Aris Rahman Saleh
UIN Sunan Gunung Djati Bandung

Published : 3 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Dimensi Keberagamaan dalam Pendidikan Aris Rahman Saleh
JURNAL JENDELA PENDIDIKAN Vol. 2 No. 04 (2022): Jurnal Jendela Pendidikan: Edisi November 2022
Publisher : CV. Jendela Edukasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57008/jjp.v2i04.327

Abstract

Keberagamaan di dalam kehidupan individu berperan sebagai suatu sistem nilai mengenai aturan-aturan tertentu. Dilihat secara umum bahwa aturan-aturan tersebut menjadi pedoman untuk bersikap dan bertingkah laku. Dalam dunia pendidikan dimensi kebergamaan perlu dipahami oleh guru dan peserta didik. Oleh karena itu penulis tertarik untuk mengetahui terkait ruang lingkup dimensi keberagamaan dalam pendidikan. Penelitian ini menggunakan metode studi literatur. Jenis data yang digunakan adalah data sekunder. Metode pengumpulan data adalah studi pustaka. Data yang diperoleh dikompulasi, dianalisis, dan disimpulkan sehingga mendapatkan kesimpulan mengenai studi literatur mengenai dimensi keberagamaan. Hasil dari penelitian adalah untuk mengetahui ruang dimensi keberagamaan. Diantaranya pengertian dimensi keberagamaan, macam-macam dimensi keberagamaan, perspektif Islam tentang keberagamaan, dan hubungan antar dimensi keberagamaaan. Dimensi keberagamaan adalah seluruh aspek atau sisi kehidupan manusia yang dalam menjalani kehidupannya didasarkan pada aturan-aturan atau nash dalam sebuah agama, yang berfungsi untuk mengikat dan mengutuhkan diri seseorang atau sekelompok orang dalam hubungannya terhadap Tuhan, semua manusia serta alam sekitarnya. Pengembangan dimensi keberagamaan menjadi tujuan inti yang harus dicapai dalam pendidikan. Hal ini dikarenakan pada dasarnya tujuan pendidikan Indonesia yang  teraplikasikan dalam kehidupan sehari-hari.
KRITIK ISLAM TERHADAP SAINS BARAT (PERSPEKTIF ISLAMIC WORLDVIEW) DAN IMPLIKASINYA BAGI PENGEMBANGAN PARADIGMA KEILMUAN DI PERGURUAN TINGGI ISLAM Aris Rahman Saleh; Rusmayadi; Yanti Amalia Afifah; Ane Zunnatul Mafruhah; Adang Hambali
Tadbir: Jurnal Manajemen Pendidikan Islam Vol 14 No 2 (2026): Tadbir: Jurnal Manajemen Pendidikan Islam
Publisher : LP2M IAIN Sultan Amai Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30603/tjmpi.v14i2.7317

Abstract

Pendidikan tinggi Islam menghadapi persoalan epistemologis akibat dominasi paradigma sains Barat yang berlandaskan sekularisme, materialisme, dan positivisme, sehingga memisahkan ilmu dari nilai spiritual dan wahyu. Kondisi tersebut mengakibatkan dikotomi antara ilmu agama dan ilmu umum serta terpinggirkannya dimensi moral dalam proses akademik. Penelitian ini bertujuan menganalisis bagaimana Islamic worldview dapat menjadi dasar pembentukan paradigma keilmuan alternatif di Perguruan Tinggi Islam. Metode yang digunakan adalah penelitian kualitatif berbasis studi kepustakaan dengan analisis isi terhadap karya-karya pemikir Muslim dan Barat terkait epistemologi, filsafat ilmu, dan integrasi keilmuan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Islamic worldview menawarkan fondasi ontologis, epistemologis, dan aksiologis yang integratif, menempatkan wahyu, akal, dan pengalaman empiris secara harmonis. Dengan demikian, Islamic worldview berpotensi menjadi landasan konseptual dan metodologis untuk membangun paradigma keilmuan yang menyatukan ilmu agama dan ilmu umum serta mengarahkan pengembangan ilmu sesuai nilai-nilai ketauhidan.
RUANG LINGKUP FILSAFAT ILMU DALAM PERSPEKTIF ISLAM DAN BARAT SERTA IMPLIKASINYA BAGI PENDIDIKAN ISLAM DI PTKI Ane Zunnatul Mafruhah; Yanti Amalia Afifah; Aris Rahman Saleh; Adang Hambali
Tadbir: Jurnal Manajemen Pendidikan Islam Vol 14 No 2 (2026): Tadbir: Jurnal Manajemen Pendidikan Islam
Publisher : LP2M IAIN Sultan Amai Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30603/tjmpi.v14i2.7328

Abstract

Perkembangan ilmu pengetahuan modern memperlihatkan perbedaan paradigma yang mendasar antara filsafat ilmu Barat dan Islam, terutama dalam memaknai hakikat ilmu, sumber pengetahuan, dan tujuan keilmuan. Perbedaan ini berimplikasi langsung terhadap arah pengembangan pendidikan Islam di Perguruan Tinggi Keagamaan Islam (PTKI). Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji konstruksi ruang lingkup filsafat ilmu dalam perspektif Islam dan Barat, menganalisis perbedaan serta persinggungan ontologis, epistemologis, dan aksiologis antara kedua tradisi, serta mengidentifikasi implikasi filosofisnya terhadap pengembangan pendidikan Islam di PTKI. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kepustakaan, melalui analisis kritis dan komparatif terhadap literatur filsafat ilmu, epistemologi Islam dan Barat, serta kajian pendidikan Islam kontemporer. Hasil penelitian menunjukkan bahwa filsafat ilmu Barat cenderung bersifat antroposentris, empiris, dan berorientasi pada rasionalitas instrumental, sementara filsafat ilmu Islam bersifat teosentris, integratif, dan berorientasi pada pembentukan adab serta kemaslahatan. Persinggungan kedua tradisi terletak pada pengakuan terhadap rasionalitas dan metodologi ilmiah, namun berbeda pada sumber kebenaran dan tujuan akhir ilmu. Penelitian ini berdampak pada penguatan paradigma integratif dalam pengembangan pendidikan Islam di PTKI yang memadukan rasionalitas ilmiah, nilai etika, dan spiritualitas secara seimbang.