Rofiya Dienul Haq Ratnasari
Universitas Siliwangi

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Faktor Sosiodemografi yang Berhubungan dengan Penerapan Protokol Kesehatan di Provinsi Jawa Barat Nissa Noor Annashr; Neni Neni Neni; Rofiya Dienul Haq Ratnasari
Jurnal Untuk Masyarakat Sehat (JUKMAS) Vol 6, No 2 (2022): Jurnal Untuk Masyarakat Sehat (JUKMAS)
Publisher : LPPM Universitas Respati Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52643/jukmas.v6i2.2419

Abstract

Kasus COVID-19 terus meningkat terutama sejak diberlakukannya era new normal. Jawa Barat menjadi provinsi dengan jumlah kasus COVID-19 terbanyak ke-2 di Indonesia. Hingga tanggal 21 November 2021 terdapat 706.314 kasus di Jawa Barat. Penelitian ini merupakan penelitian observasional analitik dengan menggunakan rancangan cross-sectional. Penelitian dilaksanakan pada Bulan September 2020. Populasi penelitian adalah seluruh penduduk Provinsi Jawa Barat berumur ≥ 12 tahun. Sampel dalam penelitian ini adalah masyarakat yang mengisi kuesioner secara sukarela yang disebarkan secara online melalui media sosial (whatsapp, Instagram, facebook), sehingga teknik pengambilan sampel dilakukan dengan accidental sampling dan didapatkan sampel sebanyak 2.502 orang. Variabel bebas penelitian adalah faktor sosiodemografi, berupa pendidikan, jenis kelamin, umur, status pernikahan. Sementara itu, variabel terikat adalah penerapan protokol Kesehatan (menjaga jarak, memakai masker, mencuci tangan). Setelah data dikumpulkan, data tersebut kemudian diolah dan dianalisis secara univariat, bivariat menggunakan uji chi square dan multivariat menggunakan uji regresi logistik ganda. Hasil analisis bivariat menunjukkan bahwa variabel umur (p = 0,000; OR = 1,748), jenis kelamin (p = 0,000; OR = 2,626) dan status pernikahan (p = 0,000; OR = 1,867) memiliki hubungan signifikan dengan penerapan protokol kesehatan. Sementara itu, variabel tingkat pendidikan tidak memiliki hubungan yang signifikan dengan protokol kesehatan (p = 0,622). Hasil analisis multivariat menunjukkan bahwa variabel jenis kelamin memiliki hubungan yang  paling kuat dengan penerapan protokol kesehatan (OR = 2,475).