Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

PERSEPSI MAHASISWA TENTANG PROBLEM BASED LEARNING DALAM PEMBELAJARAN DOKKAI Rusmiyati Rusmiyati
Paramasastra : Jurnal Ilmiah Bahasa Sastra dan Pembelajarannya Vol. 9 No. 2 (2022): Vol.9 No.2 Bulan September 2022
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/paramasastra.v9n2.p157-171

Abstract

Metode Problem Based Learning (PBL) yang digunakan dalam pembelajaran Dokkai (membaca) bahasa Jepang level menengah diharapkan membawa pemelajar untuk belajar secara cepat, aktif, tanggap, dan mandiri dalam menyelesaikan tugas yang diberikan. Tujuan penelitian dalam artikel ini adalah untuk memperoleh gambaran aktivitas serta respon mahasiswa dalam hal persiapan sebelum pembelajaran, ketika pembelajaran PBL berlangsung, serta setelah pembelajaran berlangsung. Metode penelitian yang digunakan deskriptif kualitatif, dengan menggunakan instrumen berupa lembar wawancara dan lembar observasi. Dari hasil respon mahasiswa, dapat dijelaskan bahwa persiapan sebelum pembelajaran Dokkai dimulai, meliputi persiapan makna kosakata, baca dan makna huruf kanji, serta tata bahasa yang digunakan dalam kalimat. Pemberian wacana oleh pengajar sebelum pembelajaran berikutnya berlangsung tidak berpengaruh pada kesiapan belajar mahasiswa. Karena meskipun materi telah diberikan sebelumnya masih ada mahasiswa yang enggan untuk mempelajarinya terlebih dahulu. Selanjutnya respon mahasiswa ketika aktivitas pembelajaran dengan metode PBL berlangsung membawa nilai positif bagi mahasiswa terutama ketika diskusi dalam kelompok kecil. Pembelajaran dinilai lebih efektif, membuat mahasiswa lebih aktif, cepat, dan belajar mengeluarkan pendapat terlepas dari salah dan tidaknya dalam menyelesaikan penugasan yang diberikan. Melalui PBL, dapat dilihat seberapa besar keaktifan mahasiswa. Sedangkan respon mahasiswa setelah pembelajaran berlangsung disebutkan bahwa aktivitas menceritakan kembali wacana dalam bahasa Jepang masih menjadi hal yang masih sulit dilakukan dikarenakan rasa malu, takut salah dan kurang percaya diri serta keterbatasan dalam kemampuan bahasa Jepang yang dimiliki, sehingga motivasi dari pengajar masih sangat diperlukan. Kata Kunci : Problem Based Learning, Dokkai, Membaca.
Public Image and Private Life of Ai Hoshino in Oshi no Ko: A Dramaturgical Analysis Faishal Seananda; Parastuti Parastuti; Rusmiyati Rusmiyati; Didik Nurhadi
Chi e Journal of Japanese Learning and Teaching Vol. 14 No. 1 (2026): March 2026
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/chie.v14i1.41570

Abstract

The idol phenomenon is a prominent aspect of modern popular culture, in which individuals are expected to present an idealized image that conforms to social expectations. In this context, impression management plays a central role in shaping an idol’s public identity. This phenomenon is also represented in popular media, including the anime Oshi no Ko. This study examines the construction of public image and private life in the character Ai Hoshino through her performances in the front stage and backstage. Using a qualitative descriptive approach and non-participant observation, the data were collected from dialogues, monologues, and relevant scenes in the anime. The analysis draws on Erving Goffman’s dramaturgical theory, particularly the concepts of performance, front stage, and backstage. The findings show that the boundary between public image and private life is not simply blurred but actively constructed through complex social mechanisms. Through face-work, sign vehicles, and team performance, Ai Hoshino consistently maintains her public image as an idol. Overall, Oshi no Ko represents dramaturgical practices in Japanese idol culture through the deliberate construction and management of image.