Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

PENGARUH NATRIUM HIPOKLORIT PADA PROSES PENCAPAN ETSA KAIN KAPAS MENGGUNAKAN ZAT WARNA BELERANG BERDASARAKAN KONSENTRASI DAN WAKTU STEAMING SUKIRMAN; MAYA KOMALASARI; NAFISA RIZKI MAULIDA; DILLA AZZAHRA HILYATI
Gunung Djati Conference Series Vol. 58 (2025): Seminar Nasional Kimia Tahun 2025
Publisher : UIN Sunan Gunung Djati Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pencapan etsa disebut juga pencapan discharge yang artinya penghilangan atau perusakan baik sebagian maupun keseluruhan pada dasar warna kain, pencapan etsa terbagi menjadi dua yaitu etsa putih dan etsa warna. Metode ini biasanya menggunakan zat reduktor atau oksidator yang dapat merusak gugus zat warna pada molekul zat warna. Pencapan etsa dapat dilakukan pada kain kapas menggunakan zat warna belerang, karena zat warna belerang tidak tahan terhadap oksidator, maka dilakukan percobaan pencapan etsa putih menggunakan natrium hipoklorit (NaOCl) dengan sebagai zat pengetsa. Penelitian pencapan etsa putih dilakukan pada kain rajut kapas menggunakan NaOCl 5% dengan variasi konsentrasi 500 g/l, 550 g/l, dan 600 g/l dengan waktu steaming 5 menit, 10 menit, dan 15 menit. Pengujian yang dilakuan pada penelitian ini, meliputi pengujian viskositas (SNI 06-6311- 2000), nilai ∆L (lightness) dan derajat putih (SNI ISO 106-J02:2011), kekuatan jebol kain (SNI ISO 13938-1:2010), dan analisa citra morfologi serat menggunakan SEM. Berdasarkan hasil pengujian diperoleh bahwa semakin tinggi konsentrasi NaOCl 5% dan waktu steaming yang digunakan pada proses pencapan etsa, maka semakin tinggi nilai ∆L dan derajat putih kain tetapi kekuatan jebol kain semakin menurun. Kondisi optimum diperoleh pada konsentrasi 600 g/l dengan nilai viskositas 8.720 cps, nilai ∆L 16,97 dan nilai derajat putih 20,41, kekuatan jebol 7,81 kgf/cm2 Hasil citra morfologi SEM bahwa menunjukkan permukaan serat yang terbuka, bertekstur kasar dan tidak rata pada dinding serat kapas. Ketajaman motif dari hasil pencapan etsa, menghasilkan warna putih menunjukkan keberhasilan dari proses tersebut.