Relly Maulita
Universitas Islam Negeri Raden Fatah Palembang

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

NEUROSAINS DALAM PROSES BELAJAR DAN MEMORI Relly Maulita; Ermis Suryana; Abdurrahmansyah
INOVATIF: Jurnal Penelitian Pendidikan, Agama, dan Kebudayaan Vol. 8 No. 2 (2022): September 2022
Publisher : Center for the Research and the Communicator Service of IAI Hasanuddin Pare-Kediri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55148/inovatif.v8i2.264

Abstract

Didalam ilmu Neuroscience dijelaskan bahwa otak manusia mempunyai kemampuan yang luar biasa. Otak manusia terdiri dari triliunan sel otak dan setiap inci otak tampak seperti Gurita kecil yang begitu komplek. Di setiap set otak terdapat sebuah pusat yang banyak cabangnya dan setiap cabang mempunyai banyak koneksi. Setiap set otak dibuat lebih kuat dan canggih daripada kebanyakan peralatan komputer di dunia . Setiap set saling berhubungan dengan ratusan set yang lain dan mereka saling bertukar informasi. Dari triliunan sel otak tersebut, ada sepersepuluhnya terdiri neuron atau sel saraf aktif yang bisa terjadi hingga 20.000 koneksi yang berbeda dengan sel-sel lain. Otak manusia terdapat empat bagian dan pada tiga tingkatan yang berbeda dari atas batang otak dan yang keempat terselip di bagian belakang. Otak manusia juga memiliki dua sisi yang mana setiap sisinya mempunyai fungsi yang berbeda dan memproses informasi dengan cara yang berbeda pula. Konsep tiga otak dalam satu kepala ( otak triune) menjelaskan tentang cara kerja otak dan hubungannya dengan proses pembelajaran. Proses pembelajaran yang memaksimalkan fungsi otak berarti bukan hanya memberdayakan satu belahannya saja, tetapi mengupayakan pemaksimalan kedua belahannya. Sehingga bisa menghasilkan siswa yang bukan hanya mampu berfikir berurutan dan terstruktur tetapi mampu berfikir secara divergen, global dan kreatif. Secara neurosains, ingatan adalah proses kerja otak yang disertai penyimpanan memori di dalam sistem sinapsis antara neuron. Daya ingat berkaitan langsung dengan proses belajar karena memungkinkan seseorang untuk menyimpan dan mengambil informasi yang telah dipelajari. “Dengan demikian, daya ingat atau memori tergantung pada proses belajar. Kata Kunci: Neurosains, Pembelajaran, Memori
STRATEGI GURU DALAM MENCIPTAKAN PEMBELAJARAN MENYENANGKAN (FUN LEARNING) PADA PEMBELAJARAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM Relly Maulita; Ismail Sukardi; Mardiah Astuti
PAI RAFAH Vol 5 No 1 (2023): Jurnal PAI Raden Fatah
Publisher : Program Studi Pendidikan Agama Islam Fakultas Ilmu Tarbiyah Dan Keguruan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19109/pairf.v5i1.17641

Abstract

Based on the results of observations made by the author at SMA Negeri 5 OKU on June 20, 2022, namely as follows in the teaching and learning process the teacher in learning Islamic Religious Education looks able to create enjoyable learning. Marked by students learning in comfortable conditions such as students having a close relationship with the teacher and all their friends, students are active in learning activities such as asking and answering various questions, doing assignments, and discussing, also when going to break time or going home from school there are no students whining to immediately break or go home. This type of research is field research with a qualitative approach. Data collection techniques using observation, interviews, and documentation.Based on the results of the study, it can be concluded that: 1) The background and purpose of implementing fun learning in Islamic Religious Education learning at SMA Negeri 5 OKU is to avoid boredom, saturation and train students to be more active. 2) The teacher's strategic steps in implementing fun learning in Islamic Religious Education learning at SMA Negeri 5 OKU are by greeting students in a friendly, enthusiastic manner, motivating students and using varied methods. 3) Supporting and inhibiting factors for teachers' strategies in creating fun learning in Islamic religious education learning at SMA Negeri 5 OKU. Supporting factors are the teacher's ability to teach and adequate facilities. The inhibiting factor is the readiness of students in participating in learning and passive students.