Amalia Nurwachidah Rosyadi
Unknown Affiliation

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

ANALISIS INDIKATOR DALAM PENENTUAN PASAR YANG BERSANGKUTAN TERKAIT POSISI DOMINAN DALAM PASAR DIGITAL (MULTI-SIDED MARKET) Amalia Nurwachidah Rosyadi
Kumpulan Jurnal Mahasiswa Fakultas Hukum Sarjana Ilmu Hukum, Juli 2022
Publisher : Kumpulan Jurnal Mahasiswa Fakultas Hukum

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Amalia Nurwachidah Rosyadi, Moch. Zairul Alam, Shanti Riskawati Fakultas Hukum Universitas Brawijaya Jl. MT. Haryono No. 169, Malang email: liaamalia239@student.ub.ac.id ABSTRAK Penelitian ini ditujukan untuk mengetahui apa saja indikator yang dapat dipertimbangkan dalam menentukan pasar bersangkutan pada perusahaan berbasis digital yang saat ini sedang marak perkembangannya diseluruh dunia dimana bisnis digital itu sendiri memiliki karakteristik multi-sided market (pasar multi-sisi) yang memiliki dua atau lebih kelompok konsumen yang berbeda kebutuhan namun dipertemukan dalam suatu platform yang sama. Sehingga jika dikaitkan dengan hukum persaingan usaha khususnya dalam penentuan posisi dominan yang mana membutuhkan penilaian terhadap pasar bersangkutan, sifat daripada multi-sided market yang ada pada perusahaan berbasis digital ini memiliki perbedaan dengan pasar tradisional dan tidak dapat semerta-merta ditentukan begitu saja seperti pada penentuan pasar bersangkutan secara tradisional sebagaimana diatur dalam Perkom KPPU No. 3 Tahun 2009. Adapun jenis penelitian yang digunakan penulis adalah jenis penelitian yuridis normatif dengan menggunakan metode pendekatan perundang-undangan, kasus dan komparatif yang dilakukan dengan meninjau serta membandingkan aturan hukum antara Indonesia dengan Uni Eropa disertai dengan contoh kasus mengenai pendefinisian pasar bersangkutan terkait dengan posisi dominan yang dilakukan oleh perusahaan berbasis digital ditunjang melalui bahan hukum primer dan bahan hukum sekunder. Teknik analisis bahan hukum yang digunakan dalam penelitian ini menggunakan teknik analisis gramatikal, sistematis dan komparatif dimana penulis mengolah arti kata menurut kata-kata dalam undang-undang, menghubungkan satu pasal dengan lainnya dan melakukan perbandingan atas aturan hukum dalam contoh kasus. Berdasarkan penelitian ini maka dapat diketahui bahwa baik di Indonesia maupun di Uni Eropa pendefinisian pasar bersangkutan bagi bisnis bermodel multi-sided market di era digital tidak serta-merta didefinisikan secara konvensional namun terdapat beberapa pertimbangan tambahan dalam pendefinisiannya. Penentuan pada contoh kasus di Indonesia menggunakan Perkom KPPU No. 3/2009. Berdasarkan perbandingan yang dilakukan, maka terdapat beberapa indikator tambahan yang seharusnya dapat dipertimbangkan dalam menentukan pasar bersangkutan pada bisnis bermodel multi-sided market di era digital. Kata Kunci: Pasar bersangkutan, pasar digital, multi-sided market ABSTRACT This research aims to find out the indicators that can help determine relevant markets in digital companies that are currently popular and growing around the globe, and such digital businesses hold multi-sided market characteristics or have two or more consumer groups having different necessities on the same platform. From the perspective of business competition law especially regarding the dominant position that requires assessment of irrelevant markets, multi-sided markets in digital companies are different from traditional markets and they cannot be determined in a way traditional markets are, and this matter is regulated in Business Competition Supervisory Commission Regulation Number (Perkom KPPU) 3 of 2009. This research employed normative juridical methods and statutory, case, and comparative approaches, where regulatory provisions in Indonesia are compared to those in the European Union along with case examples of the definition of relevant markets in terms of dominant position in digital markets. Primary and secondary legal materials were analyzed based on grammatical, s
Dumping Practices on Market Balance: A Review of Business Competition in E-Commerce Laa Tansa Amalia; Rachel Luna Widyawati; Anintyas Kusuma; Amalia Nurwachidah Rosyadi
Journal of Law, Politic and Humanities Vol. 4 No. 3 (2024): (JLPH) Journal of Law, Politic and Humanities (March - April 2024)
Publisher : Dinasti Research

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.38035/jlph.v4i3.330

Abstract

The practice of dumping is an increasing phenomenon in international trade. Dumping is a practice where exporters sell commodities on the international market at prices below fair value or lower than the price in the country of origin or the general price on the international market. This practice is considered unfair because it can damage the market and harm competitors in the importing country. The government can adopt policies and regulations that protect local producers from dumping practices. Industry players can work together to monitor and report suspicious dumping practices. International institutions such as the World Trade Organization (WTO) can play an important role in addressing dumping practices by providing an international legal framework that regulates this practice. This research uses a normative juridical approach with analysis of various relevant laws, regulations and policies. It is hoped that the results of this research will provide a clearer understanding of the practice of dumping and the legal consequences it causes in the perspective of Law No. 5 of 1999 concerning Business Competition in Indonesia.