Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

PELATIHAN PEMANFAATAN TANAMAN GALING (CAYRATIA TRIFOLIA) SEBAGAI OBAT ALTERNATIF PENURUN DIABETES Richardus Widodo; I Nyoman Lokajaya; Asmungi Asmungi
ABDIMAS Vol 2 No 04 (2022): PENDIDIKAN MASYARAKAT
Publisher : COMMUNITY OF RESEARCH LABORATORY SURABAYA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Menurut badan Kesehatan dunia WHO Indonesia menempati urutan keempat terbanyak penderita diabetes militus di dunia yaitu 8,4 juta setelah India 31,7 juta, Cina 20,8 juta, dan Amerika Serikat 17,7 juta jiwa. Dan diperkirakan jumlah akan meningkat hampir tiga kali lipat pada tahun 2030, yaitu dari 8,4 juta menjadi 21,3 juta orang. Peningkatan ini dipicu oleh jenis makanan yang di komsumsi dan kurang melakukan olah raga di sisi lain. Berbagai obat berbasis kimiawi dengan berbagai variasi harga telah banyak tersedia. Namun obat berbasis alami juga mulai banyak diperkenalkan ke masyarakat. Tumbuhan galing-galing (Cayratia trifolia) satu diantarnya yang bisa dipakai sebagai obat alternatif alami yang perlu diperkenalkan. Ternyata cairan galing-galing mempunyai kasiat sebagai antidiabetes, melindungi dan memulihkan hati dari racun, menurunkan kandungan kolesterol dalam darah, menurunkan kandungan gula dalam darah, meningkatkan kekebalan tubuh, sebagai antioksidan, antivirus, antibakteri, dan antikanker. Pengabdian kali ini berfokus pada pengenalan tanaman galing ke ibu-ibu PKK RW 03 Kelurahan Semolowaru, Kecamatan Sukolilo-Surabaya. Dan ternyata diketahui bahwa hampir semua (94%) ibu-ibu PKK sama sekali belum mengenal tanaman galing-galing apa lagi bagaimana memanfaatkan sebagai obat alternatif penurun diabetes militus. Setelah dilakukan pelatihan dan terapi cairan galing-galing, dapat disimpulkan bahwa (1) cairan galing memang benar-benar dapat menurunkan kandungan gula dalam darah bagi pasien Diabetes Melitus, (2) mengetahui budidaya tanaman galling-gaing setelah mengetahui cara tanam yang mudah dilakukan.
ANALISIS PERAWATAN MESIN HYDRAULIC PRESS GUNA MEMINIMALKAN KERUSAKAN DAN UNTUK MENGHITUNG BIAYA PERAWATAN ( STUDI KASUS : PT. ELANG JAGAD, SIDOARJO ) Ahmad Shifari Afandi; I Nyoman Lokajaya
JIEMS (Journal of Industrial Engineering and Management Systems) Vol 16, No 2 (2023): Journal of Industrial Engineering and Management Systems
Publisher : Universitas Bunda Mulia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30813/jiems.v16i2.4760

Abstract

PT. Elang Jagad adalah produsen kompor gas yang berlokasi di Jl. Kubis Sugiono No. 53 RT.05 RW.02, Desa Ngingas, Kecamatan Waru Sidorojo. Ada lima mesin yang sering mogok, dengan Mesin Hidraulic Press mengalami downtime selama 4.700 menit. Studi ini bertujuan untuk membuat rencana perawatan Mesin Press Hidrolik dan mengidentifikasi pendekatan perawatan yang paling hemat biaya. Dengan memakai pendekatan Preventive Maintenance, penelitian ini memakai metodologi tersebut. Perhitungan kehandalan setiap komponen mesin Hidraulic Press menghasilkan tingkat keandalan 0,5 untuk komponen pompa hidrolik. Komponen reservoir tank punya tingkat keandalan 0,5, Komponen Control valve punya tingkat keandalan satu hari sebesar 0,48, Komponen Cylinder punya tingkat keandalan satu hari sebesar 0,56, Komponen Oil cooler punya tingkat keandalan satu hari sebesar 0,5, dan Konduktor komponen punya tingkat keandalan satu hari sebesar 0,5. Selain itu, interval perawatan ditentukan dengan metode Age Replacement, sebagai berikut: 59 hari untuk komponen hydraulic Pumps, 31 hari untuk komponen Reservior tank, 26 hari untuk komponen Controlvalve, 23 hari untuk komponen Cylinder, 28 hari untuk komponen Oil cooler, dan 28 hari untuk komponen Conductor. berlandaskan perhitungan, total biaya perawatan sebelum preventif dengan keandalan adalah Rp 13.140.000. Biaya perawatan sesudah perawatan preventif dengan keandalan adalah Rp 12.247.378,72. Dan diketahui ada selisih sebesar Rp 892.621,28 hasil perhitungan biaya sebelum dan sesudah perawatan preventif. PT. Pengeluaran Eagle Jagad bisa dikurangi akibat perhitungan yang dilaksanakan sesudah perawatan preventif dibandingkan dengan perhitungan yang dilaksanakan sebelum perawatan preventif.Kata Kunci