Aly Abubakar Basalamah
State Islamie University (UIN) Sunan Kalijaga, Yogyakarta

Published : 3 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Unsur-Unsur Struktural Al-Novel Indonesia dan Arab Aly Abubakar Basalamah
Al-Jami'ah: Journal of Islamic Studies No 48 (1992)
Publisher : Al-Jami'ah Research Centre

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14421/ajis.1992.048.71-81

Abstract

Pembahasan tentang prosa Indonesia dan Arab adalah suatu topik yang menarik, karena dalam perjalanan sejarah perkembangan prosa di kedua wilayah tersebut mempunyai fenomena yang sama. Fenomena tersebut adalah sama-sama adanya pengaruh dari konsep dan bentuk sastra Barat. Sedangkan yang membedakan kadar keterpengaruhan pada masing-masing wilayah tesebut dari keterpengaruhan sastra barat dalam perkembangan selanjutnya hanyalah seting budayanya, konteks sosial-politiknya, dan pola pikir serta sikap pendukung budayanya. Pada kadar-kadar tertentu tetap mencerminkan unsur fenomena yang sama. Dalam paper ini, karena jenis-jenis prosa baik Indonesia maupun Arab bermacam-macam dan masing-masing mempunyai ciri khas bentuk dan unsur serta struktur sendiri yang satu dengan yang lainnya berbeda, maka hanya akan dibicarakan unsur struktur satu jenis yang ada, yaitu jenis novel (qishah). Adapun jenis  karya sastra prosa lain yang hidup dalam hasanah sastra Indonesia adalah roman, novellete, cerber, drama, dan sandiwara. Sedangkan jenis karya sastra prosa lain yang hidup dalam hasanah sastra Arab adalah ar Riwāyah, al-uqshlūlah, al-Qishah aI-qashīrah, al-Masrihiyāh, dan al - Maqālah.
Penokohan dan Latar Al Karnak (Pengenalan Awal Karya Najib Mahfuz) Aly Abubakar Basalamah
Al-Jami'ah: Journal of Islamic Studies No 50 (1992)
Publisher : Al-Jami'ah Research Centre

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14421/ajis.1992.050.37-47

Abstract

Pertumbuhan sastra Arab modem yang kita kenal sekarang, memasuki kawasan Timur Tengah menjelang akhir abad ke-19. Sebelum itu, yakni sekitar abad ke-17 dan ke-18 bangsa-bangsa dikawasan tersebut, tampaknya sedang tidur nyenyak, kalau tidak akan dikatakan sedang pingsan, dalarn arti politik, agama dan kebudayaan. Dan bersamaan dengan itu pula kuku-kuku penjajahpun mulai mencekam, satu persatu mereka jatuh ketangan penjajah, terutama Prancis dan Inggis. Sudah barang tentu, setiap penjajah meninggalkan pengaruh budaya yang negatif dan positif bagi bangsa yang dijajah. Kalau dilihat segi positifnya dapat ditandai pada adanya kontak budaya dan akulturasi. Dan salah satu sisi pengaruh barat tersebut terlihat pada pertumbuhan dan perkembangan Sastra Arab modem sekarang ini terutama dalam bidang methode teori dan aliran kesusasteraan baik jenis novel, drama, cerita pendek, puisi maupun kritik sastra, termasuk novel Al-Karnak Karya Najib Mahfuz ini. Banyak karya novelis ini yang mula-mula berlatar belakang sejarah Mesir purba dari dinasti Firaun, tetapi dalam karya-karyanya yang kemudian ia lebih akrab dengan tokoh-tokoh dan peristiwanya dari kenyataan hidup sehari-hari masa sekarang, berupa kritik- kritik sosial, politik termasuk kritik-kritik dalam partai-partai politik seperti yang diterangkannya dalam Al-Karnak. Untuk sekedar pengenalan awal, makalah ini menyajikan novel Al­Karnak lewat penokohan dan latar dalam upaya awal memahami, menikmati dan merenungkan karya-karya novelis kontroversial ini. Bagi orang yang kurang memahami Najib Mahfuz, karya-karyanya nampak sering menimbulkan ''kegerahan'', kata Ali Sudah, seorang pengamat Sastra Arab modern. Bahkan karya-karyanya yang berlatar belakang agama ditanggapi secara a priori, lalu sebagian orang cepat-cepat menganggapnya tidak menghormati nilai-nilai agama (Z. Rosdy 1990: XXII). Pengkajian terhadap karya-karya NM dari berbagai aspeknya patut disambut, untuk lebih mengenali pemenang hadiah Nobel bidang Sastra yang dilukiskan oleh mingguan Akhbar Al' Alam al Islami sebagai(kebanggaan dunia, Arab dan Mesir)                       فخرعالمى لكل عربى ومصرى         (9 Januari 1989 : 12 ) 
Memahami Kitab kuning Melalui Terjemah Tradisional (Suatu Pendekatan Tradisional terjemahan Pondok Pesantren) Aly Abubakar Basalamah
Al-Jami'ah: Journal of Islamic Studies No 55 (1994)
Publisher : Al-Jami'ah Research Centre

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14421/ajis.1994.550.61-69

Abstract

Abd al-Wakil al-Darūbī mendefinisikan terjemah sebagai berikut:التر جمة نقل الكلام من لغة عن الى لغة عن طريق التدرج من الكلمات الجزئية ثم الجمل ثم المعانى الكليةTerjemah adalah mentransfer al-kalam dari satu bahasa ke Bahasa yang lain secara bertahap, dari bagian-bagian kata, kalimat, dan arti keseluruhan. Berangkat  dari  pengertian  terjemah di atas,  maka upaya  memahami  Kitab• Kuning (KK) bertolak dari memahami bahasa KK yaitu bahasa Arab sebagai bahasa  sumber  (BSu)  yang  memiliki  perbedaan  deogan  bahasa  Indonesia sebagai  bahasa  sasaran  (BSa).  Perbedaaan  di  sini bukan  hanya  perbedaan bahasa sebagai satu sistem struktur, tetapi juga berdasarkan perbedaan bahasa sebagai basil kebudayaan yang berbeda. Oleh karena itu, menerjemah itu tidak. sekedar mencari padanan  kata, makna leksikal, gramatikal dan sintaksis,  tapi perlu memperhatikan teks yang a.kan diterjemah, baik dari segi isi teks, ragam bahasanyadan  latar bela.kangnya kalau ada. Dari definisi  terjemah di atas juga nyata betapa penting memperhatikan perbedaan  satuan semantis  yang diletakkan dalam tatanan kata,  frase kalimat clan wacana.  Pembagian satuan semantis seperti ini akan tampa.k kegunaanoya jika kita menyadari  bahwa kata kadang-kadang  baru jelas artinya jika berada dalam  lingkungan   kata  lain,  misaloya  dalam  frase,  kalimat  atau  wacana. Begitu juga dengan  frase,  arti  frase baru jelas jika berada dalam lingkungan kalimat atau  wacana.  Kalimat  itu  seodiri,  yang  dianggap  mengandung   arti lengkap, sering pula tidak dapat diartikan secara tepat tanpa menempatkannya dalam lingkungan yang lebih luas, misalnya dalam ruang lingkup wacana. Abstraksi seperti ini kiranya yang dapat kita angkat dari model  terjemah KK yang telah menjadi sistem yang dianut oleh pondok pesantren kita di Indonesia untuk  memahami  KK yang  isinya  banya.k menyentuh  kaidah-kaidah agama Islam, baik yang menyangkut  aKidah, syari'ah, akhlak clan tasawuf sehingga ditempuh sistem terjemahan yang mementingkan  keutuhan stuktur BSu.