukito; Aditya Pandu Wicaksono; I Putu Gema Bujangga Waisnawa; Andi Renata Ade Yudono
Prosiding Seminar Nasional Teknik Lingkungan Kebumian SATU BUMI Vol 7 No 1 (2025): PROSIDING SEMINAR NASIONAL TEKNIK LINGKUNGAN KEBUMIAN (SATU BUMI) KE-VII
Publisher : UPN "Veteran" Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31315/psb.v7i1.16816

Abstract

Mata Air Clereng merupakan salah satu sumber air baku utama yang dimanfaatkan oleh PDAM Tirta Binangun untuk memenuhi kebutuhan air bersih masyarakat di Kabupaten Kulon Progo. Peningkatan jumlah penduduk berpotensi meningkatkan kebutuhan air sehingga perlu dilakukan evaluasi terhadap keseimbangan antara ketersediaan dan kebutuhan air. Penelitian ini bertujuan menganalisis tingkat kekritisan Mata Air Clereng menggunakan metode kuantitatif, yaitu Indeks Kekritisan Air (IKA). Proyeksi jumlah penduduk dihitung menggunakan metode geometrik, sedangkan kebutuhan air domestik mengacu pada SNI 19-6728.1-2002 sebesar 60 liter/orang/hari. Ketersediaan air dihitung berdasarkan debit rata-rata mata air sebesar 125 liter/detik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada tahun 2025 nilai IKA sebesar 33,11% (belum kritis), meningkat menjadi mendekati kritis pada tahun 2040, kritis pada tahun 2054, dan diproyeksikan sangat kritis pada tahun 2064 ketika kebutuhan air melampaui ketersediaan air.