Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

PENGARUH KONSENTRASI KITOSAN PADA SINTESIS NANOPARTIKEL TIO2 UNTUK APLIKASI PADA DYESENSITIZED SOLAR CELL (DSSC) Maya Komalasari; Teuku Fawzul Akbardan; Bambang Sunendar
Jurnal Teknologi Bahan dan Barang Teknik Vol 3, No 2 (2013)
Publisher : Center for Material and Technical Product

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (390.656 KB) | DOI: 10.37209/jtbbt.v3i2.39

Abstract

Pada penelitian ini dilakukan sintesis nanopartikel TiO2 menggunakan metode sol-gel dengan pelarut air. Pada proses sintesis ditambahkan kitosan dengan konsentrasi 0; 2,5; 5; dan 10% v/v. TiO2hasil sintesis kemudian dikarakterisasi dengan menggunakan SEM, XRD, dan BET  untuk mengetahui morfologi,  struktur kristal, dan karakteristik pori. Selain itu keempat variasi TiO2diaplikasikan sebagai foto elektroda DSSC. Karakterisasi DSSC dilakukan dengan menggunakan solar simulator AM 1,5 untuk mengetahui karakteristik I-V DSSC. Hasil karakterisasi menunjukkan penambahan kitosan pada konsentrasi rendah (2,5% v/v) mengurangi fasa anatase pada kristal  TiO2dan cenderung memperbesar ukuran kristalit. Penambahan kitosan melebihi 5% meningkatkan fasa anatase dan memperkecil ukuran kristalit. Konsentrasi kitosan 2,5% memperkecil luas permukaan spesifik partikel dan volume total pori. Peningkatan konsentrasi kitosan memberi hasil sebaliknya. Performa DSSC terbaik didapat pada TiO2 dengan konsentrasi kitosan 2,5% saat sintesis, dengan Voc = 0,58 V, Jsc = 0,74 mA/cm , dan η = 0,51%.Kata kunci: titanium dioksida, Dye Sensitized Solar Cell, kitosan
PENGARUH NATRIUM HIPOKLORIT PADA PROSES PENCAPAN ETSA KAIN KAPAS MENGGUNAKAN ZAT WARNA BELERANG BERDASARAKAN KONSENTRASI DAN WAKTU STEAMING SUKIRMAN; MAYA KOMALASARI; NAFISA RIZKI MAULIDA; DILLA AZZAHRA HILYATI
Gunung Djati Conference Series Vol. 58 (2025): Seminar Nasional Kimia Tahun 2025
Publisher : UIN Sunan Gunung Djati Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pencapan etsa disebut juga pencapan discharge yang artinya penghilangan atau perusakan baik sebagian maupun keseluruhan pada dasar warna kain, pencapan etsa terbagi menjadi dua yaitu etsa putih dan etsa warna. Metode ini biasanya menggunakan zat reduktor atau oksidator yang dapat merusak gugus zat warna pada molekul zat warna. Pencapan etsa dapat dilakukan pada kain kapas menggunakan zat warna belerang, karena zat warna belerang tidak tahan terhadap oksidator, maka dilakukan percobaan pencapan etsa putih menggunakan natrium hipoklorit (NaOCl) dengan sebagai zat pengetsa. Penelitian pencapan etsa putih dilakukan pada kain rajut kapas menggunakan NaOCl 5% dengan variasi konsentrasi 500 g/l, 550 g/l, dan 600 g/l dengan waktu steaming 5 menit, 10 menit, dan 15 menit. Pengujian yang dilakuan pada penelitian ini, meliputi pengujian viskositas (SNI 06-6311- 2000), nilai ∆L (lightness) dan derajat putih (SNI ISO 106-J02:2011), kekuatan jebol kain (SNI ISO 13938-1:2010), dan analisa citra morfologi serat menggunakan SEM. Berdasarkan hasil pengujian diperoleh bahwa semakin tinggi konsentrasi NaOCl 5% dan waktu steaming yang digunakan pada proses pencapan etsa, maka semakin tinggi nilai ∆L dan derajat putih kain tetapi kekuatan jebol kain semakin menurun. Kondisi optimum diperoleh pada konsentrasi 600 g/l dengan nilai viskositas 8.720 cps, nilai ∆L 16,97 dan nilai derajat putih 20,41, kekuatan jebol 7,81 kgf/cm2 Hasil citra morfologi SEM bahwa menunjukkan permukaan serat yang terbuka, bertekstur kasar dan tidak rata pada dinding serat kapas. Ketajaman motif dari hasil pencapan etsa, menghasilkan warna putih menunjukkan keberhasilan dari proses tersebut.