Penelitian ini mengkaji integrasi nilai-nilai Sustainable Development Goals (SDG) 4 dalam pengembangan kurikulum pendidikan dasar di Indonesia, khususnya pada implementasi Kurikulum Merdeka di sekolah dasar. Menggunakan pendekatan kualitatif dengan rancangan systematic literature review (SLR), penelitian ini menganalisis artikel jurnal terindeks, dokumen kebijakan nasional, dan laporan lembaga internasional seperti UNESCO, OECD, dan PISA yang terbit antara 2020-2025. Analisis data dilakukan melalui content analysis dengan pembacaan kritis, kategorisasi gagasan, dan interpretasi pola temuan lintas sumber yang disusun ke dalam tema konseptual. Hasil kajian menunjukkan bahwa Kurikulum Merdeka telah selaras dengan prinsip SDG 4 melalui Capaian Pembelajaran yang mengutamakan literasi-numerasi, keterampilan abad ke-21, dan Profil Pelajar Pancasila. Integrasi SDG 4 terlihat jelas dalam empat komponen: capaian pembelajaran yang inklusif dan berkualitas; materi ajar yang kontekstual dan mengangkat isu keberlanjutan; kegiatan pembelajaran yang menerapkan diferensiasi dan berbasis proyek; serta penilaian holistik yang mencakup aspek akademik, karakter, dan kepedulian global siswa. Pendekatan seperti Education for Sustainable Development (ESD), ecopedagogy, dan Project-Based Learning (PjBL) terbukti efektif meningkatkan keterlibatan siswa, berpikir kritis, dan kesadaran keberlanjutan. Namun, implementasi masih menghadapi kendala berupa variasi kompetensi guru, keterbatasan sumber belajar kontekstual, dan pemahaman yang belum merata mengenai posisi epistemologis SDG 4 sebagai tujuan makro pendidikan. Penelitian menegaskan bahwa integrasi SDG 4 dalam kurikulum pendidikan dasar merupakan langkah strategis untuk meningkatkan kualitas, inklusivitas, dan relevansi pembelajaran, yang memerlukan pelatihan guru berkelanjutan, penyediaan modul pembelajaran kontekstual, pengembangan instrumen asesmen komprehensif, serta kolaborasi antara sekolah dan komunitas agar implementasi berjalan optimal dan berkelanjutan
Copyrights © 2025