Zainal Arifin
Universitas Pendidikan Indonesia

Published : 10 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 10 Documents
Search

IMPLEMENTASI MANAJEMEN STRATEJIK BERBASIS KEMITRAAN DALAM MENINGKATKAN MUTU SMK (Studi Pada SMK Kelompok Teknologi Bidang Otomotif di Kota Yogyakarta) Zainal Arifin
Jurnal Administrasi Pendidikan Vol 9, No 1 (2012): APRIL 2012
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (448.817 KB) | DOI: 10.17509/jap.v14i1.6708

Abstract

Pada awal millenium ketiga ini dunia pendidikan Indonesia khususnya pendidkan kejuruan, dihadapkan pada tantangan global, dalam mengadapi  persaingan tenaga kerja di wilayah regional Asia, baik dalam konteks Asean Free Trade Association (AFTA) maupun Asean Free Labor Association (AFLA). Isu penting saat ini adalah seberapa besar penyelenggaraan pendidikan kejuruan (SMK) relevan dengan kebutuhan masyarakat, terutama kebutuhan dunia usaha maupun industri. Ketidaksesuaian (mismatch) ini telah menjadi isu utama yang menyebabkan polemik berkepanjangan antara dunia usaha, dunia industri dan dunia pendidikan. Salah satu upaya untuk mewujudkan keselarasan SMK dengan dunia industri yang perlu dikembangkan baik oleh lembaga pendidikan maupun dunia usaha dan masyarakat adalah mengembangkan jejaring kerjasama (cooperation networking) yang saling menguntungkan khususnya dalam mencapai tujuan bersama. Penelitian ini bertujuan ingin memperoleh gambaran empirik tentang kerjasama kemitraan antara SMK dengan dunia industri dalam perencanaan strategi, implementasi, efektifitas, hasil dan manfaat kerjasama kemitraan dalam pengembangan sekolah. Pendekatan penelitian ini menggunakan kualitatif naturalistik, dengan metode deskriptif dan studi kasus, serta tehnik penelitian menggunakan wawancara, observasi dan studi dokumentasi. Hasil penelitian menunjukan bahwa pada umumnya semua SMK di Kota Yogyakarta telah melakukan kerjasama kemitraan dengan industri pasangan khususnya dalam pelaksanaan program PKL/PSG. Sebagai wujud dari kerjasama kemitraan dengan dunia industri SMK telah memiliki skenario pengembangan kerjasama kemitraan  yang dituangkan dalam RIPS, sebagai wujud implementasi manajemen stratejik, dan kerjasama kemitraan dalam pengembangan sekolah. Namun  sebagian besar SMK belum mampu memberdayakan semua potensi industri pasangan untuk pengembangan sekolah, khususnya dalam pengembangan sumber belajar yang dibutuhkan dalam pengembangan PBM dan unit produksi dan jasa sebagai implementasi production base education dan work base education belum dapat diimpelementasikan.This study is aimed to obtain empirical overview of partnership between the vocational school and the industries in strategic planning, implementation, effectiveness, outcomes and benefits of partnership in development of the school. The study applies  qualitative naturalistic approac, with descriptive methods and case studies, obtained data by using interviews, observation and documentation. To analyzed data, the researcher used SWOT analysis and ethical-emic, in order to determine the strategic aspects, which then became the development of alternative conceptual model of partnership, namely the development of conceptual models developed a vision to empower all school stakeholders, especially the user, developing and revitalizing the structure function of the development team.The research shows that most of vocational schools, in the city of Yogyakarta, have  cooperating partnerships with industry partners, especially in the implementation of PKL/PSG (industrial job training). Most of SMK have not been able to empower all potential industry partners for school development cooperation programs of the most prominent is the implementation of the PKL/PSG, job training for teachers and technicians, curriculum validation, competency assessment and employees recruitment. While the development of learning resources needed in the development of the learning process and the unit of production and services as a production base implementation of work base education and production base education, has not been able implemented, and there is  only one has been able to empower industry partners in the development of school. The implications of this research, it is expected to the develop the alternative conceptual models of partnership can be implemented in vocational schools, so as to be driven and the driver in the development of the school.
Menjembatani kurikulum resmi dan kurikulum yang ditujukan guru melalui penelitian tindakan Sekar Syawalahayati; Zainal Arifin
Curricula: Journal of Curriculum Development Vol. 5 No. 2 (2026): Curricula: Journal of Curriculum Development
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/curricula.v5i2.570

Abstract

A persistent challenge in curriculum implementation is the gap between educational policies and classroom teaching practices, particularly in how teachers translate the official curriculum into contextualized instructional plans at the teacher-intended stage. This study aims to analyze how action research can strengthen teachers’ roles in bridging this translation process. This study employs a literature review using a descriptive-analytical approach, drawing on scholarly sources from academic databases related to curriculum, teacher professionalism, and action research. The findings indicate that through cycles of planning, action, and reflection, action research supports teachers in identifying learning problems, making data-informed instructional decisions, and adapting teaching strategies to students’ needs. In this way, the translation of the curriculum becomes more contextual and responsive to classroom realities. However, its effectiveness depends on institutional support, collaboration, and opportunities for continuous professional learning. Therefore, action research helps address the gap between policy and practice while supporting teachers’ professional capacity in curriculum decision-making.
Optimalisasi keterlibatan orang tua dalam implementasi Kurikulum Merdeka pada pendidikan anak usia dini di pedesaan Silmi Indah Fakhira; Zainal Arifin; Mario Emilzoli
Curricula: Journal of Curriculum Development Vol. 5 No. 3 (2026): Curricula: Journal of Curriculum Development
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/curricula.v5i1.587

Abstract

This study was motivated by the limited parental involvement in supporting the implementation of the Kurikulum Merdeka in Early Childhood Education, particularly in rural areas, where the curriculum emphasizes collaboration between schools and families for children's holistic development. This study aims to analyze strategies for optimizing parental involvement in supporting the implementation of the Kurikulum Merdeka in rural Early Childhood Education. It employed a literature review method, collecting data from journal articles, reports, and other relevant documents. The findings indicate that parental involvement in rural areas continues to face challenges, including limited understanding of early childhood education and the Kurikulum Merdeka, the perception that education is solely the school's responsibility, and time constraints resulting from work and economic conditions. To address these challenges, strategies such as establishing communication early, strengthening open and continuous communication, utilizing accessible digital media, implementing ongoing parenting programs, and involving parents in school activities can strengthen collaboration between schools and families in rural Early Childhood Education settings.
Pengembangan instrumen analisis kebutuhan kurikulum diklat guru SLB tunagrahita pada materi pembelajaran housekeeping Ayu Nimas Salmitri; Zainal Arifin; Gemala Herlistiana
Inovasi Kurikulum Vol. 18 No. 2 (2021): Inovasi Kurikulum, August 2021
Publisher : Himpunan Pengembang Kurikulum Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/jik.v18i2.37198

Abstract

Pengembangan keprofesionalan secara berkelanjutan untuk melakukan sebuah transfer kepada siswa menjadikan sebuah pendidikan dan pelatihan (diklat) cukup dibutuhkan dalam pengembangan mutu seorang guru. Guru SLB memiliki peran untuk memberikan bekal untuk siswanya bekerja setelah lepas dari sekolah. Keterampilan tata graha/housekeeping merupakan kompetensi wajib dimiliki oleh anak tunagrahita di SLB, dengan kompetensi tersebut lulusan SLB dapat bersaing di dunia kerja. Analisis kebutuhan diklat (AKD) dilakukan sebelum diklat dilaksanakan, tujuannya ialah menjadikan diklat tepat sasaran, efektif, dan efisien. Instrumen AKD merupakan bagian esensial dari pengumpulan informasi untuk AKD. Tidak tersedianya pedoman AKD untuk pelaksanaan diklat housekeeping untuk guru SLB tunagrahita, serta kebutuhan kompetensi housekeeping untuk mengajar dan membimbing siswa tunagrahita cukup tinggi, maka pengembangan instrumen AKD menjadi solusi yang cukup baik. Tujuan penelitian ini ialah mengembangkan instrumen analisis kebutuhan diklat guru SLB tunagrahita pada bidang housekeeping, sebagai upaya pengembangan diklat yang tepat sasaran, efektif, dan efisien. Metode yang digunakan dalam penelitian ini ialah Design & Development (D&D) dengan langkah pengembangan yang melakukan uji validitas, uji reliabilitas, uji keterbacaan, serta uji coba terbatas. Hasil dari pengembangan instrumen menghasilkan tanggapan baik dari responden terhadap hasil uji keterbacaan serta uji coba terbatasnya, secara umum pengembangan ini dikatakan layak digunakan untuk pengembangan kurikulum AKD.  
Evaluation of Science curriculum: A literature study Amsal Alhayat; Zainal Arifin
Inovasi Kurikulum Vol. 20 No. 2 (2023): Inovasi Kurikulum, August 2023
Publisher : Himpunan Pengembang Kurikulum Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/jik.v20i2.58887

Abstract

Tujuan dan peran pendidikan tercermin dalam pelaksanaan yang dituangkan melalui serangkaian rencana kurikulum pembelajaran. IPA sebagai program pembelajaran juga memiliki kurikulum yang menjadi acuan dalam penyelenggaraannya di kelas. Seyogyanya kurikulum IPA tersebut perlu dilakukan evaluasi guna mengetahui ketercapaian dari tujuan yang telah ditetapkan dengan memperhatikan berbagai aspek yang ada di dalamnya. Oleh karena itu, tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan hal-hal yang perlu diperhatikan dalam mengevaluasi kurikulum IPA sebagai program pembelajaran. Metode penelitian yang digunakan yaitu Sistematika Literatur Review (SLR) dengan tahapan yang diawali dengan identifikasi kata kunci “Evaluasi Kurikulum IPA” hingga sintesis hasil analisis untuk mendapati kesimpulan secara general. Hasil penelitian diperoleh bahwa dalam melakukan evaluasi kurikulum IPA perlu mempertimbangkan beberapa hal penting, yakni bahwa evaluasi tersebut melibatkan penilaian terhadap tujuan pembelajaran, kesesuaian dengan standar, relevansi dengan kehidupan siswa, efektivitas pembelajaran, ketersediaan sumber daya, keterlibatan stakeholder, dan pembaruan dan pengembangan kurikulum. Namun, masih dibutuhkan hasil empiris untuk mendukung kekompleksitasan penelitian ini, seperti dibutuhkan penelitian senada dengan metode delphi, hal ini dimaksudkan agar dapat memperoleh parameter dan standar evaluasi kurikulum IPA yang lebih baik dengan mempertimbangkan pandangan ahli.
Application of the Stake Evaluation Model to evaluate Kurikulum Merdeka in creating student well-being Risti Dwi Lestari; Zainal Arifin
Inovasi Kurikulum Vol. 20 No. 2 (2023): Inovasi Kurikulum, August 2023
Publisher : Himpunan Pengembang Kurikulum Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/jik.v20i2.58908

Abstract

  Bonus demografi sudah menjadi hal yang tidak dapat dihindari Indonesia pada tahun 2030-2045. Akankah kondisi tersebut menjadi kelebihan / kerugian tergantung dari bagaimana saat ini mengelola SDM itu sendiri. Cakupan dalam pengelolaan SDM pada penelitian ini yaitu di bidang pendidikan dan aktor utamanya adalah pemerintah. Mengingat sesuai dengan amanat UUD Republik Indonesia Tahun 1945 Pasal 31 (1) dan Perubahannya bab XIII tentang pendidikan dan kebudayaan. Di mana mewajibkan pemerintah bertanggung jawab dalam mencerdaskan kehidupan bangsa dan menciptakan kesejahteraan umum. Kajian ini bertujuan untuk mengetahui model evaluasi yang tepat untuk menilai kurikulum yang diimplementasikan dengan kesejahteraan siswa melalui karakteristik “pendekatan humanistic”. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif kualitatif melalui studi kepustakaan dengan telaah buku, artikel, jurnal, dan sumber informasi lainnya yang relevan. Dari studi literatur ini ditemukan bahwa evaluasi stake cocok digunakan untuk mengevaluasi implementasi Kurikulum Merdeka mengingat model ini membandingkan antara pelaksanaan di lapangan dengan standar atau acuan yang resmi dalam melakukan sebuah program melalui dua komponen yaitu deskripsi dan penilaian. Kedua hal tersebut, diturunkan kembali menjadi tiga komponen utama program pendidikan pertama, antecedent (masukan), transaction (proses), dan outcomes (hasil). Namun, masih dibutuhkan hasil empiris untuk mendukung penelitian ini, seperti studi kasus yang dimaksudkan agar mendapatkan hasil yang lebih konkrit.
Literature review: Evaluation of the Kurikulum Merdeka using the CIPP model Muhamad Kosim Gifari; Zainal Arifin
Inovasi Kurikulum Vol. 21 No. 3 (2024): Inovasi Kurikulum, August 2024
Publisher : Himpunan Pengembang Kurikulum Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/jik.v21i3.71095

Abstract

Indonesia's participation in the Programme for International Students Assessment (PISA) showed unsatisfactory results, with reading, math, and science proficiency ranked in the bottom 10 out of 79 participating countries. This problem encourages academics in Indonesia to find solutions to improve the quality of education. The government developed the Kurikulum 2013 into the Kurikulum Merdeka to adapt to global developments. The Kurikulum Merdeka is expected to develop students' potential and abilities through critical, quality, expressive, applicative, varied, and progressive learning. Curriculum evaluation is needed to determine the value and meaning of the Kurikulum Merdeka implemented nationally. This study uses the literature review method to evaluate the Kurikulum Merdeka using the Context, Input, Process, and Product (CIPP) model. The results of the evaluation show that the Kurikulum Merdeka has achieved several levels of success in meeting the needs of students, teachers, and the community. The main findings include success in the internship program for vocational school students, Project-Based Learning at Madrasah Ibtidaiyah Yogyakarta, and early childhood art learning. However, challenges such as the availability of resources and facilities, the need to develop evaluation instruments, and educational staff training need to be addressed for future improvement. These evaluations provide recommendations such as increased cooperation between educational institutions and industry and increased training for educational staff.   Abstrak Partisipasi Indonesia dalam Programme for International Students Assessment (PISA) menunjukkan hasil yang kurang memuaskan, dengan peringkat kemampuan membaca, matematika, dan sains berada di 10 terbawah dari 79 negara peserta. Masalah ini mendorong akademisi di Indonesia untuk mencari solusi guna meningkatkan kualitas pendidikan. Untuk menyesuaikan dengan perkembangan global, pemerintah mengembangkan Kurikulum 2013 menjadi Kurikulum Merdeka. Kurikulum Merdeka diharapkan dapat mengembangkan potensi dan kemampuan siswa melalui pembelajaran yang kritis, berkualitas, ekspresif, aplikatif, variatif, dan progresif. Evaluasi kurikulum diperlukan untuk memperoleh informasi dari nilai dan arti kurikulum merdeka yang telah diimplementasikan secara nasional. Penelitian ini menggunakan metode literature review untuk mengkaji evaluasi Kurikulum Merdeka menggunakan model Context, Input, Process, dan Product (CIPP). Hasil evaluasi menunjukkan bahwa Kurikulum Merdeka telah mencapai beberapa tingkat kesuksesan dalam memenuhi kebutuhan siswa, guru, dan masyarakat. Temuan utama mencakup keberhasilan dalam program magang siswa SMK, pembelajaran berbasis Project Based Learning di Madrasah Ibtidaiyah Yogyakarta, dan pembelajaran seni anak usia dini. Namun, tantangan seperti ketersediaan sumber daya dan fasilitas, serta perlunya pengembangan instrumen evaluasi dan pelatihan staf pendidikan, perlu diatasi untuk perbaikan di masa depan. Evaluasi ini memberikan rekomendasi seperti peningkatan kerjasama antara institusi pendidikan dan industri, serta peningkatan pelatihan untuk staf pendidikan. Kata Kunci: evaluasi kurikulum; kurikulum Merdeka; model CIPP
Evaluation of the Kurikulum Merdeka in dance learning for junior high schools Nadia Putri Kharismawati; Zainal Arifin
Inovasi Kurikulum Vol. 21 No. 4 (2024): Inovasi Kurikulum, November 2024
Publisher : Himpunan Pengembang Kurikulum Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/jik.v21i4.74693

Abstract

Curriculum evaluation is a crucial component in the educational process that assesses the effectiveness of curriculum implementation and identifies strengths and weaknesses in its planning and application. Curriculum evaluation plays a crucial role in ensuring the successful implementation of the Kurikulum Merdeka, particularly in dance education, by assessing the effectiveness of planning, implementation, and learning outcomes. This study aims to evaluate the implementation of the Kurikulum Merdeka based on its relevance to the curriculum's achievements, covering the aspects of planning, implementation, and assessment of dance education. The study employs a descriptive method with a qualitative approach, collecting data through observation, interviews, and documentation from SMPN 1 Cimalaka. Participants in this research include the school principal, the vice principal of curriculum, art and culture teachers, and seventh-grade students. The study results indicate that the dance education planning at SMPN 1 Cimalaka aligns with the guidelines of the Kurikulum Merdeka. In practice, teachers have successfully adapted teaching methods to meet students' needs, though there are differences between the methods recommended in the modules and classroom practices. The evaluation of learning is systematically conducted using formative and summative assessments to measure student achievement.   Abstrak Evaluasi kurikulum merupakan komponen penting dalam proses pendidikan yang berfungsi untuk menilai efektivitas pelaksanaan kurikulum serta mengidentifikasi kekuatan dan kelemahan dalam perencanaan dan penerapannya. Evaluasi kurikulum berperan penting dalam memastikan keberhasilan penerapan Kurikulum Merdeka, terutama dalam pembelajaran seni tari, dengan cara menilai efektivitas perencanaan, pelaksanaan, dan pencapaian hasil belajar. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi pelaksanaan kurikulum merdeka, berdasarkan relevansinya dalam capaian kurikulum, dengan meliputi aspek perencanaan, pelaksanaan dan penilaian pembelajaran tari. Studi ini menggunakan metode deskriptif dengan pendekatan kualitatif, di mana data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi dari SMPN 1 Cimalaka. Partisipan dalam penelitian ini meliputi kepala sekolah, wakil kepala sekolah bidang kurikulum, guru seni budaya, dan siswa kelas VII. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perencanaan pembelajaran tari di SMPN 1 Cimalaka telah sesuai dengan panduan Kurikulum Merdeka. Dalam pelaksanaannya, guru berhasil mengadaptasi metode pengajaran sesuai kebutuhan siswa, meskipun ada perbedaan antara metode yang direkomendasikan modul dan praktik di kelas. Evaluasi pembelajaran dilakukan secara sistematis dengan menggunakan asesmen formatif dan sumatif untuk mengukur pencapaian siswa. Kata Kunci: evaluasi kurikulum; pendidikan seni tari; kurikulum merdeka
Evaluation of the implementation of the Kurikulum Merdeka at SMAN 14 Bandung Furqanisah Furqanisah; Zainal Arifin
Inovasi Kurikulum Vol. 21 No. 4 (2024): Inovasi Kurikulum, November 2024
Publisher : Himpunan Pengembang Kurikulum Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/jik.v21i4.74814

Abstract

SMAN 14 Bandung is one of the schools implementing the Kurikulum Merdeka through active and collaborative learning. This research aims to evaluate the extent to which the objectives of implementing the Kurikulum Merdeka have been achieved at SMAN 14 Bandung. The assessment method used is descriptive qualitative. Data was collected through questionnaires and observations, then analyzed statistically using the mean and presented in graphs to facilitate understanding of the patterns. The study's results found that the evaluation of the Kurikulum Merdeka at SMAN 14 Bandung includes three main aspects: planning, implementation, and learning assessment. In the aspect of learning planning, teaching modules are developed according to the Learning Outcomes (CP) without modification, and the lesson planning is developed using innovative methods such as Problem-Based Learning (PBL) and Project-Based Learning (PjBL). The curriculum implementation utilizes school reference books, a deductive approach, and differentiated learning, with the PjBL method being quite popular among students. The assessment aspect of learning employs formative tests, summative assessments, portfolios, and projects to evaluate cognitive, affective, and psychomotor learning outcomes, along with diagnostic assessments conducted before the lessons.   Abstrak SMAN 14 Bandung merupakan salah satu sekolah yang telah menerapkan Kurikulum Merdeka melalui pembelajaran aktif dan kolaboratif. Penelitian bertujuan untuk mengevaluasi sejauh mana efektivitas tujuan penerapan Kurikulum Merdeka telah di capai dalam perepannya di SMAN 14 Bandung. Metode penilaian menggunakan deskriptif kualitatif. Data dikumpulkan melalui kuesioner dan observasi, lalu dianalisis secara statistik menggunakan rata-rata (mean) dan disajikan dalam grafik untuk memudahkan pemahaman pola. Hasil penelitian ditemukan Evaluasi penerapan Kurikulum Merdeka di SMAN 14 Bandung mencakup tiga aspek utama: perencanaan, pelaksanaan, dan penilaian pembelajaran. Aspek perencanaan pembelajaran, modul ajar dikembangkan sesuai Capaian Pembelajaran (CP) tanpa modifikasi, perencanaan pembelajaran dikembangkan menggunakan metode inovatif seperti PBL dan PjBL. Pelaksanaan kurikulum memanfaatkan buku pegangan sekolah, pendekatan deduktif, dan pembelajaran diferensiasi, dengan metode PjBL yang cukup diminati siswa. Aspek penilaian pembelajaran menggunakan tes formatif, sumatif, portofolio, dan proyek untuk menilai capaian pembelajaran kognitif, afektif, dan psikomotorik, serta dilakukan penilaian diagnostik sebelum pembelajaran. Kata Kunci: asesmen; evaluasi kurikulum merdeka; implementasi; perencanaan pembelajaran
Implementation of Kirkpatrick Model in Boarding Training Evaluation at BBPVP Bandung Ellina Rienovita; Aqsha Azelta Ragawaluya; Zainal Arifin
Inovasi Kurikulum Vol. 22 No. 1 (2025): Inovasi Kurikulum, February 2025
Publisher : Himpunan Pengembang Kurikulum Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/jik.v22i1.62055

Abstract

Training as a competency improvement activity requires evaluation to determine the program's effectiveness. This research is to analyze the evaluation of boarding member-based training programs using the Kirkpatrick model at level I (reaction) and level II (learning). This research uses a quantitative approach with descriptive methods. Data collection techniques were carried out by meansprogram's effectiveness of observation, questionnaires, and documentation studies. The population was 192 participants who participated in stage I training at BBPVP Bandung, and the sample used was 32 boarding participants from the ICT vocational. Data analysis using descriptive quantitative in the form of percentages. This study's findings are the reaction level of boarding participants during training in the ICT vocational program at BBPVP Bandung in the “Good” category. However, some participants were dissatisfied with the services of the organizing committee, which were not responsive and solutive and provided inadequate facilities for less skilled instructors. Judging from the learning outcomes, participants experienced an increase, so participants were said to be competent and received certificates. There is a negative impact, namely the many rules that psychologically make some boarding participants feel unfree and burdened because they cannot adapt to their environment.   Abstrak Pelatihan sebagai kegiatan peningkatan kompetensi memerlukan evaluasi untuk mengetahui keefektifan program. Penelitian ini untuk menganalisis tentang evaluasi program pelatihan berbasis boarding member dengan menggunakan model Kirpatrick pada level I (reaction) dan level II (learning). Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode deskriptif. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan cara observasi, angket/kuesioner, dan studi dokumentasi. Populasi berjumlah 192 peserta yang mengikuti pelatihan tahap I di BBPVP Bandung dan sampel yang digunakan berjumlah 32 peserta boarding dari kejuruan TIK. Analisis data meggunakan deskriptif kuantitatif berupa persentase. Hasil temuan dalam penelitian ini adalah tingkat reaksi peserta boarding selama mengikuti pelatihan pada program kejuruan TIK di BBPVP Bandungdalam kategori “Baik”. Namun, sebagian peserta merasa kurang puas dengan pelayanan panitia penyelenggara yang tidak responsif dan solutif, fasilitas yang kurang memadai hingga instruktur yang kurang terampil. Dilihat dari hasil pembelajarannya, peserta mengalami peningkatan sehingga peserta dikatakan kompeten dan mendapatkan sertifikat. Terdapat dampak negatif yakni banyaknya peraturan sehingga secara psikologis membuat sebagian peserta boarding merasa tidak bebas dan terbebani karena tidak dapat beradaptasi dengan lingkungannya. Kata Kunci: boarding member; hasil belajar; model evaluasi Kirkpatrick; reaksi