Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Gambaran Tingkat Kemandirian Lansia dengan Rheumatoid Arthritis dalam Pemenuhan Activity Daily Living (ADL) Nurmalita Ayu Savitri; Wilis Sukmaningtyas; Tophan Heri Wibowo
Cerdika: Jurnal Ilmiah Indonesia Vol. 2 No. 7 (2022): Cerdika: Jurnal Ilmiah Indonesia
Publisher : Publikasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (470.776 KB) | DOI: 10.59141/cerdika.v2i7.426

Abstract

Elderly is someone who has entered the age of more than 60 years and over. Arthritis (arthritis) or rheumatism is the number two disease that attacks the elderly in Indonesia. Pain in rheumatoid arthritis patients appears and will cause discomfort and will also be hampered in carrying out various activities. The purpose of this study was to describe the level of independence of the elderly with rheumatoid arthritis in fulfilling daily living (ADL) activities. This research uses descriptive research method. The descriptive method in this study uses a literature review design (Library Study). The search strategy method to find journals used the keywords “Independence OR Independence AND Elderly OR Elderly AND Rheumatoid arthritis OR Rheumatic Disease AND Daily Activity OR Daily Activity OR Activity of Daily Living”. The results of the literature review are known from 7 journals, it can be concluded that 42,8% show that most of the elderly have a level of independence, in the category of moderate dependence, 7 journals show that most of the elderly are >60 years old, 71,4% of journals show that most of the gender of the elderly are women.
Pengaruh Teknik Relaksasi Genggam Jari terhadap Penurunan Kecemasan Pasien Pre Operasi pada Pasien Sectio Caesarea dengan Spinal Anestesi Klareza Salsabilla; Tophan Heri Wibowo; Rahmaya Nova Handayani
Jurnal Penelitian Perawat Profesional Vol 6 No 2 (2024): April 2024, Jurnal Penelitian Perawat Profesional
Publisher : Global Health Science Group

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37287/jppp.v6i2.2187

Abstract

Persalinan merupakan suatu hal yang terjadi secara alamiah yanag akan dihadapi oleh ibu hamil, dimana terjadi pengeluaran hasil konsepsi yaitu bayi dan plasenta dari rahim. Ada dua cara persalinan yaitu persalinan normal dan persalinan secara operasi sectio caesarea. Sectio caesarea yaitu kelahiran janin melalui sayatan yang dibuat pada dinding perut dan rahim. Tujuan: penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh relaksasi genggam jari terhadap penurunan kecemasan pada pasien pre operasi sectio caesarea. Metode: penelitian kuantitatif mengunakan metode pre experiment, dengan pendekatan one group pre test and post tets design. Instrumen yang digunakan adalah alat ukur kecemasan Hamilton Axiety Rating Scale (HARS). Penelitian ini dilaksanakan selama lima minggu dengan jumlah responden yang tidak menentu, pengambilan sempel mengunakan consecutive sampling. Sampel penelitian ini berjumlah 21 responden. Data dianalisis mengunkan analisis univariat dan bivariat mengunakan Uji Wilcoxon. Hasil: penelitian ini didapatkan dari 21 pasien sebelum dilakukan teknik relaksasi genggam jari yang mengalami kecemasan berat sebanyak 12 responden (57.1%), kecemasan sedang sebanyak 9 responden (42.9%). Setelah dilakukan relaksasi genggam jari terdapat 5 responden (23.8%) mengalami kecemasan ringan, 14 responden (66.7%) mengalami kecemasan sedang dan 2 responden (9.5%) mengalami kecemasan berat. Hasil uji Wilcoxon tets menunjukkan nilai p-value 0.000 yang berarti P<0,005 signifikan, artinya terdapat perbedaan tingkat kecemasan sebelum atau sesudah relaksasi genggam jari. Kesimpulan: jadi terdapat pengaruh teknik relaksasi genggam jari terhadap penurunan kecemasan pasien pre operasi sectio caesarea dengan spinal anestesi di RSUD Cilacap.
Faktor-faktor yang Memengaruhi Post Operative Nausea and Vomiting (PONV) Pada Pasien Pasca Anestesi Umum Fitrah Fadhilah Siregar; Tophan Heri Wibowo; Rahmaya Nova Handayani
Jurnal Penelitian Perawat Profesional Vol 6 No 2 (2024): April 2024, Jurnal Penelitian Perawat Profesional
Publisher : Global Health Science Group

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37287/jppp.v6i2.2296

Abstract

Post-Operative Nausea and Vomiting (PONV) seringkali terjadi setelah dilakukan pemberian anestesi umum dalam periode 24 jam pertama pasca operasi. Mual dan juga muntah setelah operasi bisa diakibatkan oleh beberapa faktor. Penelitian mengenai faktor yang berhubungan dengan PONV dapat bermanfaat dalam mengoptimalkan tatalaksana yang akan dilakukan pada pasien. Tujuan dari penelitian ini merupakan untuk mengidentifikasi berbagai faktor yang memengaruhi kemungkinan timbulnya mual serta muntah pasca operasi (PONV) terhadap pasien setelah menjalani anestesi umum, hal-hal yang perlu dipertimbangkan meliputi jenis kelamin, indeks massa tubuh (IMT), lama operasi, serta metode anestesi umum yang digunakan. Dalam studi ini, metode deskriptif diterapkan dengan pendekatan cross sectional. Informasi diperoleh melalui pengkajian rekam medis serta observasi langsung terhadap pasien. Kelompok subjek penelitian ini terdiri dari semua pasien yang melakukan operasi menggunakan anestesi umum di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Brebes, dengan sampel penelitian terdiri dari 80 responden. Teknik pengambilan sampel yang diterapkan adalah pengambilan sampel secara berurutan (consecutive sampling). Hasil dari penelitian ini didapatkan data kejadian PONV terbanyak yaitu PONV ringan sebanyak 45 responden (56.3%). Hasil tabulasi silang kejadian PONV dengan karakteristik responden didapatkan data responden yang mengalami PONV ringan yaitu, terdapat 32 responden (40.0%) yang merupakan perempuan, dan sebanyak 32 responden (40.0%) memiliki Indeks Massa Tubuh (IMT) yang normal, durasi pembedahan besar sebanyak 20 responden (25.0%) dan teknik anestesi umum dengan ETT sebanyak 21 responden. Kesimpulan dari penelitian ini adalah hasil distribusi frekuensi insiden PONV terhadap responden yang berjenis kelamin perempuan, IMT normal, durasi pembedahan besar dan teknik anestesi umum dengan ETT.