Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search
Journal : Media Informasi

Membuat abstrak peluang Pustakawan dalam meningkatkan profesionalitas untuk memenuhi kebutuhan informasi Pemustaka Roh Wahyu Widayati; Sri Junandi
Media Informasi Vol 29 No 1 (2020): Media Informasi
Publisher : Perpustakaan Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (3959.046 KB) | DOI: 10.22146/mi.v29i1.4013

Abstract

Pustakawan merupakan jabatan fungsional yang melakukan pekerjaan profesional terkait kegiatan kepustakawanan yang mencakup pengelolaan perpustakaan, pelayanan perpustakaan dan pengembangan sistem kepustakawanan. Pustakawan saat bekerja dan berkarya didorong untuk membangun diri memberikan pelayanan terbaik kepada pemustaka. Melalui penyediaan sumber bacaan dan memberikan layanan kepada pemustaka untuk dapat memenuhi kebutuhan informasi secara optimal. Salah satu cara yang dapat dilakukan pustakawan dengan memproduksi abstrak. Abstrak sebagai literatur sekunder berfungsi sebagai media penghubung antara sumber bacaan dengan pemustaka, sehingga memudahkan pemustaka dalam menentukan sumber informasi untuk dibaca secara utuh atau tidak. Selain itu abstrak menjadi alat untuk mencapai efektivitas dalam kegiatan membaca sumber-sumber informasi seperti: buku teks, majalah, dan karya-karya ilmiah lainnya. Pustakawan yang produktif membuat abstrak berdamapak pada eksistensi dan profesionalitasnya dalam jabatan fungsionalnya dan terpenuhinya sumber bacaan intelektual yang dibutuhkan pemustaka.
Kompetensi Pustakawan dalam tata kelola jurnal elektronik Sri Junandi Junandi; Thoriq Tri Prabowo
Media Informasi Vol 28 No 2 (2019): Media Informasi
Publisher : Perpustakaan Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (4023.332 KB) | DOI: 10.22146/mi.v28i2.4136

Abstract

Kajian ini bertujuan untuk menjelaskan dan mengetahui: (1) kompetensi Pustakawan dalam ekosistem digital; (2) deskripsi kegiatan tata kelola jurnal elektronik “best practice” Pustakawan; (3) tantangan Pustakawan sebagai manajer penerbitan jurnal elektronik; dan (4) upaya Pustakawan sebagai produsen pengetahuan. Sumber data kajian ini adalah studi literatur. Analisis data dilakukan secara deskriptif-kualitatif. Hasil kajian ini menunjukkan bahwa Pustakawan perlu melakukan peran kolaborasi tata kelola jurnal ilmiah dalam peningkatan perannya untuk menjadi produsen pengetahuan. Dalam berkolaborasi, Pustakawan dituntut memiliki kompetensi tata kelola jurnal ilmiah yang memadai seperti mampu mengelola naskah, mengelola publikasi ilmiah, mengemas produk pengetahuan, berkomunikasi, dan inovatif dalam layanan publikasi di Perpustakaan. Sebagai rekomendasi, lembaga pembina Pustakawan dan asosiasi profesi Pustakawan perlu mengkonsep kebijakan nasional dan mengadvokasi tetang pentingnya kegiatan tata kelola jurnal ilmiah untuk peningkatan karir Pustakawan dan praktisi Perpustakaan.