Claim Missing Document
Check
Articles

Found 16 Documents
Search

ANALISIS TINGKAT PENGETAHUAN MASYARAKAT TENTANG HUKUM WARIS ISLAM DI DESA SUMILLAN KECAMATAN ALLA KABUPATEN ENREKANG Mustaring Mustaring; Asmila Muhani
SUPREMASI: Jurnal Pemikiran, Penelitian Ilmu-ilmu Sosial, Hukum dan Pengajarannya Vol 13, No 1 (2018)
Publisher : Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (512.613 KB) | DOI: 10.26858/supremasi.v13i1.10010

Abstract

This study aims to: 1) Obtain data on the level of knowledge of the villagers Sumillan District of Alla Enrekang on Islamic law, 2) Obtain data on people's knowledge of how the division of inheritance based on the Islamic law of inheritance in the Village Sumillan District of Alla Enrekang, 3) Obtain data on the efforts made by the government Sumillan Rural District of Alla Enrekang in increasing public knowledge about the Islamic Inheritance Law. To achieve these objectives, the researchers used a technique of collecting data through questionnaires, interviews, and documentation. Data have been obtained from the results of the study were processed using quantitative analysis to obtain data regarding the level of knowledge of the villagers Sumillan District of Alla Enrekang on Islamic law, to obtain data about people's knowledge of how the division of inheritance based on the Islamic law of inheritance in the Village Sumillan District of Alla District Enrekang, obtain data on the efforts made by the government Sumillan Rural District of Alla Enrekang in increasing public knowledge about the Islamic Inheritance Law. The results of this study show that: 1) The level of public knowledge Sumillan Rural District of Alla Enrekang of Islamic inheritance law is low. 2) Knowledge of the public about how the division of inheritance based on the Islamic law of inheritance in the Village District of Alla Enrekang Sumillan low. 3) Efforts have been made by the government Sumillan village in order to improve public knowledge about the Islamic law of inheritance is to disseminate directly in the community by holding a seminar on Islamic law.
EKSISTENSI “BAITUL MAAL” DAN PERANANNYA DALAM PERBAIKAN EKONOMI RUMAH TANGGA DALAM ERA MASYARAKAT EKONOMI ASEAN Mustaring Mustaring
SUPREMASI: Jurnal Pemikiran, Penelitian Ilmu-ilmu Sosial, Hukum dan Pengajarannya Vol 11, No 2 (2016)
Publisher : Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (394.551 KB) | DOI: 10.26858/supremasi.v11i2.2807

Abstract

ABSTRAK: Berdasarkan hasil pembahasan, bahwa: (1) Baitul Mal adalah suatu lembaga atau pihak (al jihat) yang mempunyai tugas khusus menangani segala harta umat, baik berupa pendapatan maupun pengeluaran negara. (2) Baitul Maal telah ada sejak Rasulullah saw dalam pengertian sebagai pihak (al-jihat) yang mengumpulkan dan mendistribusikan harta rampasan perang, zakat, infaq dan shadaqah. Pada masa pemerintahan Khulafa al-Rasyidun, Baitul Maal mulai memainkan peran yang sangat penting dalam bidang keuangan dan administrasi negara, sampai kemudian mengalami pasang surut dan dinamika yang luar biasa sampai saat ini. (3) Baitul Maal berperan sebagai lembaga pengendali ekonomi negara. Namun dalam perkembangannya di Indonesia justru tidak banyak mendapat perhatian dari pemerintah dan masyarakat. Apa yang dimaksud dengan Baitul Maal, hanyalah dterjemahkan sebagai koperasi-koperasi. Dan fungsi-fungsi Baitul Maal sebagaimana dikehendaki oleh Al Quraan, dianggap telah dapat dijalankan oleh Badan Amil Zakat yang dibentuk oleh pemerintah. Padahal, Baitul Maal sangat diharapkan dapat menjadi solusi dalam pengaturan dan penyelesaian masalah ekonomi umat dalam rangka mendekatkan diri kepada Allah SWT. Setelah mengamati perkembangan ekonomi masyarakat, baik dalam lingkup nasional maupun dunia, penulis memandang bahwa satu-satunya solusi dalam mengatasi persoalan keuangan, harta benda dan kehidupan sosial ekonomi umat secara keseluruhan, adalah kembali kepada perintah Al Quraan dan Hadis, yaitu bagaimana menerapkan secara benar konsep-konsep ekonomi syariah beserta seluruh perangkat pendukungnya. Sudah saatnya seluruh masyarakat dan pemerintah menyadari hal ini, dan berusaha memberi jalan dan peluang. KATA KUNCI: Baitul Maal, Ekonomi Rumah Tangga
Penguatan Kompetensi Inti Spritual Pada Guru SDN/MI se-Kecamatan Parangloe Kabupaten Gowa Muh. Sudirman; Mustaring Mustaring; Lukman Ilham
PENGABDI PENGABDI : VOL. 1, NO. 2 (2020)
Publisher : Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26858/pengabdi.v1i2.15768

Abstract

Program Kemitraan Masyarakat (PKM) berupa workshop penguatan Kompetensi Inti Spritual bagi guru SDN/MI di Kecamatan Parangloe Kabupaten Gowa. Masalahnya adalah:  (1) Pihak sekolah dan Dinas Pendikan tidak memiliki program dan dukungan dana untuk mengadakan kegiatan yang dimaksud secara berkesinambungan. (2) Pihak guru belum memiliki cukup waktu untuk melakukan kegiatan yang dimaksud. (3) Pihak guru kurang mampu meng-update, mengamati dan menelisik nilai-nilai mana saja yang layak untuk diikuti. Metode yang digunakan adalah ceramah diskusi dan tanya jawab, yang kemudian dilanjutkan dengan latihan. Hasil akhir kegiatan ini berupa 40 orang guru SDN/MI di Kecamatan Parangloe Kabupaten Gowa telah mengikuti kegiatan penguatan nilai-nilai spritual. Diharapkan kepada pihak Dinas Pendidikan Kabupaten Gowa untuk lebih memperhatikan mengenai pentingnya penguatan nilai-nilai spritual dalam kehidupan sehari-hari. Demikian pula kepada para guru diharapkan agar memiliki kesadaran untuk selalu belajar dan berusaha meningkatkan kompetensinya sesuai dengan tuntutan peraturan perundang-undangan yang berlaku.
The International Context of Indonesia's Omnibus Law: A bibliometric review Mustaring Mustaring
Jurnal Ilmiah Ilmu Administrasi Publik Vol 12, No 1 (2022)
Publisher : Program Pascasarjana Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26858/jiap.v12i1.34759

Abstract

This research examines the perspectives of legal professionals on omnibus legislation in Indonesia, a legal and human rights issue. We have done data searches on hundreds of legal papers that address concerns relating to the law of copyright on the job. Using the keyword system on Google Search, several domestic and international legal periodicals are combed for data. He maintained his efforts to engage the coding system thoroughly with an in-depth examination and a high level of interpretation in order to understand how it may solve issues by emphasizing the quality and integrity of the data. On the basis of the research data and debate, the vast majority of legal professionals believe it to be a fantastic legal change. Nonetheless, the majority of them continue to dispute its efficacy and execution in light of the court's recent ruling that the Creative Economy and Work Law is unconstitutional with conditional enforcement. This conclusion will hopefully influence the legal review section in Indonesia
PERSEPSI DOSEN TENTANG EKSISTENSI DEWAN PENGAWAS DALAM UNDANG-UNDANG NOMOR 19 TAHUN 2019 TENTANG KOMISI PEMBERANTASAN KORUPSI Irvin Nofrianto Pabane; Mustaring Mustaring; Herman Herman
SUPREMASI: Jurnal Pemikiran, Penelitian Ilmu-ilmu Sosial, Hukum dan Pengajarannya Vol 16, No 2 (2021)
Publisher : Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26858/supremasi.v16i2.22027

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui: (1) Persepsi Dosen terhadap eksistensi Dewan Pengawas Komisi Pemberantasan Korupsi; dan (2) Pandangan Dosen terhadap pelaksanaan pemberantasan korupsi pasca disahkannya revisi kedua Undang-Undang KPK di Program PPKn FIS UNM. Peneliti menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian deskriptif, sumber data primer yaitu enam responden dari Dosen PPKn FIS UNM dan satu orang narasumber dan lembaga negara KPK RI. Data sekunder diperoleh dari buku, jurnal, naskah akademik revisi kedua KPK, putusan Mahkamah Konstitusi, peraturan perundang-undangan dan internet. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah observasi, wawancara, dan dokumentasi. Teknik analisis data yang digunakan adalah deskriptif kualitatif. Hasil Penelitian menunjukkan bahwa: (1) Persepsi sebagian Dosen PPKn FIS UNM diadakannya Dewan Pengawas KPK terbelah dua, sebagian menilai positif atau mendukung dan sebagian menilai negatif atau tidak mendukung. (2) Dosen PPKn FIS UNM berpandangan bahwa perlu dilakukan revisi Undang-Undang KPK yang semakin menguatkan kewenangan KPK, mendukung KPK agar independen dalam menjalankan tugasnya serta mendorong KPK melakukan tindakan-tindakan pencegahan korupsi dengan sosialisasi dan kerjasama dengan berbagai instansi sampai ke pelosok daerah.
ANALISIS FAKTOR PENYEBAB PERCERAIAN KARENA ORANG KETIGA (Studi Putusan Pengadilan Agama Kelas IA Makassar) Muh. Sudirman; Mustaring Mustaring; Imam Suyitno
SUPREMASI: Jurnal Pemikiran, Penelitian Ilmu-ilmu Sosial, Hukum dan Pengajarannya Vol 17, No 1 (2022)
Publisher : Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26858/supremasi.v17i1.33237

Abstract

ABSTRAK: tujuan penelitian ini untuk mengetahui dan memperoleh data mengenai pertimbangan hakim dalam memutuskan perkara perceraian karena orang ketiga di Pengadilan Agama kelas IA Makassar tahun 2020. Dan  untuk mengetahui dan menganalisis isi putusan hakim Pengadilan Agama kelas IA Makassar mengenai perkara perceraian yang disebabkan orang ketiga.Penelitianini merupakan studiputusandenganmenggunakan pendekatan kasus (case approach) yang mengkaji ratio decidendi ataureasoningyaitupertimbanganputusanPengadilanAgamaKelas IA MakassarNomor1672/Pdt.G/2021/PA.Mks,Nomor.1644/Pdt.G/2021/PA.Mks, Nomor.1667/Pdt.G/ 2021/PA. Mks. Adapun pengolahan data sebagai berikut yaitu melalui reduksi  data,sajiandata,dianalisisdandisimpulkanatauverifikasi.Datayangterkumpuldianalisisdengan metode kualitatif deskriptif. Hasil penelitian diperoleh data bahwa 1) Pertimbangan hakim dalam memutuskanperkaraperceraiankarenaorangketigameliputi;pertimbanganfilosofis,pertimbanganyuridis,danpertimbangannonyuridis(meta yuridis)mencakupaspek psikologis, sosiologis, danetika, sehingga pada pokoknya pertimbangan hakim mengacu pada syiqaq sebagai alasanutamaperceraianyangdijadikansebagaipertimbanganhukumolehhakimdalammemutuskan cerai gugat. Setelah majelis hakim menggali dan menemukanfakta-faktahukum dalam persidangan kemudian memutuskan perkara. 2) Isi putusan PengadilanAgama terhadap perkara perceraian karena orang ketiga dalam perkara 1, 2, dan 3 oleh   majelis hakim Pengadilan Agama Kelas IA Makassar dengan pertimbangan hakim melaluianalisis terhadap pertimbangan filosofis, pertimbangan yuridis, dan pertimbangan nonyuridis(metayuridis)mencakupaspekpsikologis,sosiologis,danetika,munculnyasyiqaqdisebabkanoleh tergugatselakusuamisebagaipemimpinrumahtanggamelakukanperselingkuhandenganperempuanlainyangmengakibatkanperpecahandalamperkawinanPenggugatdanTergugat, demikian juga sebaliknya.
Analisis Hukum Peran Serikat Pekerja (Studi Pada PT CS2 Pola Sehat Maros) Sadikin Sahir; Irsyad Dahri; Mustaring Mustaring
Phinisi Integration Review Volume 5 Nomor 2 Tahun 2022
Publisher : Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26858/pir.v5i2.33623

Abstract

Workers or laborers are the cogs that make the company always operate and produce. In the process of running a business, workers often become victims of arbitrariness carried out by employers by not giving workers rights. In an effort to ensure that there is no arbitrariness as described previously, the government makes labor laws that employers must comply with. On this basis, workers create a forum or organization that focuses on ensuring that their rights are fulfilled by the company and establishing good relations between workers and the company. This forum is called a trade union/labor union. Trade unions/labor unions are representatives of workers/labor in the company as representatives of workers expressing their aspirations in resolving disputes or building harmonious relationships with employers. The study was conducted by the researcher using a statue approach in normative legal research and a qualitative approach in empirical legal research. The purpose of this study is to analyze the extent to which the role of trade unions in its efforts to provide protection to workers and achieve good industrial relations legally. The population of the study were 101 members of PUK PT. CS2 Pola Sehat in Maros and the sample was 20 people. The data of the study were obtained from the results of filling out questionnaires, interviews, and observations made by the researcher. This study employed a simple statistical descriptive analysis to analyze the results of the survey questionnaire. Based on the results of the study, it is concluded that the trade unions at PT. CS2 Pola Sehat in Maros are active in carrying out their roles in resolving labor disputes, creating harmonious, dynamic, and fair as well as channeling the aspirations of workers.
PERILAKU BULLYING DALAM PERSEPKTIF HUKUM STUDI PADA MASYARAKAT KECEMATAN MATAKALI KABUPATEN POLEWAL MANDAR Ahmad Umardani; Firman Umar; Mustaring Mustaring
Jurnal Tomalebbi Volume 9, Nomor 4 (Desember 2022)
Publisher : Jurusan Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan (PPKn)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstract:  This study aims to find out (1) how the law regulates bullying behavior (2) the factors that cause bullying behavior in the community of Matakali sub-district, Polewali Mandar district (3) Efforts to overcome bullying behavior in Matakali sub-district, Polewali Mandar district. This research is a qualitative descriptive study. The types and sources of data used in this study are primary data sources and secondary data sources. Data collection techniques include: observation, interviews and documentation. The data obtained from the research were collected and processed by qualitative descriptive data analysis. The results of the study show that: (1) Legal arrangements for bullying behavior are generally regulated in law number 35 of 2014 concerning child protection, the provisions of which are contained in article 1 number 15a, article 9, and article 76C related to the prohibition of committing cruelty to children. Therefore, the legal action given to the perpetrators of bullying is in the form of warning actions, coaching actions and imprisonment as regulated in article 5, article 7, article 10, and article 71 of law number 11 of 2012 concerning the juvenile criminal justice system. (2) The factors that cause bullying behavior are two factors where the perpetrator himself does not like the victim and the lack of emotional control from the perpetrator, the two victim factors are the presence of the victim disturbing the domination of the perpetrator's power, causing competition between the perpetrator and the victim, (3) Efforts In overcoming bullying behavior there are two, namely preventive efforts where law enforcement officers carry out socialization by providing legal understanding and strengthening to students, teachers and parents regarding the impact of the dangers of bullying, both repressive efforts, namely the perpetrators of bullying are given legal action by law enforcement officers in the form of coaching actions. outside the institution by carrying out community services in accordance with the provisions of article 71 of law number 11 of 2011 concerning the juvenile criminal justice system related to the principal crime of children. Keywords: BullyingAbstrak: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui (1) Bagaimana pengaturan hukum terhadap perilaku bullying (2) Faktor – faktor Penyebab terjadinya perilaku bullying pada masyarakat kecamatan Matakali kabupaten Polewali Mandar (3) Upaya dalam mengatasi perilaku bullying di kecamatan Matakali Kabupaten Polewali Mandar. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kualitatif. Jenis dan sumber data yang digunakan dalam penelitian ini yaitu sumber data primer dan sumber data sekunder. Teknik pengumpulan data meliputi: observasi, wawancara dan dokumentasi. Data yang diperoleh dari penelitian dikumpulkan dan diolah dengan analisis data secara deskriptif kualitatif.  Dari hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) Pengaturan hukum terhadap perilaku bullying secara umum diatur dalam undang – undang  nomor 35 tahun 2014 tentang perlindungan anak  yang ketentuannya terdapat pada pasal 1 angka 15a  mengenai kekerasan anak, pasal 9 mengenai hak perlindungan, dan pasal 76C  mengenai larangan melakukan kekerasan terhadap anak. Oleh Karena itu tindakan hukum yang diberikan terhadap pelaku bullying berupa tindakan peringatan, tindakan pembinaan dan penjara sebagaimana diatur dalam pasal 5 mengenai bentuk penyelesaian dan pasal 71 mengenai pidana pokok anak dalam undang – undang nomor 11 Tahun 2012 tentang sistem peradilan pidana anak. (2) Faktor penyebab terjadinya perilaku bullying ada dua  faktor  dimana dari pelaku itu sendiri yang tidak menyukai korban dan kurangnya kontrol emosi dari pelaku, kedua faktor korban yaitu keberadaan korban menganggu dominasi kekuasaan pelaku sehingga menimbulkan persaingan anatara pelaku dan korban, .(3) Upaya dalam mengatasi perilaku bullying ada dua yaitu upaya preventif dimana pihak aparat penegak hukum melakukan sosialisasi dengan memberikan pemahaman hukum serta penguatan kepada siswa, guru maupun orang tua terkait dampak bahaya bullying, kedua upaya represif yaitu  pelaku bullying diberikan tindakan hukum oleh aparat penegak hukum berupa tindakan pembinaan di luar lembaga dengan melaksanakan pelayanan masyarakat sesuai dengan ketentuan pasal 71 undang – undang nomor 11 tahun 2011 tentang sistem peradilan pidana anak terkait pidana pokok anak. Kata Kunci : Bullying
EKSISTENSI TRADISI “MAPPATETTONG BOLA” MASYARAKAT SUKU BUGIS DESA ANABANUA KECAMATAN BARRU KABUPATEN BARRU DALAM PERSPEKTIF HUKUM ISLAM Muh. Sudirma; Mustaring Mustaring; Rinda Muliati
Ash-Shahabah : Jurnal Pendidikan dan Studi Islam Vol. 7 No. 1 (2021): Ash-Shahabah: Jurnal Pendidikan dan Studi Islam
Publisher : Fakultas Agama Islam Universitas Islam Makassar (UIM)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This article describes the research on the existence of the “Mappatettong Bola” tradition of the Bugis tribe in Anabanua Village, Barru District, Barru Regency in Islamic Law Perspective. This study uses data collection techniques by making observations, interviews, and documentation. The data that has been obtained from the research results are processed using qualitative descriptive analysis. The results showed that (1) the tradition of "Mappatettong Bola" means establishing a typical Bugis stilt house frame with various stages starting from determining the place and time, the ritual participants namely Panrita Bola, and the local community, followed by the Lise Posi Bola ritual which became the foundation for the initial establishment of the framework. house on stilts (2) the values ​​contained in the “Mappatettong Bola” tradition such as the value of mutual cooperation, and religious values ​​are still there and are carried out by the community to this day. (3) The implementation of this tradition has positive values ​​that are not against the teachings of the Islamic religion, because society does not make spirits or supernatural beings to mediate the relationship between humans and God. Ritual Lise 'Posi' The ball in the middle of the house (posi'bola) is a sacred thing, and is a symbol of a sense of hope and optimism (assennu-sennureng) for something that is good without being excessive and not related to aqidah. In addition, there is a religious value in the form of Barazanji reading and implementation of this tradition which has a good value, namely uniting the community, relatives and neighbors which is highly recommended in Islam. As well as the implementation intention also contains prayers to the Almighty to ask for protection and safety in the implementation of this tradition.
PROBLEMATIKA PERNIKAHAN DINI (Studi pada Masyarakat Kecamatan Balanipa Kabupaten Polewali Mandar) Muh. Sudirman; Mustaring Mustaring; Nurul Fitriani
Ash-Shahabah : Jurnal Pendidikan dan Studi Islam Vol. 8 No. 1 (2022): Ash-Shahabah: Jurnal Pendidikan dan Studi Islam
Publisher : Fakultas Agama Islam Universitas Islam Makassar (UIM)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This study aims to determine the factors that cause early marriage, problems that arise in the household for couples who do early marriage and the efforts made to minimize early marriage in Balanipa District, Polewali Mandar Regency. This type of research is qualitative research and uses a descriptive approach. The data sources used are primary data and secondary data. Data collection techniques include: Observation, Interview and Documentation. The data obtained from the research results were processed using descriptive qualitative data analysis. The results of this study indicate that; 1) There are several factors behind the occurrence of early marriage, namely parental factors, low awareness of the importance of education, self-will, and promiscuity factors. 2) As for the problems that arise in the household for couples who do early marriages, among others, quarrels and conflicts, economic problems, lack of a sense of responsibility and divorce. 3). As for the efforts made to minimize early marriage, namely, Raising awareness in the community about the importance of education for children and the younger generation, planting religious education for every child, and cooperation from the KUA Balanipa District.