Claim Missing Document
Check
Articles

Found 8 Documents
Search

HUBUNGAN PENGETAHUAN DAN SIKAP PENGUNJUNG DENGAN TINDAKAN CUCI TANGAN PAKAI SABUN SEBAGAI UPAYA PENCEGAHAN COVID-19 DI UPTD PUSKESMAS DARUL AMAN KABUPATEN ACEH TIMUR Intan Bahrina
Jurnal EDUKES : Jurnal Penelitian Edukasi Kesehatan Vol. 4: JURNAL EDUKES VOLUME 4 NOMOR 2, EDISI SEPTEMBER 2021
Publisher : SEKOLAH TINGGI ILMU KESEHATAN (STIKes) BUSTANUL ULUM LANGSA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52136/edukes.v4i2.418

Abstract

Pandemi virus corona (Covid-19) saat ini telah melanda berbagai negara di belahan dunia. Hingga saat ini belum ada vaksin ataupun obat yang terbukti efektif dalam mengobati penyakit tersebut. Badan Kesehatan Dunia atau WHO serta Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Amerika Serikat atau CDC pun mengeluarkan imbauan mengenai hal yang harus dilakukan dalam mencegah corona jenis baru ini. Upaya yang bisa dilakukan adalah melakukan berbagai upaya pencegahan, salah satunya adalah mencuci tangan menggunakan sabun atau yang sering kita dengar dengan istilah CTPS (Cuci Tangan Pakai Sabun). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan pengetahuan dan sikap pengunjung dengan tindakan cuci tangan pakai sabun. Jenis penelitian ini adalah analitik dengan metode cross sectional pada 96 orang sampel. Teknik analisis data menggunakan analisis chi square. Dari hasil penelitian diketahui bahwa ada hubungan pengetahuan dengan Tindakan Cuci Tangan Pakai Sabun dengan nilai p-value 0,000 dan ada hubungan sikap dengan Tindakan Cuci Tangan Pakai Sabundengan nilai p-value 0,000. Saran yang diajukan adalah pihak UPTD Puskesmas Darul Aman membuat aturan tambahan dengan menempelkan pengumuman di pintu masuk gedung Puskesmas bahwa pengunjung yang tidak cuci tangan pakai sabun sebelum memasuki gedung Puskesmas tidak akan dilayani oleh petugas, dan perlu dilakukan pemberian dan penyebaran informasi tentang manfaat cuci tangan pakai sabun terutama pada masa pandemi saat ini melalui kegiatan penyuluhan, penempelan poster yang menarik, atau sanksi sosial.
Pengolahan Limbah Minyak Goreng Bekas Menjadi Sabun Cuci Piring Di Desa Matang Seulimeng Langsa Barat Intan Bahrina
Jurnal EDUKES : Jurnal Penelitian Edukasi Kesehatan Vol. 5: JURNAL EDUKES VOLUME 5 NOMOR 2, EDISI SEPTEMBER 2022
Publisher : SEKOLAH TINGGI ILMU KESEHATAN (STIKes) BUSTANUL ULUM LANGSA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52136/edukes.v5i2.447

Abstract

Mengkonsumsi minyak goreng bekas dapat menimbulkan berbagai penyakit. Oleh karena itu, dilakukan upaya untuk mengolahnya menjadi sabun cair cuci piring agar limbahnya tidak mencemari lingkungan. Proses pengolahan sabun cuci piring dari limbah minyak goreng melalui tiga tahap pemurnian, yaitu proses penghilangan kotoran, netralisasi, dan perendaman menggunakan arang aktif kelapa sawit selama 24 jam. Setelah dimurnikan, dilakukan pembuatan sabun cair dengan metode hot process soap making pada suhu suhu 700C–800C menggunakan alkali KOH. Sebanyak 100 mL minyak goreng bekas dicampurkan dengan 300 mL aquades dan 100 mL larutan KOH serta bahan tambahan lainnya seperti gliserin, pewarna dan pewangi menghasilkan sabun cair sebanyak 600 mL. Berdasarkan hasil penelitian, nilai pH sabun telah memenuhi baku mutu SNI, yaitu 9. Penelitian ini diharapkan dapat memberikan informasi bagi masyarakat Desa Matang Seulimeng agar mengetahui cara pemanfaatan limbah minyak goreng bekas menjadi sabun cair cuci piring.
Analisis Kualitas Air dan Personal Hygiene Terhadap Keluhan Penyakit Kulit Pada Santri di Dayah Amal Desa Beusa Seberang Intan Bahrina
Jurnal EDUKES : Jurnal Penelitian Edukasi Kesehatan Vol. 6: JURNAL EDUKES VOLUME 6 NOMOR 1 EDISI MARET 2023
Publisher : SEKOLAH TINGGI ILMU KESEHATAN (STIKes) BUSTANUL ULUM LANGSA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52136/edukes.v6i1.461

Abstract

Keluhan penyakit kulit berhubungan dengan lingkungan dan perilaku manusia. Munculnya penyakit kulit dapat dipengaruhi oleh beberapa faktor, salah satunya adalah personal hygiene. Air merupakan sumber daya alam yang diperlukan oleh semua makluk hidup. Oleh karna itu, sumber daya air harus dilindungi agar tetap dapat dimanfaatkan dengan baik oleh manusia serta makhluk hidup yang lain. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kualitas air dan personal hygiene terhadap keluhan penyakit kulit pada santri di Dayah Amal Desa Beusa Seberang Kecamatan Peureulak Barat Kabupaten Aceh Timur. Jenis penelitian yang digunakan bersifat kualitatif dengan pendekatan fenomenologi dengan melakukan pengamatan dan wawancara serta uji laboratorium. Gangguan penyakit kulit di dayah Amal sudah menjadi hal yang biasa terjadi dikarenakan kurangnya pengetahuan santri tentang personal hygiene serta sarana yang di sediakan masih belum memadai. Kualitas air di Dayah Amal masih bisa dibilang kurang baik karena hasil uji parameter kimia menyatakan kandungan zat besi dalam air tergolong tinggi dan melebihi baku mutu air untuk keperluan sanitasi yaitu 4,8 mg/L. Diharapkan kepada santri agar lebih memperhatikan personal hygiene terutama kebersihan diri dan lingkungan agar terhindar dari berbagai penyakit terutama penyakit kulit.
Penyuluhan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) pada Anak Usia Sekolah Dasar di Desa Buket Medang Ara Kecamatan Langsa Timur Etika Sari; Intan Bahrina; Yusriati Yusriati
Cakrawala: Jurnal Pengabdian Masyarakat Global Vol. 3 No. 3 (2024): Cakrawala: Jurnal Pengabdian Masyarakat Global
Publisher : Universitas 45 Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30640/cakrawala.v3i3.3071

Abstract

Elementary school children are an age group that is vulnerable to health problems related to personal and environmental hygiene such as personal hygiene, poor tooth brushing habits and rarely using soap for hand washing. This activity aims to increase knowledge about PHBS and teach children about the procedures for brushing teeth and washing hands properly. The method in this activity is counseling in the form of providing material using visual media as well as direct demonstrations and distribution of leaflets about PHBS to school children so that they can better understand the material that has been given. Participants participated in the socialization activities enthusiastically which resulted in increased understanding of PHBS and how to wash hands and brush teeth properly, so that this can be a good start in improving health rates in elementary school children.
Penyuluhan Penyakit Demam Berdarah Dengue (DBD) Pada Masyarakat Di Puskesmas Langsa Timur Etika Sari; Intan Bahrina; Yusriati Yusriati
ARDHI : Jurnal Pengabdian Dalam Negri Vol. 2 No. 2 (2024): ARDHI : Jurnal Pengabdian Dalam Negri
Publisher : Asosiasi Riset Pendidikan Agama dan Filsafat Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61132/ardhi.v2i2.201

Abstract

Dengue fever is an infectious disease that can cause outbreaks. Dengue fever is a disease caused by the dengue virus and transmitted by the Aedes aegypti mosquito. This disease is a health problem in Indonesia because the disease spreads quickly and can cause death in a short time. The aim of this activity is to provide an explanation about dengue hemorrhagic fever such as how it is transmitted, symptoms and efforts that can be taken to prevent dengue fever. The method of this activity is in the form of counseling. This outreach was considered successful because this outreach activity could increase public knowledge and awareness in preventing dengue fever in the surrounding environment
Penyuluhan Kesehatan tentang Pencegahan Penyakit Diare dan Menjaga Kesehatan Lingkungan di Puskesmas Langsa Timur Intan Bahrina; Etika Sari; Yusriati Yusriati
ARDHI : Jurnal Pengabdian Dalam Negri Vol. 2 No. 2 (2024): ARDHI : Jurnal Pengabdian Dalam Negri
Publisher : Asosiasi Riset Pendidikan Agama dan Filsafat Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61132/ardhi.v2i2.208

Abstract

Diarrhea is caused by viral, bacterial or parasitic infections that spread through contaminated food or drink, as well as poor environmental conditions which are the habitat of pathogens. The aim of this activity is to provide education and information to the public about diarrhea so that it is hoped that it can reduce cases of diarrhea and increase public knowledge about the prevention and treatment of diarrhea and its relationship to environmental health. The community service method is carried out by providing counseling and education to the community. The results obtained are that the public understands diarrhea and preventing diarrhea. So that people can take early precautions if diarrhea occurs in family members. Apart from that, people must also maintain health, both the environment and food, in order to avoid disease.
Faktor-Faktor Yang Berhubungan Dengan Perilaku Ibu Rumah Tangga Dalam Pengelolaan Sampah Berbasis 3R (Reduce, Reuse, Recycle) Etika Sari; Intan Bahrina
Antigen : Jurnal Kesehatan Masyarakat dan Ilmu Gizi Vol. 2 No. 1 (2024): Februari : Antigen: Jurnal Kesehatan Masyarakat dan Ilmu Gizi
Publisher : LPPM STIKES KESETIAKAWANAN SOSIAL INDONESIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57213/antigen.v2i1.207

Abstract

Most waste generation is found in the surrounding environment,  from household waste and the increasing waste needs to be managed starting from the household level. Housewives' behavior in 3R-based waste management (Reduce, Reuse and Recycle) is influenced by several factors such as knowledge, attitudes and education. The aim of this research is to determine the factors related to housewives' behavior in 3R-based waste management. This type of research is analytical observational research with a cross sectional design. The population of this research is all housewives in Pondok Kemuning Village, totaling 450 housewives. The sample for this research consisted of 52 respondents. Data analysis used the chi-square test. The research results show that the factors related to 3R-based waste management behavior using bivariate analysis are knowledge (p-value 0.004), attitude (p-value 0.03), and education (p-value 0.03). Therefore, education and training activities related to waste management are carried out for the community, especially using the 3R concept method (Reduce, Reuse and Recycle) which is easy to apply on a household scale so that it can minimize waste generation and increase skills and knowledge in the community..
Efektivitas Ekstrak Daun Sirih Hijau Terhadap Perkembangan Larva Nyamuk di Desa Kuala Langsa Intan Bahrina; Etika Sari; Dina Suwardi
Antigen : Jurnal Kesehatan Masyarakat dan Ilmu Gizi Vol. 2 No. 1 (2024): Februari : Antigen: Jurnal Kesehatan Masyarakat dan Ilmu Gizi
Publisher : LPPM STIKES KESETIAKAWANAN SOSIAL INDONESIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57213/antigen.v2i1.210

Abstract

The vector of dengue fever is the Aedes aegypti mosquito. In 2022, there will be 79 cases of dengue fever in Langsa City. Using chemical insecticides on mosquito larvae can create resistance for the larvae. Therefore, you can use the natural insecticide green betel leaves which contain essential oils, alkaloids, flavonoids, saponins and tannins which are toxic and can affect the digestive system and nervous system of Aedes aegypti larvae. The aim of the research was to determine the effectiveness of green betel leaf extract (Piper betle L) as a natural insecticide. The research method is experimental. The study used 3 concentrations, namely 0.5%, 1% and 1.5% and there were positive control (abate) and negative control, each treatment had 3 repetitions. Each test contained 20 Aedes aegypti larvae and was observed every 4 hours for up to 24 hours. The results showed that green betel leaf extract can kill Aedes aegypti mosquito larvae with a percentage of 95% to 100%. Therefore, green betel leaf extract is effective as a natural insecticide on Aedes aegypti larvae.