Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

PENGARUH PUPUK KOTORAN KAMBING TERHADAP PERTUMBUHAN BIBIT TANAMAN PALA DI TANAH ALUVIAL indra darmawan; Ir. Hj. Siti Hadijah, M.Sc Ir. Hj. Siti Hadijah, M.Sc; Ir. Rini Susana, M.Sc Ir. Rini Susana, M.Sc
Jurnal Sains Pertanian Equator Vol 5, No 3 (2016): Desember 2016
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jspe.v5i3.16727

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pupuk kotoran kambing terhadap pertumbuhan bibit tanaman pala di tanah aluvial. Penelitian dilaksanakan di kebun percobaan Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura Pontianak, sejak 23 November 2015 sampai dengan 8 April 2016. Penelitian ini menggunakan metode eksperimen lapangan dengan Rancangan Acak Lengkap yang terdiri dari satu faktor yaitu dosis pupuk kotoran kambing (m), dan 6 taraf perlakuan dengan 4 ulangan dan setiap satuan percobaan terdiri dari 3 tanaman sampel. Perlakuan tersebut adalah tanpa pemberian pupuk kotoran kambing (m0), 250 g/ polybag setara dengan 5% pupuk kotoran kambing (m1), 500 g/polybag setara dengan 10% pupuk kotoran kambing (m2), 750 g/polybag setara dengan 15% pupuk kotoran kambing (m3), 1000 g/polybag setara dengan 20% pupuk kotoran kambing (m4) dan 1250 g/polybag setara dengan 25% pupuk kotoran kambing (m5). Variabel pengamatan dalam penelitian ini adalah pertambahan tinggi tanaman, pertambahan jumlah daun, volume akar dan berat kering tanaman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian pupuk kotoran kambing memberikan pengaruh nyata terhadap variabel pertambahan tinggi tanaman pada bibit tanaman pala, sedangkan pada variabel pertambahan jumlah daun, volume akar dan berat kering tanaman berpengaruh tidak nyata. Penambahan pupuk kotoran kambing menghasilkan pertambahan jumlah daun, volume akar, dan berat kering yang sama dengan tanpa penambahan pupuk kotoran kambing. Kata Kunci : Aluvial, Pala, Pupuk Kotoran Kambing
RANCANG BANGUN PENGENDALI SUHU DAN KELEMBABAN RUNGAN BUDIDAYA JAMUR TIRAM MENGGUNAKAN ESP32 DAN SENSOR SHT22 Topan, Paris; Indra Darmawan; Titi Andriani; Arjuna Satriawansyah
Hexagon Jurnal Teknik dan Sains Vol 5 No 2 (2024): HEXAGON - Edisi 10
Publisher : Fakultas Teknologi Lingkungan dan Mineral - Universitas Teknologi Sumbawa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36761/hexagon.v5i2.4151

Abstract

Oyster mushrooms are an agricultural commodity whose cultivation process still has obstacles that must be resolved, namely, the difficulty of cultivators in regulating the temperature and humidity in the oyster mushroom cultivation room. Usually oyster mushroom cultivators will water the cultivation room at certain times without considering the temperature and humidity conditions. so it can cause the room to have abnormal humidity values. To overcome this problem, a device was created that can water automatically by considering the temperature and humidity conditions in the cultivation room. This device consists of an ESP32 microcontroller, an SHT22 sensor which can read room temperature and humidity, a sprayer to spray water, and a fan whose job is to maintain the room temperature and humidity. The ESP32 device will be programmed to control two Single State Relays which function to turn the sprayer and fan on and off, based on temperature and humidity readings from the SHT22 sensor. The results of the research show that the designed device is able to maintain ideal temperature and humidity conditions for oyster mushrooms to grow, namely: The temperature value is in the range of 30°C - 35°C and humidity is between 70% - 100%.
APLIKASI SOFTWARE LEAP PADA PERKIRAAN KEBUTUHAN BEBAN LISTRIK DI WILAYAH LOMBOK TIMUR: APLIKASI SOFTWARE LEAP PADA PERKIRAAN KEBUTUHAN BEBAN LISTRIK DI WILAYAH LOMBOK TIMUR Muhammad Hidayatullah; Yogi Wardana; Ahmad Jaya; Indra Darmawan
Hexagon Vol 7 No 1 (2026): EDISI 11
Publisher : Fakultas Teknologi Lingkungan dan Mineral - Universitas Teknologi Sumbawa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36761/hexagon.v7i1.4184

Abstract

Penyediaan energi listrik yang memadai dan tepat sasaran menjadi faktor penting dalam mendukung perkembangan pembangunan daerah, baik sektor industri, pelayanan publik, bisnis, maupun peningkatan kualitas hidup masyarakat. Penelitian ini bertujuan untuk memproyeksikan kebutuhan beban energi listrik di Kabupaten Lombok Timur menggunakan perangkat lunak LEAP (Long-range Energy Alternatives Planning System) dengan pendekatan permodelan end-use. Metode yang digunakan meliputi observasi, wawancara, dan pemodelan pada aplikasi LEAP dengan mempertimbangkan dua skenario, yaitu skenario baseline dan skenario 1. Skenario baseline merupakan kondisi masa depan berdasarkan kecenderungan yang sudah terjadi, sedangkan skenario 1 merupakan skenario alternatif dengan menon-aktifkan PLTD Paokmotong. Hasil proyeksi menunjukkan bahwa permintaan energi listrik Kabupaten Lombok Timur pada tahun 2035 untuk skenario baseline sebesar 98.109.736.388 MWh dan skenario 1 sebesar 93.609.274.785 MWh. Sektor rumah tangga menjadi sektor permintaan energi listrik yang dominan di setiap skenario. Pada skenario baseline, PLTD Paokmotong memiliki total pengeluaran bahan bakar tertinggi selama 13 tahun sebesar 212.868 MWh, sedangkan pada skenario 1, setelah menon-aktifkan PLTD Paokmotong, pengeluaran bahan bakar pembangkit terbanyak dihasilkan dari PLTS. Penelitian ini memberikan gambaran tentang proyeksi kebutuhan energi listrik di Kabupaten Lombok Timur dan membandingkan dampak dari skenario baseline dengan skenario alternatif yang menon-aktifkan PLTD Paokmotong terhadap permintaan energi listrik dan pengeluaran bahan bakar pembangkit