Siti Mardianingsih
Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Nahdlatul Wathan Mataram

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Pengetahuan Remaja Putri Tentang Disminore di SMAN 1 Gunung Sari Kabupaten Lombok Barat Rosa Mutianingsih; Siti Mardianingsih
JIKF Vol 11 No 2 (2023): Jurnal Ilmu Kesehatan dan Farmasi
Publisher : Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Nahdlatul Wathan Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51673/jikf.v11i2.2041

Abstract

Disminorea adalah nyeri saat haid, biasanya dirasakan kram yang terpusat pada abdomen bagian bawah. Ningsih (2011, dalam Murtiningsih, 2015) mengatakan Dismenorea memberi dampak yang buruk pada remaja putri, sekitar 10% penderita dismenorea tidak dapat mengikuti kegiatan sehari-hari, aktifitas belajarnya di sekolah terganggu karena tidak dapat berkonsentrasi belajar sehingga motivasi belajar akan menurun dan tak jarang hal ini membuat remaja putri tidak masuk sekolah. Dismenorea tidak hanya menyebabkan gangguan aktivitas tetapi juga memberi dampak bagi fisik, psikologis, sosial dan ekonomi terhadap seluruh wanita misalnya cepat letih, mual, muntah, nyeri kepala, sering marah, dan konsentrasi buruk (Bobak, 2012). Oleh karena itu saya tertarik untuk melakukan penelitian ini. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui gambaran pengetahuan remaja putri tentang dismenorea di SMAN 1 Gunung Sari, Lombok Barat. Jenis penelitian yang digunakan adalah desain penelitian observasional deskriptif. Jumlah sampel yang digunakan adalah 60 responden dengan teknik pengambilan sampel menggunakan total sampling. Analisis data yang digunakan adalah analisis univariat. Hasil penelitian memberikan gambaran bahwa pengetahuan remaja putri tentang disminore di SMAN 1 Gunung Sari pada tahun 2021 berada pada kategori baik yaitu sebanyak 24 responden (40%), terdapat 31 responden (51,7%) berada pada kategori cukup dan 5 responden (8,3%) berada pada kategori kurang tentang disminore. Gambaran pengetahuan remaja putri tentang dismenorea mayoritas pengetahuan responden dalam kategori cukup yaitu 31 (51,7%) orang. Diharapkan bagi peneliti selanjutnya untuk dapat mengembangkan variabel penelitian dan menganalisa lebih dalam faktor – faktor yang mempengaruhi disminorea.
Danger Signs and 4T Risk Factors of Pregnant Women Siti Mardianingsih; Asri Daniyati
Journal of Ners and Midwifery Vol 10 No 3 (2023)
Publisher : STIKes Patria Husada Blitar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26699/jnk.v10i3.ART.p419-424

Abstract

The number of cases of maternal death in 2020 was 122, an increase of 25 cases compared to 2019, which was 97 cases of maternal death. The highest number of maternal death cases was in West Lombok district with 43 cases. The maternal mortality rate in NTB Province has increased from 93.92 per 100,000 live births to 119.05 per 100,000 live births. When compared with the performance achievements in the RPJMN, the NTB province is still below the national target. The 4T factors (too old, too young, too closely spaced between pregnancies and too many children) can increase cases of complications in the mother. Birth interval between one child and another child of less than 2 years can increase the risk of maternal death. Delivery at intervals of less than 24 months (too often) is a high-risk group for postpartum hemorrhage. This research aimed to determine the risk factors experienced by pregnant women so that prevention can be taken to prevent maternal death during childbirth. The research method used a quantitative analytical observational with a Focus Group Discussion (FGD) approach. The research results showed that pregnant women did not understand the danger signs and risk factors for 4T, so that pregnant women are able to take preventive measures. Apart from that, this research also provides anticipatory solutions so that pregnant women and their husbands can avoid further complications related to the risks of 4T. This research concludes that the understanding of pregnant women and their husbands regarding the danger signs and risks of 4T has increased so that they are able to know the mother's condition during pregnancy and are able to plan and have a healthy pregnancy.