Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

EVALUASI KESESUAIAN LAHAN DAN KELAYAKAN EKONOMI TANAMAN KAKAO DI KECAMATAN GANTARANG KEKE KABUPATEN BANTAENG Wahyuni Mustaman; Amir Tjoneng; Abdullah Abdullah
AGROTEK: Jurnal Ilmiah Ilmu Pertanian Vol 3, No 1 (2019): Maret
Publisher : Percetakan Umi Toaha Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (638.145 KB) | DOI: 10.33096/agr.v3i1.71

Abstract

The potential of a land for certain uses can be predicted through land evaluation activities. This study aims to 1) evaluate the suitability of the land, 2) analyze the limiting factors and land improvement measures, and 3) analyze the economic feasibility of cocoa plant development carried out in Gantarangkeke, Bantaeng district during April to October 2018. This study uses a parametric approach with qualitative and quantitative mixed methods, field surveys using purposive sampling, biophysical land suitability analysis using a parametric approach (Sys et al., 1991) while economic analysis analyzes the economic feasibility equivalent of rice consumption according to Sajogyo (1977) with rice consumption needs in the village is 320 kg/year and the income-cost ratio (R/C). The result of the study shows that the climate type of the study area according to Schmidt-Ferguson is classified as B (wet) with the actual cocoa land suitability class classified as marginal (S3) and not suitable at this time (N1) with climate limiting factors (relative air humidity) where corrective actions cannot taken, soil physical characteristic (soil depth and coarse fragments) which cannot be corrected, and soil fertility (c-organic) with the addition of organic materials. The average income of farmers that classified class S3 is Rp. 13.901.650/th and N1 is Rp. 7.656.600/th, therefore the research area has a decent life if it the family that classified class S3 with size consists of 4 person with total expenditure of Rp. 12.800.000 and N1 with size consists of 2 person with total expenditure of Rp. 6.400.000. In 2017, income per capita of Bantaeng district is Rp. 856.592 that classified class S3 with size consists of 4 person is Rp. 3.426.368 and N1 with size consists of 2 person is Rp. 1.713.184 with the value of the R-C ratio ranging from 3.40 to 4.90, which means that it is feasible to develop cocoa plants in Gantarangkeke Subdistrict since the R/C value still greater than 1.
Evaluasi Kesesuaian Lahan Tanaman Kakao di Desa Sengeng Palie Kecamatan Lamuru Kabupaten Bone Syaifuddin Syaifuddin; Wahyuni Mustaman; Rachmat Rachmat; Nurhayati Nurhayati; Wan Arfiani Barus
AGRIUM: Jurnal Ilmu Pertanian Vol 25, No 2 (2022)
Publisher : UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH SUMATERA UTARA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30596/agrium.v25i2.11149

Abstract

Potensi suatu lahan untuk tujuan tertentu dapat diduga melalui evaluasi lahan. Pulau Sulawesi merupakan salah satu wilayah sentra produksi kakao dengan luasan sekitar 60% dari seluruh wilayah sentra kakao di Indonesia. Produktivitas kakao di Kecamatan Lamuru Kabupaten Bone lebih rendah dibandingkan dengan produktivitas optimal kakao pada umumnya. Oleh karena itu, studi evaluasi kesesuaian lahan tanaman kakao pada Kecamatan Lamuru perlu dilakukan. Studi ini dilaksanakan pada bulan April sampai Juli 2022. Evaluasi tingkat kesesuaian lahan dilakukan dengan menganalisis faktor-faktor pembatas dan tindakan perbaikan lahan menggunakan metode kualitatif melalui pendekatan parametrik. Hasil studi ini menunjukkan bahwa tipe iklim Desa Sengeng Palie berdasarkan teori Schmidt-Ferguson tergolong tipe C atau agak basah dengan kelas kesesuaian lahan kakao yang aktual dan tergolong sesuai marginal (S3) dengan indeks lahan sebesar 26. Adapun faktor pembatas iklim yang diperoleh adalah curah hujan dan lama bulan kering dengan pemberian irigasi intensif, serta kelembaban udara relatif dan sifat fisik tanah (kedalaman tanah) yang tidak dapat dilakukan tindakan perbaikan.
ANALISIS SALURAN PEMASARAN KOMODITAS KENTANG: Marketing Channel Analysis of Potato Commodity Idris Idris; P. Tandi Balla; Wahyuni Mustaman; Ezra Artasastah; Andhyka Pratama
Jurnal Agrisistem: Seri Sosek dan Penyuluhan Vol. 19 No. 2 (2023): Jurnal Agrisistem: Seri Sosek dan Penyuluhan
Publisher : Unit Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Politeknik Pembangunan Pertanian Gowa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52625/j-agr-sosekpenyuluhan.v19i2.300

Abstract

Produksi kentang belum mampu memenuhi kebutuhan dalam negeri Indonesia yang tingkat konsumsi kentang dari sektor rumah tangga mencapai 771.46 ribu ton atau sebesar 28.42%. Desa Kanreapia, Kecamatan Tombolopao, cukup potensial untuk pengembangan tanaman kentang karena didukung oleh cuaca/iklim, dan produktivitasnya 208.80 kuintal/hektar. Sebagai penghasil terbesar tanaman kentang, petani masih sulit mendapatkan harga yang layak, penyebabnya yaitu kurangnya informasi pasar dan petani belum melakukan perhitungan dalam berusahatani. Tujuan penelitian ini yaitu: 1) mengetahui sistem saluran pemasaran kentang di dan 2) menganalisis margin pemasaran, farmer’s shared, komoditas kentang. Responden  ditunjuk langsung (purposive) yaitu petani pembudidaya dan pedagang kentang. Metode analisis data, yaitu metode analisis kualitatif dan kuantitatif. Analisis data kualitatif dilakukan untuk menganalisis saluran pemasaran. Formulanya yaitu, MP = KP + BP, dan untuk mengetahui bagian keuntungan yang diterima petani (farmer’s share) menggunakan rumus: Fs = Pf/Pr x 100%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemasaran kentang di Desa Kanreapia melalui satu pola saluran pemasaran yaitu: saluran pemasaran dari petani lalu dijual ke pedagang pengumpul dan terakhir ke konsumen. Nilai margin, biaya, keuntungan pemasaran, dan farmer’s share pada saluran pertama masing-masing Rp 2.500/kg, Rp 12.500/kg, Rp 1.000/kg, dan 80%.