Claim Missing Document
Check
Articles

Found 5 Documents
Search

Pengaruh Kecemasan Akademik Terhadap Prestasi Belajar Siswa Kelas X SMA Negeri 8 Surabaya Nur Laely; Awang Setiawan Wicaksono; Noer Suci Endah Puspitaningrum
Psikosains: Jurnal Penelitian dan Pemikiran Psikologi Vol 17 No 1 (2022)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Gresik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30587/psikosains.v17i1.4566

Abstract

Siswa yang mengalami kecemasan yang disebabkan karena tekanan akademik yang bersumber dari proses belajar mengajar atau hal-hal yang berhubungan dengan kegiatan belajar biasa disebut kecemasan akademik.. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah terdapat pengaruh kecemasan akademik terhadap prestasi belajar. Variabel kecemasan akademik dalam penelitian ini diukur menggunakan Skala Kecemasan Akademik sedangkan prestasi belajar menggunakan hasil belajar yang didapatkan oleh siswa selama satu semester. Jumlah populasi pada penelitian ini adalah 394 siswa, kemudian untuk menentukan jumlah sampel menggunakan teknik simple random sampling dan diperoleh jumlah sebanyak 198 siswa tetapi pada identifikasi akhir mendapatkan responden penelitian sebanyak 167 orang dengan kategori seluruh siswa kelas X MIPA dan IPS. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kecemasan akademik berpengaruh signifikan terhadap prestasi belajar yang ditunjukkan dengan nilai R Square sebesar 0,023 atau dengan kata lain sebesar 2,3% dari kecemasan akademik mempengaruhi prestasi belajar. Subjek pada penelitian ini yang mengalami kecemasan paling banyak berada pada kategori sedang dengan frekuensi sebanyak 129 siswa. Kemudian siswa dengan prestasi belajar cukup memperoleh frekuensi paling banyak yaitu sebesar 155 siswa.
Komitmen Organisasi Terhadap Disiplin Kerja Pada Tenaga Keperawatan Eka Wahyu Nur F. A. S; Asri Rejeki; Noer Suci Endah Puspitaningrum
Psikosains: Jurnal Penelitian dan Pemikiran Psikologi Vol 16 No 2 (2021)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Gresik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30587/psikosains.v16i2.4558

Abstract

Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah ada pengaruh Komitmen Organisasi terhadap Disiplin Kerja pada Tenaga Keperawatan di Rumah Sakit X. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif. Teknik sampel yang digunakan yaitu teknik sampling incidental. Metode pengumpulan data yang digunakan oleh kedua variabel adalah kuesioner yang disusun dalam bentuk skala likert dengan rentang skala antara 1-4. Analisis data yang digunakan dalam penelitian ini menggunakan teknik regresi linear sederhana dengan software SPSS 25.0 for windows. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa nilai R Square sebesar 0.477 yang menunjukkan bahwa adanya pengaruh variabel komitmen organisasi sebesar 47.7%, sedangkan sisanya 52.3% dipengaruhi oleh variabel lain yang tidak diteliti, sehingga hipotesis dalam penelitian ini adalah Ha diterima dan H0 ditolak. Berdasarkan analisis data tersebut, maka dapat disimpulkan bahwa terdapat pengaruh komitmen organisasi terhadap disiplin kerja pada tenaga keperawatan di rumah sakit X.
Penerapan Teknik Shaping dengan Konseling Individual untuk Mengurangi Perilaku Prokrastinasi Akademik Siswa di SMP Muhamadiyah 1 Gresik Wuddia Rafahiyah; Noer Suci Endah Puspitaningrum
Jurnal Psikologi dan Konseling West Science Vol 2 No 04 (2024): Jurnal Psikologi dan Konseling West Science
Publisher : Westscience Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58812/jpkws.v2i04.1727

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengurangi perilaku prokrastinasi akademik siswa SMP Muhammadiyah 1 Gresik melalui penerapan teknik shaping dalam layanan konseling individual. Metode penelitian dilakukan dalam tiga tahapan, yaitu pre-test, intervensi, dan post-test. Pada tahap pre-test, data awal perilaku prokrastinasi akademik siswa dikumpulkan menggunakan angket berdasarkan aspek prokrastinasi yang dikembangkan oleh Ferrari. Tahap intervensi dilakukan dengan menerapkan teknik shaping melalui konseling individual, di mana siswa diberikan penguatan (reinforcement) secara bertahap untuk meningkatkan perilaku positif, seperti menyelesaikan tugas tepat waktu. Media yang digunakan mencakup lembar kerja peserta didik (LKPD) untuk memantau perilaku dan menentukan target perilaku sasaran. Pada tahap post-test, hasil akhir diukur untuk mengetahui efektivitas intervensi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa teknik shaping berhasil menurunkan perilaku prokrastinasi akademik siswa. Hal ini terlihat dari peningkatan kesadaran siswa dalam menyelesaikan tugas tanpa menunda-nunda. Penelitian ini membuktikan bahwa teknik shaping dalam layanan konseling individual dapat menjadi metode efektif untuk membantu siswa mengurangi prokrastinasi akademik dan meningkatkan tanggung jawab akademik mereka.
Penerapan Eisenhower Matrix untuk Meningkatkan Manajemen Waktu Kerja pada Peserta Magang di Divisi Human Capital PT X Dinda Cantika Putri; Noer Suci Endah Puspitaningrum
Jurnal Psikologi Vol. 3 No. 1 (2025): November
Publisher : Indonesian Journal Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47134/pjp.v3i1.5351

Abstract

This study aims to determine the effectiveness of the Eisenhower Matrix in improving work time management among interns. This study used a one-group pretest and posttest design on six interns in the Human Capital Division. The intervention was provided through training led by professional psychologists who understood the use of the Eisenhower Matrix method, which is useful as a tool in prioritizing tasks based on their level of importance and urgency. Data were collected through measuring work time management before (pretest) and after (posttest) the intervention, after which it was analyzed using a paired sample t-test. The results showed an increase in the average time management score in the pretest from 75.17 to 105.83 in the posttest. The statistical test results showed a significant value of p 0.001 < 0.05, indicating a significant difference between work time management before and after the intervention. Thus, the application of the Eisenhower Matrix is ​​effective in helping interns determine work priorities, improve skills in completing tasks, and optimize work time effectively and systematically.
Pengaruh Psikoedukasi Kesehatan Mental dan Pelatihan Relaksasi terhadap Literasi Kesehatan Mental Siswa SMA Habib Alfian; Noer Suci Endah Puspitaningrum
GUIDENA: Jurnal Ilmu Pendidikan, Psikologi, Bimbingan dan Konseling Vol. 16 No. 2 (2026)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Metro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24127/gdn.v16i2.16793

Abstract

Adolescent mental health is an important educational and public health concern, as this developmental stage involves complex physical, emotional, social, and psychological changes that may increase vulnerability to mental health problems. Mental health literacy is therefore essential to help students recognize psychological difficulties, reduce stigma, and apply appropriate coping strategies. This study aimed to examine the effect of mental health psychoeducation combined with relaxation training on mental health literacy among high school students in Gresik, Indonesia. A quantitative approach with a pre-experimental one-group pretest–posttest design was employed. The participants consisted of 54 high school students who completed all stages of the study, including screening, pre-test, intervention, and post-test. Initial mental health screening was conducted using the Mental Health Continuum–Short Form (MHC-SF), while mental health literacy was measured using the Mental Health Knowledge Questionnaire (MHKQ). The intervention consisted of psychoeducation on mental health, stress, and coping strategies, followed by simple deep-breathing relaxation exercises. The screening results showed that students were distributed across flourishing, moderate, and languishing categories, indicating varied levels of mental well-being. The results further indicated a modest increase in mental health literacy scores from pre-test (M = 13.31) to post-test (M = 13.94), accompanied by a positive shift in literacy categories, marked by a decrease in the low category and an increase in the good category. These findings suggest that psychoeducation combined with relaxation training can support the improvement of students’ mental health literacy, although the magnitude of change remains moderate. This study provides practical implications for schools in developing simple, applicable, and promotive mental health programs to strengthen students’ understanding of mental health and adaptive coping.