p-Index From 2021 - 2026
0.659
P-Index
This Author published in this journals
All Journal Jurnal Agroindustri
Meizul Zuki
Jurusan Teknologi Pertanian, Fakultas Pertanian, Universitas Bengkulu

Published : 3 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

PERANCANGAN ULANG TATA LETAK FASILITAS INDUSTRI YANG ADAPTIF PADA KONDISI PANDEMI COVID-19 (USAHA PELANGI FOOD KOTA BENGKULU) Alifah Nurah Fatonah; Meizul Zuki; Damres Uker
Jurnal Agroindustri Vol. 12 No. 2 (2022): November 2022
Publisher : BPFP Faperta UNIB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31186/jagroindustri.12.2.96-113

Abstract

Banyak perusahaan kecil khususnya bergerak di bidang pengolahan hasil pertanian (Agroindustri) juga membutuhkan pengaturan tata letak fasilitas yang baik. Pelangi Food merupakan Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) makanan tradisional Bengkulu yang menyediakan berbagai jenis makanan khas Bengkulu. Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan keadaan layout awal sebelum masa pandemi Covid-19 di Pelangi Food, mendapatkan dan menerapkan rancangan ulang tata letak fasilitas pada masa pandemi Covid-19 menggunakan metode 5S sesuai tatanan Covid-19 di usaha kuliner Pelangi Food dan memberikan informasi mengenai keunggulan rancangan ulang tata letak fasilitas industri yang baru menggunakan metode 5S sesuai tatanan Covid-19. Metode yang digunakan untuk memperbaiki tata letak fasilitas yang ada dalam bentuk perancangan ulang pada penelitian ini yaitu Metode 5S dan tatanan Covid-19. Hasil penelitian menunjukkan bahwa; a) Tata letak fasilitas industri awal berada dalam kondisi kurang baik dan belum bisa memenuhi tingkat kebutuhan karyawan dan konsumen, b) Tata letak fasilitas usulan yang lebih baik dan memenuhi tingkat kebutuhan karyawan dan konsumen; perubahan pemanfaatan ruang penyimpanan yang baik dan tertata rapi serta tidak terjadi penumpukkan barang/produk, pengelompokkan alat produksi yang baik dan penataan ruangan yang rapi dan teratur, lingkungan kerja menjadi rapi, bersih, aman dan nyaman sehingga karyawan lebih bersemangat dalam bekerja dan konsumen menjadi lebih nyaman dalam berbelanja, c) Inovasi mampu memperbaiki lingkungan kerja yang semula berada dalam kondisi kurang baik dan belum memenuhi harapan karyawan/ konsumen menjadi lebih baik dan bisa memenuhi harapan karyawan dan konsumen.
PROSES DAN MUTU KOPI BERAS DI TINGKAT RANTAI PASOK DARI DESA BENUANG GALING KECAMATAN SEBERANG MUSI KABUPATEN KEPAHIANG PROVINSI BENGKULU Marniza; Damres Uker; Meizul Zuki; Nadya Dahlia
Jurnal Agroindustri Vol. 14 No. 1 (2024): May 2024
Publisher : BPFP Faperta UNIB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31186/jagroindustri.14.1.87-99

Abstract

Kopi merupakan salah satu komoditas pertanian yang digunakan sebagai sumber penghidupan bagi masyarakat di Desa Benuang Galing, Kecamatan Seberang Musi, Kabupaten Kepahiang, ProvinsiBengkulu. Rantai pasok kopi beras dari Desa Benuang Galing digunakan untuk mengetahui aktivitas dari hubungan yang terlibat dalam menyalurkan suatu barang. Tujuan penelitian ini adalah mengidentifikasi proses yang diberikan pada setiap alur distribusi rantai pasok dan menentukan mutu pada setiap tingkat rantai pasok kopi yang berasal dari Desa Benuang Galing. Penelitian ini merupakan jenis penelitian survei dan metode yang digunakan yaitu metode snowball sampling. Jumlah sampel sebanyak 25 responden didapatkan setelah tidak ada lagi informasi baru yang didapatkan dari responden berkaitan dengan data proses dan data lain yang dibutuhkan. Mutu kopi beras ditentukan dengan menggunakan metode observasi yang ditentukan oleh Badan Standar Nasional (BSN, 2008) mengenai biji kopi. Hasil penelitian menunjukkan proses yang dilakukan oleh pelaku rantai pasok menunjukkan perubahan dengan meningkatnya mutu kopi beras pada setiap tingkatan rantai pasok. Pola rantai pasok Imutu kopi beras pada pedagang pengumpul termasuk kedalam mutu 6 dan pada pedagang besar mutu kopi beras termasuk dalam mutu 5, sedangkan pada pola rantai pasok II mutu kopi beras pada pedagang besar termasuk dalam mutu 5.
ANALISIS RISIKO KECELAKAAN KERJA CV.BRENS BAKERY MENGGUNAKAN METODE HIRARC (HAZARD IDENTIFICATION RISK ASSESSMENT AND RISK CONTROL) Dimas Prayoga; Meizul Zuki; Lukman Hidayat
Jurnal Agroindustri Vol. 13 No. 2 (2023): November 2023
Publisher : BPFP Faperta UNIB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31186/jagroindustri.13.2.202-217

Abstract

CV. Brens Bakery merupakan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) yang bergerak di bidang produksi roti yang menyediakan aneka macam kue, bolu dengan berbagai variasi, roti, donat, dan pastry. Permasalahan yang terdapat industri pembuatan roti pada bagian produksi ditemukannya potensi hazard yang sewaktu-waktu dapat menyebabkan terjadinya suatu kecelakaan kerja ditemukan potensi hazard seperti; mentega yang berceceran di lantai membuat lantai menjadi licin, suara bising dari penggunaan mesin yang berpotensi membuat konsentrasi para pekerja menjadi terganggu, penggunaan peralatan yang tajam berpotensi membuat tangan terluka, dan suhu yang panas di dekat pemanggangan berpotensi membuat pekerja mudah mengalami kelelahan ketika bekerja. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan risiko kecelakaan kerja, menentukan tingkatan risiko kecelakaan kerja, dan memberikan usulan pengendalian risiko kecelakaan kerja yang dapat terjadi pada industri pembuatan roti. Metode HIRARC (Hazard Identification Risk Assessment and Risk Control)digunakan untuk analisis risiko kecelakaan kerja pada penelitian inidengan penentuan jenis aktivitas kerja terlebih dahuluh yang diidentifikasi penyebab hazard (bahaya yang terjadi), sehingga diperoleh risikonya, kemudian melakukan penilaian dan pengendalian risiko untuk mencegah dan mengurangi paparan hazardyang ada pada setiap jenis pekerjaan. Hasil penelitian diperoleh 30 risiko yang dikategorikan 43% low risk, 37% medium risk, dan 20% high riskserta terdapat 30 usulan pengendalian risiko yang terdiri dari 1 subsitusi, 7 perancangan, 12 administrasi, dan 10 menggunakan APD (Alat Pelindung Diri).