Claim Missing Document
Check
Articles

Found 16 Documents
Search

ANALISIS GIRDER PRATEGANG TERHADAP BEBAN PELAKSANAAN ANTARA METODE KONVENSIONAL DAN INOVATIF taufiq rochman; sudarmanto -; fifil umam
Prokons: Jurnal Teknik Sipil Vol. 13 No. 2 August 2019
Publisher : Jurusan Teknik Sipil, Politeknik Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33795/prokons.v13i2.191

Abstract

Implementation method plays a vital role in the world of construction because it is related directly to the project scheduling. In apply on implementation method, both sefety factor and effectiveness of work must be identified. The purpose of the analysis is to determine the behavior of the girder of a bridge implemented using innovative methods and to determine the safety factor during the implementation. The required data were the height of girder is 2.1m and width 0.7m. Referred to SNI 1725 Loading for bridges, and controlling structures reffered to SNI T-12-2004 (Concrete Structure Planning for Bridges). The analysis began by determining the geometry dimensions of the girder, STAADPro software was used for modelling and Microsoft Excel was for analyzing. The results of the analysis show that innovative method is safe to implement, the stresses that occur do not exceed the allowable stress; the safety factor shows all numbers more than 1, indicating if innovative method is safe. Keywords:Innovative modeling, Launching girder, Safe implementation, Safety factor
KELAYAKAN TEKNIS DAN KEUANGAN PEMBANGUNAN PERUMAHAN DENGAN PARAMETER GREENSHIP RATING TOOL Joko Setiono; Taufiq Rochman
Prokons: Jurnal Teknik Sipil Vol 16, No 2 (2022): Agustus 2022
Publisher : Jurusan Teknik Sipil, Politeknik Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33795/prokons.v16i2.375

Abstract

AbstractThe idea of green building is adopted in residential dwellings to reduce environmental concerns by enhancing the environmental quality that impacts the health of building occupants and the surrounding environment. The application idea of green buildings is to address ecologically friendly features, which may be accomplished utilizing the Greenship Rating Tools evaluation requirements for residential construction. Prior to the building of housing, the most significant feature of this thesis is to conduct a technical and financial feasibility analysis. The Malang Residential Home data utilized in this study will be constructed on a 2-hectare plot with three house types: 48/66, 70/84, and 80/112. The necessary information consisted of a site plan, home design drawings, house technical specifications, and Malang's basic unit pricing for the 2018-2019 fiscal year. The evaluation of technical feasibility will be based on three parameters: BBC, BFC, and GBC. The financial viability will be evaluated using four parameters: NPV, BCR, IRR, and PBP. Additionally, the sensitivity would be examined based on variations in the proportion of capital, as well as an increase or decrease in the project's income and outcome. The research determined the technical feasibility of BBC to be between 60 and 75 percent, BFC to be between 0.60 and 1.0%, and GBC to be greater than 10%. The satisfaction of Parameter Greenship Rating Tools was awarded scores ranging from 3542 to 3542, placing Malang Residential Housing in the silver category. The financial feasibility analysis yielded NPV of IDR 1,382,745,228; BCR of 1.02; IRR of 59.75 percent; and PBP of 1 year and six months. Due to the sensitivity of the project's income and outcome to its viability, it was determined that the project was viableKeywords: green building, technical feasibility, financial feasibility
PERENCANAAN STRUKTUR GEDUNG PUBLIC LIBRARY AND SCIENCE CENTER MEDAN DENGAN OVAL OPENINGS Irawati Putri Lumban Gaol; Agus Sugiarto; Taufiq Rochman
Jurnal Online Skripsi Manajemen Rekayasa Konstruksi (JOS-MRK) Vol. 7 No. 1 (2026): MARET 2026
Publisher : Jurusan Teknik Sipil Politeknik Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33795/jos-mrk.v7i1.8817

Abstract

Kini perpustakaan telah beralih fungsi dari tempat penyimpanan dokumen menjadi ruang multifungsi yang mendukung aktivitas belajar, bekerja, dan sosialisasi. Bukaan pada awalnya hanyalah bagian dari bangunan yang sengaja dibuka atau dilubangi untuk tujuan tertentu, namun saat ini bukaan juga didesain sedemikian rupa untuk menambah nilai estetika dan dapat memaksimalkan sirkulasi udara serta pencahayaan dalam usaha penerapan bangunan hijau. Salah satu bentuk bukaan yang menarik perhatian adalah oval openings yang memiliki desain yang dinamis, dan estetis. Studi ini menunjukkan bagaimana perencanaan dimensi dan penulangan elemen struktur yang detail untuk memastikan keamanan dan kestabilan bangunan khususnya perpustakaan di kota Medan, sebuah wilayah metropolitan dengan pertumbuhan pesat dan kebutuhan ruang publik yang tinggi. Tantangan utama yang dikaji adalah bagaimana merencanakan setiap elemen struktur akibat beban, terutama dalam menghadapi beban lateral seperti gempa, mengingat Medan termasuk daerah rawan gempa. Data primer berupa data perencanaan teknis dan denah, sedangkan data sekunder berupa data pengujian tanah. Perencanaan berpedoman pada SNI 2847:2019, SNI 1727:2020, SNI 1726:2019. Dari hasil analisis dan perhitungan didapatkan elemen struktur atas berupa kolom K1 berdimensi 1000×1000mm, kolom K2 900×900mm dan kolom K3 750×750mm. 7 tipe balok yaitu balok B1 800/1000mm, balok B1A dan B1B 600/900mm, balok B2A berdimensi 500/750mm, balok anak sekaligus ring balok B2B 500/750mm, balok bukaan B3 300/1200, dan balok B4 300/500mm. Pelat Lantai 160mm, dan pelat tangga 150mm. Untuk elemen struktur bawah terdiri dari fondasi bored pile dengan 4 jenis pile cap yaitu PC4 berdimensi 3500×3500×1000mm, PC6 berdimensi 3500×5500×1000mm, PC15 9500×5500×1000mm, dan PC18 berdimensi 11500×5500×1000mm. Fondasi menggunakan tiang bor berdiameter 800mm dengan kedalaman 25m. Lalu tie beam berdimensi 450/650mm.
KAJIAN PERFORMANCE BASED SEISMIC DESIGN KOLOM KONVENSIONAL DAN KOLOM PARALEL PADA BANGUNAN GEDUNG BERTINGKAT Muhammad Nafis Rahman Afandi; Taufiq Rochman
Jurnal Online Skripsi Manajemen Rekayasa Konstruksi (JOS-MRK) Vol. 7 No. 1 (2026): MARET 2026
Publisher : Jurusan Teknik Sipil Politeknik Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33795/jos-mrk.v7i1.9538

Abstract

Sistem rangka sebagai penahan beban gempa sangat bergantung pada kinerja kolom. Kolom pada gedung bertingkat sangat rentan mengalami kerusakan akibat kombinasi beban lateral gempa dan gravitasi jika kekuatan dan daktilitasnya tidak memadai. Penelitian ini bertujuan menganalisis kinerja seismik bangunan gedung bertingkat menggunakan pendekatan Performance Based Seismic Design (PBSD). Metode penelitian meliputi pemodelan struktur bangunan 12 lantai dengan perangkat lunak SAP2000 berdasarkan data eksisting. Analisis dilakukan dengan metode non-linear static pushover analysis mengacu pada ATC-40. Hasil analisis pushover menunjukkan bahwa struktur mampu mencapai tingkat kinerja immediate occupancy dengan drift ratio sebesar 0,0042 dan memiliki daktilitas yang tinggi (µ=3,123), yang mengindikasikan kemampuan struktur dalam menahan deformasi pascaelastik yang baik. Selain itu juga diperoleh bahwa penulangan terpasang pada elemen balok adalah sebanyak 8-S25 dan 7-S25 untuk daerah sendi plastis dan 5-S25 dan 3-S25 untuk daerah luar sendi plastis, sedangkan pada elemn kolom Sedangkan untuk elemen kolom untuk K1 memerlukan tulangan 42-S25, K2 memerlukan rulangan 34-S25, K3 memerlukan 30-S25 dan untuk K4 memerlukan tulangan 24-S25. Dengan tulangan geser untuk seluruh variasi berjarak 150 mm dan 100 mm.
MODIFICATION OF MECHANICAL ENGINEERING POSTGRADUATE BUILDING STRUCTURE OF STATE POLYTECHNIC OF MALANG USING PRESTRESSED BEAM Eggi Himawan; Qomariah Qomariah; Taufiq Rochman
Jurnal Online Skripsi Manajemen Rekayasa Konstruksi (JOS-MRK) Vol. 6 No. 1 (2025): MARET 2025
Publisher : Jurusan Teknik Sipil Politeknik Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33795/jos-mrk.v6i1.3953

Abstract

Gedung Pascasarjana Teknik Mesin, Politeknik Negeri Malang terdiri dari 4 lantai yang difungsikan sebagai kegiatan belajar mengajar. Pengembangan dan inovasi kampus membutuhkan penambahan fasilitas dan kapasitas gedung dengan menambah jumlah lantai menjadi 6 lantai. Salah satu fasilitas yang ditambahkan adalah kantin. Perencanaan gedung menggunakan balok prategang sepanjang 12 meter di lantai 4, yaitu aula pertemuan sehingga kolom penumpu pada tengah lantai 3 bisa dihilangkan.   Perencanaan ini bertujuan untuk mendesain dan menganalisis elemen-elemen struktur termasuk balok prategang. Metode pelaksanaan menggunakan sistem rangka pemikul momen khusus dengan ketahanan terhadap gempa sesuai aturan terbaru perencanaan struktur, yaitu SNI 2847-2019. Mutu beton serta baja yang digunakan adalah berturut-turut 30 MPa dan 400 MPa. Mutu beton 42 MPa digunakan untuk balok prategang. Hasil analisis perencanaan prategang pasca-tarik mengindikasikan bahwa balok prategang mengalami kehilangan gaya friksi 6,37%, pengangkuran 5,04%, rangkak 4,99%, susut 0,07%, dan relaksasi baja 9,07%. Kehilangan gaya prategang total yang didapat sebesar 25,53%. dengan gaya prategang 3000 kN dapat bekerja pada struktur. Penggunaan balok prategang di lantai 4 dapat menghilangkan kolom lantai 3 dan menambah luas area untuk fasilitas pendukung yang direncanakan.
MORTAR GEOPOLIMER MUTU TINGGI BERBASIS FLY ASH DAN SILICA FUME : APLIKASINYA TERHADAP KUAT TEKAN DAN KUAT LENTUR Muchammd Khafid Syafril Waliyyuddin; Taufiq Rochman; Akhmad Suryadi
Jurnal Online Skripsi Manajemen Rekayasa Konstruksi (JOS-MRK) Vol. 5 No. 3 (2024): SEPTEMBER 2024
Publisher : Jurusan Teknik Sipil Politeknik Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33795/jos-mrk.v5i3.4721

Abstract

Penggunaan semen pada beton berkontribusi dalam penambahan karbon dioksida didunia yang dapat mencemari lingkungan. Selain itu di Indonesia,khususnya jumlah fly ash yang berlimpah dan belum banyak pemanfaatanya menjadikan material geopolimer menjadi salah satu alternatif material sebagai pengganti semen. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perilaku kuat tekan, tarik, lentur mortar geopolimer. Hasil menggunakan komposisi Silica Fume + Fly ash+ NaOH + Na2SiO3 + pasir + dan Steel Fiber .Dari komposisi tersebut diperoleh komposisi yang paling optimum dengan kuat tekan sebesar 25,7 MPa, kuat tarik sebesar 1,98 MPa, kuat lentur sebesar 1,84 MPa.
KOMPOSIT RESIN HIBRIDA SEBAGAI BAHAN MATERIAL RETROFIT BALOK KAYU Farhan Rizky Helmy; Taufiq Rochman; Moh. Charits
Jurnal Online Skripsi Manajemen Rekayasa Konstruksi (JOS-MRK) Vol. 5 No. 4 (2024): DESEMBER 2024
Publisher : Jurusan Teknik Sipil Politeknik Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33795/jos-mrk.v5i4.5759

Abstract

Balok adalah struktur penting dalam sebuah konstruksi bangunan. Salah satu material balok yang paling umum digunakan adalah kayu. Penggunaan balok kayu untuk konstruksi struktural harus memperhatikan perubahan kondisi lingkungan selama pembebanan dan penyimpanan. Salah satu teknik perkuatan pada balok kayu ialah dengan metode perkuatan pada permukaan balok kayu menggunakan komposit resin. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kinerja material komposit resin dengan meninjau berdasarkan kuat lenturnya. Tinjauan utama pada material komposit resin ini ialah mencari komposisi yang efisien baik dari sisi kuat tekan, berat jenis, dan sifat fisiknya yang nantinya diaplikasikan sebagai mortar perekat tulangan pada balok kayu dengan metode perkuatan pada permukaan balok. Dari penelitian ini didapatkan bahwa kinerja komposit resin memiliki kekuatan lebih besar daripada mortar semen. Selain itu, dibandingkan dengan mortar semen material komposit resin memiliki durabilitas lebih baik. Sehingga ditinjau dari hasil tersebut, komposit resin bisa digunakan sebagai material retrofit balok kayu.
KOMPOSIT RESIN BERPENGUAT FLY ASH SEBAGAI PENGGANTI BETON Fakhrudin Bahtiar; Taufiq Rochman; Dandung Novianto
Jurnal Online Skripsi Manajemen Rekayasa Konstruksi (JOS-MRK) Vol. 5 No. 4 (2024): DESEMBER 2024
Publisher : Jurusan Teknik Sipil Politeknik Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33795/jos-mrk.v5i4.5797

Abstract

Beton ialah material yang banyak digunakan dalam dunia konsruksi. Beton memiliki kelebihan, yaitu memiliki kuat tekan yang tinggi dan pembuatannya yang mudah. Namun, kelemahan penggunaan beton adalah memiliki berat jenis yang besar. Selain itu, penggunaan beton memerlukan material semen dimana pembuatan semen menjadi penyumbang polusi karbon gas rumah kaca terbanyak di dunia. Salah satu alternatif untuk menangani peristiwa tersebut adalah penggunaan komposit resin berpenguat fly-ash. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui sifat dan perilaku dari komposit resin berpenguat fly-ash seperti workability, kuat tekan, tarik, lentur, dan berat jenis. Dari penelitian ini didapatkan bahwa komposit resin berpenguat fly-ash memiliki mutu lebih tinggi sampai 2 kali lipat dari beton konvensional. Selain itu, berat jenis yang dimiliki komposit resin berpenguat fly-ash juga memiliki nilai berat jenis dibawah berat jenis beton konvensional. Sehingga dari keunggulan yang dimiliki komposit resin berpenguat fly-ash bisa digunakan menjadi material baru pengganti beton konvensional.
PENGUJIAN TARIK, TEKAN DAN LENTUR BAHAN BUSA KOMPOSIT SEBAGAI MATERIAL KONSTRUKSI BARU Juan Surya Alam; Taufiq Rochman; Agus Sugiarto
Jurnal Online Skripsi Manajemen Rekayasa Konstruksi (JOS-MRK) Vol. 5 No. 4 (2024): DESEMBER 2024
Publisher : Jurusan Teknik Sipil Politeknik Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33795/jos-mrk.v5i4.5843

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji pengaruh variasi pengencer resin terhadap sifat mekanis busa keras komposit untuk eksperimen material baru struktur. Latar belakang penelitian ini adalah kebutuhan akan inovasi material yang memiliki kekuatan lentur tinggi dan ketahanan terhadap korosi, yang merupakan tantangan utama dalam industri konstruksi. Metode penelitian yang digunakan melibatkan penambahan pengencer resin dalam berbagai konsentrasi pada busa keras komposit. Pengujian sifat mekanis dilakukan meliputi uji kuat tekan, uji kuat tarik, dan uji kuat lentur sesuai dengan standar SNI 03-6825-2002 dan ASTM D3039 serta ASTM D7264. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penambahan pengencer resin secara signifikan meningkatkan kekuatan lentur dan ketahanan mekanis busa keras komposit. Komposisi optimal ditemukan pada konsentrasi 6.71 % pengencer resin yang menghasilkan kekuatan tekan sebesar 25.2 MPa dan kekuatan lentur yang optimal. Kesimpulan dari penelitian ini adalah bahwa penambahan pengencer resin pada busa keras komposit dapat menghasilkan inovasi material yang lebih kuat dan tahan lama, memberikan kontribusi positif dalam pengembangan material konstruksi yang lebih berkelanjutan. Penelitian ini memberikan dasar ilmiah bagi pengembangan formulasi material yang lebih efektif dan efisien untuk eksperimen material baru struktur di masa depan.
PERILAKU LENTUR CEMBUNG/CEKUNG SEGMEN CANGKANG PIPA KOMPOSIT DENGAN PENGUAT TALI Aditia Permana -; Taufiq Rochman; Moh. Charits
Jurnal Online Skripsi Manajemen Rekayasa Konstruksi (JOS-MRK) Vol. 6 No. 2 (2025): JUNI 2025
Publisher : Jurusan Teknik Sipil Politeknik Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33795/jos-mrk.v6i2.6011

Abstract

Pada umumnya di pekerjaan konstruksi terutama pada pipa selalu terbuat dari beton, tetapi industri semen menyumbang CO2.Alternatif pengganti semen yaitu mortar komposit, komposit memiliki beberapa keunggulan dari semen. Tali sebagai penguatmemiliki nilai kuat lentur. Penelitian ini bertujuan untuk menguji lentur cekung/cembung pada segmen cangkang pipa kompositdengan penguat tali. Penelitian ini mengevaluasi pengaruh diameter dan jumlah tali pada lendutan dan tegangan lentur segmencangkang pipa komposit. Hasilnya menunjukkan bahwa diameter dan jumlah tali memiliki pengaruh signifikan terhadaplendutan dan tegangan lentur pipa. Penguat tali terbukti meningkatkan tegangan lentur pipa secara signifikan dan memilikibeberapa keunggulan seperti mudah dibentuk, ringan, dan tahan terhadap tegangan lentur. Penerapan tali sebagai penguat pipakomposit memiliki peluang besar karena sifat-sifat unggulnya dan dapat menjadi alternatif penguat pipa yang lebih efektif danramah lingkungan dibandingkan bahan tradisional. Penelitian ini memberikan informasi penting tentang pengaruh diameter danjumlah tali pada performa lentur pipa komposit, dan dapat digunakan untuk mengembangkan desain pipa komposit yang lebihoptimal.