Claim Missing Document
Check
Articles

Found 16 Documents
Search

TIPE LONCATAN AIR PADA AMBANG GERIGI Winda Harsanti; Susapto; Moh. Charits
Jurnal Teknik Ilmu dan Aplikasi Vol. 3 No. 2 (2022): Jurnal Teknik Ilmu dan Aplikasi
Publisher : Politeknik Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Loncatan air merupakan keadaan yang terjadi ketika terjadi perubahan tipe aliran dari super kritis menjadi aliran sub kritis. Peristiwa ini ini umumnya disertai dengan turbulensi yang cukup besar, yang dapat terjadi di hilir pintu air, di hilir pelimpah dan juga di lokasi yang kemiringan dasar salurannya berubah secara mendadak, yaitu dari kemiringan terjal menuju ke kemiringan yang landau. Hal ini yang juga terjadi pada ambang gerigi, yaitu bangunan ambang pada bendung yang merupakan modifikasi dari ambang gergaji. Untuk mengetahui tipe loncatan air yang terjadi maka besarnya angka Froude aliran dihitung pada masing-masing ambang gerigi. Penelitian dilakukan pada model saluran terbuka dan dilaukan pengukuran pada model ini untuk mendapatkan besarnya aliran debit pada ambang gerigi. Simulasi untuk kedalaman lantai ambang dilakukan pada delapan variasi kedalaman. Bentuk ambang yang digunakan adalah ambang gerigi 2, 3 dan 4. Dari hasil perhitungan tersebut, didapatkan angka Froude terkecil terjadi pada ambang gerigi 2 sebesar 10,874 dan angka Froude terbesar pada ambang gerigi 4 sebesar 12,796. Berdasarkan angka Froude untuk ambang gerigi 2, 3 maupun 4, dimana semua nilai di atas 9, maka tipe loncatan air untuk semua ambang adalah loncatan kuat.
PERENCANAAN ULANG SALURAN DRAINASE PADA KELURAHAN KRANGGAN KECAMATAN KRANGGAN KOTA MOJOKERTO Achmad Fachrur Rozi; Medi Efendi; Moh. Charits
Jurnal Online Skripsi Manajemen Rekayasa Konstruksi (JOS-MRK) Vol. 5 No. 2 (2024): JUNI 2024
Publisher : Jurusan Teknik Sipil Politeknik Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33795/jos-mrk.v5i2.3682

Abstract

Permasalahan banjir dan genangan yang terjadi di Kota Mojokerto perlu mendapat penanganan yang tepat agar tidak menimbulkan dampak negatif terhadap kegiatan masyarakat khususnya di Jalan Suratan AMD, Ngaglik Gotong Royong, Suratan VI, Kranggan IA, Kranggan V, Raden Wijaya, Jawa, dan Pahlawan, Kelurahan Kranggan, Kecamatan Kranggan. Kondisi saluran drainase yang ada di ruas jalan ini sudah tidak bisa berfungsi dengan baik. terlihat dari banyaknya tanggul saluran drainase yang rusak atau hancur dan berserakan menyumbat saluran drainase yang ada. Terlihat juga banyak saluran drainase di jalan ini yang sudah ditumbuhi rumput dan tersumbat oleh sampah sehingga saluran yang ada tidak dapat menampung debit air. Tujuan dari skripsi ini adalah merancang saluran drainase, mengevaluasi aspek hidrolis saluran dan bangunan drainase, dan menghitung biaya konstruksi. Adapun data yang digunakan, antara lain: data curah hujan selama 10 tahun terakhir dari tiga stasiun hujan terdekat, peta elevasi lokasi penelitian, dan harga satuan pekerjaan Kota Mojokerto tahun 2023. Data tersebut diolah menggunakan metode Gumbel Tipe I, uji kesesuaian dengan metode Chi Square dan Smirnov-Kolmogorov dengan kala ulang perencanaan 25 tahun. Software HEC-RAS digunakan untuk menganalisis muka air dimensi saluran eksisting dan saluran yang sudah direncanakan. Dari hasil perhitungan diperoleh curah hujan rancangan sebesar 115,46 mm/hari ; besaran debit pada saluran bervariasi mulai dari 0,1047 m3/detik hingga 1,268 m3/detik ; didapat 9 saluran yang tidak dapat menampung debit limpasan dari 26 saluran yang dianalisis menggunakan software HEC-RAS ; biaya konstruksi sebesar Rp. 6.058.103.000.
PERENCANAAN SALURAN DRAINASE JALAN TOL SERPONG BALARAJA SEKSI 1B STA. 5+150 – STA. 8+150 Djadhug Musi’ Arasty; Moh. Charits; Winda Harsanti
Jurnal Online Skripsi Manajemen Rekayasa Konstruksi (JOS-MRK) Vol. 5 No. 2 (2024): JUNI 2024
Publisher : Jurusan Teknik Sipil Politeknik Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33795/jos-mrk.v5i2.3900

Abstract

Pembangunan jalan tol Serpong - Balaraja seksi 1B membutuhkan saluran drainase untuk mencegah banjir di lahan pertanian dan pemukiman sehingga pengguna jalan tol dan aktivitas penduduk tidak terganggu. Tujuan dari pembahasan ini adalah untuk mencari hujan rancangan kala ulang 5 tahun; untuk menghitung debit banjir rencana; untuk menentukan dimensi saluran drainase, dan rencana anggaran biaya. Perencanaan ini menggunakan data curah hujan tahun 2013-2022 dari 3 stasiun terdekat yaitu stasiun Meteorologi Budiarto, stasiun Geofisika Tangerang, dan stasiun Meteorologi Soekarno-Hatta. Data Topografi yang dibutuhkan adalah data potongan memanjang, potongan melintang jalan tol, dan harga satuan pekerjaan Kabupaten Tangerang tahun 2022. Pengolahan data menggunakan metode Log Pearson tipe III, Šmirnov Kolmogorov dan Chi Square. Perencanaan ini menghasilkan hujan rancangan dengan kala ulang 5 tahun sebesar 92,46 mm; debit rencana sebesar 3,398 m³/det; ukuran dimensi saluran terbesar adalah lebar= 1 m, tinggi= 1,09 m dan saluran terkecil adalah lebar= 0,3 m, tinggi= 0,33 m ; anggaran Rp.11.561.300.000.
ANALISIS EFISIENSI JARINGAN DISTRIBUSI AIR BERSIH PDAM KOTA MALANG SERTA PERENCANAAN JARINGAN DISTRIBUSI BARU Aulya Ramadhani Z.T; Medi Efendi; Moh. Charits
Jurnal Online Skripsi Manajemen Rekayasa Konstruksi (JOS-MRK) Vol. 5 No. 2 (2024): JUNI 2024
Publisher : Jurusan Teknik Sipil Politeknik Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33795/jos-mrk.v5i2.3928

Abstract

Salah satu hambatan bagi PDAM Kota Malang dalam penyediaan air minum ialah kehilangan air akibat kebocoran pipa. Tingkat kehilangan air yang tinggi akan berdampak pada penurunan efisiensi sistem distribusi air bersih dan peningkatan biaya operasional. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efisiensi sistem distribusi air bersih yang dimiliki oleh PDAM Malang berbasis District Meter Area (DMA) dan perencanaan ulang pada DMA dengan nilai efisiensi terendah. Langkah-langkah yang dilakukan yaitu dengan menganalisis efisiensi, menghitung proyeksi pelanggan, menghitung debit kebutuhan, perencanaan jaringan pipa transmisi dan distribusi, menghitung dimensi pipa dan reservoir serta penghitungan anggaran biaya. Berdasarkan hasil penghitungan efisiensi terdapat dua zona terendah yaitu zona karangan sebesar 28% dan zona bangkon 51%, proyeksi pelanggan tahun 2037 pada zona karangan sebesar 7.220 jiwa dan zona bangkon 25.879 jiwa, debit kebutuhan air total zona karangan sebesar 5,540 lt/dt dan zona bangkon 23,914 lt/dt, pengaliran menggunakan pipa HDPE dengan diameter 6inch, 4inch, 3inch, 2 ½ inch, dan 2inch dan reservoir dengan dimensi 3m x 2m x 2m. Rencana anggaran biaya untuk zona karangan sebesar Rp6.255.949.464,00 dan pada zona bangkon sebesar Rp20.122.616.665,00 sehingga total rencana anggaran biaya kedua zona tersebut sebesar Rp26.378.566.500,00
STUDI ALTERNATIF PERENCANAAN BANGUNAN SIPON PADA SALURAN INDUK PETERONGAN DAERAH IRIGASI MRICAN KANAN KABUPATEN JOMBANG Muhammad Ilham Rohmansyah; Moh. Charits; Nawir Rasidi
Jurnal Online Skripsi Manajemen Rekayasa Konstruksi (JOS-MRK) Vol. 5 No. 2 (2024): JUNI 2024
Publisher : Jurusan Teknik Sipil Politeknik Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33795/jos-mrk.v5i2.4111

Abstract

Pembangunan jaringan irigasi Mrican Kanan di Kabupaten Jombang, Jawa Timur, bertujuan meningkatkan fungsi dan pelayanan irigasi bagi petani serta mendorong swasembada pangan, pertumbuhan ekonomi, dan kesejahteraan. Perencanaan yang matang diperlukan untuk memastikan efisiensi, efektivitas, dan keberlanjutan sistem irigasi, sesuai dengan perannya dalam mendukung produktivitas pertanian. Bangunan persilangan, seperti sipon, menjadi komponen penting dalam mengatasi rintangan seperti jalan, sungai, dan jurang. Aliran dalam sipon bersifat tertutup sehingga air mengalir karena tekanan dan trashrack mencegah masuknya sampah atau gangguan lainnya. Dalam konteks ini, teknologi konstruksi terus berkembang, termasuk penggunaan pipa HDPE Spiral yang diusulkan sebagai alternatif pengganti pipa beton. Penelitian ini bertujuan untuk menghitung debit, dimensi, stabilitas, dan biaya konstruksi pada sipon pipa beton dan HDPE Spiral. Hasil penelitian ini diharapkan dapat memberikan rekomendasi mengenai penggunaan material yang lebih efisien dan berkualitas untuk pembangunan infrastruktur irigasi yang berkelanjutan. Hasil perhitungan debit rencana saluran induk peterongan ruas BPT5-BPT6 adalah 4,152 m3/dt. Sehingga didapatkan dimensi saluran, dengan lebar saluran b = 4,50 m, tinggi muka air h = 1,40 m, diameter sipon yang baru didapat 1,20 m, panjang total sipon diperoleh 36 m, dan sipon direncanakan terdiri dari 2 pipa menggunakan pipa HDPE Spiral. Total kehilangan tinggi energi harus lebih kecil dari perbedaan tinggi energi yang tersedia yaitu 0,200 m, total kehilangan tinggi energi pada sipon yang didapat yaitu 0,168 m. Perencanaan bangunan pelengkap didapatkan bervariasi, dimensi ambang terkecil diperoleh lebar 0,30 m dan dimensi terbesar diperoleh 2,00 m. Diperoleh dimensi pintu sorong terkecil lebar 0,30 m dan dimensi terbesar diperoleh lebar 1,00 m. Stabilitas Sipon terhadap gaya-gaya yang berpengaruh masih dalam kondisi aman dan sesuai syarat-syarat stabilitas bangunan. Sipon menggunakan HDPE Spiral SN2 didapatkan biaya sebesar Rp. 39.468.622.000,00 dan sipon dengan beton sebesar Rp. 39.029.015.000,00. Hasil perhitungan biaya perencanan bangunan sipon pipa HDPE spiral SN2 lebih mahal bila dibandingkan dengan perencanaan sipon pipa beton dengan nilai efisiensi sebesar 0,0111 %.
DESAIN DINDING PENAHAN TANAH SEBAGAI PENGENDALIAN BANJIR PADA SUNGAI DI DAS KRICIK KOTA BATU Bahrina Kasih; Moh. Charits; Agus Suhardono
Jurnal Online Skripsi Manajemen Rekayasa Konstruksi (JOS-MRK) Vol. 5 No. 2 (2024): JUNI 2024
Publisher : Jurusan Teknik Sipil Politeknik Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33795/jos-mrk.v5i2.4157

Abstract

Berkurangnya daerah resapan pada bagian hulu Sungai Kricik, Kecamatan Bumiaji menyebabkan banjir setiap tahunnya. Dari hasil analisis hidrologi menunjukkan curah hujan rancangan yang terjadi pada Sungai Kricik sebesar 111,308 mm dan debit banjir sebesar 70,98 m3/detik dengan kala ulang masing-masing 50 tahun. Berdasarkan analisis profil aliran yang dilakukan dengan program HEC-RAS 4.1.0. pada Q50th, kondisi eksisting tidak dapat menampung debit rencana, maka perlu direncanakan bangunan pengendali. Data yang diperlukan adalah data curah hujan dari tiga stasiun yaitu Junggo, Ngujung, dan Tinjumoyo. Sedangkan, metode distribusi curah hujan rancangan yang digunakan adalah Log Pearson Type III dengan kala ulang 50 tahun. Kemudian, untuk menghitung debit banjir rancangan menggunakan metode Hidrograf Nakayasu. Dari hasil kajian direncanakan bangunan pengendali berupa sheet pile beton tipe W-325 A sepanjang 2100 m dengan rencana anggaran biaya Rp. 5.017.084.839,- (Lima milyar tujuh belas  juta delapan puluh empat ribu delapan ratus tiga puluh sembilan rupiah).
PERENCANAAN SISTEM JARINGAN DISTRIBUSI AIR BERSIH KECAMATAN PUJON KABUPATEN MALANG JAWA TIMUR Sylvia Aprilianti; Agus Suhardono; Moh. Charits
Jurnal Online Skripsi Manajemen Rekayasa Konstruksi (JOS-MRK) Vol. 5 No. 2 (2024): JUNI 2024
Publisher : Jurusan Teknik Sipil Politeknik Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33795/jos-mrk.v5i2.4268

Abstract

Kecamatan Pujon merupakan kawasan perbukitan dengan luas wilayah sebanyak 130,75 km² atau sekitar 4,39 persen dari total luas Kabupaten Malang. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan proyeksi jumlah penduduk dengan umur rencana 10 tahun, debit kebutuhan air dengan umur rencana 10 tahun, desain jaringan pipa distribusi untuk memenuhi kebutuhan air, dimensi reservoir, dan rencana anggaran biaya dari pekerjaan pipa dan bangunan penunjang yang digunakan. Dalam menentukan proyeksi penduduk menggunakan metode aritmatika, geometri, dan eksponensial. Dari hasil hitungan diperoleh jumlah penduduk di daerah pelayanan Kecamatan Pujon pada tahun 2032 sebesar 74045 jiwa. Kebutuhan air total di daerah pelayanan Kecamatan Pujon sebesar 268.777 lt/dt. Dengan demikian, pada perencanaan jaringan distribusi air bersih di dapatkan diameter pipa menggunakan pipa HDPE PN-16 Ø250 mm sepanjang 2867 m, pipa HDPE PN-16 Ø225 mm sepanjang 1423 m, pipa HDPE PN-16 Ø200 mm sepanjang 20279 m, pipa HDPE PN-16 Ø180 mm sepanjang 5033 m, pipa HDPE PN-16 Ø160 mm sepanjang 11857 m, pipa HDPE PN-16 Ø140 mm sepanjang 8235 m, pipa HDPE PN-16 Ø125 mm sepanjang 5768 m, pipa HDPE PN-16 Ø110 sepanjang 3517 m, pipa HDPE PN-16 Ø90 mm sepanjang 6436 m, pipa HDPE PN-16 Ø75 mm sepanjang 2533 m.
PERENCANAAN ULANG SISTEM DRAINASE BERWAWASAN LINGKUNGAN PADA JL. TRUNOJOYO – JL. SOEKARNO HATTA KABUPATEN PONOROGO Maulid Diana Putri; Ikrar Hanggara; Moh. Charits
Jurnal Online Skripsi Manajemen Rekayasa Konstruksi (JOS-MRK) Vol. 5 No. 3 (2024): SEPTEMBER 2024
Publisher : Jurusan Teknik Sipil Politeknik Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33795/jos-mrk.v5i3.4935

Abstract

Sistem Drainase yang ada di sepanjang jalan merupakan salah satu infrastruktur perkotaan yang amat penting. Kualitas suatu kota dapat di lihat dari sistem drainase yang ada. Tanpa adanya sistem drainase yang baik di sepanjang jalan, pada musim penghujan akan terjadi banjir di bagian ruas jalan. Seperti yang terjadi setiap tahunnya pada ruas Jl. Trunojoyo – Jl. Soekarno Hatta Kabupaten Ponorogo. Oleh karena itu perlu dibutuhkan adanya perencanaan ulang saluan drainase pada jalan Jl. Trunojoyo – Jl. Soekarno Hatta yang berfungsi selain pengendali banjir juga sebagai limpasan air hujan dan air limbah kedalam saluran drainase. Data yang dibutuhkan yaitu peta topografi, data curah hujan dari 3 stasiun terdekat: Babadan, Bollu, dan Ponorogo dalam 20 tahun terakhir mulai tahun 2002 – 2021, dan harga satuan pokok pekerjaan Kabupaten Ponorogo tahun 2021. Data tersebut diolah dengan menggunakan metode Log Persen III, uji kesesuaian dengan metode Chi-Square dan Smirnov-Kolmogorov dengan kala ulang 20 tahun, intensitas hujan dengan metode Mononobe, perhitungan kapasitas drainase menggunakan persamaan Manning dan debit banjir rancangan dengan metode rasional. Hasil perhitungan diperoleh curah hujan rancangan sebesar 136,191 mm/hari; debit banjir rancangan sebesar 0,125989 m3/dt; drainase terbesar menggunakan dimensi 1,5 meter dengan kedalaman 1,5 meter; dimensi saluran terkecil adalah 0.5 m x 0.5 m; biaya konstruksi sebesar Rp. 14.565.484.000,00. Saluran Inlet drainase 3 sub sistem Soekarno Hatta 3 ke bak pengendapan menggunakan pipa galvanis berdiameter 4” dengan rencana anggaran biaya senilai Rp. 60 121.000 serta bak pengendapan pada drainase 3 sub sistem Soekarno Hatta 3 menggunakan dimensi 2 x 1 x 2 m dengan biaya konstruksi sebesar Rp. 6.353.000,00.
STUDI KELAYAKAN TEKNIS, FINANSIAL, DAN LINGKUNGAN PLTMH BENDUNG GERAK JATIMLEREK Oky Aditya Permana Putra; Moh. Charits; Ratih Indri Hapsari
Jurnal Online Skripsi Manajemen Rekayasa Konstruksi (JOS-MRK) Vol. 5 No. 4 (2024): DESEMBER 2024
Publisher : Jurusan Teknik Sipil Politeknik Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33795/jos-mrk.v5i4.5665

Abstract

Peningkatan jumlah penduduk semakin tinggi berdampak pada bertambahnya kebutuhan energi yang diperoleh melalui sumber air, salah satunya melalui Pembangkit Listrik Tenaga Mikrohidro (PLTMH) yang terdapat pada Bendungan Jatimlerek. Tujuan dari studi ini untuk mengetahui kelayakan teknis dari Bendung Gerak Jatimlerek sebagai PLTMH, biaya investasi, dan kelayakan lingkungan. Data yang dibutuhkan yaitu data debit sungai, debit irigasi, data pendukung meliputi HSPK Kabupaten Jombang Tahun 2019, peta topografi Bendung Karet, debit sungai selama 10 tahun sebelumnya, informasi teknis Bendung Karet, data pengelolaan lingkungan, data pengelolaan finansial Bendung Karet. Metode yang digunakan dalam melakukan studi kelayakan teknis mengacu pada analisis debit irigasi andalan, dan kelayakan lingkungan mengacu pada peraturan yang ditetapkan berdasarkan UU Nomor 32 Tahun 2009 tentang lingkungan hidup. Hasil dari studi menunjukkan pembangunan PLTMH Bendung Gerak Jatimlerek secara teknis dinyatakan layak karena debit andalan untuk PLTMH sebesar 7,98 m3/detik lebih besar dari debit yang dibutuhkan yaitu 5 m3/detik, dengan daya pembangkit listrik yang dihasilkan 945,144 kWh. Nilai investasi berupa biaya pembangunan PLTMH adalah Rp 4.138.459.500,-; biaya operasional tahun pertama Rp 124,153,785; dan biaya investasi awal  Rp 4,262,613,285. Hasil analisis kelayakan lingkungan, menemukan kegiatan pra konstruksi mempengaruhi secara besar dan positif pada komponen lingkungan sosial ekonomi dan kesejahteraan masyarakat. Kemudian, pada kegiatan konstruksi mengubah rona lingkungan secara kecil dan negatif untuk komponen perubahan bentuk lahan, kebisingan, gangguan lalu lintas, dan gangguan kesehatan pada masyarakat. Kemudian rona lingkungan juga berubah secara besar dan negatif pada komponen kualitas air permukaan, erosi dan sedimentasi, sanitasi lingkungan, perubahan unsur abiotik pada fauna darat dan biota air. Sedangkan, pada kegiatan operasi seluruh kegiatan pada unsur sosial ekonomi dan kesejahteraan masyarakat memiliki dampak yang besar dan positif, kemudian pada komponen kesehatan masyarakat kegiatan ini pun berdampak walaupun secara kecil namun positif.
PENGEMBANGAN BETON APUNG BERONGGA MENGGUNAKAN BOLA PLASTIK Faiz pratama Habibi; Nawir Rasidi; Moh. Charits
Jurnal Online Skripsi Manajemen Rekayasa Konstruksi (JOS-MRK) Vol. 5 No. 4 (2024): DESEMBER 2024
Publisher : Jurusan Teknik Sipil Politeknik Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33795/jos-mrk.v5i4.5676

Abstract

Pemanasan global adalah peningkatan suhu rata-rata atmosfer Bumi dan permukaan laut.. Pemanasan global mempunyai dampak yang sangat berbahaya pada manusia. mencairnya gletser dan es dikutub menyebabkan permukaan air laut meningkat.Pengembangan konstruksi apung adalah konsep dan pendekatan baru terkini yang dapat mengatasi hal tersebut. konstruksi apung menunjukkan bahwa tidak hanya bermanfaat untuk sekitarnya namun juga memberikan keuntungan di bidang ekonomi. Salah satu material penyusun yang cocok untuk digunakan dalam pengembangan beton apung adalah dengan menggunakan bola plastik seperti yang terdapat dalam pembangunan slab lantai menggunakan metode bubble deck.Pada penelitian ini menggunakan mutu beton 20 MPa dengan benda uji ukuran 20 cm x 30 cm dengan tinggi 10 cm dan dengan variasi campuran agregat kasar kerikil 100 % , kerikil 70 % batu apung 30 %,kerikil 50 % batu apung 50 %. Hasil penelitian ini diperoleh bahwa berdasarkan percobaan pengujian beton dapat mengapung di atas air dengan komposisi kerikil 50 % dan batu apung 50 % dengan berat jenis 833.33 kg/m3. Dan juga dengan komposisi material tersebut beton menghasilkan kuat tekan rata rata sebesar 10.3 Mpa. Selain itu beton apung juga kuat untuk menahan beban sebesar 14.167 kg/m² sampai akhirnya beton itu terbalik/tenggelam. Rencana anggaran biaya untuk membuat 1 beton apung adalah Rp226.217,03 sedangkan biaya untuk membuat beton apung untuk per m2 nya adalah Rp3.770.283,84