Aulia Srifauzi
Universitas Potensi Utama

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Security Dilemma: Indonesia Dalam Menghadapi Tantangan Kawasan Segitiga Emas (The Golden Triangle) di Asean Aulia Srifauzi; Nurul Azhimi; M. Ikrar Mahendra Lubis
Jurnal PIR : Power in International Relations Vol 7, No 1 (2022): PIR AGUSTUS 2022
Publisher : Universitas Potensi Utama

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22303/pir.7.1.2022.31-45

Abstract

Hingga kini, Indonesia masih menghadapi tantangan dinamika perdagangan gelap narkotika (drugs traffiking) di kawasan ASEANĀ  dengan adanya 3 negara pengedar opimum yang disebut sebagai kawasan segitiga emas (The Golden Triangle) meliputi negara Myanmar, Thailand, dan Laos di ASEAN. Penulisan ini bertujuan untuk mengamati Indonesia sebagai salah satu sasaran dalam penyeludupan drugs trafficking dikarenakan Indonesia masuk kedalam posisi strategis perdagangan Internasional di Asia Tenggara. Dalam menjawab penelitian ini penulis menggunakan penelitian kualitatif menggunakan library researh dengan melakukan penelusuran akademis mengenai kawasan segitiga emas dan dokumen terkait posisi Indonesia dalam menghadapi tantangan di ASEAN untuk memahami, dan menafsirkan serta mengurutkan hasil penelitian dari fenomena jalur segitiga emas (the golden triangle). Penulis menggunakan teori Security Dilemma secara khusus membahas paradigma kebutuhan negara akan rasa aman dari ancaman negara lain. Berdasarkan analisis dari data yang dikumpulkan Indonesia dalam menghadapi security dilema di ASEAN dikarenakan belum optimalnya penganggulangan keamanan kolektif di ASEAN dengan adanya prinsip non intervensi di ASEAN (ASEAN WAY). Walaupun Indonesia telah melakukan upaya untuk mencegah perdagangan gelap narkotika Indonesia belum memprioritaskan masalah drugs trafficking kedalam diplomasi luar negerinya. Untuk mewujudkan solusi nyata, Indonesia perlu melakukan kerjasama kolektif bersama negara lain dalam menghadapi tantangan drugs trafficking.
Peluang Dan Tantangan Aceh Pada Forum Kerjasama Imt-Gt (Indonesia-Malaysia-Thailand Growth Triangle) Dalam Peningkatan Investasi Asing Aulia Srifauzi; Siti Fajrina
Power in International Relations Vol. 8 No. 1 (2023): PIR (Power in International Relations)
Publisher : Jurnal UPU

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22303/pir.v8i1.6

Abstract

IMT-GT atau Indonesia-Malaysia-Thailand Growth Triangle adalah sebuah kerja sama regional yang berada di bawah payung organisasi ASEAN. Kerja sama ini secara resmi disahkan dan dicetuskan kepada PBB pada tanggal 20 Juli 1993 dalam Pertemuan Tingkat Menteri (PTM) yang diadakan di Langkawi, Malaysia. Kerja sama ini tumbuh atas kesadaran akan pentingnya pengembangan ekonomi, investasi, dan infrastruktur dalam suatu kawasan melalui kerjasama. Program ini mencakup wilayah dari 32 provinsi, termasuk 10 provinsi di Indonesia, 14 provinsi di Thailand, dan 8 negara bagian di Malaysia bagian barat. Keputusan ini didasarkan pada potensi perkembangan ekonomi dan infrastruktur dalam wilayah subregional tersebut. Aceh merupakan salah satu provinsi yang menjadi tuan rumah dalam kegiatan IMT-GT. Aceh telah mengambil langkah-langkah untuk memanfaatkan forum ini, seperti mempromosikan pariwisata Aceh dan melakukan kolaborasi antara pemerintah Aceh dengan berbagai pelaku bisnis di Aceh. Tujuan penelitian ini ialah untuk mengetahui Peluang dan Tantangan Aceh pada Forum IMT-GT dalam meningkatkan Investasi Asing dikarenakan Aceh beberapa kali menjadi tuan rumah dalam forum tersebut. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif, dengan menggunakan library research merujuk pada studi pustaka melalui artikel, berita dan mandeley. Hasil penelitian menemukan bahwa Aceh memiliki peluang dalam peningkatan kapasitas investasi asing jika Masyarakat dan pemerintah dapat memanfaatkan peluang dengan baik dan mereduksi hambatan yang muncul.