Claim Missing Document
Check
Articles

ANALISIS GIRDER PRATEGANG TERHADAP BEBAN PELAKSANAAN ANTARA METODE KONVENSIONAL DAN INOVATIF taufiq rochman; sudarmanto -; fifil umam
Prokons: Jurnal Teknik Sipil Vol. 13 No. 2 August 2019
Publisher : Jurusan Teknik Sipil, Politeknik Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33795/prokons.v13i2.191

Abstract

Implementation method plays a vital role in the world of construction because it is related directly to the project scheduling. In apply on implementation method, both sefety factor and effectiveness of work must be identified. The purpose of the analysis is to determine the behavior of the girder of a bridge implemented using innovative methods and to determine the safety factor during the implementation. The required data were the height of girder is 2.1m and width 0.7m. Referred to SNI 1725 Loading for bridges, and controlling structures reffered to SNI T-12-2004 (Concrete Structure Planning for Bridges). The analysis began by determining the geometry dimensions of the girder, STAADPro software was used for modelling and Microsoft Excel was for analyzing. The results of the analysis show that innovative method is safe to implement, the stresses that occur do not exceed the allowable stress; the safety factor shows all numbers more than 1, indicating if innovative method is safe. Keywords:Innovative modeling, Launching girder, Safe implementation, Safety factor
Sebuah Solusi Material Baru Di Bidang Jembatan, FRP Taufiq-Girder: Konsep Dan Perilaku Taufiq Rochman, Agoes Soehardjono, Achfas Zacoeb
Prokons: Jurnal Teknik Sipil Vol. 7 No. 1 February 2013
Publisher : Jurusan Teknik Sipil, Politeknik Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33795/prokons.v7i1.38

Abstract

Gelagar T beton bertulang konvensional sudah sangat lazim digunakan terutama pada struktur jembatan dengan bentang 5m – 25m. Akan tetapi sebenarnya, berat sendiri jembatan murni beton bertulang sangatlah berat. Pelaksanaan jembatan balok T ini juga sering mengalami kendala di lapangan pada banyaknya perancah serta schaffolding yang digunakan khususnya bila dasar sungai sangat curam. Seandainya pun dapat dilaksanakan, resiko bahaya banjir serta stabilitas tanah dan jembatan selama proses pelaksanaan sangat rentan untuk terganggu, akibatnya lendutan awalpun menjadi sangat besar. Bahan FRP dapat menjadi alternatif yang baik karena rasio kekuatan terhadap beratnya sangat tinggi.Penggunaan FRP dalam teknik sipil telah dipelajari dan didiskusikan dalam berbagai karya ilmiah oleh para peneliti asing yang rata-rata menyoroti aplikasi dari FRP sebagai bahan perbaikan dari struktur yang telah ada (retrofit) dan mereka mengatakan FRP berpotensi menjadi bahan bangunan dan sistem struktur yang pintar (smart/intelligent). Akan tetapi jarang sekali yang meneliti struktur yang baru dengan menggunakan FRP sebagai bagian dari struktur primer. Dan kalaupun ada, beberapa dari penelitian itu menggunakan FRP sebagai pelat lantai. Adapun gelagar FRP masih merupakan suatu teka-teki penelitian yang amat menarik. Penulis mengusulkan sebuah gelagar baru yang diberi nama TAUFIQ (Totally Audacity U-Fibered Intelligent Quality)-girder. Dalam tulisan ini akan dikupas perkembangan, konsep dan perilaku umum gelagar TAUFIQ. Kata-kata kunci:  serat berlapis, gelagar TAUFIQ, lamina.
KELAYAKAN TEKNIS DAN KEUANGAN PEMBANGUNAN PERUMAHAN DENGAN PARAMETER GREENSHIP RATING TOOL Joko Setiono; Taufiq Rochman
Prokons: Jurnal Teknik Sipil Vol 16, No 2 (2022): Agustus 2022
Publisher : Jurusan Teknik Sipil, Politeknik Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33795/prokons.v16i2.375

Abstract

AbstractThe idea of green building is adopted in residential dwellings to reduce environmental concerns by enhancing the environmental quality that impacts the health of building occupants and the surrounding environment. The application idea of green buildings is to address ecologically friendly features, which may be accomplished utilizing the Greenship Rating Tools evaluation requirements for residential construction. Prior to the building of housing, the most significant feature of this thesis is to conduct a technical and financial feasibility analysis. The Malang Residential Home data utilized in this study will be constructed on a 2-hectare plot with three house types: 48/66, 70/84, and 80/112. The necessary information consisted of a site plan, home design drawings, house technical specifications, and Malang's basic unit pricing for the 2018-2019 fiscal year. The evaluation of technical feasibility will be based on three parameters: BBC, BFC, and GBC. The financial viability will be evaluated using four parameters: NPV, BCR, IRR, and PBP. Additionally, the sensitivity would be examined based on variations in the proportion of capital, as well as an increase or decrease in the project's income and outcome. The research determined the technical feasibility of BBC to be between 60 and 75 percent, BFC to be between 0.60 and 1.0%, and GBC to be greater than 10%. The satisfaction of Parameter Greenship Rating Tools was awarded scores ranging from 3542 to 3542, placing Malang Residential Housing in the silver category. The financial feasibility analysis yielded NPV of IDR 1,382,745,228; BCR of 1.02; IRR of 59.75 percent; and PBP of 1 year and six months. Due to the sensitivity of the project's income and outcome to its viability, it was determined that the project was viableKeywords: green building, technical feasibility, financial feasibility
Engineering and Financial Feasibility of Residential Housing Using Greenship Rating Tool Parameters Joko Setiono; Taufiq Rochman
Asian Journal Science and Engineering Vol 1 No 2 (2022): Asian Journal Science and Engineering
Publisher : CV. Creative Tugu Pena

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (662.822 KB) | DOI: 10.51278/ajse.v1i2.545

Abstract

Green building aims to reduce environmental effect by improving indoor air quality for households and the community. Green buildings use the Greenship Rating Tools evaluation standards to accomplish environmentally sustainable residential development. Purpose of the study: The most important part of this thesis is to do a engineering and financial preliminary study before the construction of houses. Methods: Three home types (48/66, 70/84, and 80/112) will be used to generate Malang Residential Home data for this project. On the basis of BBC, BFC, and GBC, the technical viability will be assessed. The NPV, BCR, IRR, and PBP will be utilized to establish the project's financial viability. Variations in capital proportion, as well as increases or decreases in project revenue and outcome, would all be included when calculating sensitivity. Results: Between 60% and 75% of the BBC's technical feasibility has been determined, whereas BFC is between 0.60 and 1%, and GBC is larger than 10%. To put Malang Residential Housing in the silver level, IDR 1,382,745,228 was the NPV, with a BCR of 1.02, an IRR of 59.75 percent, and a PBP of one year and six months. It was concluded that the project was viable based on the sensitivity of the project's income and results to its viability. Keywords: Greenship Rating Tool, Engineering Feasibility, Financial Preliminary Study
STUDI PENYEMPURNAAN MODEL BATA RINGAN BERKAIT DAN PENGUJIAN STRUKTUR DINDING AKIBAT GESER BIDANG Yangyang Aditya; Taufiq Rochman; Agus Sugiarto
Jurnal Online Skripsi Manajemen Rekayasa Konstruksi (JOS-MRK) Vol. 1 No. 2 (2020): SEPTEMBER 2020
Publisher : Jurusan Teknik Sipil Politeknik Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Dalam beberapa tahun ini banyak dilakukan penelitian tentang material dinding dan model sambungan pasangan bata yang lebih mudah dan cepat dalam pengerjaan. Dalam penelitian ini dilakukan analisis specific strength dengan metode Taguchi untuk menentukan komposisi yang tepat untuk produksi bata ringan berkait. Sampel awal dalam penelitian ini adalah 16 buah benda uji kubus dengan dimensi 15x15x15 cm. Berdasarkan analisis data menggunakan metode Taguchi dengan menghitung Rata-Rata, menghitung Signal to Noise Ratio (SNR), menghitung Efek Faktor dari Rata-Rata, dan menghitung Efek Faktor dari SNR dapat disimpulkan bahwa semua analisis memperlihatkan hasil yang sama yaitu specific strength akan optimal jika menggunakan rancangan usulan A3, B1, dan C1 yaitu FAS 0,6, konsentrasi foam agent 1:10, dan fiberglass 1% dari berat semen. Berdasarkan hasil perhitungan specific strength, dan hasil perhitungan metode taguchi maka trial yang akan dipilih untuk pembuatan bata ringan berkait adalah Run-12 karena mempunyai specific strength paling tinggi, serta memiliki kesamaan komposisi paling mendekati dengan rancangan usulan yaitu FAS 0,6, konsentrasi foam 1:10, dan fiberglass 2%.
EKSPERIMENTAL PENYEMPURNAAN TUMPUAN JENIS BASE ISOLATION UNTUK MEREDUKSI PENGARUH GEMPA PADA MODEL PORTAL BAJA. Ahmad Kahfi Firdausi; Taufiq Rochman; Sunarto Suryanto
Jurnal Online Skripsi Manajemen Rekayasa Konstruksi (JOS-MRK) Vol. 1 No. 3 (2020): DESEMBER 2020
Publisher : Jurusan Teknik Sipil Politeknik Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Salah satu dampak yang paling terlihat akibat dari gempa bumi adalah kerusakan pada struktur bangunan gedung. Tujuan dari skripsi ini adalah untuk merancang base isolation yang tahan terhadap gaya gempa lateral dengan varian roll dan menghitung perkiraan biaya dari pengerjaan base isolation baja. Data yang dibutuhkan adalah desain portal baja lima lantai, sepuluh lantai, limabelas lantai, desain base isolation baja dan daftar harga satuan. Proses perekaman percepatan menggunakan software AndroSensor dan analisis menggunakan Microsoft Excel. Berdasarkan hasil analisis pengujian meja getar, diperoleh sebuah respon tereduksi pada kondisi kerusakan sedang pada atap portal sepuluh lantai dengan base isolation dua roda dimana percepatan rata-rata berkurang 20%, menyebabkan percepatan maksimum berkurang 22% dan pada atap portal lima lantai dengan base isolation tiga roda dimana percepatan rata-rata berkurang 38%, menyebabkan percepatan maksimum berkurang 35%, serta estimasi biaya pengerjaan pemodelan base isolation baja dengan satu roda sebesar Rp 273.200, dua roda sebesar Rp 275.700, dan tiga roda sebesar Rp 278.300.
STRATEGI PELAKSANAAN PROYEK PENGGANTIAN JEMBATAN SEI ALALAK BANJARMASIN Khoirina Putri Izza Rohmah; Suhariyanto; Taufiq Rochman
Jurnal Online Skripsi Manajemen Rekayasa Konstruksi (JOS-MRK) Vol. 1 No. 3 (2020): DESEMBER 2020
Publisher : Jurusan Teknik Sipil Politeknik Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Proyek Penggantian Jembatan Sei Alalak Banjarmasin dikerjakan oleh PT.Wijaya Karya – Pandji, KSO dengan total panjang 850 meter. Jembatan bentang utama merupakan cable stayed dengan bentang 130 meter. Jembatan pendekat berupa struktur pile slab sepanjang 185 meter. Pekerjaan oprit jembatan sepanjang 535 meter. Jembatan ini merupakan penghubung antar Kota Banjarmasin dengan Barito Kuala. Maka penyusunan strategi yang digunakan akan menunjang proses pembangunan sesuai dengan target waktu, biaya dan target mutu yang sesuai dengan dokumen kontrak yang dibuat. Data yang diperlukan untuk meyusun strategi alternatif adalah detail drawing, batas wilayah proyek, lokasi proyek, kondisi wilayah proyek. Data yang akan disusun site layout, traffic management dan strategi pelaksanaan.
ANALISA KELAYAKAN FINANSIAL PROYEK PEMBANGUNAN CONDOTEL GRAND KALPATARU SYARIAH MALANG Nabila Khansa Afanin; Sumardi; Taufiq Rochman
Jurnal Online Skripsi Manajemen Rekayasa Konstruksi (JOS-MRK) Vol. 2 No. 1 (2021): MARET 2021
Publisher : Jurusan Teknik Sipil Politeknik Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Sebelum membangun sebuah Condotel perlu dilakukan studi kelayakan seperti studi kelayakan teknis dan finansial, hal ini dilakukan untuk mengantisipasi agar tidak terjadi kerugian baik saat proses pembangunan maupun saat operasional bangunan. Condotel Grand Kalpataru Syariah memiliki 10 lantai, Condotel ini didirikan diatas lahan seluas 6843 m2 yang terdiri dari 5 macam jenis unit yang akan dijual yaitu tipe Deluxe sejumlah 174 unit, tipe Grand Deluxe sejumlah 64 unit, tipe Junior Suite sejumlah 34 unit, tipe Luxury Suite sejumlah 18 unit. Condotel ini didirikan diatas lahan seluas 6843 m2. Studi ini memberikan hasil bahwa biaya investasi total adalah senilai Rp 30.314.887.575 Penilaian kelayakan usulan proyek dilakukan dengan empat cara teknik analisis yaitu NPV dihasilkan NPV positif sesuai yang diinginkan, BCR diperoleh 1,0724 lebih besar dari 1, IRR diperoleh 8,19 % lebih besar dari suku bunga komersil 6,06 %. Sehingga dapat dikatakan proyek pembangunan condotel tersebut layak untuk dikerjakan.
PERENCANAAN DAN PEMODELAN 3D STRUKTUR GEDUNG CO-WORKING SPACE 4 LANTAI SOEKARNO HATTA KOTA MALANG BERBASIS BUILDING INFORMATION MODELING (BIM) Ilham Agung Nur Prasetyo; Taufiq Rochman; Wahiddin, Wahiddin
Jurnal Online Skripsi Manajemen Rekayasa Konstruksi (JOS-MRK) Vol. 2 No. 1 (2021): MARET 2021
Publisher : Jurusan Teknik Sipil Politeknik Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Perkembangan teknologi informasi yang semakin pesat memberikan banyak manfaat pada pekerjaan konstruksi. Dalam beberapa pekerjaan konstruksi yang berkaitan dengan berbagai disiplin ilmu, acap kali menjumpai adanya inefisiensi dan inefektivitas selama proses perencanaan maupun pelaksanaan proyek. Maka diperlukan teknologi yang dapat menjadi solusi dalam perencanaan gedung agar lebih efisien dan saling terintegrasi yaitu Building Information Modeling (BIM). Salah satu software berbasis BIM yang mampu menganalisis struktur dan membuat detailing elemen struktur adalah Tekla Structural Designer 2019 dan Tekla Structures 2020. Tujuan dari skripsi ini adalah mengetahui hasil analisis dan desain elemen struktur atap, pelat lantai, balok, kolom, tangga, pondasi bored pile, pile cap, dan tie beam pada Gedung Co-working Space 4 Lantai Soekarno Hatta Kota Malang berbasis Building Information Modeling (BIM). Data yang dibutuhkan adalah data beban mati, beban hidup, beban angin, beban gempa, gambar teknik, dan data tanah. Analisis dan desain elemen struktur beton bertulang berbasis software Tekla Structural Designer 2019 dan rebar detailing menggunakan software Tekla Structures 2020. Dari hasil perhitungan diperoleh gaya geser dasar seismik sebesar 1673 kN. Struktur atap, pelat lantai, balok, tangga, dan tie beam menggunakan mutu beton fc’ 25 MPa. Struktur kolom, pondasi bored pile, dan pile cap menggunakan mutu beton fc’ 30 MPa. Mutu baja tulangan untuk semua elemen struktur beton menggunakan fy 400 MPa.
PENGARUH LIMBAH ABU ALUMUNIUM SEBAGAI SUBTITUSI AGREGAT HALUS DENGAN FAKTOR AIR SEMEN YANG BERBEDA PADA BETON RINGAN TERHADAP KUAT TEKAN DAN ABSORBSI Thoriq Amrulloh; Sugeng Riyanto; Taufiq Rochman
Jurnal Online Skripsi Manajemen Rekayasa Konstruksi (JOS-MRK) Vol. 2 No. 1 (2021): MARET 2021
Publisher : Jurusan Teknik Sipil Politeknik Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Beton ringan adalah beton yang mengandung agregat ringan dan mempunyai berat jenis tidak lebih dari 1900 kg/m3 (SNI-03-2847-2002). Tujuan dari skripsi ini adalah meneliti pengaruh pemanfaatan limbah abu alumunium untuk subtitusi agregat halus dengan variasi faktor air semen 0,40, 0,50 dan 0,60 ditinjau dari kuat tekan beton, daya absorbsi dan biaya produksi pembuatan beton ringan dengan subtitusi agregat halus menggunakan limbah abu alumunium dibanding dengan beton ringan tanpa campuran. pencampuran butiran abu limbah sebagai material subtitusi pasir dalam beton sebesar 10% dan variasi faktor air semen 0,40, 0,50 dan 0,60, mengidentifikasi sifat fisik abu limbah alumunium, sifat fisik agregat, performa beton keras meliputi kuat tekan beton dan absorbsi. Pengujian performa beton keras dilakukan pada umur 7, 14, 21 dan 28 hari. Benda uji untuk FAS 0,4 berjumlah 15 buah, untuk FAS 0,5 berjumlah 15 buah dan untuk FAS 0,6 berjumlah 15 buah dengan total benda uji 45 buah. Hasil penelitian sebagai berikut : performa beton dengan campuran abu alumunium sebesar 10% pada faktor air semen 0,4 menghasilkan nilai tekan beton 3,83 MPa dengan berat 1553 kg/m3. Kuat tekan yang didapat tidak memenuhi kuat tekan target 17,24 MPa dan biaya yang digunakan untuk membuat 1 m3 beton dengan campuran lebih murah Rp. 22.930,05 dari beton tanpa limbah. Berdasarkan analisa yang digunakan, maka pemakaian abu limbah alumunium diperlukan metode yang lain pada saat pembuatan mix desain dan pemakaian agregat ringan perlu dilakukan kajian terlebih dahulu supaya target kuat tekan beton sesuai yang direncanakan dan campuran abu limbah alumunium lebih disarankan untuk beton nonstruktural atau bahan campuran beton ringan.