Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Pendidikan Konservasi Satwa Endemik Sulawesi bagi Siswa Sekolah Dasar di Desa Palaes, Kecamatan Likupang Barat, Kabupaten Minahasa Utara Saroyo Sumarto; Parluhutan Siahaan; Adelfia Papu
The Studies of Social Sciences Vol. 4 No. 2 (2022): The Studies of Social Sciences
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35801/tsss.2022.4.2.43433

Abstract

 Conservation education is important for early childhood because at this stage of development, they are easy to get influenced by external factors, especially on topics that are interesting for them and are able to generate interest and attention. North Sulawesi which is part of the Walllacea Region with high biodiversity with forms of endemism, especially animals, has provided uniqueness and benefits for the area. On the other hand, the high threat to their survival has become an international concern. Therefore, it is very important to implement conservation efforts through conservation education at an early age. The purpose of this community service activity is an effort to socialize the existence, benefits, threats, and conservation that can be done from an early age. The method of implementing the activity is through workshops on examples of Sulawesi endemic animals in North Sulawesi, threats to their survival, and conservation efforts. The evaluation was carried out through a simple pretest and posttest on knowledge and attitudes towards the diversity of Sulawesi endemic animals and their conservation. The results of the evaluation showed that there was an increase in knowledge from 3.8 to 6.2 and attitudes from 5.6 to 6.4. The conclusion of the activity is an increase in knowledge and attitudes of elementary school students towards knowledge and conservation of Sulawesi's endemic animals in North Sulawesi.Keywords: Conservation education; elementary school students; Sulawesi endemic animals; Palaes Village; North MinahasaAbstrakPendidikan konservasi penting bagi usia dini karena pada tahap perkembangan tersebut, mereka mudah untuk mendapatkan pengaruh faktor luar, apalagi pada topik-topik yang bagi mereka menarik dan mampu memunculkan minat dan perhatian. Sulawesi Utara yang merupakan bagian dari Kawasan Walllacea dengan keanekaragaman hayati yang tinggi dengan bentuk-bentuk endemisme, terutama satwa telah memberikan kekhasan dan manfaat bagi kawasan. Di sisi lain, tingginya ancaman terhadap kelangsungan hidup mereka telah menjadi keprihatinan dunia internasional. Oleh karena itu upaya konservasi melalui pendidikan konservasi pada usia dini sangat penting untuk dilaksanakan. Tujuan kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini ialah upaya untuk sosialisasi keberadaan, manfaat, ancaman, serta konservasi yang bisa dilakukan sejak usia dini. Metode pelaksanaan kegiatan ialah melalui workshop contoh-contoh satwa endemik Sulawesi di Sulawesi Utara, ancaman terhadap kelangsungan hidupnya, serta upaya konservasinya. Evaluasi dilaksanakan melalui pretes dan postes sederhana terhadap pengetahuan dan sikap terhadap keanekaragaman satwa endemik Sulawesi dan konservasinya. Hasil evaluasi menunjukkan bahwa terjadi peningkatan pengetahuan dari 3,8 menjadi 6,2 serta sikap dari 5,6 menjadi 6,4. Kesimpulan hasil kegiatan menunjukkan bahwa pengetahuan dan sikap meningkat pada siswa sekolah dasar terhadap pengetahuan dan konservasi satwa endemik Sulawesi di Sulawesi Utara.
Pemanfaatan Vegetasi Rumput Brandjangan [Rottboellia cochinchinensis (Lour.) Clayton] oleh Beberapa Spesies Burung Saroyo Sumarto; Islamul Hadi; Adelfia Papu
JURNAL BIOS LOGOS Vol. 12 No. 2 (2022): JURNAL BIOS LOGOS
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35799/jbl.v12i2.41510

Abstract

Guinea fowl grass [Rottboellia cochinchinensis (Lour.)] as an invasive grass from Indian which distributed in the tropical to sub-tropical area has becoming a huge problematic in farm areas due to its adaptivity high growth speed. The aim of this study is to analyse is there any benefit of the guinea fowl grass. Object of study is the birds around the grass. It reveals that there are at least 15 species of birds are living in the guinea fowl grass: Cisticola juncidis, Passer montanus, Lonchura oryzivora, L. molucca, L. punctulata, Pycnonotus aurigaster, Turnix maculosus, Geopelia striata, Spilopelia chinensis, Hypotaenidia torquata, Aramidopsis plateni, Porphyrio indicus, Centropus bengalensis, Haliastur indus, dan Hirundo rustica. The birds use this habitat as many purposes, such as source of food (granivorous, insectivorous and omnivorous), associate with other organisms, breeding ground and hide.   Keywords: Guinea fowl grass [Rottboellia cochinchinensis (Lour.); birds; daily activities; North Minahasa; North Sulawesi.ABSTRAK Rumput brandjangan [Rottboellia cochinchinensis (Lour.)] merupakan rumput invasif dari India, tersebar di daerah tropis dan subtropis dan menjadi permasalahan di daerah pertanian karena kecepatan tumbuh dan daya adaptif pada berbagai tipe habitat. Tujuan penelitian untuk mengkaji spesies burung yang memanfaatkan vegetasi rumput brandjangan. Penelitian dilaksanakan pada bulan Januari-Februari 2022 pada vegetasi rumput brandjangan di Kecamatan Kalawat, Kabupaten Minahasa Utara. Data dikumpul menggunakan metode ad libitum dengan mengambil seluruh data spesies burung dan seluruh aktivitas yang dilakukan pada vegetasi tersebut. Hasil penelitian menunjukkan terdapat 15 spesies burung: Cisticola juncidis, Passer montanus, Lonchura oryzivora, L. molucca, L. punctulata, Pycnonotus aurigaster, Turnix maculosus, Geopelia striata, Spilopelia chinensis, Hypotaenidia torquata, Aramidopsis plateni, Porphyrio indicus, Centropus bengalensis, Haliastur indus, dan Hirundo rustica. Aktivitas burung meliputi: mencari makan, makan, bersosial, beristirahat, kawin, dan bersembunyi. Rumput brandjangan menghasilkan biji sebagai sumber pakan burung granivora dan omnivore. Serangga pada vegetasi tersebut menjadi sumber pakan burung insektivora atau omnivora. Kata kunci: Rumput brandjangan [Rottboellia cochinchinensis (Lour.); burung; aktivitas harian; Minahasa Utara; Sulawesi Utara.
Keragaman Pohon Pionir di Taman Wisata Alam Batuputih, Kota Bitung, Sulawesi Utara Saroyo; Parluhutan Siahaan; Adelfia Papu
Jurnal Lentera: Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Vol. 6 No. 1 (2025): Jurnal Lentera: Penelitian dan Pengabdian Masyarakat
Publisher : Yayasan Bina Lentera Insan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57207/hrmt0m68

Abstract

Tumbuhan pionir merupakan tumbuhan yang menginvasi dan tumbuh pada awal suksesi suatu ekosistem yang mengalami gangguan, seperti kebakaran atau tumbangnya pohon besar. Tumbuhan ini berperan penting dalam memulihkan ekosistem, menyediakan naungan bagi spesies lain, serta melindungi tanah dari erosi akibat curah hujan. Penelitian ini bertujuan untuk menginventarisasi jenis-jenis pohon pionir di Taman Wisata Alam (TWA) Batuputih, Kota Bitung, yang dilakukan pada Desember 2023 – Mei 2024. Metode yang digunakan adalah survei eksploratif dengan penjelajahan di area terganggu untuk mencatat spesies pionir yang ditemukan. Hasil penelitian mengidentifikasi lima jenis pohon pionir utama, yaitu anggrung (Trema orientalis), kiacret (Spathodea campanulata), sosoro (Dendrocnide microstigma), sirih hutan (Piper aduncum), dan mahang (Macaranga tanarius). Anggrung, kiacret, dan mahang memiliki peran penting dalam menyediakan lingkungan yang sesuai bagi suksesi ekosistem hutan. Sosoro sering ditemukan di area dengan gangguan alami, seperti pohon tumbang, sementara sirih hutan lebih banyak dijumpai pada fase awal hutan sekunder. Selain itu, sirih hutan dimanfaatkan oleh monyet yaki (Macaca nigra) sebagai sumber pakan. Hasil penelitian ini dapat menjadi referensi dalam pengelolaan kawasan konservasi serta strategi restorasi ekosistem berbasis spesies pionir.