Claim Missing Document
Check
Articles

STUDI KELAYAKAN PENENTUAN TEMPAT PEMROSESAN AKHIR SAMPAH (TPA) DI PULAU BINTAN PROPINSI KEPULAUAN RIAU Irawan, Agus Bambang; Ade Yudono, Andi Renata
Jurnal Ilmu Lingkungan Vol 12, No 1 (2014): April 2014
Publisher : School of Postgraduate Studies, Diponegoro Univer

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (332.214 KB) | DOI: 10.14710/jil.12.1.1-11

Abstract

ABSTRAK Sampah sebagai material sisa dari berbagai aktifitas atau kegiatan dalam kehidupan manusia maupun sebagai hasil dari suatu proses alamiah sering menimbulkan permasalahan serius di wilayah-wilayah yang sedang berkembang seperti Pulau Bintan. Pulau Bintan adalah salah satu pulau terbesar yang terletak di Provinsi Kepulauan Riau. Pulau Bintan, selain sebagai daerah pertambangan, juga sebagai salah satu daerah tujuan wisata baik bagi wisatawan domestik ataupun wisatawan luar negeri dikarenakan terletak pada posisi geografis yang sangat strategis. Di samping itu, jumlah penduduk Pulau Bintan yang selalu bertambah tiap tahunnya menyebabkan peningkatan volume sampah. Hal ini menyebabkan penyediaan lahan untuk pemrosesan akhir sampah mendesak untuk dilakukan. Penelitian ini bertujuan mengkaji kelayakan lokasi TPA tingkat regional dan tahap penyisih di Pulau Bintan. Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian observasi dengan melakukan survey lapangan dan instansional. Data-data yang diperoleh dianalis dengan bantuan sistem informasi geografis. Penelitian ini berdasar pada SNI sebagai pedoman dalam penentuan lokasi TPA. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Pulau Bintan mempunyai wilayah datar sampai perbukitan bergelombang dengan kondisi batuan didominasi  batuan beku yaitu Batu Andesit, Batu Pasir Tufan, dan Batu Granit. Zona layak dan tidak layak TPA tingkat regional di Pulau Bintan terletak pada semua wilayah studi baik pada Kabupaten Bintan maupun Kota Tanjungpinang. Penyisihan dari zona layak tersebut menghasilkan tiga calon lokasi TPA dengan lokasi yang paling sesuai berada di Kecamatan Gunung Kijang dengan luasan + 40 Ha. Kapasitas sampah yang masuk di TPA sampai dengan tahun 2033 sebesar 30 Ha jika digunakan teknologi reusable sanatary landfill. Kata kunci: sampah, reusable sanatary landfill, sistem informasi geografis, batuan beku
POTENSI KETERSEDIAAN AIR PADA RUAS BEKAS SUNGAI DI DESA KENEP, KECAMATAN SUKOHARJO, KABUPATEN SUKOHARJO, JAWA TENGAH Ade Yudono, Andi Renata; Mulyawan, Wahyu Mukti; Sungkowo, Andi
Jurnal Spasial Vol 7, No 2 (2020)
Publisher : Program Studi Pendidikan Geografi STKIP PGRI Sumatera Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22202/js.v7i2.4244

Abstract

Desa Kenep, Kecamatan Sukoharjo, Kabupaten Sukoharjo, Provinsi Jawa Tengah merupakan wilayah yang dilalui proyek pelurusan Sungai Bengawan Solo sebagai upaya mitigasi banjir, yang mengakibatkan terbentuknya Ruas Bekas Sungai. Ruas bekas sungai tersebut dimanfaatkan oleh masyarakat sebagai sumber air irigasi lahan pertanian, namun saat musim kemarau ketersediaan air pada ruas bekas sungai menurun karena air yang masuk ke ruas bekas sungai yang berasal dari curah hujan, air limpasan dan saluran inlet tidak dapat tertampung secara efesien. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui ketersediaan air yang terdapat pada ruas bekas sungai.Metode penelitian yang digunakan yaitu survey, pemetaan, dan matematis. Perhitungan ketersediaan air menggunakan Metode Neraca Air dengan parameter yang dibutuhkan presipitasi, evapotranspirasi, air limpasan, dan kapasitas infiltrasi. Hasil penelitian menunjukkan ketersediaan air pada ruas bekas sungai yaitu 897.484,236 m3/tahun. Berdasarkan potensi ketersediaan tersebut menunjukkan kondisi surplus 11 bulan dan defisit 1 bulan, Penurunan ketersediaan air terjadi pada musim kemarau terutama pada bulan Agustus yang menunjukkan kondisi defisit yang dipengaruhi oleh pemanfaatan air untuk lahan pertanian sebelah timur ruas bekas sungai.
TINGKAT EROSI PADA LAHAN YANG BERBATUAN DASAR BATUAN BEKU DAN BATUAN METAMORF DI DESA TAWANGREJO DAN GUNUNGGAGAJAH, KECAMATAN BAYAT, KABUPATEN KLATEN, PROVINSI JAWA TENGAH Andi Renata Ade Yudono; Andi Sungkowo
Bumi Lestari Journal of Environment Vol 15 No 1 (2015)
Publisher : Environmental Research Center (PPLH) of Udayana University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The study area consists of 2 (two) landforms, the hill and the ridge. The hill and the ridge  withslope varied have different rock composition, such as igneous and metamorphic rocks. Besidesthat the landcover of the two landforms also has different variety. These characteristics areexpected to affect the rate of erosion. The purpose of this study were (i) To analyze thecharacteristics of the land parameter from both landforms with different rock units, as thefactors that influence the differences in the level of erosion (ii) To determine the difference ofthe rate of erosion at the igneous and metamorphic bed rocks.Research methodology that have done were survey and mapping. The level of erosion isknown from the results of direct measurements by the method of small plots on each land unit.The survey results revealed that the rate of erosion on the rock units schist (metamorphicrocks) is greater than the unit gabbro rock (igneous). Differences in the level of erosion isinfluenced by rock units, thick soil, slope, and land use.
Kajian Kerentanan Kualitas Air Bawah Tanah Terhadap Potensi Pencemaran Industri Kerajinan Logam di Yogyakarta Larasati Damarswasty; Ika Wahyuning Widiarti; Andi Renata Ade Yudono
Jurnal Ilmiah Lingkungan Kebumian Vol 4, No 1 (2021): Vol 4, No 1 (2021): September 2021
Publisher : Jurusan Teknik Lingkungan, FTM, Universitas Pembangunan Nasional “Veteran” Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Indonesia memiliki banyak sentra industri kerajinan logam yang salah satunya terletak di Desa Purbayan dan sekitarnya. Limbah cair industri kerajinan logam yang belum terolah dengan baik dan langsung dibuang ke lubang resapan tanah dapat meningkatkan potensi pencemaran air bawah tanah. Penelitian ini dilakukan untuk mengkaji kerentanan kualitas air bawah tanah potensial dan aktual terhadap potensi pencemaran Desa Purbayan dan sekitarnya dengan metode DRASTIC modifikasi. Parameter yang digunakan dalam proses penentuan kerentanan potensial antara lain kedalaman muka air bawah tanah, net recharge, media akuifer, tekstur tanah, kemiringan lereng, media zona tak jenuh, dan konduktivitas hidraulik, serta penentuan kerentanan aktual dengan tambahan parameter penggunaan lahan. Berdasarkan hasil penelitian, daerah penelitian memiliki tingkat kerentanan potensial termasuk sangat tinggi dengan skor ≥153 yang mencakup seluruh daerah penelitian. Sedangkan kerentanan aktual diklasifikasikan dalam 2 kelas yaitu tinggi dengan skor 153-176 dan sangat tinggi dengan skor ≥177 yang mendominasi daerah penelitian. Tingginya tingkat kerentanan banyak dipengaruhi oleh kedalaman muka air bawah tanah yang dangkal dan keberadaan industri sebagai potensi sumber pencemar di daerah penelitian. Hasil yang diperoleh diharapkan dapat menjadi acuan dalam upaya melindungi kualitas air bawah tanah di masa mendatang.
Arahan Konservasi Pada Zonasi Daerah Imbuhan Mata Air di Dusun Plesedan, Desa Srimulyo, Kecamatan Piyungan Kabupaten Bantul, D.I Yogyakarta Dika Maknalia Prastiwi; Eni Muryani; Andi Renata Ade Yudono
Jurnal Ilmiah Lingkungan Kebumian Vol 1, No 2 (2019): Vol1,No 2(2019): Maret 2019
Publisher : Jurusan Teknik Lingkungan, FTM, Universitas Pembangunan Nasional “Veteran” Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31315/jilk.v1i2.3284

Abstract

Determination of springs replenishment area based on the criteria of the Minister of Public Works Regulation No. 02 of 2013 is the key in proper and efficient springs management engineering. The recharge area that is not managed properly contributes to influencing the flow of the spring. The absence of management of catchment areas causes a decrease in the number of springs. The area of interest of the spring studied was classified based on rainfall, soil texture, land use, and slope. The aim of this study is to determine the criteria for spring water supply areas based on the scoring of Ministerial Regulation No.2 of 2013. The research sites were in Plesedan Village, Srimulyo Sub District, Piyungan District, Bantul Regency, D.I Yogyakarta Province. Determining the location of the springs recharge area based on Minister of Energy and Mineral Resources Regulation No. 13 of 2009, which is evaluated using the Minister of Public Works Regulation No. 02 of 2013. The method used includes survey and mapping methods to determine the condition of existing spring springs, as well as mathematical analysis methods for calculating the scoring of spring springs. The Grab sampling method was used to determine the texture of the soil at the study site. The results of the study found that the zoning of the springs area was divided into two categories. The bad category area has a score of 4-12 and the good category has a score of <12-20. The direction for managing the spring extension area is then adjusted to the zoning of the recharge area at the research location. Management of bad recharge by using drainage channel, and for good recharge areas vegetation method approaches are carried out. Keywords: Recharge Area, Springs, Conservation of Recharge Area, Geospatial Analysis.
Analisis Dampak Erosi Terhadap Kapasitas Sungai Mati Di Kecamatan Tawangsari Dan Kecamatan Sukoharjo Andi Renata Ade Yudono; Andi Sungkowo; Muammar Gomareuzzaman
Jurnal Mineral, Energi dan Lingkungan Vol 4, No 1 (2020): Juni
Publisher : Fakultas Teknologi Mineral, Universitas Pembangunan Nasional (UPN)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (20.098 KB) | DOI: 10.31315/jmel.v4i1.3190

Abstract

Dampak pelurusan sungai di Kecamatan Tawangsari dan Kecamatan Sukoharjo mengakibatkan terbentuknya Sungai Mati. Akibat dari proses alam dan aktivitas manusia menyebabkan terjadinya degradasi lingkungan seperti pendangkalan yang disebabkan oleh erosi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui berapa besar erosi yang terjadi dan pengaruh terhadap kapasitas Sungai Mati. Metode yang digunakan pada penelitian ini menggunakan metode survei, pemetaan, dan wawancara. Untuk metode analisis erosi menggunakan metode USLE yang parameter-parameternya antara lain : Faktor erosivitas hujan (R) yang dihitung dari interpretasi data hujan; Faktor tanaman (C) dan faktor pengelolaan lahan (P) ditentukan dari peta tataguna lahan; Faktor panjang dan kemiringan lereng (LS) dihitung dari data topografi yang didapatkan dari pengukuran lapangan; dan Faktor erodibilitas tanah (K) ditentukan dari analisis jenis tanah. Sedangkan untuk mengetahui pengaruh erosi terhadap kapasitas Sungai Mati menggunakan analisis spasial. Berdasarkan dari hasil analisis dengan menggunakan metode USLE didapatkan hasil bahwasannya ada 73 lokasi di daerah penelitian yang berbeda besar erosinya, sedangkan untuk total erosi keseluruhan yang terdapat di daerah penelitian sebesar 37.704,42 Ton/Ha/thn atau 10.329,98 Ton/Ha/hari atau 29.251,25 m3/Ha/hari. Erosi yang terjadi tersebut dapat mengurangi kapasitas Sungai Mati yang semula (eksisting) sebesar 49.329,075 m3 menjadi 20.077,825 m3 m3/hari.
Pengelolaan Mata Air Karst Sebagai Sumber Air Domestik Di Dusun Duwet, Desa Purwodadi, Kecamatan Tepus, Gunung Kidul, D.I. Yogyakarta Mufi Bustomi Anam; Sari Bahagiarti Kusumayudha; Andi Renata Ade Yudono
Jurnal Mineral, Energi dan Lingkungan Vol 4, No 2 (2020): Desember
Publisher : Fakultas Teknologi Mineral, Universitas Pembangunan Nasional (UPN)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31315/jmel.v4i2.3670

Abstract

ABSTRAKAir merupakan salah satu kebutuhan pokok bagi kehidupan manusia. Dusun Duwet, Desa Purwodadi termasuk kawasan bentang alam karst yang memiliki tingkat kelangkaan air tinggi. Pada daerah tersebut terdapat tiga mata air yang mengalir sepanjang tahun, namun pada musim kemarau debit mata air mengalami penurunan kuantitas. Tujuan penelitian ini yaitu menyusun cara pengelolaan mata air pada daerah karst untuk digunakan sebagai sumber air domestik. Metode penelitian yang digunakan yaitu survei dan pemetaan lapangan, matematis dengan menghitung debit mata air dan volume bak penampung, evaluasi, dan wawancara. Karakteristik mata air yang dikaji meliputi sebaran dan tipe mata air berdasarkan debit. Potensi mata air diketahui dari kuantitas dan kualitas air. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ketiga mata air termasuk tipe perlapisan/kontak dengan sifat pengaliran menahun (perenial springs). Berdasarkan kelas debit mata air Kaliwonosari dan Kaliduren termasuk kelas sedang, sedangkan Luweng Nglibeng termasuk kelas tinggi. Secara umum kualitas air pada ketiga mata air baik untuk digunakan keperluan domestik sehari-hari. Pengelolaan mata air dilakukan secara teknik dengan pembuatan teras bangku dan sarana Perlindungan Mata Air (PMA) dengan pendekatan berbasis masyarakat dan pemerintah. Kata kunci: mata air, karst, karakteristik, potensi, konservasi
Analisis Dampak Erosi Terhadap Kapasitas Sungai Mati Di Kecamatan Tawangsari Dan Kecamatan Sukoharjo Andi Renata Ade Yudono; Andi Sungkowo; Muammar Gomareuzzaman
Jurnal Mineral, Energi dan Lingkungan Vol 4, No 1 (2020): Juni
Publisher : Fakultas Teknologi Mineral, Universitas Pembangunan Nasional (UPN)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31315/jmel.v4i1.3190

Abstract

Dampak pelurusan sungai di Kecamatan Tawangsari dan Kecamatan Sukoharjo mengakibatkan terbentuknya Sungai Mati. Akibat dari proses alam dan aktivitas manusia menyebabkan terjadinya degradasi lingkungan seperti pendangkalan yang disebabkan oleh erosi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui berapa besar erosi yang terjadi dan pengaruh terhadap kapasitas Sungai Mati. Metode yang digunakan pada penelitian ini menggunakan metode survei, pemetaan, dan wawancara. Untuk metode analisis erosi menggunakan metode USLE yang parameter-parameternya antara lain : Faktor erosivitas hujan (R) yang dihitung dari interpretasi data hujan; Faktor tanaman (C) dan faktor pengelolaan lahan (P) ditentukan dari peta tataguna lahan; Faktor panjang dan kemiringan lereng (LS) dihitung dari data topografi yang didapatkan dari pengukuran lapangan; dan Faktor erodibilitas tanah (K) ditentukan dari analisis jenis tanah. Sedangkan untuk mengetahui pengaruh erosi terhadap kapasitas Sungai Mati menggunakan analisis spasial. Berdasarkan dari hasil analisis dengan menggunakan metode USLE didapatkan hasil bahwasannya ada 73 lokasi di daerah penelitian yang berbeda besar erosinya, sedangkan untuk total erosi keseluruhan yang terdapat di daerah penelitian sebesar 37.704,42 Ton/Ha/thn atau 10.329,98 Ton/Ha/hari atau 29.251,25 m3/Ha/hari. Erosi yang terjadi tersebut dapat mengurangi kapasitas Sungai Mati yang semula (eksisting) sebesar 49.329,075 m3 menjadi 20.077,825 m3 m3/hari.
Pengelolaan Mata Air Karst Sebagai Sumber Air Domestik Di Dusun Duwet, Desa Purwodadi, Kecamatan Tepus, Gunung Kidul, D.I. Yogyakarta Mufi Bustomi Anam; Sari Bahagiarti Kusumayudha; Andi Renata Ade Yudono
Jurnal Mineral, Energi dan Lingkungan Vol 4, No 2 (2020): Desember
Publisher : Fakultas Teknologi Mineral, Universitas Pembangunan Nasional (UPN)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31315/jmel.v4i2.3670

Abstract

ABSTRAKAir merupakan salah satu kebutuhan pokok bagi kehidupan manusia. Dusun Duwet, Desa Purwodadi termasuk kawasan bentang alam karst yang memiliki tingkat kelangkaan air tinggi. Pada daerah tersebut terdapat tiga mata air yang mengalir sepanjang tahun, namun pada musim kemarau debit mata air mengalami penurunan kuantitas. Tujuan penelitian ini yaitu menyusun cara pengelolaan mata air pada daerah karst untuk digunakan sebagai sumber air domestik. Metode penelitian yang digunakan yaitu survei dan pemetaan lapangan, matematis dengan menghitung debit mata air dan volume bak penampung, evaluasi, dan wawancara. Karakteristik mata air yang dikaji meliputi sebaran dan tipe mata air berdasarkan debit. Potensi mata air diketahui dari kuantitas dan kualitas air. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ketiga mata air termasuk tipe perlapisan/kontak dengan sifat pengaliran menahun (perenial springs). Berdasarkan kelas debit mata air Kaliwonosari dan Kaliduren termasuk kelas sedang, sedangkan Luweng Nglibeng termasuk kelas tinggi. Secara umum kualitas air pada ketiga mata air baik untuk digunakan keperluan domestik sehari-hari. Pengelolaan mata air dilakukan secara teknik dengan pembuatan teras bangku dan sarana Perlindungan Mata Air (PMA) dengan pendekatan berbasis masyarakat dan pemerintah. Kata kunci: mata air, karst, karakteristik, potensi, konservasi
Zonasi Tingkat Kerawanan Banjir Pada Ruas Bekas Sungai di Kabupaten Sukoharjo Agra Kurnia Saputra; Dian Hudawan Santoso; Andi Renata Ade Yudono
JURNAL GEOGRAFI Vol 12, No 1 (2020): JURNAL GEOGRAFI
Publisher : Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/jg.v12i01.14390

Abstract

AbstractKecamatan Tawangsari dan Kecamatan Sukoharjo, Kabupaten Sukoharjo, Provinsi Jawa Tengah merupakan wilayah yang dilalui proyek pelurusan Sungai Bengawan Solo. Setelah dilakukan pelurusan Sungai Bengawan Solo timbul masalah baru, yaitu munculnya beberapa ruas bekas sungai. Pada awal tahun 2006 terjadi bencana banjir di sekitar ruas bekas sungai akibat masuknya aliran dari Sungai Bengawan Solo melalui ruas bekas sungai sehingga menggenangi permukiman dan lahan pertanian. Berdasarkan hal tersebut, ruas bekas sungai belum dikelola dengan baik sehingga menimbulkan masalah lingkungan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat kerawanan banjir di kawasan sekitar ruas bekas sungai di lokasi penelitian. Metode yang digunakan dalam pengumpulan data adalah metode survei dan pemetaan lapangan serta metode skoring dan pembobotan. Skoring dan pembobotan dilakukan terhadap beberapa parameter, yaitu curah hujan, kemiringan lereng, jenis tanah, penggunaan lahan, elevasi, dan jarak wilayah dengan sungai (buffer). Zonasi kerawanan banjir didapatkan dengan metode skoring dan pembobotan berdasarkan parameter tersebut. Hasil penelitian menunjukkan di lokasi penelitian terdiri dari 3 zona kerawanan banjir yaitu kerawanan rendah sebesar 66,7%, kerawanan sedang sebesar 27,75%, dan kerawanan tinggi sebesar 5,55% dari total luas daerah penelitian.Kata kunci: Kerawanan Banjir, Ruas Bekas Sungai, Zonasi Tawangsari Subdistrict and Sukoharjo Subdistrict, Sukoharjo Regency, Central Java Province are the areas that have passed the Bengawan Solo River alignment project. After rectifying the Bengawan Solo River, a new problem arose, namely the emergence of several ex-river segments called billabong. In the early of 2006 there was a flood around the former river section due to the influx of flow from the Solo River along the former river section so that it inundated settlements and agricultural land. Based on this, the former river section has not been managed well, causing environmental problems. This study aims to determine the use of the former river section as a flood disaster control engineering. This study aims to determine the level of flood vulnerability in the area around the former river section of the study location. The methods used in data collection are survey and field mapping methods as well as scoring and weighting methods. Scoring and weighting are carried out on several parameters, namely rainfall, slope, soil type, land use, elevation, and distance of the area from the river (buffer). Zoning of flood hazard is obtained by scoring and weighting methods based on these parameters. The research area has three flood vulnerability zones, namely low vulnerability with 66,7%, moderate vulnerability with 27,75%, and high vulnerability level with 5,55% of the total area of the study area.Key words: Flood Hazard, Billabong, Zoning
Co-Authors Aditya Pandu Wicaksono Aditya Pandu Wicaksono Aditya Pandu Wicaksono Agra Kurnia Saputra Agus Bambang Irawan Agus Bambang Irawan Aila Triana Devi Akhmad Pancang Bintang Kusuma Amir, Dhiya Ulhaq Rozani Anasstasia, Titi Tiara Andi Sungkowo Andi Sungkowo Andi Sungkowo Andi Sungkowo, Andi Angger Yasmin Winahyu Siwi Annisa Luthfia Arham Aminush Shidqi Arin Shabira Asrifah, Rr. Dina Ayu Utami Ayu Utami Ayu Utami, Ayu Bramantio Dzaki Wirayuda Bumi Lloyd Marsha Sugiarto Cahyono Ikhsan Conradus Danisworo Danisworo, Conrad Deni Rahman Saputra Devi, Aila Triana Dhiya Ulhaq Rozani Amir Dian Hudawan Santoso Dika Maknalia Prastiwi Dimas Aulia Fadli Distika Pratiwi Eni Muryani Gomareuzzaman, Muammar Herwin Lukito, Herwin Ika Wahyuning Widiarti Ika Wahyuning Widiarti Iqbal Samusa Ihsan Usama Irfan Yusuf Bachtiar Isna Rahma Indah Sari Jatmiko, Novani Rahayu Ramadhanti Jwalita, Aliendina Kristanto, Wisnu Aji Dwi Lailiyatun Ni’ma Larasati Damarswasty Muammar Gomareuzzaman Muammar Gomareuzzaman Muammar Gomareuzzaman Mufi Bustomi Anam Muhammad Rizky Yunianto Mulyawan, Wahyu Mukti Nandra Eko Nugroho Nugroho, Nandra Eko Partoyo Partoyo Partoyo, Partoyo Perwira Mutaqi Prasetya, Johan Danu Pratiwi, Distika Puji Pratiknyo Purwanta, Jaka Romizah, Hafidz RR Dina Asrifah Rr. Dina Asrifah Salma Ayunda Nur Raisa Saputra, Deni Rahman Sari Bahagiarti Kusumayudha Sari Bahagiarti Kusumayudha Sefira Sertiteny Sertiteny, Sefira Shella Angeli Sugiarto, Bumi Lloyd Marsha Sugiman Setyo Wardoyo Suharwanto Suharwanto Sukmawati, Anak Agung Nila Suntoro Suntoro Titi tiara Anasstasia Ulul Albab Veronika Cendi Prameswari Putri Wirayuda, Bramantio Dzaki Wisnu Aji Dwi Kristanto Wiwik Wulandari Wiwik Wulandari, Wiwik Yulanda Kurnia Pradani Yunianto, Muhammad Rizky