Anna Millizia
Fakultas Kedokteran Universitas Malikussaleh

Published : 3 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

General Anestesi pada Pasien Wound Dehiscence post Mandibulectomi a/i tumor Mandibula Sinistra Susp. Ganas Anna Millizia; Muhammad Khalilul Akbar; Ridhalul Ikhsan; Arini Nashirah; Lambang Rizki Perwira
AVERROUS: Jurnal Kedokteran dan Kesehatan Malikussaleh Averrous, Vol. 8 No.2 November 2022
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Malikussaleh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/averrous.v8i2.8922

Abstract

Setiap  tindakan  bedah  memiliki  risiko  terjadinya  komplikasi  yang  dapat  berasal dari  faktor  pasien  ataupun  faktor  kebersihan  dari  ruangan  operasi,  dan  dokter bedah  yang  dapat  menentukan  keberhasilan dalam proses  penyembuhan dari luka pasca operasi   tersebut. Mandibulektomi adalah operasi untuk membuka mandibula dengan maksud untuk mengetahui dan memperbaiki kerusakan di daerah mandibula atau rahang bawah. Pasien berusia 34 tahun didiagnosis dengan tumor mandibula sisnistra suspek ganas telah menjalani operasi mandibulektomi (pengangkatan tumor) pada tanggal 19 April 2022, 3 hari setelah operasi, luka operasi mengeluarkan nanah dan ada benang yang terlepas. Pasien juga mengeluhkan nyeri pada luka operasi dengan intensitas nyeri sedang dan dirasakan sesekali. Nyeri akan bertambah berat ketika dilakukan penekanan pada luka. Pasien dilakukan operasi ulang berupa secondary hecting menggunakan anestesi umum dengan intubasi endotrakeal tube
Edukasi dan Skrining Kesehatan Kardiometabolik melalui Pemeriksaan Komposisi Tubuh dan Profil Lipid Peserta Jalan Santai Anna Millizia; Rivhan Fauzan; Muhammad Husni Fansury Nasution; Muhammad Bayu Rizaldy; Aryandi Darwis; Yuziani Yuziani; Nadia Aulia; Sherina Aditya; Alya Fadila; Mumtaz Alvira; Muhammad Ezyra; Muhammad Syifa Albi; Dafa Faruq
Auxilium : Jurnal Pengabdian Kesehatan Vol. 4 No. 1: Auxilium : Jurnal Pengabdian Kesehatan - Januari 2026
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Malikussaleh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/auxilium.v4i1.26124

Abstract

Pendahuluan: Dislipidemia merupakan gangguan metabolisme lipid yang berperan penting terhadap terjadinya aterosklerosis, penyakit jantung koroner, dan stroke. Prevalensi dislipidemia di Indonesia masih tinggi dan meningkat seiring tingginya kasus obesitas, terutama akibat akumulasi lemak tubuh dan lemak visceral yang berhubungan dengan resistensi insulin serta gangguan metabolisme lipid. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara komposisi tubuh dengan profil lipid dan kesadaran gizi seimbang pada masyarakat. Metode: Kegiatan penelitian dilaksanakan pada acara Dies Natalis Universitas Malikussaleh dengan melibatkan 279 peserta. Proses penelitian meliputi tahap perencanaan, pelaksanaan pemeriksaan kesehatan berupa pengukuran kadar kolesterol dan komposisi tubuh dengan Body Composition Analyzer, pemberian edukasi gizi seimbang, serta evaluasi hasil pemeriksaan. Data dianalisis untuk menilai keterkaitan komposisi tubuh dengan profil lipid. Hasil dan pembahasan: Hasil menunjukkan variasi usia responden 20–70 tahun dengan kadar lemak tubuh 11–45%, otot rangka 49–82%, serta indeks lemak visceral 1–14. Kadar kolesterol berkisar antara 141–183 mg/dL, dengan kecenderungan lebih tinggi pada responden berusia lanjut, memiliki lemak tubuh dan lemak visceral tinggi, serta massa otot rendah. Temuan ini memperkuat bahwa akumulasi lemak visceral dan rendahnya massa otot meningkatkan risiko dislipidemia, sementara massa otot yang lebih tinggi berperan protektif. Edukasi gizi seimbang turut meningkatkan pemahaman masyarakat tentang pola hidup sehat. Kesimpulan: Terdapat hubungan erat antara komposisi tubuh dengan kadar kolesterol, di mana lemak tubuh dan visceral tinggi serta massa otot rendah meningkatkan risiko dislipidemia. Intervensi berupa pengendalian obesitas, peningkatan aktivitas fisik, dan edukasi gizi seimbang sangat penting untuk pencegahan penyakit metabolik dan kardiovaskular di masyarakat. Kata kunci: dislipidemia, komposisi tubuh, lemak viseral, otot rangka, kolesterol, gizi seimbang
Deteksi Dini Penyakit Metabolik dan Edukasi Kesehatan Komprehensif pada Sivitas Akademika dan Masyarakat Aceh Utara Siti Ghina Fadhilah; Sarah Zakiyya; Zikra Ihtasya; Annisa Humaira; Ariq Murfid; Zahrawanda Ashfarina Muslim; Muhammad Daniyal; Rivhan Fauzan; Hendra Wahyuni; Muhammad Bayu Rizaldi; Anna Millizia; Muhammad Husni Fansury Nasution; Aryandi Darwis
Auxilium : Jurnal Pengabdian Kesehatan Vol. 4 No. 2: Auxilium : Jurnal Pengabdian Kesehatan - Agustus 2026
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Malikussaleh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/auxilium.v4i2.29239

Abstract

Pendahuluan: Penyakit Tidak Menular (PTM) seperti hiperkolesterolemia, hiperurisemia, dan diabetes melitus menjadi kontributor utama terhadap angka kesakitan dan kematian di dunia, terutama karena masih rendahnya kesadaran masyarakat terhadap pentingnya deteksi dini. Kegiatan ini dirancang untuk meningkatkan pemahaman masyarakat melalui edukasi serta pemeriksaan kadar kolesterol, asam urat, dan glukosa darah. Metode: Pemeriksaan kesehatan gratis dilakukan kepada peserta yang ikut berpartisipasi dalam kegiatan Dies Natalies Universitas Malikussaleh ke-56 di Kampus Utama Reulet, Aceh Utara. Peserta yang hadir sebanyak 279 orang baik dari kalangan dosen, mahasiswa, alumni serta masyarakat umum yang memiliki maupun tidak memiliki riwayat penyakit diabetes, hiperuresemia maupun dislipidemia yang sedang bergejala penyakit ataupun tidak. Pemeriksaan kadar gula darah sewaktu, asam urat dan cholesterol menggunakan Easy Touch GCU dengan metode pengambilan darah kapiler. Hasil dan pembahasan: Kegiatan pemeriksaan kesehatan massal dengan skrining glukosa, kolesterol, dan asam urat yang diikuti oleh 279 peserta dapat terlaksana dengan baik tanpa kendala berarti. Hasil menunjukkan adanya sejumlah peserta dengan kadar di atas ambang normal, di mana sebagian besar belum menyadari risiko kesehatannya. Melalui pemeriksaan yang disertai edukasi, peserta memperoleh pemahaman lebih baik tentang pencegahan Penyakit Tidak Menular (PTM), termasuk pengaturan pola makan, aktivitas fisik, serta gaya hidup sehat. Kegiatan ini terbukti efektif meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap deteksi dini sekaligus memperkuat upaya promotif dan preventif berbasis komunitas dalam menekan angka kejadian penyakit degeneratif. Kata kunci: Penyakit Tidak Menular, Deteksi Dini, Edukasi, Skrining Kesehatan.