Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Peningkatan Kapasitas Pengusaha Kopi di BTN Gunung Sari Kecamatan Gunung Sari Kabupaten Lombok Barat Taslim Sjah; Halil Halil; I ketut Budastra; I Gusti Lanang Parta Tanaya
Unram Journal of Community Service Vol. 3 No. 3 (2022): September
Publisher : Pascasarjana Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/ujcs.v3i3.353

Abstract

Coffee is one of the products consumed by many people, so many coffee businesses are growing everywhere. The coffee business is supposed to be profitable, but sometimes it is less profitable. Coffee produced at BTN Gunung Sari, Gunung Sari District, West Lombok Regency, has several aspects that need to be improved regarding the product and its business management. To obtain greater benefits from the coffee business in this area, it is necessary to increase the capacity of the coffee entrepreneurs in the area, including in coffee processing, product marketing, business management, and other technical capabilities related to the business. This capacity-building activity is carried out through training (lectures, discussions, and practices) on technical, business, and management aspects of the coffee business. Evaluation of the activities showed positive results in the form of increased knowledge and enthusiasm for business because of the potential for increasing profits obtained by applying the knowledge received. Therefore, this kind of activity needs to be carried out again in new locations and in new fields of activity (business). Extension activities like this need to be carried out because they are needed by the business community who foresee emerging business opportunities. This (or other) business opportunity needs to be exploited, among others through increasing knowledge and skills related to the choice of type of business, followed by a 'know-how' for the business.
Relasi Gender dalam Penggunaan Tenaga Kerja pada Usahatani Nanas Daeva Mubarika Raisa; I Gusti Lanang Parta Tanaya; Mardiana Mardiana; Rifani Nur Sindy Setiawan; I Nyoman Windia Sedana
Jurnal Riset Multidisiplin Agrisosco Vol 4, No 2 (2026): Vol 4 No 2 Agustus 2026 (In Press)
Publisher : Lembaga Penelitian, Pengembangan, Pemberdayaan Potensi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61316/jrma.v4i2.297

Abstract

Usahatani nanas merupakan salah satu aktivitas pertanian penting di Kabupaten Lombok Timur, khususnya di Kecamatan Pringgasela dan Masbagik sebagai sentra produksi nanas. Namun, pengelolaan usahatani sering kali belum sepenuhnya memperhatikan pembagian kerja berbasis gender, padahal laki-laki dan perempuan sama-sama berkontribusi dalam proses produksi. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis tingkat peran tenaga kerja laki-laki dan perempuan dalam tahapan usahatani nanas serta mengidentifikasi tahapan yang paling banyak menggunakan tenaga kerja perempuan. Penelitian menggunakan metode deskriptif dengan unit analisis usahatani nanas. Lokasi penelitian ditentukan secara purposive, sedangkan responden ditetapkan sebanyak 40 petani melalui sampling, masing-masing 20 responden dari Kecamatan Pringgasela dan 20 responden dari Kecamatan Masbagik. Data dikumpulkan melalui survei dan dianalisis menggunakan analisis persentase serta analisis deskriptif berbasis Hari Kerja Orang. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tenaga kerja laki-laki mendominasi sebagian besar tahapan usahatani, terutama pengolahan lahan, penanaman, pemupukan, dan pemberian zat perangsang tanaman. Sebaliknya, tenaga kerja perempuan mendominasi tahap penyiangan dengan persentase 71,70%, sedangkan laki-laki sebesar 28,30%. Secara keseluruhan, temuan ini menunjukkan adanya pembagian kerja berbasis gender yang spesifik menurut tahapan produksi. Penelitian ini menegaskan pentingnya pengakuan terhadap kontribusi perempuan dalam usahatani nanas serta perlunya kebijakan pertanian yang lebih responsif gender untuk meningkatkan kesetaraan, produktivitas, dan pemberdayaan rumah tangga petani.