Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

TINJAUAN HUKUM ISLAM TERHADAP PROGRAM KELUARGA HARAPAN (PKH) (Studi Desa Tapporang Kecamatan Batulappa Kabupaten Pinrang) Hilda yanti; Mustari Mustari; Muh Sudirman
Jurnal Tomalebbi Volume 9 Nomor 3 September 2022
Publisher : Jurusan Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan (PPKn)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui (1) pendistribusian dan penetapan KPM PKH di Desa Tapporang. (2) kesesuaian prinsip Maqashid Al-Syariah dalam Hukum Islam dalam pendistribusian dan penetapan KPM PKH di Desa Tapporang. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kualitatif. Jenis dan sumber data yang digunakan dalam penelitian ini adalah sumber data primer dan sumber data sekunder. Teknik pengumpulan data diperoleh melalui observasi, wawancara dan dokumentasi. Fokus penelitian ini ialah pendistribusian dan penetapan KPM PKH di Desa Tapporang berdasarkan pasal 3 PERMENSOS RI No. 1 tahun 2018 serta kesesuaiannya dengan prinsip Maqashid Al-Syariah pada tingkatan al-dharuriyat (keperluan primer/asas) khususnya menjaga harta (hifdz maal), serta nilai-nilai dasar hukum Islam yaitu keadilan dan tanggung jawab.Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) pendistribusian dan penetapan KPM PKH di Desa Tapporang mulai dari tahap Pelaksanaan perencanaan, pertemuan awal dan validasi, penetapan KPM PKH, Penyaluran bantuan sosial, pemutakhiran data dan verifikasi komitmen, serta pendampingan belum terlaksana dengan baik dan belum tepat sasaran karena data KPM PKH menggunakan data yang lama. (2) Kesesuaian prinsip Maqashid Al-Syariah dalam Hukum Islam dalam pendistribusian dan penetapan KPM PKH di Desa Tapporang belum sesuai karena dalam penetapan dan pendistribusian PKH di Desa Tapporang, belum bisa dikatakan adil karena prinsip keadilan dalam program ini belum terlaksana dengan baik, serta pemerintah belum memenuhi tanggung jawab dalam mewujudkan kemaslahatan pada program ini, sedangkan sarana pokok yang menjamin kesesuaian prinsip Maqashid Al-Syariah dalam pendistribusian dan penetapan KPM PKH yaitu menjaga harta (hifdz maal) dan hal tersebut adalah tegaknya keadilan dan tanggung jawab di dalam tatanan kehidupan masyarakat.Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui (1) pendistribusian dan penetapan KPM PKH di Desa Tapporang. (2) kesesuaian prinsip Maqashid Al-Syariah dalam Hukum Islam dalam pendistribusian dan penetapan KPM PKH di Desa Tapporang. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kualitatif. Jenis dan sumber data yang digunakan dalam penelitian ini adalah sumber data primer dan sumber data sekunder. Teknik pengumpulan data diperoleh melalui observasi, wawancara dan dokumentasi. Fokus penelitian ini ialah pendistribusian dan penetapan KPM PKH di Desa Tapporang berdasarkan pasal 3 PERMENSOS RI No. 1 tahun 2018 serta kesesuaiannya dengan prinsip Maqashid Al-Syariah pada tingkatan al-dharuriyat (keperluan primer/asas) khususnya menjaga harta (hifdz maal), serta nilai-nilai dasar hukum Islam yaitu keadilan dan tanggung jawab.Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) pendistribusian dan penetapan KPM PKH di Desa Tapporang mulai dari tahap Pelaksanaan perencanaan, pertemuan awal dan validasi, penetapan KPM PKH, Penyaluran bantuan sosial, pemutakhiran data dan verifikasi komitmen, serta pendampingan belum terlaksana dengan baik dan belum tepat sasaran karena data KPM PKH menggunakan data yang lama. (2) Kesesuaian prinsip Maqashid Al-Syariah dalam Hukum Islam dalam pendistribusian dan penetapan KPM PKH di Desa Tapporang belum sesuai karena dalam penetapan dan pendistribusian PKH di Desa Tapporang, belum bisa dikatakan adil karena prinsip keadilan dalam program ini belum terlaksana dengan baik, serta pemerintah belum memenuhi tanggung jawab dalam mewujudkan kemaslahatan pada program ini, sedangkan sarana pokok yang menjamin kesesuaian prinsip Maqashid Al-Syariah dalam pendistribusian dan penetapan KPM PKH yaitu menjaga harta (hifdz maal) dan hal tersebut adalah tegaknya keadilan dan tanggung jawab di dalam tatanan kehidupan masyarakat.
PERAN SEKOLAH PENGGERAK DALAM MENINGKATKANKOMPETENSI PESERTA DIDIK DI SMP NEGERI 7 MAKASSAR Bakhtiar Bakhtiar; Muh Sudirman; Juniawaty Norma Saputri
Jurnal Tomalebbi Volume 10, Nomor3 (September 2023)
Publisher : Jurusan Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan (PPKn)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstract: This research aims to determine (1) The implementation of driving school activities at SMP Negeri 7 Makassar (2) The impact of driving school activities at SMP Negeri 7 Makassar (3) What factors influence the implementation of the driving school program at SMP Negeri 7 Makassar. This research method uses a descriptive qualitative research type with a qualitative approach. The data sources used consist of primary data and secondary data with data collection techniques and procedures, namely observation, interviews and documentation. The data analysis used is a. Data reduction; b. Presentation of data ordisplay;c. Drawing data conclusions and verifying is the final activity of qualitative research.The results of this research conclude that (1) Implementation of driving school activities at SMP Negeri 7 Makassar includes: (a) Human resource development through PMO, IHT, Workshops, Independent Training, and Utilization of PMM. (b) Implementing a learning process with a new paradigm through implementing teaching modules, teachers acting as facilitators, and integrating technology. (c) Optimizing school digitalization through the procurement of computers, smart TVs and developing school websites. (2) The impact of driving school activities at SMP Negeri 7 Makassar provides an increase in students in cognitive and affective terms. Then, the impact on teachers provides freedom to innovate in designing learning plans. And the impact on schools is optimizing facilities, infrastructure and systems based on digital management. (3) Factors that influence the implementation of the driving school program through (a) adequate facilities and infrastructure, (b) optimal teacher competency. (c) Funding for activities provided by the central and regional governments.Keywords: Driving School, Competence, and Students. Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui (1) Pelaksanaan kegiatan sekolah penggerak di SMP Negeri 7 Makassar (2) Dampak kegiatan sekolah penggerakdi SMP Negeri 7 Makassar (3) Faktor-faktor apa yang memengaruhi pelaksanaan program sekolah penggerak di SMP Negeri 7Makassar. Metode penelitian ini menggunakan jenis penelitian kualitatif deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Adapun sumber data yang digunakan terdiri dari data primer dan data sekunder dengan teknik dan prosedur pengumpulan data yaitu observasi, wawancara dan dokumentasi. Analisis data yang digunakan yaitu a. Reduksi data; b. Penyajian data atau display;c. Penarikan kesimpulan data dan verifikasi artinya kegiatan akhir penelitian kualitatif.Hasil penelitian ini menyimpulkan bahwa (1) Pelaksanaan kegiatan sekolah penggerak di SMP Negeri 7 Makassar meliputi: (a) Pengembangan sumber daya manusia melalui PMO, IHT, Workshop, Pelatihan Mandiri, dan Pemanfaatan PMM. (b) penerapan proses pembelajaran dengan paradigma baru melalui pengimplementasian modul ajar, guru berperan sebagai fasilitator, dan pengintegrasian teknologi. (c) pengoptimalan digitalisasi sekolah melalui pengadaan komputer, smart tv dan pengembangan website sekolah. (2) Dampak kegiatan sekolah penggerakdi SMP Negeri 7 Makassar memberikan peningkatan terhadap peserta didik dalam hal kognitif dan afektifnya. Kemudian, dampak kepada guru memberikan kebebasan berinovasi dalam merancang perencanaan pembelajaran. Dan dampak kepada sekolah yaitu pengoptimalan sarana, prasarana dan sistem berbasis manajemen digital. (3) Faktor-faktoryang memengaruhi pelaksanaan program sekolah penggerak melalui (a) Sarana dan pra-sarana yang memadai, (b) kompetensi guru yang optimal. (c) pendanaan kegiatan yang diberikan oleh pemerintah pusat maupun daerah.Kata Kunci: Sekolah Penggerak, Kompetensi, dan Peserta didik 
DAMPAK MEDIA SOSIAL TERHADAP KEHARMONISAN RUMAH TANGGA DI DESA TINO KECAMATAN TAROWANG KABUPATEN JENEPONTO Mustaring Mustaring; Muh Sudirman; Ramlah Ramlah
Ash-Shahabah : Jurnal Pendidikan dan Studi Islam Vol. 11 No. 1 (2025): Ash-Shahabah: Jurnal Pendidikan dan Studi Islam
Publisher : Fakultas Agama Islam Universitas Islam Makassar (UIM)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59638/ash.v11i1.1266

Abstract

Ramlah, 2024. Dampak media sosial terhadap keharmonisan rumah tangga, Skripsi, Program Studi Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan Jurusan PPKn dan Hukum, Fakultas Ilmu Sosial dan Hukum, Universitas Negeri Makassar.​Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui 1) Seberapa banyak waktu yang digunakan oleh pasangan suami istri untuk bermedia sosial 2) Bagaimana respon suami istri terhadap penggunaan media sosial dalam kehidupan rumah tangga. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian deskripsif. Teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara dan dokumentasi. ​​​​​​​​​​Hasil penelitian menunjukkan bahwa: 1) Waktu yang dihabiskan oleh pasangan suami istri untuk bermedia sosial, rata-rata banyak pasangan yang menghabiskan waktu untuk bermain media sosial sebanyak 4-5 jam sehari bahkan ada yang sampai menghabiskan waktunya seharian hanya untuk membuka media sosial. 2) Respon suami istri terhadap penggunaan media sosial sangat beragam, tergantung bagaimana seseorang menyikapinya. Ada yang menggunakan media sosial untuk mengabadikan momen, dengan adanya media sosial seorang istri tidak merasa bosan ketika sedang sendiri dan membantu pasangan suami istri yang sedang menjalani hubungan jarak jauh untuk saling berkomunikasi. Semenjak berkembangnya media sosial pasangan suami istri sudah jarang berkomunikasi secara langsung, kadang lupa menyiapkan makanan untuk suami, bahkan ada pasangan suami istri yang hubungannya renggang karena salah satu pasangan merasa cemburu. berdasarkan hasil wawancara dari beberapa pasangan, penggunaan sosial media sering kali menghabiskan produktif pasangan, pasangan lebih sering menghabiskan waktu untuk bermain media sosial disbanding mengerjakan tugas masing-masing, hal tersebut kerap kali menimbulkan konflik dalam hubungan pasangan suami istri​​​​ Kata Kunci : Media Sosial, Keharmonisan, Rumah Tangga
STUDI TENTANG PELAKSANAAN ADAT PASSO PADA MASYARAKAT NELAYAN DI KELURAHAN BAURUNG KECAMATAN BANGGAE TIMUR KABUPATEN MAJENE St. Amina; Firman Umar; Muh Sudirman
Jurnal Tomalebbi Volume IV, Nomor 2, Juni 2017
Publisher : Jurusan Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan (PPKn)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (447.903 KB) | DOI: 10.56680/jt.v0i2.3728

Abstract

ABSTRAK: Penelitian ini bertujuan yaitu: (1) untuk mengetahui proses pelaksanaan Adat Passo di Kelurahan Baurung Kecamatan Banggae Timur Kabupaten Majene, (2) untuk mengetahui faktor pendukung pelaksanaan Adat Passo di Kelurahan Baurung Kecamatan Banggae Timur Kabupaten Majene, (3) untuk mengetahui nilai-nilai yang terkandung dalam pelaksanaan Adat Passo di Kelurahan Baurung Kecamatan Banggae Timur Kabupaten Majene. Data yang diperoleh dari hasil penelitian dioleh dengan menggunakan analisis deskriptif kualitatif dengan mengambil informan yaitu pemangku adat, masyarakat adat, Kepala Kelurahan Baurung, Kepala Lingkungan Baurung, Panitia Pelaksana, Imam Mesjid Baurung dan masyarakat nelayan.  Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) Proses pelaksanaan Adat Passo membutuhkan waktu kurang lebih empat puluh hari yang dimulai dengan tahap persiapan meliputi musyawarah masyarakat, kemudian mengumpulkan bahan-bahan dan alat yang dibutuhkan serta harus dilengkapi dengan bahan utama yaitu 1 ekor kambing, ayam bakaka, beras ketan merah dan hitam putih, pa’belo-belo, songkol, dan bahan makanan khas mandar lainnya. Selanjutnya yaitu tahap pelaksanaan meliputi pemotongan kambing, pemotongan dan pembakaran ayam bakaka, pembacaan barazanji, sambutan dari pemerintah setempat, makan bersama dan acara terakhir yaitu balapan kapal pada sore hari, (2) Faktor pendukung pelaksanaan Adat Passo adalah dorongan dari pihak pemerintah, faktor keyakinan dan kepercayaan masyarakat Baurung, serta faktor agama, (3) Nilai yang terkandung dalam pelaksanaan adat passo yaitu nilai religius, nilai sosial serta nilai ekonomi. Kata Kunci : Adat Passo, Masyarakat Nelayan, Kebudayaan  ABSTRACT The purpose of this research are: (1) to know the process of implementation of Passo Adat in Kelurahan Baurung Subdistrict of East Banggae Majene Regency, (2) to know the supporting factor of Passo Adat implementation in Kelurahan Baurung Subdistrict of East Banggae Majene Regency, (3) - the value contained in the implementation of Passo Customs in Baurung Village, East Banggae Subdistrict, Majene Regency. The data obtained from the research results were obtained by using qualitative descriptive analysis by taking informants, namely adat stakeholders, indigenous peoples, Head of Baurung Village, Head of Baurung Environment, Executing Committee, Imam Mosque Baurung and fishermen community. The result of the research indicates that: (1) The process of Passo Adoption takes approximately forty days starting with preparation stage covering community consultation, then collecting the necessary materials and tools and must be equipped with the main ingredient that is 1 goat, , glutinous rice and black and white, pa'belo-belo, songkol, and other mandar special food. Furthermore, the implementation stage includes cutting goats, slaughtering and bakaka chicken burning, barazanji readings, welcome from local government, eating together and the last event is the race ship in the afternoon, (2) The supporting factors of the implementation of Adat Passo is a boost from the government, and beliefs of Baurung people, as well as religious factors, (3) The values contained in the implementation of adat passo namely religious values, social values and economic value. Keywords: Passo Custom, Fisherman Society, Culture