Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Program Tenaga Kerja Mandiri (TKM): Konsep dan Implementasi Tri Jamhari; Nurul Khotimah
Jurnal Ketenagakerjaan Vol. 17 No. 3 (2022)
Publisher : Pusat Pengembangan Kebijakan Ketenagakerjaan Kementerian Ketenagakerjaan Republik Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47198/naker.v17i3.133

Abstract

Kemajuan ekonomi suatu negara, pada umumnya didukung oleh jumlah wirausaha yang makin banyak. Dalam rangka memperluas kesempatan kerja untuk mengurangi pengangguran terbuka dan setengah penganggur, meningkatkan produktivitas tenaga kerja serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat, Kementerian Ketenagakerjaan melaksanakan beberapa program pengembangan kewirausahaan, salah satunya adalah program Tenaga Kerja Mandiri (TKM). Penelitian ini bertujuan untuk menginventarisasi dan mengidentifikasi program TKM di Kementerian Ketenagakerjaan; mengetahui mekanisme pelaksanaan program TKM di Kementerian Ketenagakerjaan; menemukan dan mengidentifikasi permasalahan dalam pelaksanaan program TKM di Kementerian Ketenagakerjaan, serta merumuskan alternatif pemecahannya. Penelitian ini diharapkan dapat digunakan untuk pengembangan atau pelaksanaan program TKM pada umumnya dan khususnya di Kementerian Ketenagakerjaan. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian deskriptif kualitatif dengan desain penelitian studi evaluasi, hanya dibatasi dengan mengevaluasi input dan sebagian proses pelaksanaan program dikarenakan keterbatasan sumber daya yang ada. Program TKM untuk memperluas kesempatan kerja, mengurangi angka pengangguran, serta meningkatkan taraf ekonomi masyarakat. Selain itu, fokus utama dari program TKM adalah pendampingan kelompok yang dilakukan oleh tenaga pendamping sesuai dengan kontrak yang telah disepakati.
Peningkatan Strategi dan Manajemen Dakwah dalam Mempertahankan Aswaja pada Rohis Sekolah Siti Nurmahyati; Nurul Khotimah; Turhamun Turhamun; Hendri Purbo Waseso
Jurnal Pengabdian dan Peningkatan Mutu Masyarakat (Janayu) Vol. 7 No. 1 (2026): Jurnal Pengabdian dan Peningkatan Mutu Masyarakat
Publisher : Universitas Muhammadiyah Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22219/janayu.v7i1.42783

Abstract

Purpose –Improving da'wah strategies and management is essential to maintaining the Islamic values ​​of Ahlussunnah wal Jama'ah (Aswaja) amidst the challenges of globalization and the dynamics of the digital era. This community service research aims to strengthen the understanding of the Islamic Spiritual (Rohis) administrators of schools regarding the principles of Aswaja, develop innovative da'wah strategies, and improve organizational management to support the sustainability of da'wah activities Design/methodology/approach – The community service was carried out at SMK Tujuh Lima 1 and SMK Tujuh Lima 2 Purwokerto, using the Asset-Based Community Development (ABCD) method through interviews, focus group discussions (FGDs), and training. Findings –The FGD results showed a weak understanding of Aswaja among students, a lack of skills in utilizing digital media, and organizational management challenges in carrying out da'wah. The implementation of the Aswaja strengthening workshop provided an in-depth understanding of the principles of tawasuth (moderation), tasamuh (tolerance), tawazun (balance), and i'tidal (justice). Organizational training helped Rohis administrators increase their capacity in managing the organization effectively, including planning impactful and sustainable work programs. Information technology utilization training equips Rohis administrators with digital content production skills, such as posters and preaching videos, as well as strategies for using social media to reach a wider audience Originality/value – The community service program is effective in strengthening the understanding, strategies, and da'wah skills of Rohis administrators, so that they are able to become agents of change that are moderate, inclusive, and relevant to the challenges of the digital era.