Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Sosialisasi Hukum Konstitusi Tentang Karakter Mulia Arlis
Jurnal Abdimas Adpi Sosial dan Humaniora Vol. 3 No. 4 (2022): Jurnal Abdimas ADPI Sosial dan Humaniora
Publisher : Asosiasi Dosen Pengabdian kepada Masyarakat Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47841/jsoshum.v3i4.259

Abstract

The main issues of this study are about socializing constitutional law on noble character. The research is aimed at determining students' understanding of constitutional law on noble character. The method used is empirical legal research with an approach to the integration of science and legal intensity. The results showed that after socialization, students understood the constitutional law on noble character. The understanding in question includes noble character in the context of Divine Constitutional Law, Prophetic Constitutional Law, Indonesian Constitutional Law, and Andalasian Character. The classification of noble character is very diverse whose essence is the Qur'an character. The character figure of the Qur'an is the Prophet Muhammad SAW inherited by the ulama. The character of the Qur'an became the best and highest standard of character to improve the morale of the nation. Students understand that the mainstay character is a noble character that is coherent with the character of the Qur'an. Students' understanding is important to be followed up with the application of constitutional law with all laws and regulations and implementing regulations All regulations on character are formulated, determined, and applied imbued with a noble character, namely the Qur’an character.
Tingkatan al-Maqashid al-Khamsah dan Penerapannya : Levels of al-Maqashid al-Khamsah and their Application Asli Nasution; Salma; Muchlis Bahar; Boiziardi AS; Arlis
Jurnal Kolaboratif Sains Vol. 7 No. 12: Desember 2024 - Jurnal Kolaboratif Sains (JKS)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56338/jks.v7i12.6609

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis penerapan al-maqashid al-khamsah (perlindungan agama, jiwa, akal, keturunan, dan harta) dalam kerangka al-dharuriyah (kebutuhan mendasar), al-hajiyah (kebutuhan sekunder), al-tahsiniyah (penyempurnaan), dan al-mukmilat (pelengkap). Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan kajian literatur dan analisis pemikiran hukum Islam kontemporer. Hasil penelitian menunjukkan bahwa maqashid al-khamsah menjadi landasan utama bagi hukum Islam, di mana setiap tujuan berperan penting dalam memenuhi berbagai tingkatan kebutuhan manusia. Struktur hierarki ini memberikan kerangka kerja yang fleksibel namun komprehensif untuk memahami dan menerapkan hukum Islam dalam berbagai konteks. Penelitian ini menyimpulkan bahwa integrasi maqashid dari tingkat mendasar hingga pelengkap memperkuat sifat holistik hukum Islam, serta memberikan panduan praktis dalam menghadapi tantangan masyarakat modern. Penelitian lebih lanjut disarankan untuk mengeksplorasi penerapan empiris kerangka ini dalam berbagai bidang