Ayu Putu Wiweka Krisna Dewi, Ayu Putu Wiweka Krisna
Program Studi Manajemen Sumberdaya Perairan, Fakultas Kelautan dan Perikanan, Universitas Udayana, Badung, Bali

Published : 3 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Transformasi UMKM Perikanan di Kabupaten Badung Melalui Pelatihan Pemasaran Digital dengan Aplikasi www.tokoikan.id Kartika, Gde Raka Angga; Dewi, Ayu Putu Wiweka Krisna; Ernawati, Ni Made; Mahatmi, Hapsari; Taradhipa, I Gusti Agung Dwikhy Oka; Astriani, Ni Luh Ayu Gita
Sricommerce: Journal of Sriwijaya Community Services Vol. 5 No. 2 (2024): Sricommerce: Journal of Sriwijaya Community Services
Publisher : Faculty of Economics, Universitas Sriwijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29259/jscs.v5i2.194

Abstract

Kabupaten Badung sebagai daerah yang memiliki jumlah UMKM Perikanan yang cukup banyak menghadapi tantangan dalam pengembangannya, salah satu diantaranya adalah proses pemasaran produk yang banyak memiliki kendala. Hal ini dikarenakan sebagian besar UMKM perikanan di Kabupaten Badung masih menggunakan sistem konvensional dalam proses penjualan produknya, sehingga kesulitan untuk memasarkan produknya dalam skala lingkup yang lebih luas. Perkembangan teknologi yang cukup pesat telah memberikan peluang bagi pelaku industri dan UMKM perikanan untuk mengembangkan pasarnya melalui penjualan online serta adanya implementasi dari kebijakan pemerintah tentang revolusi industri 4.0. Oleh karena itu dalam mencapai hal tersebut dilakukan kegiatan pengabdian ini, yang memiliki tujuan memberikan pemahaman kepada UMKM perikanan di Kabupaten Badung mengenai pentingnya proses pemasaran digital saat ini dengan cara memberikan pelatihan tentang cara dan kiat untuk memasarkan produk perikanan yang dihasilkan oleh UMKM melalui salah satu pasar digital yaitu www.tokoikan.id. Aplikasi pasar digital www.tokoikan.id merupakan salah satu hasil produk hilirasi dari kegiatan pengabdian di Fakultas Kelautan dan Perikanan Universitas Udayana, yang bertujuan untuk memberikan ruang kepada UMKM perikanan untuk dapat melakukan penjualan digital. Sasaran kegiatan pengabdian masyarakat ini adalah UMKM sektor perikanan di kabupaten Badung, dan pelaksanaan Kegiatan pengabdian ini berkolaborasi dengan Dinas Perikanan Kabupaten Badung. Metode kegiatan pengabdian masyarakat dilakukan dengan pelatihan dan pendampingan kepada UMKM perikanan Kabupaten Badung untuk melakukan proses pemasaran digital melalui aplikasi www.tokoikan.id. Hasil kegiatan pengabdian menunjukkan bahwa UMKM perikanan di Kabupaten Badung mulai memahami pentingnya perubahan pola pemasaran dari cara konvensional menuju ke metode pemasaran digital, hal ini di kuatkan dengan adanya beberapa UMKM yang langsung memulai proses pemasaran digital dengan membuat akun penjual di aplikasi tokoikan.id
ANALISIS KELAYAKAN USAHA SAMBAL TONGBARA DI KEDONGANAN BALI Maharani, Syalommita; Pardosi, Yan Metro Rahot Tua; Garbadewi, I Dewa Ayu Sukma Tri; Yehezkiel, Yehezkiel; Dewi, Ayu Putu Wiweka Krisna
Artha Imperium: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 2 No. 1 (2024): 2024
Publisher : PT. Artha Genetikalab Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62521/35p0gh15

Abstract

Ikan tongkol (Euthynnus affinis) merupakan ikan pelagis yang memiliki nilai ekonomi tinggi dan menjadi salah satu komoditas ekspor perikanan Indonesia. Pengolahan ikan tongkol menjadi sambal TONGBARA dapat meningkatkan pendapatan nelayan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kelayakan usaha Sambal TONGBARA. Penelitian dilakukan pada bulan Juli-Agustus 2024 yang berlokasi di Kelurahan Kedonganan, Kuta, Badung, Bali. Kegiatan ini melibatkan POKLAKSAR (Kelompok Pengolah dan Pemasar) sebagai pelaku usaha. Parameter analisis data yang digunakan yaitu analisis biaya produksi, analisis penerimaan keuntungan, analisis benefit cost ratio (BCR), dan analisis break event point (BEP). Hasil analisis kelayakan usaha menunjukkan biaya yang dikeluarkan dalam satu tahun produksi sebesar Rp. 39.457.000 dengan total produksi sebanyak 2.400 pcs, dan akan mengalami penjualan titik impas Ketika dapat diproduksi sebanyak 1.315 pcs dengan harga jual Rp. 30.000   maka diperoleh keuntungan sebesar Rp. 32.543.000 dalam satu tahun produksi, dan nilai pendapatan relative atau nilai BCR berada di angka 1,98 yang berarti menguntungkan dan layak diusahakan. Maka dapat disimpulkan bahwa usaha TONGBARA layak dijalankan, dan dapat membantu meningkatkan pendapatan nelayan di Kelurahan Kedonganan, Kuta, Badung, Bali.
Diversity of Macroalgae in The Coastal Waters of Gunung Payung, Bali Dewi, Ni Putu Swan; Dewi, Ayu Putu Wiweka Krisna; Pebriani, Dewa Ayu Angga
Journal of Aquaculture and Fish Health Vol. 14 No. 1 (2025): JAFH Vol. 14 No. 1 February 2025
Publisher : Department of Aquaculture

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20473/jafh.v14i1.61523

Abstract

Macroalgae are multicellular organisms that are part of algae with large or macro sizes and are classified as multicellular organisms. Gunung Payung Beach is a beach located in Kutuh Village, South Kuta District, Badung Regency, Bali. This beach has wave barriers in the form of coral reefs that serve as habitats for several types of macroalgae. This study aims to determine the diversity, coverage percentage, and importance value index of macroalgae in the waters of Gunung Payung Beach. The research was conducted from September to November 2023. The method used in this study is descriptive quantitative. The research location was divided into 3 stations, and the research was conducted using 1×1 m quadrat transects. Based on the research, a total of 47 species of macroalgae were found in the waters of Gunung Payung Beach. These macroalgae species came from 3 divisions: 13 species of Chlorophyta, 27 species of Rhodophyta, and 7 species of Phaeophyta. Ulva lactuca and Hypnea valentiae are macroalgae species with the highest coverage percentage at all stations. The calculation of the Shannon-Wiener diversity index shows that the diversity of macroalgae in the waters of Gunung Payung Beach is categorized as moderate, with values ranging from 1.948 to 2.916. The highest diversity index was found at station 2, which is 2.916. The highest macroalgae importance value index at all stations is Ulva lactuca. The growth of macroalgae is influenced by substrate factors and water quality. Gunung Payung Beach has suitable water conditions for the growth of macroalgae.