Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

FENOMENA FLEXING DI MEDIA SOSIAL SEBAGAI AJANG PENGAKUAN KELAS SOSIAL DENGAN KAJIAN TEORI FUNGSIONALISME STRUKTURAL Nur Khayati; Dinda Apriliyanti; Victoria Nastacia Sudiana; Aji Setiawan; Didi Pramono
Jurnal Sosialisasi: Jurnal Hasil Pemikiran, Penelitian dan Pengembangan Keilmuan Sosiologi Pendidikan Volume 9, Nomor 2, Juli 2022
Publisher : Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26858/sosialisasi.v1i2.32543

Abstract

AbstrakPenelitian ini menggunakan metode kualitatif yang bersifat deskripsi yang dimaksud ialah peneliti menggambarkan berbagai situasi, kondisi, dan berbagai variable. Penelitian ini dengan teknik data sekunder dan pencarian foto di media sosial dalam mencari data yang relevan yang mampu menambah wawasan bagi peneliti. Fenomena flexing dimasukan dalam teori fungsionalisme struktural, flexing menjadi budaya baru dan menjadi tontonan yang menjamur di kalangan msyarakat. Media sosial seperti instagram, tiktok, dan facebook dengan konten  flexing menjadi isu dan diperbincangkan semua kalangan kelas sosial. Memamerkan harta di sosial media bertujuan untuk mendapatkan penghargaan, kehormatan, dan status sosial yang mana kekayaan yang dimiliki belum tentu benar atas kepemilikan aset sendiri. 
Integrasi Nilai Nilai Sustainable Development Goals (Sdgs4) Dalam Pengembangan Kurikulum Sekolah Dasar Nailil Fuadah; Ika Ratnaningrum; Nur Khayati; Virna Cahyareva; Afrinda Maesa Safana; Sofi Fadhila Adnin; Awal Nur Habibah; Aisya Amalia Murdhani
Journal of Innovative and Creativity Vol. 5 No. 3 (2025)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joecy.v5i3.5820

Abstract

Penelitian ini mengkaji integrasi nilai-nilai Sustainable Development Goals (SDG) 4 dalam pengembangan kurikulum pendidikan dasar di Indonesia, khususnya pada implementasi Kurikulum Merdeka di sekolah dasar. Menggunakan pendekatan kualitatif dengan rancangan systematic literature review (SLR), penelitian ini menganalisis artikel jurnal terindeks, dokumen kebijakan nasional, dan laporan lembaga internasional seperti UNESCO, OECD, dan PISA yang terbit antara 2020-2025. Analisis data dilakukan melalui content analysis dengan pembacaan kritis, kategorisasi gagasan, dan interpretasi pola temuan lintas sumber yang disusun ke dalam tema konseptual. Hasil kajian menunjukkan bahwa Kurikulum Merdeka telah selaras dengan prinsip SDG 4 melalui Capaian Pembelajaran yang mengutamakan literasi-numerasi, keterampilan abad ke-21, dan Profil Pelajar Pancasila. Integrasi SDG 4 terlihat jelas dalam empat komponen: capaian pembelajaran yang inklusif dan berkualitas; materi ajar yang kontekstual dan mengangkat isu keberlanjutan; kegiatan pembelajaran yang menerapkan diferensiasi dan berbasis proyek; serta penilaian holistik yang mencakup aspek akademik, karakter, dan kepedulian global siswa. Pendekatan seperti Education for Sustainable Development (ESD), ecopedagogy, dan Project-Based Learning (PjBL) terbukti efektif meningkatkan keterlibatan siswa, berpikir kritis, dan kesadaran keberlanjutan. Namun, implementasi masih menghadapi kendala berupa variasi kompetensi guru, keterbatasan sumber belajar kontekstual, dan pemahaman yang belum merata mengenai posisi epistemologis SDG 4 sebagai tujuan makro pendidikan. Penelitian menegaskan bahwa integrasi SDG 4 dalam kurikulum pendidikan dasar merupakan langkah strategis untuk meningkatkan kualitas, inklusivitas, dan relevansi pembelajaran, yang memerlukan pelatihan guru berkelanjutan, penyediaan modul pembelajaran kontekstual, pengembangan instrumen asesmen komprehensif, serta kolaborasi antara sekolah dan komunitas agar implementasi berjalan optimal dan berkelanjutan