Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

KORELASI ANTARA SISTEM MANAJEMEN MUTU ISO 9001:2015 DENGAN SISTEM MANAJEMEN PENDIDIKAN ISO 21001:2018 Wiwiet Prihatmadji; Ali Zulfikar; Susi Oktafiani; Aris Hendrawan; Fera Lufhidarani Pranita
JURNAL LENTERA BISNIS Vol 11, No 2 (2022): JURNAL LENTERA BISNIS, Mei 2022
Publisher : POLITEKNIK LP3I JAKARTA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34127/jrlab.v11i2.504

Abstract

Quality Management System (QMS) ISO 9001:2015 and Education Organization Management System (SMOP) ISO 21001:2015 are management systems that emphasizes the closeness of processes through the application of the PDCA Cycle, Risk-Based Thinking Framework and in harmony with other ISO management systems. The process approach involves a systematic interaction between management processes, so as to achieve the desired results in accordance with the policies, objectives and strategies of the organization's plans. The ISO 21001 and ISO 9001 management systems are designed, implemented and improved based on the PDCA (Plan-Do-Check-Action) model and translated by SN DIKTI as the Quality Cycle of Penetapan, Pelaksanaan, Evaluasi, Pengendalian dan Peningkatan (PPEPP). This cycle results in Continuous Quality Improvement (CQI). Risk Awareness  creates a basis for increasing the effectiveness of the education management system, in order to achieve good results and prevent negative effects.Keywords: ISO 9001:2015, ISO 21001:2018, Process Approach, PDCA, Risk Awareness
PERSEPSI KONSUMEN TERHADAP KUALITAS PELAYANAN PADA RESTORAN CEPAT SAJI McDonald’s DI JAKARTA Nurul Giswi Karomah; Susi Oktafiani; Siti Nur Rohmah
Jurnal Ilmu Manajemen, Ekonomi dan Kewirausahaan Vol. 2 No. 3 (2022): November : JURNAL ILMU MANAJEMEN, EKONOMI dan KEWIRAUSAHAAN
Publisher : Pusat Riset dan Inovasi Nasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55606/jimek.v2i3.527

Abstract

This study aims to provide the descriptive, depiction systematic view, factual and the accurate descriptions of the facts, characteristics and relationships between phenomena regarding to consumer perception and service quality at McDonald’s fast food in Jakarta. The type of the research used in this study is exploration descriptive qualitative research. The sampling technique used is Accidental Sampling, with the number of samples in this study as many as 80 person of McDonald’s customers. The data from this study were sourced from questionnaires distributed in the form of google form. The questionnaires was made based on to reliability and validity test. Data analysis technique used in this study are Data Collection, Data Reduction and Data Display. The results of the research showed the respondent’s responses to Consumer Perception at McDonald’s Jakarta fast food restaurants were Good, seen from the average total score of 334 which was included in the range of 275-339 with the assessment criteria Good. Meanwhile, respondent’s responses to Service Quality at McDonald’s Jakarta fast food restaurants were Excellent, seen from the average total score of 340,2 which included in the range of 340-400 with the assessment criteria Excellent. Suggestions can be given in this study are McDonald’s Jakarta fast food restaurants are expected to hold training or do the guidance to their employees so that the have better skills and management so that the consumers will be trust, comfortable and assured of the service quality of McDonald’s Jakarta fast food restaurants so that they can maintain consumers perception about service quality.
Pelatihan Persiapan Menghadapi Dunia Kerja pada Siswa SMA Cengkareng 1 Sudirman Yakub; Fatimah Malini Lubis; Susi Oktafiani; Herawati Tardan; Riko Sutriyadi
PUBLICA: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 4 No. 2 (2026): PUBLICA: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat, April 2026
Publisher : ASIAN PUBLISHER

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58738/publica.v4i2.93

Abstract

Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan kesiapan siswa SMA Cengkareng 1 dalam menghadapi dunia kerja melalui pemahaman yang komprehensif mengenai pentingnya persiapan diri. Fokus utama pelatihan ini adalah pada tiga aspek utama, yaitu persiapan ilmu (knowledge), keterampilan (skill), dan sikap (attitude) sebagai fondasi utama dalam memasuki dunia kerja. Metode yang digunakan adalah pendekatan partisipatif melalui tahapan identifikasi kebutuhan, penyusunan materi, pelaksanaan pelatihan, serta evaluasi kegiatan. Materi pelatihan dirancang secara aplikatif, meliputi pemahaman tentang pentingnya menguasai ilmu yang relevan dengan pekerjaan yang diinginkan, pengenalan dan pengembangan soft skills yang dibutuhkan di dunia kerja seperti komunikasi, kerja sama tim, dan problem solving, serta penanaman attitude positif seperti disiplin, tanggung jawab, dan etika profesional. Pelaksanaan kegiatan dilakukan secara interaktif melalui ceramah, diskusi, serta simulasi sederhana untuk memperkuat pemahaman peserta. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan kesadaran siswa terhadap pentingnya mempersiapkan diri secara menyeluruh sebelum memasuki dunia kerja. Selain itu, siswa menjadi lebih memahami kompetensi yang harus dimiliki sesuai dengan minat karir mereka. Evaluasi menunjukkan bahwa peserta merasa materi yang diberikan sangat relevan dan memberikan wawasan baru yang bermanfaat bagi masa depan mereka. Dengan demikian, pelatihan ini diharapkan mampu membentuk siswa yang lebih siap, percaya diri, dan memiliki daya saing dalam menghadapi tantangan dunia kerja.
Peningkatan Kesiapan Kerja Siswa SMK Melalui Pembekalan Komunikasi dan Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) dalam Kegiatan Praktek Kerja Industri May Vitha Rahmadhani; Ali Zulfikar; Aris Hendrawan; Kania Farida; Susi Oktafiani
Eastasouth Journal of Effective Community Services Vol 4 No 03 (2026): Eastasouth Journal of Effective Community Services (EJECS)
Publisher : Eastasouth Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58812/ejecs.v4i03.573

Abstract

Kesiapan kerja lulusan Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) masih menjadi tantangan, terutama terkait kesenjangan antara kompetensi yang dimiliki siswa dengan tuntutan dunia usaha dan dunia industri. Program Pendidikan Sistem Ganda melalui Praktek Kerja Industri (PKL) dirancang untuk memberikan pengalaman kerja nyata bagi siswa, namun dalam pelaksanaannya masih ditemukan kendala pada aspek kompetensi non-teknis, khususnya kemampuan komunikasi dan pemahaman Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3). Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan kesiapan kerja siswa SMK melalui pembekalan komunikasi profesional dan K3 sebelum pelaksanaan PKL. Metode pelaksanaan kegiatan menggunakan pendekatan edukatif dan partisipatif melalui pelatihan tatap muka yang melibatkan 78 siswa SMKN 47 Jakarta. Materi yang diberikan mencakup komunikasi profesional di lingkungan kerja serta pemahaman dasar K3. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pemahaman dan kesadaran siswa terhadap pentingnya komunikasi efektif dan penerapan K3 sebagai bekal menghadapi dunia industri. Kegiatan ini memberikan kontribusi positif dalam memperkuat kompetensi non-teknis siswa dan mendukung terciptanya lulusan SMK yang lebih siap kerja serta sesuai dengan kebutuhan industri.