Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

Analisis Tenaga Kerja Subsektor Penyediaan Makan Minum Di Provinsi Bali Selama Pandemi Covid-19 Suci Rahmawati Prima; Ni Made Ayu Krisna Cahyadi
Management Studies and Entrepreneurship Journal (MSEJ) Vol. 3 No. 5 (2022): MSEJ : Management Studies and Entrepreneurship Journal
Publisher : Yayasan Pendidikan Riset dan Pengembangan Intelektual (YRPI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pandemi Covid-19 yang terjadi sejak awal tahun 2020 terus mengalami pengingkatan dan penyebaran yang sangat cepat ke berbagai negara termasuk Indonesia. Penyebaran tidak hanya terjadi di pusat kota tapi juga di berbagai daerah termasuk Provinsi Bali. Pertumbuhan ekonomi Bali pada tahun 2020 turun sebesar -9,31 persen. Adanya kebijakan pembatasan sosial juga berdampak pada penurunan jumlah tenaga kerja akibat minimnya jam operasional restoran dan tempat umum lainnya.  Penelitian ini ditujukan untuk menganalisis pengaruh jumlah tenaga kerja terhadap pendapatan subsektor penyedia makan minum dan mengidentifikasi karakteristik tenaga kerja di Provinsi Bali selama masa pandemi Covid-19.  Data primer dan sekunder merupakan data yang digunakan adalah pada penelitian ini dengan sampel sebanyak 97 restoran yang tersebar di 9 Kabupaten Kota di Provinsi Bali. Metode penelitian yang digunakan adalah analisis deskriptif dan regresi data panel. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat pengaruh positif dan signifikan antara jumlah tenaga kerja terhadap pendapatan subsektor penyedia makan minum di Provinsi Bali selama pandemi Covid-19. Kata kunci: Covid-19, tenaga kerja, pendapatan, subsektor penyedia makan minum
UPAYA PENINGKATAN PRODUKSI KERIPIK SAMBAL SIBOLGA MELALUI PROMOSI DAN EKSPOR DI TENGAH PANDEMI COVID-19 Suci Rahmawati Prima; Sepandil Laras Lase; Rini Febrianti; Rahmad Purnama; Ni Made Ayu Krisna Cahyadi
Diseminasi: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 5 No. 2 (2023)
Publisher : Pusat Pengabdian kepada Masyarakat- LPPM Universitas Terbuka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33830/diseminasiabdimas.v5i2.6184

Abstract

Keripik Cabai Sibolga merupakan oleh-oleh khas daerah Sumatera Utara khususnya kota Sibolga dan menjadi ciri khas kota yang dikenal dengan sebutan Kota Ikan. Keripik Cabai Sibolga merupakan hasil industri kuliner yang saat ini sedang menarik wisatawan dan diharapkan dapat menjadi penopang perekonomian masyarakat Sibolga. Namun di masa pandemi COVID-19 ini banyak sektor yang terdampak, termasuk produksi dan pemasaran usaha Keripik Cabai Sibolga. Oleh karena itu, program pengabdian kepada masyarakat ini berupaya melakukan inovasi dalam pengemasan baik melalui repackaging dan rebranding serta perluasan pemasaran melalui promosi produk di pasar-pasar dan menembus pasar luar negeri melalui kegiatan ekspor. Pelayanan dimulai dengan analisa kebutuhan mitra UMKM, riset pasar internasional, perencanaan dan implementasi. Luaran dari pengabdian masyarakat ini adalah terciptanya sistem pengemasan produk yang lebih menarik perhatian dan sesuai standar internasional, serta terciptanya pusat bisnis ekspor Keripik Cabai Sibolga yang dimodifikasi, seperti website penjualan dan publikasi visual. di media sosial agar dapat lebih dikenal oleh masyarakat luas baik dalam maupun luar negeri melalui kegiatan ekspor. Hasil dari pengabdian masyarakat ini adalah pengemasan baru, promosi di marketplace dan ekspor ke pembeli luar negeri.   Sibolga Chilli Chips are souvenirs typical of the North Sumatra, especially the city of Sibolga and are the hallmark of the city known as the City of Fish. Sibolga Chilli Chips is the result of the culinary industry which is currently attracting tourists and is expected to be a supporter of the economy of the Sibolga community. However, during the COVID-19 pandemic, many sectors were affected, including the production and marketing of Sibolga Chilli Chips business. Therefore, this community service program seeks to innovate in packaging both through repackaging and rebranding as well as marketing expansion through product promotion in marketplaces and penetrate foreign markets through export activities. The service begins with an analysis of the needs of MSME partners, international market research, planning and implementation. The output of this community service is the creation of a product packaging system that is more eye-catching and in accordance with international standards, as well as the creation of a modified Sibolga Chilli Chips export business center, such as websites for sales and visual publications on social media so that they can be better known by the wider community both locally and abroad through export activities. The results of this community service are new packaging, promotions in the marketplace and exports to foreign buyers.
How Small-scale Fishermen Survive During the Pandemic of Covid-19 Suci Rahmawati Prima; Ake Wihadanto; Ni Made Ayu Krisna Cahyadi
Optimum: Jurnal Ekonomi dan Pembangunan Vol. 13 No. 1 (2023)
Publisher : Universitas Ahmad Dahlan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12928/optimum.v13i1.6723

Abstract

This study aims to examine how the Kendari Bay’s coastal fishermen survive during the Covid-19 pandemic, especially from an economic perspective. However, the Covid-19 pandemic that occurred in the last three years has been able to shake the economy in several levels of society, including small-scale fishermen. The object of this research is 50 small-scale fishermen on the coast of Kendari Bay with data collection methods using surveys and interviews. Data analysis was carried out to reveal the characteristics of small-scale fishermen on the coast of Kendari Bay, to examine the impact of the COVID-19 pandemic on fishermen's income, and the constraints faced by fishermen from an economic perspective. The results show that small-scale fishermen averagely work as fishermen from a young age, as a form of inheritance from their parents and cannot complete basic compulsory education. Surprisingly, the Covid-19 pandemic does not have much impact on fishermen's income because the biggest impact comes from weather factors and the high cost of boat fuel. One of many issues that the fishermen need to deal is the difficulty on accessing capital and financial to start a business. This is happening due to limited information for these fishermen. The novelty of this research is in the study of the impact of the pandemic which is associated with access to public finance.
Optimalisasi pemasaran program live-in di kampung ekowisata Ciwaluh, Kabupaten Bogor Nihan Anindyaputra Lanisy; Ni Made Ayu Krisna Cahyadi; Rizky Rivaldi Afgani; Sri Ratu Wijaya; Refaldi Maulana
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 9, No 5 (2025): September
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v9i5.33685

Abstract

AbstrakSemakin berkembangnya pariwisata di Kampung Ekowisata Ciwaluh, beberapa sekolah dan universitas dari wilayah Jabodetabek tertarik untuk mengadakan program live-in karena kehidupan desa dan budaya lokal yang masih autentik dan sulit ditemukan di tempat lain. Namun, Pokdarwis Ciwaluh belum memiliki standarisasi untuk program live-in, baik dari segi biaya maupun fasilitas yang disediakan. Pelaksanaan kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk pengembangan program live-in yang sistematis di Kampung Ekowisata Ciwaluh. Kegiatan ini akan berfokus pada aspek produksi, aspek sosial kemasyarakatan, dan aspek pemasaran terhadap program live-in. Mitra sasaran adalah Pokdarwis Ciwaluh yang terdiri dari 18 pengurus. Metode pelaksanaan kegiatan ini dilakukan melalui lima tahap, yaitu sosialisasi, pelatihan, penerapan teknologi, pendampingan evaluasi, dan pengamatan keberlanjutan program. Berdasarkan hasil kegiatan, Pokdarwis Ciwaluh telah berhasil menyusun satu proposal live-in terstandarisasi, tiga proposal live-in yang bersifat custom, kemampuan berkomunikasi secara verbal dan non-verbal, serta kemampuan pemasaran digital yang diimplementasikan dalam situs web dan sosial media. Selama periode sebelum dan sesudah kegiatan dilakukan, terjadi peningkatan pengunjung sebesar 35% pada hari kerja dan mencapai 60–70% pada akhir pekan. Kata kunci: live-in; kampung ciwaluh; pemasaran digital. AbstractThe growing tourism in Ciwaluh Ecotourism Village has attracted interest from several schools and universities in the Greater Jakarta area in holding live-in programs due to the authentic village life and local culture, which are difficult to find elsewhere. However, Pokdarwis Ciwaluh does not yet have a standardized approach to live-in programs, either in terms of costs or facilities. This community service activity aims to develop a systematic live-in program in Ciwaluh Ecotourism Village. This activity will focus on production, social aspects, and marketing aspects of the live-in program. The target partner is Pokdarwis Ciwaluh, which consists of 15 organizers. The implementation method for this activity is carried out through five stages: socialization, training, technology application, evaluation assistance, and monitoring the program's sustainability. Based on the results of the activity, Pokdarwis Ciwaluh has successfully developed one standardized live-in proposal, three custom live-in proposals, verbal and non-verbal communication skills, and digital marketing skills implemented on its website and social media. During the period before and after the activity was carried out, there was an increase in visitors of 35% on weekdays and reached 60-70% on weekends. Keywords: ciwaluh ecotourism village; digital marketing; live-in.