Claim Missing Document
Check
Articles

Found 8 Documents
Search

MANFAAT KELOR (MORINGA OLEIFERA) BAGI KESEHATAN Awari Susanti; Muhammad Nurman
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 3 No. 3 (2022): September 2022
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v3i3.7287

Abstract

Tanaman herbal fitomedisin diyakini memiliki banyak manfaat dibandingkan obat konvensional dan mendapatkan kembali minat dalam penelitian saat ini. Moringa oleifera adalah tanaman herbal serbaguna yang digunakan sebagai makanan manusia dan alternatif untuk tujuan pengobatan di seluruh dunia. Telah diidentifikasi oleh para peneliti sebagai tanaman dengan banyak manfaat kesehatan termasuk manfaat nutrisi dan obat. Moringa oleifera mengandung asam amino esensial, karotenoid dalam daun, dan komponen dengan sifat nutraceutical, mendukung gagasan untuk menggunakan tanaman ini sebagai suplemen nutrisi atau konstituen dalam persiapan makanan. Beberapa evaluasi nutrisi telah dilakukan pada daun dan batang. Faktor penting yang menjelaskan penggunaan obat dari Moringa oleifera adalah berbagai antioksidan penting, antibiotik dan nutrisi termasuk vitamin dan mineral. Hampir semua bagian dari kelor dapat dimanfaatkan sebagai sumber nutrisi dengan nilai manfaat lainnya.
Termites Attack on Residential Houses at Sialangmuggu, Tuah Madani, Pekanbaru Andi Saputra; Vebrita Sari; Febri Ayu; Syamsul Bachry; Awari Susanti
Journal of Engineering Science and Technology Management (JES-TM) Vol. 2 No. 1 (2022): Maret 2022
Publisher : Journal of Engineering Science and Technology Management

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jestm.v2i1.85

Abstract

Termites can damage wood in building construction and other cellulosic materials in buildings, making them a pest that causes problems for humans. This research is expected to provide information on how insect pest termites (Coptotermes curvignathus) are disturbed in Villa Savana Housing, Sialang Munggu, Tuah Madani, Pekanbaru. Termites that are found in the presence of their burrows are then collected. The method used is the hand-picked method where this method directly uses the hand when the presence of termites is known. Surveys and interviews were conducted to determine the intensity of damage to houses. Based on the results of the study, it can be concluded that in Villa Savana Housing there is one type of subterranean termite, namely C. curvignathus. Then the results of the survey of damage to house buildings show that most of the house buildings are in good condition (80.03%). In addition, damage due to dry-wood termite attacks was also found, but no examples of termites were found.
PEMANFAATAN DAUN KELOR SEBAGAI PRODUK BERNILAI JUAL TINGGI Awari Susanti; Nur Hidayah Sari; Widawati Widawati; Rizqon Jamil Farhas
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 7, No 4 (2023): Agustus
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v7i4.16196

Abstract

Abstrak: Salah satu permasalahan yang dihadapi mitra PkM dalam hal ini kelompok masyarakat dan pelaku UMKM adalah kurangnya pengetahuan dan informasi bagaimana memanfaatkan tumbuhan kelor sebagai tanaman untuk kesehatan dalam bentuk produk pangan dan obat-obatan. Tujuan PKM ini adalah untuk memberikan pengarahan dan sosialisasi kepada masyarakat dan pelaku UMKM tentang memanfaatkan tumbuhan kelor sebagai obat dan olahan makanan agar menjadi nilai ekonomi bagi masyarakat. Metode yang digunakan dalam kegiatan ini adalah dengan sosialisai dan penyuluhan, diskusi sebagai tahap evaluasi awal (pre test) untuk mengetahui potensi mitra agar lebih termotivasi melakukan kreatifitas dalam pengolahan pangan dan bahkan dapat menjadikannya sebagai usaha keluarga. Mitra dalam PkM ini adalah kelompok masyarakat tani dan pelaku UMKM di Kabupaten Kampar yang berjumlah 25 orang. Pelatihan dilakukan dengan penyediaan sarana dan prasarana kegiatan pengabdian dalam upaya meningkatkan pengetahuan dan keterampilan masyarakat, berdasarkan evaluasi melalui pre test dan post test yang dilakukan dapat diketahui peningkatan pemahaman peserta terkait manfaat daun kelor sebesar 80%. Kegatan PkM ini meliputi penyampaian teori tentang manfaat, khasiat nilai gizi dan nilai ekonomi serta praktek pengolahan tanaman kelor menjadi obat tradisional dan beberapa olahan bahan pangan serta dapat menjadi sumber Ekonomi bagi Masyarakat.Abstract: One of the problems faced by PkM partners, in this case community groups and MSME actors, is the lack of knowledge and information on how to use Moringa as a health plant in the form of food products and medicines. The purpose of this PKM is to provide direction and outreach to the community and MSME actors about utilizing Moringa plants as medicine and processed food so that they become economic value for the community. The method used in this activity is socialization and counseling, discussion as an initial evaluation stage (pretest) to find out potential partners so that they are more motivated to be creative in food processing and can even make it a family business. Partners in this PkM are community groups of farmers and MSME actors in Kampar Regency, totaling 25 people. The training is carried out by providing facilities and infrastructure for community service activities in an effort to increase the knowledge and skills of the community, based on evaluation through the pre-test and post-test conducted, it can be seen that participants' understanding of the benefits of Moringa leaves has increased by 80%. This PkM activity includes the delivery of theories about the benefits, properties of nutritional value and economic value as well as the practice of processing Moringa plants into traditional medicines and some processed food ingredients and can become a source of economy for the community.
Identification of Medicinal Plants In The Environment of Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai Awari Susanti; Zurrahmi Z.R; Endang Mayasari; Erma Kusumayanti
Jurnal Ners Vol. 9 No. 1 (2025): JANUARI 2025
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v9i1.30814

Abstract

The research identification of medicinal plants was conducted in the environment of Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai. Riau community has long known and utilized medicinal plants as traditional medicines, these medicinal plants have been used in traditional medicine for generations as an effort to maintain health, prevent disease, and care for health. Traditional medicinal plants serve as primary materials for traditional medicines and are acknowledged for their health benefits. The aim of this study was to classify medical plant species of medicinal plants. Data collection involved surveys and interviews, and the classification was carried out using herbarium methods. The results identified 20 species of medicinal plants across 14 families. Predominantly, these families were associated with the Zingiberaceae family, encompassing species such as Curcuma Domestica, Curcuma Xontoriza, Kaempferia Galanga, Renguas Galanga, Zingiber Officinale, Costus Speciosus. Parts of the plant used as medicine vary depending on the type of plant, the most widely used plant organs are leaves, rhizomes and roots.
Faktor Sosiodemografi yang Berhubungan dengan Pengetahuan Personal Hygiene Pada Ibu Hamil di Wilayah Kerja Pmb Nislawaty Desa Ridan Permai Kampar Tahun 2024 Erma Kasumayanti; Endang Mayasari; Nislawaty Nislawaty; Awari Susanti
Jurnal Ners Vol. 9 No. 3 (2025): JULI 2025
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v9i3.46866

Abstract

Personal hygiene penting bagi ibu hamil untuk mencegah infeksi yang dapat membahayakan ibu dan janin. Namun, masih banyak ibu hamil yang kurang memahami cara menjaga kebersihan diri selama kehamilan. Kurangnya pengetahuan ini dapat meningkatkan risiko komplikasi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara faktor sosiodemografi dengan tingkat pengetahuan personal hygiene pada ibu hamil. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain cross sectional. Jumlah sampel yang digunakan dalam penelitian ini sebanyak 52 responden, yang diperoleh dengan teknik accidental sampling, yaitu ibu hamil yang hadir selama periode penelitian dan memenuhi kriteria inklusi. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner dan dianalisis dengan uji chi-square. Dari hasil penelitian diketahui terdapat hubungan signifikan antara tingkat pendidikan dengan pengetahuan personal hygiene (p<0,05). Faktor usia dan pekerjaan dan pendapatan keluarga tidak menunjukkan hubungan yang signifikan (p>0,05). Pendidikan berhubungan dengan tingkat pengetahuan personal hygiene pada ibu hamil. Diperlukan peningkatan edukasi kesehatan, terutama bagi ibu dengan pendidikan rendah.
Hubungan Ketersediaan Sarana Identifikasi Risiko Jatuh Dengan Pelaksanaan Identifikasi Pasien Risiko Jatuh di Rumah Sakit Jiwa Erma Kasumayanti; Siti Hotna; Ridha Hidayat; Awari Susanti
Jurnal Pustaka Cendekia Pendidikan Vol. 4 No. 1 (2026): Jurnal Pustaka Cendekia Pendidikan, Volume 4 Nomor 1, Mei - Agustus 2026
Publisher : PT PUSTAKA CENDEKIA GROUP

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70292/jpcp.v4i1.510

Abstract

Risiko jatuh merupakan salah satu sasaran keselamatan pasien yang menjadi perhatian dalam pelayanan kesehatan karena dapat menimbulkan cedera, memperpanjang masa perawatan, dan meningkatkan biaya pelayanan. Pasien yang dirawat di rumah sakit jiwa memiliki kerentanan lebih tinggi terhadap kejadian jatuh akibat gangguan persepsi, penurunan fungsi kognitif, efek samping penggunaan obat psikotropika, serta perubahan perilaku yang dapat memengaruhi kemampuan menjaga keselamatan diri. Salah satu upaya yang dilakukan untuk mencegah kejadian jatuh adalah pemberian identifikasi kepada pasien yang memiliki risiko jatuh. Namun, pelaksanaan identifikasi pasien risiko jatuh tidak selalu berjalan optimal, salah satunya dipengaruhi oleh ketersediaan sarana identifikasi yang digunakan sebagai penanda pasien berisiko. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui hubungan ketersediaan sarana identifikasi risiko jatuh dengan pelaksanaan identifikasi pasien risiko jatuh di Rumah Sakit Jiwa. Metode yang digunakan adalah desain kuantitatif korelasional dengan pendekatan cross-sectional. Populasi penelitian adalah seluruh perawat pelaksana yang bekerja di ruang rawat inap Rumah Sakit Jiwa. Sampel penelitian berjumlah 109 responden yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Data dikumpulkan melalui kuesioner dan lembar observasi, kemudian dianalisis menggunakan uji Chi-Square dengan tingkat kemaknaan 95% (α = 0,05). Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar responden menilai ketersediaan sarana identifikasi risiko jatuh berada pada kategori kurang baik, yaitu sebanyak 76 responden (58,5%). Pelaksanaan identifikasi pasien risiko jatuh juga sebagian besar berada pada kategori kurang baik, yaitu sebanyak 71 responden (54,6%). Hasil analisis bivariat menunjukkan adanya hubungan yang bermakna antara ketersediaan sarana identifikasi risiko jatuh dengan pelaksanaan identifikasi pasien risiko jatuh di Rumah Sakit Jiwa (p = 0,003). Ketersediaan sarana identifikasi risiko jatuh yang memadai berperan dalam mendukung pelaksanaan identifikasi pasien secara optimal. Diharapkan penyediaan sarana identifikasi yang sesuai perlu menjadi perhatian dalam upaya meningkatkan keselamatan pasien dan mencegah kejadian jatuh di rumah sakit jiwa.
Hubungan Jarak Kehamilan dengan Kejadian Kekurangan Energi Kronis (KEK) Pada Ibu Hamil di Wilayah Kerja UPT Puskesmas Air Tiris Tahun 2026 Endang Mayasari Mayasari; Nislawaty Nislawaty; Awari Susanti; Zurrahmi Z.R
Jurnal Ners Vol. 10 No. 3 (2026): JULI 2026
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v10i3.61306

Abstract

Chronic Energy Deficiency (CED) in pregnant women remains a public health problem because it can increase the risk of complications for both mother and fetus. One of the factors assumed to be associated with CED is short interpregnancy interval, which may prevent the mother’s body from fully restoring its energy and nutrient reserves. This study aimed to determine the relationship between interpregnancy interval and the incidence of CED among pregnant women in the working area of UPT Puskesmas Air Tiris in 2026 . This study used a case-control design. The study population consisted of 52 pregnant women with CED as the case group and 469 pregnant women without CED as the control group. Case samples were selected using total sampling, while control samples were selected using simple random sampling, resulting in 52 respondents in each group. Data were analyzed using univariate and bivariate analysis with the Chi-square test at a 95% confidence level. The results showed that 36 respondents (69.2%) in the case group had a high-risk interpregnancy interval (<2 years), while 32 respondents (61.5%) in the control group had a non-risk interpregnancy interval. The Chi-square test indicated a significant relationship between interpregnancy interval and CED (p=0.003), with an Odds Ratio (OR) of 3.6 (95% CI: 1.59–8.10). It can be concluded that pregnant women with a high-risk interpregnancy interval have a 3.6 times higher risk of experiencing CED compared to those with a non-risk interval. Therefore, education on birth spacing, nutritional status monitoring, and antenatal care services should be strengthened to prevent CED among pregnant women.
Peningkatan Edukasi Ibu Hamil tentang Faktor Kekurangan Energi Kronis di PMB Bd. Nislawaty: Pengabdian Endang Mayasari; Erma Kasumayanti; Nislawaty Nislawaty; Awari Susanti
Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan Vol. 4 No. 3 (2026): Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan Volume 4 Nomor 3 (Januari 202
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jerkin.v4i3.5447

Abstract

Kekurangan Energi Kronis (KEK) pada ibu hamil masih menjadi masalah kesehatan yang berdampak terhadap risiko komplikasi kehamilan dan gangguan kesehatan ibu serta janin. Salah satu penyebab KEK adalah rendahnya pengetahuan ibu hamil mengenai kebutuhan energi dan protein selama kehamilan. Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan ibu hamil tentang faktor Kekurangan Energi Protein sebagai upaya pencegahan KEK. Kegiatan dilaksanakan pada tanggal 5 sampai dengan 12 di Praktik Mandiri Bidan Bd. Nislawaty, SST, M.Kes dengan metode ceramah, diskusi, dan media leaflet. Materi edukasi meliputi pengertian KEK, faktor penyebab, dampak KEK, serta kebutuhan energi dan protein selama kehamilan. Evaluasi dilakukan melalui tanya jawab untuk menilai pemahaman peserta setelah edukasi. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan pengetahuan ibu hamil mengenai pentingnya pemenuhan energi dan protein. Luaran kegiatan berupa artikel ilmiah pada jurnal pengabdian kepada masyarakat.